ParKyu Couple – Regret [Short Story]

e826603c0e84e280c254d1e63012c612

Genre : Romance | Slice of life | Drama

Disclaimer : cerita dan OC ini murni pemikiran Author. Please don’t Copy-Cat my story as you want.

©parknara

previous : My Blood Belong to you series | Worry

Lagi, aku datang ke tempat ini.

Aku tahu ini seperti mengoyak lukaku sendiri,tapi aku belum bisa berhenti datang ke tempat ini.

Entah belum bisa berhenti datang,atau tidak bisa berhenti datang,aku tidak tahu pasti.

Lagi,aku duduk di posisi yang sama.

Di pojok ruangan tepat di sebelah jendela yang menghadap ke arah halaman.

Kursi kayu di luar masih tetap sendiri,menghadap ke arah keindahan tanpa ada yang menduduki.

Aku seperti bisa merasakan hadirmu,entahlah. Mungkin hanya perasaanku yang  terikat terlalu  kuat kepadamu. Atau hanya aku yang terlalu terbiasa melihatmu duduk di kursi di hadapanku,dan di hari-hariku.

Aku tahu ini sedikit gila,tapi kenapa bayanganmu yang semu itu tersenyum kepadaku?

Tak bisa kah kau enyah dariku?

Ah,bukan

Aku yang tidak ingin menghilangkan dirimu dari pikiranku. Memalukan,lelaki macam apa yang melankolis seperti ini. Memalukan, menyesal karena kesalahanku sendiri.

Lagi,aku memesan sesuatu yang sama. Ah, bukan. Sesuatu yang selalu kau pesan.

“Hot Chocolate” ujarku pada pelayan yang menanyakan pesanan. tanpa berbasa-basi dia sudah melenggang untuk melaksanakan tugasnya.

Aroma karamel selalu tercium dari tempat ini,tempat yang biasa aku duduki bersamamu. Entah aroma ini dari minuman atau memang wangi tubuhmu yang membekas di ingatanku. Yang pasti wangi itu tidak pernah membuatku bosan untuk menghirupnya,apalagi saat ada dirimu di hadapanku. Manis dan membuat ketagihan.

Secangkir coklat hangat datang di hadapanku. Perlahan kugenggam cangkir keramik berwarna putih yang terasa hangat di telapak tanganku. Kusesap sedikit demi sedikit cairan coklat pekat yang terasa asing di lidahku. Kukira minuman ini manis, tapi tidak seperti kelihatannya. Tapi kenapa kau selalu berkata bahwa minuman ini manis? Dan kau selalu menikmatinya dengan senyuman.

Apa ini sebuah hukuman untuk ku? Bahkan secangkir coklat hangat pun tak membiarkanku menyicipi rasa manis sedikitpun. Aku hanya tersenyum getir. Ya, aku memang pantas mendapat hukuman karena telah menyakitimu di hari itu. kenapa aku harus membiarkanmu pergi? Bodohnya aku yang tak menahanmu untuk pergi. Terkadang aku merasa kesal dengan sesuatu yang di namakan dengan harga diri lelaki, konyol sekali.

Aku pikir sekarang aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik untukmu, tapi aku rasa sudah terlalu terlambat untuk menyesali ini semua. Kau sudah terlalu jauh dari jangkauan ku.

Sesaat dering bel di pintu masuk mengusikku, menggoda untuk membuatku menoleh ke arah pintu.

Dan disanalah aku melihat sosokmu yang tersenyum kepada pegawai yang menyambutmu. Ah, kau semakin cantik.

Aku tak tahu harus bagaimana saat senyum itu hilang seiring langkahmu yang mendekat ke arahku.

Apakah kau ingin duduk disisni juga? Di tempat kita selalu menghabiskan waktu bersama, dulu.

“Hai.”

Ucapku susah payah dan canggung. Dan kau hanya terdiam beberapa langkah di hadapanku, menatapku dengan pandangan yang sulit di artikan.

“Duduklah disini.” Sapaku sekali lagi dengan suara yang bergetar, semoga dia tidak menyadarinya.

Dengan ragu dia duduk di hadapanku, dan mata kami bertemu. Membuat perutku merasakan gelenyar aneh dan debaran jantung yang mulai tak teratur, dia seperti kembali mengalirkan listrik pada gedung yang sempat terputus listriknya.

Pelayan datang menghampirinya. Tanpa menyentuh buku menu yang di tawarkan pelayan, ia langsung menyebut “Hot Chocolate.” Dengan nada yang sangat familiar. Membuatku tersenyum tipis saat mendengarnya.

Dia kembali menoleh ke arahku dan tersenyum canggung. Memainkan jemarinya sembari menatap gelas minumanku salah tingkah.

“Apa kabar?” ucapku memberanikan diri untuk kesekian kalinya. Dia menatapku sekilas, “Baik.” lalu beralih menatap jarinya yang bertautan, “Kurasa begitu.”

Keheningan menyelimuti kami hingga coklat hangat tersaji di hadapannya. Matanya berbinar cerah, dengan segera ia menyesap minumanya dengan nikmat. Aku dapat mendengar dia bergumam ‘manis’ di sela seruputannya. Akupun ikut meneguk coklatku yang sudah mulai dingin, dan aku merasakan sedikit rasa manis..dari dirinya yang duduk dihadapanku dengan wajah tenang saat menikmati coklat hangatnya. Pemandangan yang begitu ku rindukan saat ini.

“Hae In.. Park Hae In.” mata coklat jernihnya menatap ke arahku. Sudah berapa lama aku tidak menyebut nama itu?

“Y- Ya?” dia meletakan cangkirnya lalu menyeka bibirnya dengan punggung tangan. Aku tersenyum tipis, ternyata dia tidak berubah. “Gunakan tisu, bodoh.” Ceplosku.

Dia menatapku dengan pandangan sebal yang kentara. Cho Kyuhyun, kau bodoh.

Dengan gerakan sedikit kasar ia mengambil tisu yang tepat berada di sampingnya, lalu menyeka bibir dan juga punggung tangannya tanpa protes.

“Hae In-ah..” kali ini dia tidak menoleh ke arahku, dia pura-pura tidak mendengar dan berusaha sibuk dengan ponselnya. Entah apa yang merasukiku, tanganku terulur begitu saja melewati meja dan menggenggam lembut tangannya, menariknya perlahan dan menahannya di genggamanku.

“Aku.. minta maaf. Aku benar-benar tersiksa.”

Gadis itu bergeming menatapku. Masa bodoh dengan anggapannya, aku ingin menyampaikan perasaanku dengan jelas kali ini.

“Aku menyesal, membiarkanmu pergi saat itu. Aku merasa sebal dengan Ego dan harga diri yang kumiliki. Aku tak ingin memilikinya jika itu hanya membuatmu pergi.. membuat dirimu menjadi hari kemarin dalam hidupku.”

Aku merasakan tangannya yang mungil membalas genggamanku. Perlahan jemari kami bertautan, menyebarkan perasaan hangat di sekujur tubuhku. Kulihat matanya sedikit berair,dan cairan bening itu jatuh saat ia tersenyum kepadaku. Entah sebab apa aku bisa merasa seyakin ini, tapi kurasa ia juga tersiksa tanpaku

“Hae In-ah.. kembalilah menjadi hari ini, dan hari esok untuk ku. Menjadikan kau hari kemarin adalah hal terburuk yang pernah kualami sepanjang hidupku, sungguh.. maukah kau kembali?”

Hanya gerakan sederhana, tapi bisa membuatku melonjak bahagia. Dia mengangguk dan tersenyum padaku. Kali ini aku tidak akan membiarkan dirinya pergi dari sisiku lagi. Karena aku tahu.. aku sangat tersiksa jika kehilangan dirinya lagi.

-fin-

.

.

.

:: astaga saya ini nulis apaan bahahahah X’D
sebenernya cerita absurd ini lahir pas saya dengarin lagu BEAST – I’m Sorry. dan tokoh asli yang saya buat di cerita ini adalah bias ku di BEAST, Son Dong Woon ❤

tapi entah kenapa pengen banget rasanya bikin Kyuhyun melankolis disini, ga melulu sombong dan menyebalkan kaya ganteng ganteng setan *dijitak

sedikit curhat, entah mengapa akhir2 ini saya lagi mandek buat nerusin FF EXO yang saya buat. entah pengaruh habis UTS atau apa juga saya ga ngerti, tapi mungkin gegara silent rider. saya seneng kok karya saya di baca, tapi saya jadi kesepian kalo gada yang komen, karena saya jadi gatau cerita yang saya buat ini layak atau tidak menurut kalian yang membaca XD
tapi saya ucapkan terimakasih untuk yang udah baca, dan saya sangat menghargai kalian yang mau komen dan memberi masukan di karyaku yang masih berantakan dan absurd ini. love you ❤

Iklan

2 thoughts on “ParKyu Couple – Regret [Short Story]

  1. Hallo..hallo..
    Aku kembali kak.. \^o^/
    Maaf ya, baru komentar sekarang. Habis ujian semester hampir buat aku gila permanen… >_<
    Satu lagi ff yang keren kak.. (y)
    Aku suka perubahan sifat Kyuhyun..
    Keep writing ya kak.. ^^

  2. Ping-balik: ParKyu Couple – A Job [Short Story] | FanFiction World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s