Hungry Jin [FICLET]

석진까르르르보나라아29

Genre : Romance | Slice of life

Disclaimer : Please don’t Copy-Cat my story as you want.

©parknara


Hwan Soo terdiam begitu ia menemukan sosok Jin yang dengan santainya berselanjar dengan sebelah tangan yang menopang kepalanya di atas sofa sambil menonton TV. Pipinya bergerak-gerak pelan, tangannya dengan giat menyuplai makanan tanpa henti kedalam mulutnya. Tumpukan piring kotor dan beberapa bungkus cemilan yang sudah kosong berserak di atas meja pendek depan sofa.

“Itu makananku.” Sahut Hwan Soo datar. Jin mendongak, tersenyum tanpa rasa bersalah sambil melambai pada Hwan Soo. “Kau sudah pulang?” Jin kembali memasukan cemilan kedalam mulutnya.

“Sedang apa kau disini?” Hwan Soo melepas jaketnya dan menaruhnya asal di kursi meja makan yang tak jauh darinya. Beranjak ke dapur sebentar untuk mengambil segelas air untuk dirinya. Hwan Soo tidak bisa berkata-kata ketika melihat tempat cuci piringnya sudah penuh dengan tumpukan alat masak yang kotor.

“Tentu saja aku rindu istriku.” Ucap Jin santai dengan mata yang terfokus pada layar TV. Hwan Soo mendengus lalu mengenyakan tubuhnya di sofa single yang menghadap ke arah Jin. “Kau tidak terlihat seperti itu.”

Jin menegakan tubuhnya. “Ayolah, apa itu sikap seorang istri kepada suaminya yang baru pulang dari perjalanan dinas luar negri?” Jin menepuk ruang kosong di sebelahnya, “Kemari.” Hwan Soo tetap diam di tempatnya, bersedekap dengan wajah datar.

“Soo-yaa~” rengek Jin manja. Hwan Soo menghela napas, bergerak ogah-ogahan kemudian duduk disebelah Jin. “Kau tidak merindukanku? Hm?” Jin merangkul bahu istrinya, menatap Hwan Soo dengan senyumnya yang selalu meluluhkan hati Hwan Soo, dan juga para fansnya tentu saja.

“Seminggu ini kau tidak menghubungiku sama sekali. Tapi kau mengupdate Twitter!” sembur Hwan Soo sebal. Ia kembali bersedekap lalu membuang pandangannya pada TV. “Kau tampan sekali! Rasanya aku ingin sekali datang ke agensimu, memutus kontrakmu, lalu menguncimu di apartemen ini selamanya.” Jin mengulum senyum kemudian terkekeh, rangkulannya berubah menjadi pelukan erat. Jin mengecup kepala istrinya gemas, kemudian mengelus rambutnya, menikmati wangi sampo Hwan Soo yang dirindukannya.

Hwan Soo membalas pelukan Jin. “Kau terlihat sangat tampan kalau memakai jas. Dan… astaga, kau boleh bilang aku mesum atau apa. Tapi aku selalu ingin merobek bajumu kalau kau memakai kemeja putih!” Jin tidak bisa menahan tawanya saat Hwan Soo dengan gambalngnya mengaku seperti itu pada dirinya. Ini bukan pertama kalinya Jin mendengar itu dari Hwan Soo, tapi tetap saja ia merasa lucu.

Hwan Soo berdehem kemudian melonggarkan pelukannya. “Bagaimana konser di Taiwan? Menyenangkan?” Jin mengangguk, “Menyenangkan dan melelahkan.” Jin melepaskan pelukannya, kemudian bergerak turun dan menyandarkan kepalanya di pangkuan Hwan Soo lalu menggeliat disana.

“Apa disana banyak wanita cantik?” Hwan Soo memainkan poni Jin, menyisirnya kebelakang dengan jarinya. “Banyak makanan cantik dan enak di Taiwan.” Jin kembali menyambar cemilannya yang belum habis kemudian mulutnya kembali sibuk mengunyah. Hwan Soo menggeleng tak percaya sambil tersenyum. Bagaimana bisa makanan lebih menarik daripada wanita cantik.

Hwan Soo melirik ke arah tumpukan piring kotor dan bungkus kosong cemilan di hadapannya. “Bukannya kau sedang diet?” Jin memasang wajah polos dengan pipi yang bergerak naik turun seolah berkata apa itu diet?

Jin menggeleng, “Tidak, aku sedang libur diet.” Mata Hwan Soo menyipit, menatap Jin tidak yakin. “Seingatku kau harus diet sampai sebulan kedepan.” Hwan Soo menoel-noel ujung hidung Jin. Ucapan Hwan Soo hanya seperti angin lalu, Jin melengos dan terus memasukan cemilan kedalam mulutnya.

Jin merengek ketika Hwan Soo merebut bungkus cemilannya dengan paksa. “Soo- yaa!” serunya kesal, Hwan Soo menyelipkan cemilan milik Jin dibalik punggungnya dan menyandarkan punggungnya kuat-kuat.

“Soo-ya, kumohon kembalikan cemilanku.” Jin bangkit dan berusaha merebut cemilannya kembali.

“Tidak mau!” Hwan Soo memukul tangan Jin setiap lelaki itu berusaha menggapai tubuhnya. “Dan lagi, bukannya hari ini kau harusnya berada di dorm? Jadwalmu pulang hanya jumat, sabtu dan minggu!”

“Aku tidak bisa makan kalau di dorm!” seru Jin frustasi. “Manajer Hyung selalu mengawasiku dan aku tidak bisa makan Soo-ya. Aku kelaparan, aku harus pulang agar bisa makan sepuasnya!”

“Jadi, kau pulang hanya karena kau ingin makan?” Jin mengangguk dengan wajah paling memelas yang bisa ia buat. “Kau pulang karena hanya rindu pada makanan? Tidak padaku?” Jin mengangguk, kemudian dengan cepat menggelengkan kepalanya sekuat tenaga.

“KIM SEOK JIN!” sembur Hwan Soo.

“Tentu saja aku merindukanmu! Istriku yang paling cantik dan pandai memasak!” Jin melendot manja, dan kemudian tubuhnya terpental begitu saja ke sudut sofa karena di dorong oleh Hwan Soo.

Dengan langkah cepat Hwan Soo menuju dapur kemudian membuang bungkus cemilan itu ke tempat sampah. Jeritan pilu dari Jin terdengar ketika pria itu menyaksikan sendiri cemilan favoritnya dari Taiwan di buang oleh istrinya di depan mata. Dan itu bungkus terakhir yang ia punya.

“TIDAAAAAAAAAAAK!!!!!”

.

.

.

.

fin

:: halo! ah, kayaknya ini pertama kali aku bikin ficlet dan castnya anak BTS kkkk~
btw, Jin itu bias saya di BTS. karena saya rada siwer mikirin cerita Brutal Lover akhirnya saya cari pencerahan dulu fangirlingan liatin foto Jin, dan nemulah foto dia yang kayak di atas itu. terus.. bikin deh! kkkkk~
maafkan kalo ada typo, jagan lupa tinggalkan jejak! ❤

Iklan

One thought on “Hungry Jin [FICLET]

  1. Ping-balik: [BTS FF Freelance] Hungry Jin [FICLET] | BTS Fanfiction Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s