ParKyu Couple – Worry [NC]

4f6e0b4ee851d984eea3443ec5cb4054

Genre : Romance | Slice of life | Drama | NC-21

Disclaimer : cerita dan OC ini murni pemikiran Author. Please don’t Copy-Cat my story as you want.

WARNING : FF INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA

©parknara

previous : My Blood Belong to you series


Kyuhyun terkejut saat seseorang mencium pipinya dengan tiba-tiba. Ia membalikan kursinya lalu melepas headphone yang masih menutupi telinganya. Hae In tersenyum lebar lalu menyodorkan sebuah paper bag coklat ke arah Kyuhyun.

“Makan siangmu, sayang.” Hae In masih tetap dalam posisinya. Kyuhyun mengangguk, lalu menunjuk sofa di dekat dinding dengan dagunya. Menyuruh gadis itu untuk duduk di situ tanpa mengeluarkan satu patah katapun.

Perlahan uluran tangannya turun, senyum di wajah gadis itu lenyap begitu saja saat Kyuhyun meresponnya dingin. Lelaki itu memilih membalikan kembali kursinya dan memakai headphone-nya, dan kembali sibuk dengan komputer dan alat-alat rekaman yang tidak gadis itu mengerti.

Dengan berat hati Hae In memilih untuk menuruti apa perintah kekasihnya, ia mengenyakan tubuhnya di sofa beludru yang empuk. Hae In tidak melakukan apapun, Ia hanya mengamati punggung Kyuhyun dari tempatnya.

“Selamat siang.” Hae In menoleh ke arah pintu dan mendapati gadis berparas cantik masuk ke dalam ruang rekaman. Ia tidak asing dengan wajah itu, Hae In pernah melihatnya beberapa kali di acara musik di tv. Michele Lee, Penyanyi baru yang di produseri oleh Kyuhyun. dan ini kali pertamanya bertemu dengan penyanyi itu secara langsung.

Michele menatap bingung ke arah Hae In dengan senyum  yang masih mengembang. Seolah bertanya kepada Hae in melalui tatapannya, ‘siapa kau? Sedang apa disini?’

“Kau sudah datang?” Kyuhyun melepas headphone-nya dan membiarkannya menggantung di leher.

Michele tersenyum senang lalu menghampiri Kyuhyun dengan langkah riang, “Selamat siang, Sajangnim.” Sahut gadis itu ceria.

Hae In menganga tak percaya. Kyuhyun bahkan tidak mengeluarkan satu patah kata-pun padanya sejak ia datang. Tapi dengan mudahnya Kyuhyun menyambut artis barunya, bahkan dia yang menyapanya duluan.

“Yang benar saja..” gumam Hae In antara kesal dan tak percaya. Ia menatap sinis Kyuhyun yang terlihat akrab dengan Michele. Bahkan ekspresi lelaki itu terlihat lebih rileks saat mengobrol dengan Michele.

Hae In mengerti bahwa ini adalah pekerjaan, Ia tidak pernah keberatan kalau Kyuhyun memproduseri penyanyi wanita di agensinya. Tidak pernah sama sekali. Tapi Hae In hanya merasa kesal karena Kyuhyun tidak menyambutnya atau memberi reaksi yang menyenangkan kepadanya, padahal Hae In adalah kekasihnya. Kyuhyun terlihat tidak menginginkan kedatangannya.

Hae In mendengus kesal, lalu berdiri dan keluar dari studio tanpa mengeluarkan satu patah kata-pun.

Beberapa karyawan menyapanya ramah, dan Hae In hanya menanggapi dengan senyum tipis.

“Kau sudah selesai? Cepat sekali, tumben.” Sapa Leeteuk saat berpapasan dengan adiknya. Hae In tidak mengindahkan pertanyaan kakaknya dan melewatinya begitu saja. Berjalan ke arah pintu keluar dengan langkah lebar. Membuat Leeteuk menatap sosok adiknya dengan heran.

Leeteuk membuka pintu studio dan mendapati Kyuhyun yang tengah sibuk dengan monitor di hadapannya. Dan juga Michele yang sedang berada di tempat rekaman suara. Tidak ada yang salah disini, pikirnya.

Leeteuk menyandarkan tubuhnya kepada sofa, dan mengamati proses rekaman berlangsung. Sesekali ia mengangguk mendengar Michele mendendangkan lagu ciptaan Kyuhyun. Gadis itu memang berbakat, ia menyanyikan lagu begitu sempurna dan juga indah.

Matanya menangkap paper bag coklat yang tergeletak di atas meja. Leeteuk mengambilnya dan mengintip isinya, penasaran. Termos kecil, dan dua kotak bekal makan mengisi tas kertas itu. Ia membuka isinya dan mendapati potongan buah yang terlihan sedikit berantakan. Lalu kotak bekal satu lagi berisi nasi dengan tumisan daging yang terlihat menggiurkan.

Leeteuk tahu siapa pemilik kotak makan bergambar beruang ini, Adiknya sendiri. Leeteuk menaruh kembali bekal itu pada posisi semula. Ia menatap punggung Kyuhyun heran, kenapa adiknya terlihat seperti tidak baik-baik saja? Padahal Kyuhyun hanya bekerja seperti biasa.

“mungkin dia mau datang bulan.” Jawab Leeteuk pada pertanyaan yang di buatnya sendiri. Ia kembali menyenderkan tubuhnya santai lalu mengambil ponselnya, wajah bahagia dirinya dan Sora di hari pernikahannya terpampang jelas ketika ia membuka kunci layarnya.

Eo? Yoboseyo?” Leeteuk mengangkat telepon yang tiba-tiba datang.

“Apa yang terjadi dengan Hae In?” sahut Sora di sebrang sana.

“Memangnya ada apa?” dahi Leeteuk mengerenyit, ia memelankan suaranya.

“Hae In datang ke Cafe dan memesan kopi –“

“Bukannya dia biasa minum kopi?” Leeteuk memotong kalimat istrinya.

“Dengarkan aku dulu! Ini sudah kopinya yang kesepuluh! Dan aku yakin ada yang tidak beres dengannya.”

“Sepuluh? Yang benar saja?”

“Hae In ! Astaga, jangan pesan la–“

Dan sambungan telepon pun terputus tiba-tiba. Leeteuk menatap ponselnya heran, lalu menatap Kyuhyun yang baru saja selesai dengan rekamannya. Dia berjalan santai ke arah Leeteuk.

“Kau kenapa, Hyung?” Kyuhyun menegak air mineral dari botolnya, “Ada masalah dengan Sora?” lanjutnya setelah menelan. Michele keluar dari ruang rekaman lalu berjalan ke arah Kyuhyun dan Leeteuk. Michele membungkuk sopan ketika melihat Leeteuk.

Leeteuk tidak menggubris gadis itu dan tetap mempertahankan wajah penuh kebingungannya.

“Kau ada masalah dengan Hae In?” tanya Leeteuk. Kyuhyun kembali menegak air mineralnya sambil menggeleng polos.

“Tidak, kami baik-baik saja. Memangnya ada apa?”

“Hae –In ?” Michele terlihat bingung dengan nama yang di sedang di bicarakan oleh mereka berdua.

“Tunanganku.” Jawab Kyuhyun enteng. Ia duduk di sebelah Leeteuk dan menyambar tas kertas yang tadi di bawa oleh Hae In.

Seketika mata lelaki itu berbinar melihat bekal yang sudah di siapkan untuknya. “Sejak kapan kemampuan masaknya sehebat ini?” Kyuhyun mengambil sumpit dan segera memasukan makanan itu kedalam mulutnya.

“Ini enak. Sangat enak.” Komentar Kyuhyun puas.

“Sini, aku coba.” Leeteuk mengambil sumpit dari tangan Kyuhyun lalu memasukan potongan daging itu ke dalam mulutnya. Ekspresi Leeteuk tidak sebaik Kyuhyun, ia mengunyah daging itu cepat-cepat.

“Ini asin sekali ! dagingnya memang empuk, tapi ini kebanyakan garam. Uhuk!” Leeteuk menyambar minum milik Kyuhyun.

“Kau mau coba?” tawar Kyuhyun kepada Michele. “Tidak, terimakasih.” Tolaknya halus, ekspresi gadis itu berubah menjadi sedikit masam.

“Kemana dia? Biasanya dia menungguku disini.” Tanya Kyuhyun di sela kunyahannya.

“Hae In? dia ada di Cafe.” Jawab Leeteuk setelah menghabiskan minumnya.

“Cafe? Kenapa dia tidak makan bersamaku disini? Padahal dia makan membawakanku bekal.”

Leeteuk mengidikan bahunya.

“Kau benar-benar tidak sedang bertengkar dengan Hae In, kan?” tanya Leeteuk untuk kesekian kalinya.

“Tidak, Hyung! Kami baik-baik saja. Memangnya ada apa sih?” cecar Kyuhyun yang mulai gerah dengan pertanyaan serupa.

“Hae In menghabiskan sepuluh cangkir kopi, apa kau pikir dia sedang baik-baik saja?”

Kunyahan Kyuhyun terhenti, Ia menaruh kotak bekal itu dengan sembarang di meja, Membuat isinya sedikit berceceran. Kyuhyun melangkah dengan tergesa keluar dari ruang studio.

Kyuhyun tidak menghiraukan karyawan yang menyapanya, ia terus berlari menuju ke arah pintu keluar.

“Bawakan mobilku!” perintahnya pada petugas yang biasa mengurusi mobilnya. “Cepat !” bentaknya tak sabaran. Tak sampai satu menit mobil sedan hitam miliknya sudah terparkir di hadapannya. Dengan gerakan tak sabaran ia segera masuk ke dalam mobil dan langsung menancap gas secepat yang ia bisa.

“Dasar, gadis gila.” Desisnya, matanya menatap tajam pada jalanan kota yang tidak terlalu padat.

—–

Sora menahan gerakan tangan Hae In saat gadis itu akan menyeruput es kopinya. Hae In menatap sebal ke arah Sora, dan dengan terpaksa ia kembali menaruh gelas kaca itu di meja.

“Sudah cukup. Ini kopimu yang keduabelas Hae In!” Sora menyingkirkan gelas kopi itu dari hadapan Hae In, memberikan kepada pegawainya yang kebetulan lewat. “Kalau dia memesan lagi, biarkan saja. Jangan di buat pesanannya.” Perintah Sora.

“Kau ada masalah?” selidik Sora.

Hae In menyilangkan tangannya di depan dada dengan wajah cemberut. Ia membuang pandangannya ke arah jendela. “Tidak ada.” Jawabnya ketus.

“Kau bohong. Pasti ada sesuatu yang mengganggumu.” Sora duduk di sebrang Hae In, menatap gadis itu dengan seksama. “Kyuhyun melakukan apa padamu? Apa dia genit dengan perempuan lain? Aku rasa Kyuhyun tidak akan melakukan hal serendah itu.”

Hae In menggeleng pelan, kali ini ia menopang dagu dengan tangannya.  “Dia tidak melakukan itu.”

“Jadi, dia melakukan apa sampai kau minum kopi sebanyak ini?” tatap Sora dengan pandangan penuh selidik.

“Dia tidak melakukan apapun. Aku hanya sedang ingin minum kopi, memangnya tidak boleh?” protes Hae In. kali ini ia menatap Sora dengan pandangan sebal. “Kau pilih mana. Aku minum banyak kopi di sini, atau aku duduk di bar dan menghabiskan banyak minuman keras?”

Sora menghela napas, percuma menjawab pertanyaan kekanakan gadis itu. Hae In sedang benar-benar kesal.

“Park Hae In!” Kyuhyun menerobos masuk dan berjalan terpogoh-pogoh ke arah Hae In. Sora beringsut dari tempat duduknya lalu menepuk pundak Kyuhyun sebelum meningalkan mereka berdua.

“Pastikan kalian tidak membuat keributan di Cafe-ku, oke?”

Hae In masih menatap ke luar jendela. Tidak ada niatan untuk menatap wajah Kyuhyun sama sekali.

Kyuhyun menarik tangan gadis itu kasar, membuat tubuh mungilnya tersentak.

“Ikut aku.” Ucap Kyuhyun dengan suara rendah yang mengancam. Kyuhyun menyeret Hae In dengan paksa keluar dari Cafe itu.

“Seharusnya kau bayar pesanan tunanganmu, Kyuhyun.” gerutu Sora saat melihat mereka berdua keluar dari Cafe-nya.

—–

“Lepas!” Hae In menarik tangannya, berusaha melepaskan dari cengkraman Kyuhyun. tapi usahanya tidak berhasil karena lelaki itu mencengkramnya dengan begitu kuat. Kyuhyun tidak mengindahkan protes yang terlontar dari bibir Hae In, dia terus menariknya ke arah mobil.

Brak !

Hae In tersentak saat pintu mobil di sampingnya di banting dengan keras oleh Kyuhyun. ia menggigit bibir bawahnya, tampaknya ia tidak bisa menghindari kekasihnya kali ini.

Suara pintu mobil yang tertutup keras terdengar kedua kalinya. Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya dan langsung menginjak pedal gas dalam-dalam. Membuat ban mobil itu berdecit sebelum mulai berjalan. Hae In menahan napas berkali-kali saat Kyuhyun mengemudikan mobilnya seperti orang kesetanan, ia menikung tajam dan juga menyalip mobil lain dengan kecepatan yang mengerikan.

Kyuhyun memberhentikan mobilnya di taman dekat apartemen yang di tinggali oleh mereka berdua.

Kyuhyun menginjak pedal rem tiba-tiba, membuat tubuh Hae In menabrak dashboard dengan keras karena gadis itu tidak memakai sabuk pengamannya. Kyuhyun terdiam menatap Hae In yang merintih pelan.

“Apa maksudmu minum kopi sebanyak itu?” Kyuhyun menarik kasar tangan Hae In, membuat gadis itu menghadap ke arahnya. Hae In menepis tangan Kyuhyun kasar, satu tangannya mengelus pelan daerah tulang selangka dan dadanya yang tadi terbentur.

“Kau berlebihan. Aku hanya sedang ingin minum kopi.” Balasnya ketus.

“Bohong. Pasti ada sesuatu, katakan padaku.” Sergah Kyuhyun, ia kembali menarik tangan Hae In dan menahannya kuat-kuat supaya gadis itu tetap menghadap ke arahnya. Sudut mata Kyuhyun menangkap beberapa plester yang tertempel di jari Hae In.

Gadis itu hanya diam, memandang Kyuhyun dengan tatapan dingin. Ia takut, tapi rasa kesal dan kecewanya lebih besar ketimbang rasa takutnya. Di tambah rasa sakit di dadanya dan pergelangan tangannya, membuat gadis itu menatap Kyuhyun dengan pandangan yang sangat dingin dan sinis.

“Sudah hampir sebulan aku sibuk di kantor. Bahkan aku jarang sekali pulang ke rumah karena aku ingin cepat-cepat membereskan semua pekerjaanku supaya bisa bersantai denganmu. Kenapa kau menggangguku dengan membuat ulah seperti ini? Apa kau tidak bisa sedikit bersabar?” cecar Kyuhyun emosi. HaeIn hanya diam menatap Kyuhyun.

“Bisakah kau tidak membuat ulah sampai pekerjaanku selesai? Apa kau akan terus menganggu pekerjaanku dengan tingkah kekanakanmu seperti ini? Jangan membuatku khawatir dan kesal !”

Napas Kyuhyun terengah-engah, sesak dengan emosi yang menyelimuti dirinya.

“Apa aku memintamu untuk datang?” sahut Hae In datar. “Aku hanya ingin menikmati kopi kesukaanku, apa aku salah? Aku punya caraku tersendiri untuk menghibur diriku.”

“Apa menghibur diri harus dengan merusak tubuhmu? Membuatku khawatir dan menganggu pekerjaanku?” sergah Kyuhyun sinis.

“Aku tidak pernah menganggumu sekalipun! Aku bahkan tidak peduli kau bekerja dengan artis wanitamu itu. Aku selalu menahan diri untuk menghubungmu duluan karena aku takut mengganggumu!” suara Hae In mulai meninggi, diiringi genangan air yang tertahan di pelupuk matanya.

“Terserah kau saja! Kau tidak pulang selamanya juga aku tidak peduli!” Hae In menarik paksa tangannya dari cengkraman Kyuhyun. membuka pintu mobil lalu membantingnya keras, dan berlari meninggalkan Kyuhyun yang termanggu di dalam mobil.

—–

Kyuhyun kembali ke kantornya, Dengan langkah lunglai ia berjalan menuju ruangannya di lantai atas.

Suasana kantor menjadi sedikit sepi karena beberapa karyawan sudah pulang, menyisakan karyawan yang masih berkutat dengan proses produksi album artis yang di tanganinya.

Kyuhyun mengistirahatkan tubuhnya di kursi besar miliknya, memutarnya menghadap jendela besar yang menyajikan pemandangan lampu-lampu gedung malam hari.

Hatinya merasa gelisah, mengingat kejadian yang tidak sengaja diperbuat olehnya. Ia menyesal, seharusnya ia berkendara lebih hati-hati dan juga memakaikan sabuk pengaman pada gadisnya, ia khawatir dengan konsidi gadisnya yang terbentur dashboard mobilnya.

Kyuhyun memutar kursinya menghadap meja, matanya menangkap tas kertas yang tadi siang dibawakan oleh Hae In. ia mengambil termos yang belum di sentuhnya sama sekali. Membuka tutupnya dan menjadikannya gelas.

Cairan berwarna coklat karamel mengisi gelas di tangannya, Kyuhyun mengendus wanginya dan tersenyum samar. Walaupun sudah dingin, minuman itu tetap terasa nikmat di lidahnya.

Milk Tea buatan gadis itu memang minuman favoritnya. Hae In selalu membuatkan untuk Kyuhyun setiap kali lelaki itu sedang bekerja di rumah, menemani jam sibuk Kyuhyun dengan rasa manis yang membuatnya tetap fokus.

Kesibukannya di kantor membuatnya hampir sebulan tinggal disini. Hanya sesekali pulang untuk mengambil baju atau bertemu Hae In jika gadis itu kebetulan sedang ada di rumah.

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi, rasa bersalah menyelimuti hatinya. Kejadian tadi siang berputar kembali di kepalanya. Hae In yang datang tiba-tiba dengan sebuah kecupan hangat di pipi, lalu memanggilnya dengan sebutan sayang, sebutan yang hampir mustahil dilontarkan oleh Hae In. lalu tangannya yang terluka karena membuatkannya bekal. Seharusnya Kyuhyun tidak menyambutnya dengan dingin.

Ya, lelaki itu sadar apa yang membuat gadis itu sampai berbuat hal seperti itu. Dirinya lah yang membuat Hae In sedih, hingga menghabiskan minuman penuh kafein itu dengan jumlah di luar batas toleransi tubuh.

Kyuhyun meneguk habis minumannya, lalu mendesah pelan. Kata-kata Hae In tadi sore entah mengapa sangat membekas di ingatannya.

“Terserah kau saja! Kau tidak pulang selamanya juga aku tidak peduli!”

Kyuhyun tersenyum getir, ia merasa begitu bodoh hingga membuat kekasihnya melontarkan kalimat seperti itu.

Tidak menyambutnya dengan hangat, menariknya dengan paksa, mencelakainya, membentaknya, dan menuduhnya dengan tuduhan yang tidak seharusnya. Membuat perasaan bersalah di benaknya semakin menumpuk.

Kyuhyun menghela napas. Memandang potret dirinya dan Hae In yang terbingkai manis dalam pigura kayu di atas mejanya dalam diam. Tangannya terulur meraih pigura, lalu menatap gambar wajah gadis itu lekat-lekat. Wajah manis yang berbalut senyum hangat. tanpa sadar Kyuhyun tersenyum, perlahan rasa rindu menyelimuti hatinya. Membuat hatinya terasa linu, ia butuh gadis itu sekarang.

—–

Napas Hae In tercekat, ketika sepasang tangan kokoh melingkar mesra di perutnya. Perlahan ia membuka matanya yang mengantuk dan menatap ke arah tangan yang memeluknya. Tangan Kyuhyun.

“Kau sudah tidur?” bisik Kyuhyun, tak ada reaksi dari Hae In. Perlahan ia merapatkan tubuhnya, hingga permukaan dadanya tak berjarak dengan punggung Hae In. menghirup wangi gadis itu yang sudah lama tidak menggelitik hidungnya. Hae In kembali memejamkan matanya, seketika rasa kesalnya hilang begitu saja. Ia lebih memilih diam, dan kembali tidur dalam pelukan hangat Kyuhyun.

Bukan Kyuhyun namanya kalau ia tidak bisa mendapatkan apa yang ia mau. Perlahan jemari indahnya menyingkap gaun tidur tipis yang dipakai oleh Hae In. mengelus permukaan kulit pahanya yang halus, membuat lelaki itu betah berlama-lama mengelusnya.

Hae In menarik kakinya, mengenyahkan tangan Kyuhyun dari pahanya. Tapi usahanya terasa begitu sia-sia ketika kedua tangan Kyuhyun sudah masuk ke dalam gaun tidurnya. Mengelus perut Hae In lembut, dan menggelitik pusar gadis itu dengan jarinya. Membuat Hae In kelabakan dan berusaha supaya ia tetap terlihat sedang tidur.

“Aku tahu kau tidak tidur, Hae In-ah … “ Kyuhyun menenggelamkan wajahnya di lekukan leher Hae In, mengendus wangi manis dan mengecup ringan leher gadisnya berkali-kali. Kyuhyun tersenyum tipis saat merasakan permukaan kulit gadis itu meremang, ia kembali menyerang bagian leher gadis itu dengan menjilatnya, dan menciumnya tanpa ampun.

Satu desahan lolos dari bibir Hae In, membuat pergerakan Kyuhyun terhenti. Kyuhyun memegang bahu Hae In lalu memutar tubuh gadis itu menghadapnya. Tanpa ada perlawanan gadis itu membalikan tubuhnya ke arah Kyuhyun dengan wajah yang merona, dan juga napasnya yang tak teratur membuat dadanya naik turun.

“Apa kau memang selalu memakai gaun tidur semenggoda ini?” Kyuhyun menarik nakal bagian dada gaun tidur Hae In yang rendah, mengintip dan membuat belahan dadanya terekspos menggoda. Kyuhyun menelan liurnya samar, ia merasa matanya sedikit tidak fokus.

Hae In mengangguk pelan, “Ya, aku memang selalu memakai gaun tidur sebulan belakangan ini.” suara serak khas orang baru bangun tidur menyapa lembut telinga Kyuhyun. Lelaki itu merasa beruntung ia memilih untuk pulang dan menemui Hae In, dan dia mendapatkan pemandangan indah seperti ini.

Dengan tidak sabaran Kyuhyun menarik tengkuk Hae In dan mengunci rapat-rapat bibir mereka berdua. Satu tangannya yang terbebas merengkuh tubuh Hae In dan menariknya mendekat, merapat kepada tubuhnya dan mendapat kehangatan dari gadisnya. Hae In larut dalam ciuman hangat Kyuhyun. Lelaki itu paling tahu cara membuatnya meleleh dengan segala tindakannya.

Kyuhyun mencium Hae In dengan rakus dan menuntut. Tangannya bergeriliya meraba-raba tubuh Hae In. gaun tidur gadis itu sudah melorot di sana-sini akibat ulah Kyuhyun. bagian yang seharusnya tertutupi sudah terekspos dengan bebas. Kyuhyun membagi konsentrasinya dengan baik. Bibirnya sibuk mencium, dan tangannya sibuk melepas gaun tidur yang dirasa sudah tidak berguna untuk dipakai.

Hae In memukul-mukul dada Kyuhyun panik, dengan malas Kyuhyun melepaskan ciumannya, lalu menatap Hae In.

“Apa kau memang selalu seperti ini?” napas gadis itu terengah-engah. Kyuhyun hanya diam memandanginya dengan tatapan teduh.

“Kau marah sesukamu, lalu melukaiku sesukamu, dan menciumku  sesukamu?” Hae In memukul dada Kyuhyun gemas. Dengan gerakan kilat Kyuhyun kembali melumat bibir gadis itu lalu melepasnya kembali.

“Menurutmu?” ujarnya tenang dengan senyum miring khasnya.

“Kau menyebal – “ Hae In merasakan telapak tangan Kyuhyun menyusup ke satu-satunya benda yang masih melekat di tubuhnya, celana dalam.Lalu meremas bokongnya pelan.

“Cho Kyuhyun kau menyebalkan!” teriak Hae In kesal lalu berusaha mengeyahkan tangan Kyuhyun dari bokongnya, tapi usahanya sia-sia. Semakin ia berusaha menyingkirkan tangan Kyuhyun, lelaki itu mengunci bibir Hae In dengan menciumnya dan meremas bokongnya lebih keras lagi.

“Kau tidak rindu padaku?” bisik Kyuhyun di sela ciumannya.

“Kau curang. Kau tahu aku tidak bisa marah lama-lama kepadamu tuan Cho.” Protes Hae In tanpa menghiraukan pertanyaan Kyuhyun sebelumnya.

“Kau tidak rindu padaku? Hm?” Kyuhyun tersenyum miring lalu menurunkan celana dalam Hae In perlahan dengan satu tangannya. Membuat wajah hae In memerah dan hanya menatap Kyuhyun dengan pandangan malu.

“Menurutmu?” kali ini Hae In yang berkata seperti itu. Ia menatap Kyuhyun sebal, sedangkan tangannya mulai membuka satu persatu kancing kemeja Kyuhyun.

“Lihat, betapa egoisnya dirimu tuan Cho.” Hae In menyibak kemeja Kyuhyun, lalu mengelus dada bidang Kyuhyun lembut. Membuat darah di tubuh lelaki itu semakin berdesir. “Aku sudah tidak memakai apapun. Sedangkan kau –masih berpakaian lengkap.” Tangan mungilnya dengan cekatan bergerak di atas ikat pinggang Kyuhyun. Melonggarkannya, lalu menurunkan resleting celananya.

Hae In berusaha melepaskan kemeja Kyuhyun, menarik-nariknya pelan dan meloloskan kemeja biru muda dari tubuh Kyuhyun. Hae In menarik-narik celana Kyuhyun dengan jari kakinya, membuat celana itu lama-lama turun dan memamerkan dalaman Kyuhyun yang berwarna hitam. Kyuhyun menghentakan kakinya dan membuat celananya jatuh ke lantai begitu saja. Membuat Hae In tersenyum tipis.

Hae In terkekeh geli ketika melihat sesuatu yang menyembul di balik dalaman Kyuhyun.

“Kenapa kau tertawa? Huh?” Kyuhyun menggenggam tangan Hae In, lalu meletakan tangan gadis itu tepat di bagian bawah tubuhnya yang sudah terasa keras, membuat gadis itu tersipu.

“Jangan menggodaku, nona Park.” Kyuhyun merapatkan kembali tubuh mereka, lalu sedikit merendahkan tubuhnya dan menenggelamkan kepalanya di lekukan leher gadis itu. Mengecupnya dan menjilatnya dengan gerakan perlahan. membuat Hae In bergerak gusar dan bibirnya sedikit terbuka tanpa mengeluarkan desahan.

Kyuhyun dan Hae In menoleh ke arah meja nakas di samping tempat tidur secara bersamaan, saat ponsel milik Hae In berbunyi. Hae In mendorong tubuh Kyuhyun pelan, lalu membalikan tubuhnya. Tangannya terulur ke arah meja dengan susah payah, berusaha meraih ponselnya.

“Yoboseyo,oppa?”

Kyuhyun memandangi tubuh Hae In yang memunggunginya. Ia melepas penutup terakhir di tubuhnya dan bergerak perlahan ke arah Hae In yang terlihat begitu menggoda dengan tubuh polosnya.

“Eum, aku baik-baik sa – kya!” Hae In memekik kaget ketika salah satu dadanya di remas dengan keras oleh Kyuhyun. Sedetik kemudian ia merasakan dada Kyuhyun menempel dengan punggungnya.

“A- Aku baik-baik saja. Tadi ada cicak jatuh, aku jadi terkejut.” Hae In tertawa hambar. Kyuhyun tersenyum miring lalu menempelkan bagian tubuh bawahnya yang mengeras tepat di belahan bokong Hae In, lalu menggerakannya pelan. Tangan Kyuhyun yang menganggurpun akhirnya menemukan kegiatan seru, meremas kedua dada Hae In.

Hae In menggigit bibirnya pelan,menahan desahannya dengan susah payah. Gadis itu hanya pasrah ketika ia merasakan tangan Kyuhyun mulai menggoda bagian tersensitif di tubuh bawahnya. Jari-jari panjang milik Kyuhyun sibuk keluar-masuk dari tempat sensitif Hae In. Membuat gadis itu bergerak gelisah di tengah sambungan telepon dengan kakaknya.

“Aku tidak apa-apa oppa, sungguh! Hidungku sedikit mampet, jadi aku bernapas lewat mulut.” Satu tangan gadis itu memegangi tangan Kyuhyun yang sedang sibuk bermain di tubuh bawahnya. Mencubit punggung tangan Kyuhyun dan memukulnya pelan, menyuruhnya untuk berhenti.

Kyuhyun menurut, ia mengeluarkan jari-jarinya yang basah. Dan mengelap cairan bening itu di paha Hae In. Gadis itu menghela napas berat. Ia tidak menghiraukan Kyuhyun yang makin merapat ke tubuhnya dan mulai sibuk sendiri dengan kaki gadis itu.

“Aku sudah hampir tidur, tapi kau meneleponku –tiba …tiba.. hh..” Hae In menutup mulutnya dengan tangan, menahan desahannya. Rasanya ia ingin sekali menjitak Kyuhyun yang tiba-tiba memasukan bagian bawah tubuhnya dengan sedikit menghentak. Kyuhyun memegang pinggang Hae In dan mendesak miliknya hingga masuk seutuhnya. Ia dapat merasakan tubuh Hae In yang sedikit menegang lalu menjadi lemas.

Kyuhyun memeluk tubuh Hae In dari belakang erat-erat. Ia merasa miliknya dan juga kakinya meleleh seketika saat tubuh bawah Hae In berdenyut pelan. Hae In masih mengobrol dengan Leeteuk, fokusnya perlahan memudar. Tubuhnya bergerak pelan, ada perasaan ingin mendapat kenikmatan lebih dari ini.

Oppa, aku ingin tidur. Aku sangat lelah hari ini, selamat malam.”

Dengan tidak sabaran Hae In mematikan sambungan telepon lalu memtikan ponselnya juga. Ia tidak mau malamnya di ganggu lagi.

Tanpa aba-aba, Kyuhyun menghentakan miliknya dan membuat Hae In mendesah keras. Dengan tak sabaran, Kyuhyun memposisikan dirinya di atas tubuh gadis itu. Dan kembali menyerang Hae In dengan benda miliknya, menggerakan tubuhnya dengan kecepatan stabil.

“K- Kyuu..” Hae In mengelus dada Kyuhyun dengan gerakan tak beraturan. Matanya terpejam, dan bibirnya tidak berhenti mengeluarkan desahan-desahan nikmat yang seolah menyemangati Kyuhyun untuk berbuat lebih.

Kyuhyun menggeram, bagian tubuh bawahnya bereaksi berlebihan ketika Hae In memanggil namanya seperti itu. Kyuhyun menundukan tubuhnya lalu kembali melumat bibir Hae In, tanpa mengurangi kecepatannya.

Hae In memeluk tubuh Kyuhyun. Mengelus punggung lebarnya yang dibasahi peluh, sesekali ia meremas rambut Kyuhyun atas reaksi yang dirasakan di tubuh bawahnya. Setiap inci tubuh gadis itu merindukan Kyuhyun, begitu juga dengan Kyuhyun. Hae In menghirup dalam-dalam aroma pinus yang menguar lembut dari tubuh Kyuhyun. Begitu menyenangkan bisa mencium wangi tubuh lelaki itu setelah sekian lama.

Kyuhyun melepaskan tubuhnya, lalu dengan gerakan tak sabaran ia menelungkupkan tubuh Hae In lalu kembali memasukannya. Hae In yang lemas hanya mengikuti kemauan Kyuhyun tanpa banyak protes. Ia hanya mampu mendesah dan meremas seprai dan bantal di dekatnya.

Kyuhyun merasakan sesuatu yang mendesak di tubuh bawahnya. Secara alami ia mempercepat gerakannya dan membuat Hae In mendesah lebih keras lagi, memenuhi rongga tubuh gadis itu dan menyentuh titik sensitif di dalam sana. Membuat Hae In bergerak gelisah dan merasakan desakan seperti yang Kyuhyun rasakan.

“Kyuu.. Kyuu !” pekik Hae In tertahan. Di saat bersamaan Kyuhyun menggeram dan menghentakan tubuhnya dengan keras. Tubuh mereka berdua menengang bersamaan, terdiam beberapa detik hingga tubuh Kyuhyun ambruk di atas tubuh Hae In. Napas keduanya memburu, Kyuhyun mengecup kepala Hae In sebelum menggeser tubuhnya.

Hae In memutar tubuhnya menghadap ke arah Kyuhyun. Memperhatikan mata Kyuhyun yang terpejam, dadanya naik turun mengatur napas. Merasa diperhatikan, Kyuhyun menoleh ke arah Hae In lalu ikut memutar tubuhnya.

“Kau lelah?” Kyuhyun mengelus pipi Hae In lembut.

Hae In hanya tersenyum manis lalu memajuhkan tubuhnya, mendekat ke arah Kyuhyun.

Jari mungil gadis itu menekan-nekan ujung hidung mancung Kyuhyun, lelaki itu tidak protes dia hanya diam dan tersenyum geli.

“Kau melukai jarimu.” Kyuhyun menggenggam tangan Hae In lalu memperhatikan jari yang terbalut plester dengan tatapan tidak suka.

“Hanya luka kecil tuan Cho, tidak perlu khawatir.” Hae In menggerak-gerakan jarinya seperti ulat, menunjukan bahwa itu hanyalah luka yang tidak berarti. “Bagaimana rasanya?” lanjut Hae In.

Kyuhyun tersenyum miring, lalu meremas bokong Hae In dengan satu tangannya yang menganggur.

“Menurutmu?”ucapnya dengan suara rendah.

“Makanannya, bodoh. Dasar mesum.” Hae In menatap Kyuhyun sebal, membuat lelaki itu tertawa.

“Enak, aku suka. Tapi aku tidak suka kau jadi terluka gara-gara menyiapkan bekal untukku.” Kyuhyun memegang jari telunjuk Hae In yang terluka.

“Benarkah? Padahal aku tidak sengaja menumpahkan garam terlalu banyak.” Hae In menatap Kyuhyun ragu. Tetapi lelaki itu hanya tersenyum.

“Jangan sampai terluka lagi, mengerti?” Kyuhyun mengecup jari Hae In lalu menariknya ke dalam pelukan. Kyuhyun merasakan anggukan pelan Hae In di dadanya, lelaki itu tersenyum lalu memejamkan matanya. Elusan lembut di punggungnya membuatnya begitu nyaman dan mengantuk, sudah sebulan ini Hae In tidak merasa setenang ini saat akan tidur.

“Hae In-ah, maafkan aku.. “ Kyuhyun menunduk, melihat Hae In yang sudah duluan terlelap. Kyuhyun menghela napas pelan sembari tersenyum lembut. Ia mengecup puncak kepala Hae In dan membisikan sesuatu sebelum ia ikut menyusul gadis itu ke alam mimpi.

Saranghae..

-fin-

:: *jeduk2in kepala ke tembok.

saya lagi mentok-mentoknya sama cerita D.O dan Luhan yang saya buat, eh malah kepikiran cerita laknat seperti ini.

anggap aja selingan sambil menunggu saya kembali dapet ide di tengah-tengah tugas kuliah yang menyiksaku tiada henti.

terimakasih yang udah mau baca, apalagi komen 🙂 ❤

Iklan

15 thoughts on “ParKyu Couple – Worry [NC]

  1. Keren , ceritanya ringan ,awal2 kirain kyu slingkuh trnyata nggak ,hehe .. Sering2 aja bkin cast ny kyu thor , aku pcinta berat ff yg cast kyuhyun,haha

    • halo, makasih ya udah baca dan komen ^^
      otak saya lagi ga kesampean mikir yang berat2 *plak XD
      udah baca ff saya yg my blood? castnya Kyu~ biasanya dapet ide ngalir kalo castnya Kyu :p

  2. Ping-balik: ParKyu Couple – A Job [Short Story] | FanFiction World

  3. Ping-balik: ParKyu Couple – Regret [Short Story] | FanFiction World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s