my blood belong to you,my vampire chap.9 [END]

mbbtymv


“nona Park Hae In,mulai hari ini kau resmi menjadi artis di bawah manajemenku. Selamat bergabung”

Hae In menatap pria di hadapannya dengan sorot mata yang tidak bisa ditebak,tidak ada ekspresi.

“aku..” Hae In membuka suara

“aku tidak mau!” ujarnya lantang,dan itu membuat Lee Sena dan Leeteuk terkejut. Tapi tidak dengan Kyuhyun,tidak ada perubahan pada ekspresinya. Masih tetap angkuh dan menawan.

“bisa jelaskan kepadaku apa alasannya?” tanya Kyuhyun dengan suara rendah,dan itu berhasil membuat dadanya berdesir. Hae In salah tingkah,tapi ia berusaha mengendalikan diri sepenuhnya,dia menatap langsung mata lelaki itu dengan sorot mata berani. Kyuhyun mati-matian menahan tangannya yang ingin sekali mencubit pipi gadis itu. di banding terlihat berani,gadis itu terlihat seperti anak kecil yang merengek meminta gula kapas di taman hiburan.

“aku..tidak suka dengan dunia hiburan. Aku suka menyanyi,tapi aku tidak suka jika menjadi artis,aku tidak suka terekspos,maaf. Aku tidak mau jadi artis,walaupun kau memaksaku”

ujarnya sambil menghela napas. Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan menatap gadis itu intens.

“kalian berdua,bisa keluar? Aku butuh privasi lebih bersama nona Hae In”

Ucap Kyuhyun kepada Leeteuk dan Sena yang sedaritadi menonton mereka berdua. Leeteuk sedikit memaksa menarik Sena,karena gadis itu tidak suka jika Hae In hanya berdua dengan lelaki sasarannya. Debam pintu yang tertutup terdengar cukup keras,lalu keheningan menyelimuti ruangan itu seketika. Atmosfir yang canggung meliputi kedua orang yang masih saling berpandangan,tidak bisa melepaskan mata dari satu sama lain.

Kyuhyun memutuskan kontak matanya duluan dengan tidak rela,ia mengitari meja kerjanya lalu kembali duduk di kursinya yang empuk dan nyaman. Hae In membalikan tubuhnya menghadap ke arah lelaki itu seolah dia bermagnet.

“kau..mau marah padaku?” tanya Hae In. Kyuhyun menggeleng pelan
“aku hanya sedang berfikir nona”

“lalu? Kenapa aku harus tetap di ruangan ini huh?” tanyanya dengan nada ketus yg sedikit dibuat-buat.

“aku hanya memikirkan perkataanmu yang barusan nona. Tampaknya kau benar,lebih baik kau tidak usah terekspos” Hae In menatap wajah Kyuhyun yang tak berekspresi.

“karena tampaknya aku tidak akan rela membagimu dengan banyak orang di dunia ini”

Ujarnya dengan senyum sinisnya yang menawan

*****

“hampir saja aku mati..” gumam Hae In lemas saat berjalan menjauh dari ruangan Kyuhyun. ia meremas baju bagian dadanya kuat,berharap debarannya di dadanya sedikit berkurang. Dia terlalu banyak kehilangan tenaga karena pesona lelaki itu,susah sekali rasanya mengendalikan diri saat berada di dekatnya. Tapi,Hae In tidak bisa membohongi perasaannya.

Ya,dia menyukai orang itu. Cho Kyuhyun.

Sesosok orang yang entah mengapa seperti pelengkap kepingan puzzle terakhir,puzzle kehidupannya.

Mungkin lelaki itu memang menyebalkan dan seenaknya,tapi mungkin itu salah satu yang membuatnya jatuh cinta. pesona seorang Cho Kyuhyun terlalu mustahil untuk diragukan.

*****

Semenjak gadis itu keluar dari ruangannya Kyuhyun hanya terduduk lemas di bangkunya. Rasanya ia tidak pernah kehilangan tenaga sebanyak ini saat bertemu dengan orang lain,tapi tidak dengan gadis itu.

Kyuhyun tak menyangkal hatinya bahwa dia menyukai Hae In sejak pertemuan pertama mereka.

Ternyata bersikap angkuh dan dingin dihadapan gadis itu tidak mudah,rasanya ia ingin meleleh dan jatuh ke pelukan gadis itu. pesona gadis itu terlalu kuat.

Kyuhyun menyesali pemikirannya untuk mengorbitkan Hae In sebagai artis. Kenapa ia bisa sebodoh itu? tak terpikirkan kalau Hae In menjadi artis berarti dia membagi gadis itu kepada orang banyak.

Dia tersadar oleh penolakan gadis itu,apa mungkin Hae In juga tak ingin dirinya dibagi kepada orang lain?

*****

“launching Cafe?”

Hae In mengangguk antusias sambil menatap kakak laki-lakinya.

“tempatnya tidak jauh dari kantor,oppa mau datang menemaniku kan?”

Leeteuk mengambil agenda yang ada diatas meja lalu mebolak balik lembaran kertasnya untuk mengecek jadwal.

“kurasa besok sore sudah tidak ada kerjaan,jadi aku bisa menemanimu” Hae In bergidik senang mendengar kesediaan Leeteuk untuk menemaninya.

“kau pasti akan suka,karena Cafe itu milik keluarga kakak kelasku saat kuliah. Setahuku dia ikut membantu dibagian interior Cafe” Leeteuk menyimak cerita adiknya dengan senang,memandangi adik yang selama ini jauh darinya. Rasanya ada sedikit ketenangan ketika adiknya ada dalam jarak pandangnya. Adik kecilnya yang cengeng kini tumbuh menjadi gadis yang ceria dan juga kuat,walaupun keras kepalanya terkadang tidak bisa di tolerir.

“tampaknya seru sekali” potong Kyuhyun yang datang dari arah dapur,bagian dada hingga perut tak tertutupi baju menampilkan kulitnya yang seputih susu,dengan handuk kecil di atas rambutnya yang basah dan segelas susu dingin digenggamannya.

Sontak Hae In menoleh ke arah Kyuhyun,dan dia menjadi salah tingkah melihat Kyuhyun yang telanjang dada di depannya dengan rambut basah sehabis mandi. Menurutnya itu sedikit..erotis?

“yak,pakai bajumu! Jangan nodai adikku yang suci ini!” Leeteuk menutup kedua mata Hae In dengan tangannya lalu memutar tubuhnya membelakangi Kyuhyun, menjadi tameng agar Hae In tidak melihat Kyuhyun.

“kau ini berlebihan sekali Hyung..” ucap Kyuhyun santai lalu melengos pergi ke kamarnya tanpa melakukan perlawanan. Saat pintu kamar Kyuhyun tertutup Leeteuk melepaskan tangannya dari mata Hae In.

“kau sakit? wajahmu merah dan…panas” Leeteuk menempelkan punggung tangannya ke dahi Hae In.

“aku rasa..aku kurang istirahat oppa”

“begitukah? Yasudah,pergilah tidur” Hae In mengangguk lalu meninggalkan Leeteuk di ruang tengah sendirian.

Pintu kamar Hae In berdebam pelan,tubuhnya tersender ke dinding lalu merosot perlahan kebawah. Bayangan Kyuhyun yang bertelanjang dada memenuhi pikirannya,membuatnya begitu lemas dengan hanya memikirkannya.

Tiba-tiba ia merasa rindu dengan pelukan Kyuhyun,ia ingin sekali kembali mencium aroma pinus favoritnya,yang hanya menguar dari tubuh Kyuhyun. laki-laki itu terlalu berbahaya,dia mencandu lelaki itu. rasanya ingin saat itu juga dia keluar lalu memasuki kamar Kyuhyun dan memeluknya. Tapi Hae In masih berpegang pada akal sehatnya dan tidak melakukan hal tersebut. Bisa-bisa dia jadi bahan ejekan lelaki itu sesudah dia melakukannya.

*****

“belum tidur?” sapa Kyuhyun pelan,tubuh Hae In menegang sesaat lalu kembali rileks,kaget saat suara Kyuhyun menyapa telinganya.

“seperti yang kau lihat,aku tidak bisa tidur” jawab Hae In tanpa menolehkan pandangan dari televisi yang menyiarkan acara Anime Jepang tersebut.

“Anime,huh?” Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke sofa tepat di sebelah Hae In.

“memangnya kenapa? Kalau tidak suka jangan disini” hardik Hae In

“kau tidak perlu seketus itu nona,memangnya tidak ada acara Tv yang menarik?”

“kau mau aku nonton acara untuk dewasa? Tidak terimakasih”

Kyuhyun terkekeh,lalu mengganti channel Tv dengan seenaknya.

“yak!” Hae In menoleh ke arah Kyuhyun dengan geram,Kyuhyun tidak menggubris pandangan Hae In dan tetap asik mencari channel yang menarik untuk di tonton.

Hae In menjulurkan tangannya berusaha merebut remote itu dari tangan Kyuhyun,tapi Kyuhyun mengelak dan menjauhkan tangannya agar tidak bisa di gapai oleh gadis itu.

“jangan mengganti channel seenaknya!”

Hae In memajukan tubuhnya hampir seperti mau menerkan Kyuhyun,tapi lelaki itu tetap berusaha menjauhkan remote dari jangkauan gadis itu sembari cekikikan. Hae In tetap tak mau mengalah,ia terus menjulurkan tubuh dan tangannya meraih remote,tanpa sadar kalau mereka berdua terlihat seperti sedang bergulat di atas sofa yang hanya cukup untuk di duduki 2 orang.

Remote itu terjatuh dari tangan Kyuhyun,dan tepat saat itu channel tv terganti.

“haish..kau bodoh” umpat Hae In sambil menatap Kyuhyun. lalu suara dari Tv membuat mereka terdiam,saling menatap dengan tatapan kaget dan salah tingkah.

Hae In melirik ke arah Tv. Channel itu menampilkan film Amerika,adegan ciuman yang intens dan panas menerpa pandangan Hae In. sontak pipinya langsung memerah dan membuang pandangannya dari Tv.

Kyuhyun tersenyum sinis,

“kenapa wajahmu merah begitu?” ujarnya menggoda Hae In

Hae In tidak menjawab dan hanya membuang muka dengan wajah yang merah.

“dan sampai kapan kau mau berbaring di atas tubuhku nona?”

Hae In kaget,ia baru sadar bahwa posisinya seperti tengkurap di atas kasur,tapi bedanya Kyuhyun menjadi kasurnya.

Hae In gelagapan dan segera bergerak ingin merubah posisinya,tapi lengan besar Kyuhyun menahan punggung dan pinggang gadis itu supaya dia tidak bisa berdiri.

“mau kemana kau?” tanya Kyuhyun pelan dan terdengar menggoda di telinga Hae In.

“tolong lepaskan aku” jawab Hae In datar.

“jangan berlagak tidak suka,tapi wajahmu memerah seperti itu. gadis bodoh”

“aku memang tidak suka” sanggahnya dengan nada datar,tapi wajahnya luar biasa merah.

“kau keberatan kalau aku cium?” tanya Kyuhun santai sembari menatap lekat-lekat bola mata gadis itu.

Pertanyaan yang menggoda. Hae In tidak berkutik setelah pertanyaan itu terlontar dari mulut lelaki yang saat ini sedang menahan tubuh mungilnya dalam pelukannya. “TENTU SAJA AKU TIDAK KEBERATAN!” rasanya ingin sekali Hae In berteriak dan langsung menerkam Kyuhyun. tapi tidak mungkin,dia masih punya akal sehat. Dia tidak bisa mengiyakan,tapi tidak juga menolak. Dia hanya bisa diam,berharap Kyuhyun yang akan memulai semuanya.

“aku anggap diammu sebagai jawaban ‘iya’” Kyuhyun memindahkan satu tangannya ke pipi halus gadis itu,mengelusnya perlahan dan menikmati kulitnya yang langsung bersentuhan dengan gadis itu. lalu mengelus kepala gadis itu sayang. Tangannya berhenti tepat dibelakang kepala gadis itu,tanpa tergesa ia menarik kepala gadis itu perlahan mendekat kearahnya hingga menghilangkan jarak di antara mereka.

Hae In dapat merasakan sesuatu yang hangat di bibirnya. hembusan nafas dari hidung lelaki itu terasa menggelitik dan hangat. Perlahan mereka berdua memejamkan mata,hanyut dalam kehangatan sentuhan bibir mereka. Tidak ada yang berlebihan,mereka hanya menempelkan bibir dan terkadang Kyuhyun mengecup bibir Hae In pelan,membuat bibir gadis itu terasa lembab.

Hae In terkejut,tiba-tiba Kyuhyun melumat bibr gadis itu. pelan,tapi terasa ciuman ini beda dari sebelumnya. Tangan Kyuhyun yang ada di punggung Hae In perlahan menyusuri bagian tubuh belakangnya pelan. Hae In dapat merasakan tangan lelaki itu turun menyusuri tubuhnya. tangan itu terhenti tepat di lekukan antara pinggang dan bokong gadis itu,seperti ragu apakah tangan itu terus melaju dan memegang bokong gadis itu,atau terhenti disitu saja.

Kyuhyun menghentikan lumatannya,membuka matanya perlahan dan menatap gadis itu lekat.

“aku takut aku akan melakukan sesuatu lebih dari ini jika aku tidak berhenti” ucapnya dengan suara parau dan berat. Hae In menggeser tubuhnya dan membetulkan posisinya. Mereka berdua kembali duduk bersebelahan dengan atmosfir yang canggung. Entah mengapa udara di sekitar mereka terasa kaku.

“aku minta maaf” ucap Kyuhyun memecah kehenigan yang canggung. Hae In menggeleng pelan lalu berusaha berani menatap lelaki di sebelahnya walaupun wajahnya memerah.

“t-tidak usah dipikirkan. Lagipula aku..tidak menolaknya” ucapnya yang semakin pelan ke akhir kalimat. Kyuhyun membalas tatapan gadis itu lalu tersenyum kecil melihat wajah gadis itu yang  langsung menunduk dengan wajah memerah.

“Hae In-a..” gadis itu menoleh ke arah Kyuhyun.

“apa kau merasa kita pernah bertemu sebelumnya?” Hae In tercekat,dadanya membuncah penuh dengan perasaan senang dan heran yang mencampur jadi satu. Ternyata bukan hanya dia yang merasakan itu.

“kukira hanya aku yang merasakannya” balasnya “ternyata kau juga Kyuu..”

Kyuhyun tersenyum lembut.

“entah mengapa aku sangat tidak asing dengan ‘kyuu’-mu itu. rasanya sudah dari lama kau memanggilku dengan cara seperti itu. saat kau manja,memohon dan mood mu sedang baik biasanya kau memanggilku seperti itu. manis sekali” ucap Kyuhyun sambil terkekeh pelan,seolah sudah lama sekali Hae In melakukan itu,padahal mereka baru bertemu akhir-akhir ini.

“itu tidak terdengar menyebalkan kan?”

“tentu saja tidak” sergah Kyuhyun. “aku sangat suka mendengarnya” Hae In tersenyum tipis.

“apa kau memakai parfum beraroma pinus?” Kyuhyun menggeleng pelan.

“kenapa?” tanya lelaki itu balik.

“aku selalu mencium aroma pinus darimu. Wangi itu sangat familiar dihidungku. Wanginya terasa segar,nyaman,dan menenangkan. Aku sangat tidak asing dengan wangi itu,begitu juga denganmu. Aku rasa aku sudah mengenalmu dari berpuluh-puluh tahun yang lalu”

“kalau begitu sama denganku” timpal Kyuhyun.

“aku merasa kita seperti dilahirkan kembali. Dengan wujud yang sama dan kebiasaan yang sama. Seperti berpindah dimensi dengan dibekali ingatan kosong,tapi naluri dan ingatan tubuh yang tidak hilang” papar Hae In puitis.

“aku merasa kau sudah menjadi milikku saat pertama kita bertemu. Jadi aku rasa aku tidak perlu bertanya atau meminta kepadamu untuk menjadi milikku lagi. Tidak perlu kuminta kau pasti juga sudah merasa menjadi milikku. Aku tidak salah kan miss Park?” senyum penuh percaya diri membingkai di paras tampan lelaki itu.

“haish. Kau ini berlagak sekali. Tapi yang membuatku sebal adalah penyataanmu tidak salah mister Cho” gadis itu memasang tampang sebal yang di buat-buat. Kyuhyun mendengus geli lalu menarik gadis itu kedalam pelukannya yang hangat.

“aku rasa aku sudah menemukan kepingan Puzzle terakhirku, dengan begini lengkap sudah semuanya.” Kyuhyun merasakan lengan mungil mengitari tubuhnya.

“ Hae In-a..entah dari kapan aku sudah merindukanmu. Bahkan sebelum kau berwujud nyata di depanku aku sudah merindukanmu”

“ternyata aku merindukanmu sebanyak ini,Kyuu..”

*****

Rambut gadis itu terbawa angin siang yang lembut. Sweater rajutannya bergerak ringan karena ia mempercepat langkah kakinya. Beberapa pasang mata menatap ke arahnya saat ia lewat. Hari ini dia memulas sedikit wajahnya,tentu saja tidak berlebihan hanya sedikit bedak dan pemerah pipi yang sangat tipis. Tidak mungkin dia datang ke acara penting temannya dengan wajah polos .

Sepatu kets kasualnya sedikit berdecit saat bergesekan dengan lantai lobby kantor yang kesat.

Ia tidak sabar ingin segera pergi ke acara sahabatnya. Entah mengapa rasanya ingin sekali mempertemukan kakaknya dengan sahabatnya itu sesegera mungkin.

“oppa!” ia membuka pintu kantor kakaknya lebar-lebar tanpa mengetuk.

Dilihatnya kakak laki-lakinya masih berkutat dengan komputer didepannya tanpa menggubris panggilannya. Gadis itu menghela napas lalu mendekat ke arah meja kerja kakaknya.

“oppa,kau sibuk?”

“begitulah” jawabnya singkat.

“jadi kau tidak bisa menemaniku?” Leeteuk menoleh ke arah adiknya dengan perasaan bersalah.
“kalau nanti aku menyusul bagaimana?”

Hae In menghela napas lalu mengangguk. “baiklah,yang penting kau datang. Minimal jemput aku nanti” Leeteuk mengangguk.

“kau kesana sendirian?” tanya Leeteuk menyelidik. Hae In mengangguk singkat sambil memainkan pajangan pororo di atas meja Leeteuk.

“kenapa tidak minta temani Kyuhyun saja?” sontak Hae In menoleh ke arah kakaknya.

‘Dengan Kyuhyun? tentu saja itu ide yang bagus opaa!’  jerit Hae In dalam hati.

“aku pikir dia sibuk,jadi aku pergi sendiri saja oppa”

“darimana kau bisa menyimpulkan bahwa aku sibuk?” suara rendah Kyuhyun membuat Hae In terpaku seketika. Hae In membalikan tubuhnya dan menemukan sosok lelaki itu tengah bersandar di ambang pintu dengan kedua lengan bersembunyi di saku celananya. Kemeja warna navy nya di gulung sebatas siku dan rambutnya yang sedikit berantakan membuatnya mengaggumi lelaki itu untuk kesekian kalinya.

“aku pikir seorang direktur perusahaan akan selalu sibuk” jawab Hae In dingin berusaha tak acuh.

Kyuhyun mendengus geli lalu berjalan menuju gadis itu.

“kau mau kutemani? Tapi aku tidak berharap gratis” Hae In mendengus.

“apa yang kau harapkan dariku tuan direktur? Lebih baik aku pergi sendiri daripada dengan direktur pelit” balasnya sebal. Kyuhyun tersenyum sinis,gadisnya terlalu pemalu untuk jujur.

“jangan ketus dengan kekasihmu sendiri Hae In-a” ucap Kyuhyun enteng.

“Mworago?! Apa kau bilang?!” pekik Leeteuk terkejut,ia takut salah dengar Kyuhyun menyebut adiknya sebagai kekasihnya.

“kekasih. Kubilang Hae In itu kekasihku Hyung. Kau tidak dengar?” balas Kyuhyun enteng. Dan wajah Hae In memerah seketika,dengan begini jelas sudah hubungan mereka. Selama ini Hae In merasa bingung dengan hubungannya dan Kyuhyun. tetapi perkataan Kyuhun tadi membuatnya merasa lega sekaligus malu,ternyata mereka benar-benar sudah jadi sepasang kekasih.

“ta-tapi..” gelagap Leeteuk saking sulitnya ia berbicara karena terkejut.
“kalau begitu aku pergi dulu kakak ipar,tenang saja aku akan menjaga adikmu” ucap Kyuhyun enteng lalu menarik tangan mungil Hae In keluar dari ruang kantor.

“siapa yang kakak ipar hah?!”

*****

“kau sudah gila ya?” pekik Hae In sambil berusaha melepaskan cengkraman Kyuhyun dari tangannya.

Dia membalikan tubuhnya menghadap Hae In dengan wajah yang santai.

“memangnya ada yang salah?” tanyanya enteng.

“menurutmu?” balas Hae In kesal.

“kau kan pacarku,semalam kau mengatakannya dengan tulus dan sukarela kau merindukanku”

Wajah Hae In memerah,skak mat. “itu berati perasaan kita sama kan?” Kyuhyun menatap Hae In dengan pandangan puas.

“soal kakakmu jangan dipikirkan. Aku yakin dia setuju kalau pacarmu itu aku”

“cih,pede sekali” cibir Hae In

“memangnya siapa lagi yang pantas untukmu selain aku? Tidak ada.” Hae In tertegun,ternyata Kyuhyun yang bermulut tidak sopan itu bisa mengeluarkan kata-kata yang membuatnya merasa berhalusinasi.

“memangnya siapa lagi yang mau mengurusi perempuan payah sepertimu,hah?” seketika raut wajah Hae In berubah. Ternyata mulutnya memang tidak akan pernah sopan!

“dasar setan” umpat Hae In kesal lalu menarik paksa tangannya dari cengkramannya. Tapi Kyuhyun dengan sigap menarik tangan itu hingga tubuh Hae In menempel di tubuhnya.

“tapi kau suka kan..Hae In-a?” bisik Kyuhyun menggoda di telinga gadis itu.

Hae In menonjok perutnya lalu segera melepaskan tangannya dan menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun. “aku mau ke kamar mandi dulu! Menyebalkan!”

Kyuhyun terkikik sambil memegang perutnya yang sakit. “bilang menyebalkan tapi wajahnya merah”

*****

Angin sejuk menerpa tubuh jangkungnya seketika ketika ia kelaur dari mobil. Ia memastikan apakah benar tempat ini yang dimaksud adiknya atau bukan. Ia melihat post-it yang di tempelkan adiknya di monitor sebelum adiknya pergi terlebih dulu kesini.

“Autumn..” gumamnya pelan sambil menoleh ke tulisan besar dengan ukiran kayu di depan sebuah bangunan yang semuanya terbuat dari kayu. Terlihat sangat nyaman dan hangat. Bangunan itu tidak terlalu besar,walaupun di tempat yang tidak jauh dari jalanan ramai Seoul,begitu memasuki Cafe ini suasana di sekelilingnya terasa menjadi tenang,seperti pulang ke rumah.

Dengan ragu ia memasuki Cafe bernuansa kayu itu. kalau bukan desakan adiknya pasti dia tidak akan kesini.

“selamat datang” sapa pelayan yang kebetulan melewatinya. Dia tersenyum sopan membalas keramahan pelayan itu. matanya menjelajahi sekitar ruangan,mencari adiknya di tiap sudut ruangan.

“oppa!” seketika dia menolehkan wajahnya ke arah sumber suara,dia mendapati Hae In dan Kyuhyun duduk tak jauh dari tempat dia berdiri. Dengan segera ia menghampiri mereka dan duduk di sebelah Hae In.

“kau lama” ujar Hae In sambil menyuapkan potongan besar Waffle ke mulutnya dan mulai mengunyah.

“kalau Bossku tidak pergi sembarangan pekerjaanku akan selesai lebih cepat” liriknya sebal ke arah Kyuhyun yang sedang menyeruput kopinya tanpa tatapan bersalah.

“oppa,ada seseorang yang ingin ku kenalkan padamu”

“temanmu yang punya Cafe ini?” Hae In mengangguk.

“dia masih di dapur tampaknya,nanti kupanggilkan” ia menelan makanannya. “setelah aku menghabiskan Waffle ini” lalu lanjut memakan Wafflenya.

Leeteuk mengedarkan pandangannya,Cafe ini nyaman. Tampilannya seperti rumah liburan di gunung yang sering dilihat di film Amerika. Semuanya terbuat dari kayu berkesan hangat,furniture nya menggunakan warna pastel,sinar dari lampu tidak terlalu terang,dan jendela besar di tiap dinding yang menyajikan pemandangan indah di luar. Dia jatuh cinta pada Cafe ini.

“oppa,aku mau ke dapur sebentar. Kyuhyun,temani aku” pinta Hae In.

“memangnya harus ditemani?” tanya Leeteuk.

Hae In mengangguk “aku takut Kyuhyun diambil orang” celetuknya asal lalu berjalan ke arah dapur bersama Kyuhyun. Leeteuk hanya menghela napas geli,adiknya jatuh cinta dan membuatnya sedikit bertingkah menggelikan.

Sembari menunggu Leeteuk membolak-balik buku menu di hadapannya,ia berrniat akan memesan sesuatu. Setelah mendapat apa yang akan dia pesan,ia mengangkat wajahnya dan mengedarkan pandangan ke sekitar untuk mencari pelayan. Tapi matanya menangkap sosok lain. Sosok yang indah yang sekejap mengunci pandangannya.

Kulitnya seputih susu,alis tebal yang menawan,rambut lurus sebahu membingkai wajahnya yang bulat membuatnya terlihat dewasa dan lucu secara bersamaan,kemeja berbahan chiffon berwarna violet membungkus tubuhnya,dan celana slim fit berwarna putih melapisi kaki jenjangnya,walaupun hanya memakai flat shoes ia tetap terlihat tinggi.

Seketika dadanya berdebar. Pandangannya terkunci,sebelumnya tak pernah ia begitu terpesonanya pada seorang gadis.

Gadis itu berdiri tepat di hadapannya. Dan Leeteuk hanya memandanginya tak berkedip.

“boleh aku duduk?” tanya gadis itu grogi. Leeteuk tersadar dari lamunan.

“t-tentu! Silahkan!” ucapnya gugup dan membuat suaranya sedikit meninggi.

Keduanya terdiam,saling menatap. Lalu secara bersamaan keduanya memalingkan wajah dengan wajah memerah.

“ha-halo,aku Kang Sora. Temannya Hae In” ucapnya sambil menatap ke arah buku menu karena malu.

“ah, Aku Park Jung Su,kakaknya Hae In. maaf kalau adikku merepotkanmu selama di jepang” balasnya kaku sambil menatap buku menu yang sama dengan Sora,karena malu.

“tidak,Hae In tidak merepotkan. Dia menyenangkan” balasnya lagi dengan sedikit tawa grogi.

Lalu seketika suasana menjadi hening. Sora memainkan ujung kemeja chiffonnya grogi,ia berpikir baru pertama kali ia merasa segugup ini bertemu dengan seseorang. Biasanya ia tak pernah begini walaupun bertemu lawan jenis unntuk pertma kali.

“Ca-Cafemu bagus,suasananya sangat nyaman” Leeteuk memecah keheningan. Sora mengangkat wajahnya dan mata mereka berdua bertemu. tapi kali ini mereka tidak saling membuang pandangan.

“benarkah? Aku senang mendengarnya Jung su-ssi” Sora tersenyum dan membuat matanya berbentuk bulan sabit. Secara tak sadar Leeteuk juga tersenyum.

“Leeteuk saja,tidak usah seformal itu. santai saja” Sora tersenyum tipis dan mengangguk mengerti.

“kau ingin memesan sesuatu?” Sora menunjuk buku menu dengan ujung dagunya.

“tentu,ada saran aku harus memesan apa? Aku bingung karena semuanya terlihat enak” Sora tertawa geli,lalu memanggil pelayan yang kebetulan lewat dan memesankan sesuatu untuk Leeteuk.

“kau minum kopi?”

Leeteuk menggeleng.“coklat panas saja”

Sora mengangguk lalu kembali mengkonfirmasi pesanannya kepada pelayan.

“terimakasih” ucap Leeteuk begitu pelayan itu beranjak ke dapur.

“tidak masalah” jeda beberapa saat. “hari ini Hae In semangat sekali,katanya ingin sekali mengenalkanku kepada seseorang” lanjut Sora, “dia komplain kenapa aku berpakain seperti ini,katanya terlalu santai” Leeteuk menggeleng.

“pakaian itu cocok untukmu,warna violet sangat bagus untukmu” puji Leeteuk. Dan pipi Sora menghangat.

“hari ini Hae In juga semangat sekali,katanya aku harus datang dan ingin mengenalkan seseorang”

Keduanya tertawa bersamaan karena merasa lucu dengan Hae In. kegugupan di antara keduanya berangsur-angsur menghilang,digantikan dengan obrolan ringan dan selingan candaan yang hangat.

Obrolan sempat terhenti karena pesanan mereka datang.

“waw,tampaknya enak” puji Leeteuk saat melihat sepiring Burger dengan 2 lapis tumpukan daging dengan saus berwarna kecoklatan meleleh di antara roti yang empuk dan hangat.

”aku yang membuat resep makanan ini,karena aku suka burger dengan banyak daging jadi kupikir itu akan menyenangkan ketika kau mendapatkan banyak daging” Leeteuk mengangguk setuju dan mulai melahap makanannya segera.

“mm..ini sangat enak,sungguh” komentar Leeteuk disela kunyahannya.

“benarkah? Aku senang kalau kau suka”

Sora mengambil tisu dan membersihkan sudut bibir Leeteuk yang kotor. “Makannya pelan-pelan saja,lihat sausnya kemana-mana” dengan susah payah Leeteuk menelan makanannya lalu mengangguk sambil tersipu.

Dari kejauhan ada 2 pasang mata yang sedang mengamati mereka. Hae In dan Kyuhyun.

Hae In tersenyum puas,lalu menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.

“aku memang hebat,oppa dan Sora onnie sangat cocok. Perfect!” ucapnya pede.

Kyuhyun mengangguk setuju lalu merangkul bahu Hae In ringan.

“kalau kita bagaimana?” tanya Kyuhyun dengan senyum miringnya.

“menurutmu?”

“menurutku? Kau sangat tergila-gila padaku”

“tsk,percaya diri sekali sih kau Cho Kyuhyun”

“kalau tidak salah ingat,tadi ada yang bilang kalau ada yang takut aku diambil orang. Hmm..” Kyuhyun memasang wajah pura-pura berpikir sambil melirik Hae In yang salah tingkah.

“aku ngantuk,ingin pulang” Hae In pura-pura menguap lalu berjalan mendahului Kyuhyun.

“dasar tsundere” celetuk Kyuhyun.

Hae In membalikan badannya. “kau tau tsundere?”

“tentu,apa yang aku tidak tahu?” ucap Kyuhyun sambil tersenyum sinis yang menawan itu.

“kau perempuan ter-tsundere yang pernah kutemui. dan kumiliki.”

Ntah mengapa Hae In ingin sekali rasanya menonjok perut Kyuhyun. tapi niat itu dia urungkan mengingat ini di tempat umum dan dia tidak ingin membuat keributan di Cafe perempuan yang sudah dia anggap sebagai kakaknya itu.

“hoaaam,ngantuk” Hae In membalikan badan dan berjalan ke pintu keluar. Kyuhyun mengikuti di belakangnya dengan senyuman di bibirnya.

Di sudut ruangan, terukir senyuman manis dari dua orang yang duduk saling berhadapan. Menghabiskan malam dengan obrolan ringan yang manis dan hangat. Semanis coklat panas yang diminum oleh mereka berdua.

*****

Kyuhyun bergidik karena seseorang menarik selimutnya secara paksa. Udara pagi dingin yang berhembus dari jendela kamarnya yang entah di buka oleh siapa menggelitik kulitnya dan membuatnya terpaksa membuka mata.

“bangun Kyuu” ucap Hae In santai sembari melipat selimut dan menaruhnya di ujung tempat tidur.

Entah mengapa terasa damai sekali saat gadis itu memanggil namanya seperti itu.

Melihat Kyuhyun yang tidak bergerak membuatnya mendekat dan duduk di tempat tidurnya.

“Kyuu,bangun. Sudah jam 7” Hae In mengguncang pelan tubuh besar di sampingnya. Kyuhyun menarik tangan Hae In dan menariknya,membuat Hae In terpekik kaget.

“hari ini aku mau libur saja,malas” ucapnya dengan suara serak yang membuat jantung Hae In berdebar keras. Kyuhyun mengendus wangi manis dari gadis yang ada di pelukannya,dan mengeratkan pelukannya. Hae In tak berdaya dibuatnya,dia hanya menikmati dekapan hangat Kyuhyun dan membalas pelukannya.

“ayo Kyuu,pergi kerja” ucap Hae In yang suaranya teredam di dada bidang Kyuhyun.

“tidak mau,malas” gelengan kepala Kyuhyun terasa di puncak kepala Hae In yang menempel pada dagunya.

“ayolah…kasihan oppa kerja sendirian. Kau kejam sekali” Hae In menengadahkan kepalanya membuat tampang sedih yang di buat-buat. Kyuhyun tersenyum jahil dan mencubit pelan pipi Hae In gemas.

“tapi kau temani aku kerja,ya?” Kyuhyun mengecup bibir Hae In sekilas.

Hae In mengangguk dengan pipi memerah,tanpa ada perlawanan tanpa ada teriakan ketus. Tumben sekali,pikir Kyuhyun.

“kalau begitu aku mandi dulu” ucap Kyuhyun dan membawa tubuhnya dengan sukarela ke kamar mandi walaupun dengan langkah yang sedikit gontai.

Hae In tersenyum tipis dan merapihkan kasur Kyuhyun segera. Entah mengapa hari ini moodnya sangat bagus,dan merasakan ikatannya dengan Kyuhyun menguat secara perlahan. Biasanya dia akan membangunkan lelaki itu secara kasar dan terkadang sampai menyeretnya ke kamar mandi,tapi tidak dengan pagi ini.

Mungkin penyebabnya adalah Leeteuk. kemarin malam dia tidak sengaja mendengar Leeteuk menelepon Sora. Dia yakin sekali dia tidak salah dengar karena Leeteuk menyebut nama Sora di akhir telepon dan sepertinya mereka akan bertemu lagi dalam waktu dekat. Mendengar itu membuat Hae In menjadi sangat senang dan puas. Ia merasa benar sudah mempertemukan mereka berdua,karena mereka berdua memang sudah seharusnya bersama. Begitu pikir Hae In.

“Hei,kenapa kau bengong disitu” Hae In tersentak dan refleks membalikan tubuh.

Pemandangan indah menyapu matanya. Tubuh tinggi dan tegap lelaki itu hanya berbalut handuk di pinggang yang menutupi sampai lututnya. rambut basahnya menambah nilai tambah dan pasti setiap perempuan yang melihatnya akan meleleh seketika.

“ti..tidak apa apa” balasnya setengah sadar sambil terus memandangi tubuh lelaki itu. Kyuhyun tersenyum jahil lalu menggenggam tangan Hae In dan menariknya mendekat perlahan.

“tolong pakaikan aku baju” ucap Kyuhyun santai sambil menggosok rambutnya yang basah. Hae In membelalakan matanya tidak percaya. “ti..tidak mau!” bantah Hae In dengan wajah merah.

Gadis itu menarik tangannya lalu segera pergi keluar sebelum lelaki jahil itu menangkapnya lagi.

Begitu pintu tertutup dia dapat mendengar suara tawa Kyuhyun. “sialan..” umpatnya.

*****

Hae In merasa seperti mengurus bayi. Kyuhyun terus menerus memintanya melakukan ini-itu untuknya. Dari mulai mengancingkan kemeja,memakaikannya dasi,menyuapi Kyuhyun saat sarapan,bahkan menata rambutnya sebelum berangkat.

Leeteuk hanya menonton adiknya dan Kyuhyun yang entah mengapa pagi ini begitu damai. Sedikit heran,dan juga senang. Mereka cocok satu sama lain,saling mengimbangi secara sifat dan karakter,dan tampaknya Leeteuk akan sangat rela jika melepaskan adiknya untuk Kyuhyun.

“oh? Kau mau kemana sepagi ini?” Tanya Leeteuk saat melihat Hae In sudah mengganti pakaiannya.

“menemani Kyuhyun kerja” jawabnya santai sembari memilih sepatu.

“hah? Kau serius?” Leeteuk setengah tidak percaya. Hae In mengangguk mantap lalu berjalan ke arah sofa dan memakai sepatu pilihannya.

“kalau aku tidak ikut nanti dia tidak mau kerja. Memangnya aku tega melihat Oppa-ku kerja sendirian?” ujarnya santai sembari melesakkan kakinya kedalam sepatu berjargon All Star berwarna abu-abu tua.

“kalau aku ikut ke kantor setidaknya dia mau bekerja,dan semua urusan akan segera selesai kan,Oppa?” Hae In mengancingkan Flannel Marunnya sebatas dada,membiarkan kaus putih mengintip dari sela kemeja yang tidak terkancing.

Leeteuk mengacak rambut adiknya pelan. setidaknya urusan di kantor hari ini bisa dia selesaikan dengan cepat selama Hae In ada di samping Kyuhyun,pasti lelaki itu akan sangat terkendali hari ini.

“kerja bagus adik” Hae In tersenyum bangga sambil mengacungkan jempolnya.

“ayo berangkat” ajak Kyuhyun yang datang dari arah kamar dengan Jas tersampir di lipatan tangannya. Tanpa butuh waktu lama mereka bertiga sudah duduk manis di dalam mobil,pagi ini Kyuhyun dengan sukarela menyetir mobil. Dan Leeteuk berleha di bangku belakang menikmati kesempatan langka.

“oppa,bagaimana hubunganmu dengan Sora onnie?”,walaupun Hae In tidak melihat tapi ia bisa merasakan Leeteuk tiba-tiba membetulkan posisi duduknya dari bunyi bahan jasnya yang bergesekan dengan kulit jok mobil.

“Sora? Baik-baik saja” Leeteuk berdeham kecil.

“aigoo,jangan sembunyi-sembunyi begitu Oppa. Sora onnie banyak cerita padaku,tahu?”

“benarkah? Dia cerita apa saja?” Leeteuk refleks mencondongkan tubuhnya kedepan sembari memegang sisi jok yang Hae In duduki.

Hae In tertawa kecil,suara kakaknya memang selalu meninggi kalau sedang tertarik dengan sesuatu.

Sepanjang perjalanan ke kantor Hae In bercerita tentang Sora. Apa saja yang Sora ceritakan padanya tentang Leeteuk,apa saja kesukaannya,apa saja yang tidak disukainya. Leeteuk mendengar dengan cermat,tidak ingin terlewat informasi sekecil apapun dari adiknya.

“jadi,Oppa. menurutku kau tidak akan pernah ditolak oleh Sora onnie,mungkin kalau kau langsung menyatakan perasaanmu saat pertama bertemu dia akan langsung menyetujuinya dengan senang hati. Kau benar-benar tipenya,tahu?” Hae In terkekeh geli.

“aku sih setuju sekali kalau perempuan itu Sora onnie. Kalau perempuan lain belum tentu aku setuju,mungkin tidak ada harapan sama sekali. Jadi Oppa,cepat-cepat resmikan. Aku ingin punya keponakan lucu” Leeteuk tertawa malu.

“jadi pacarnya saja belum,kau sudah minta keponakan?” cecar Leeteuk dengan wajah memerah,untung ia sedang duduk di jok belakang.

“makanya cepat! Aku gemas melihat kalian,sudah begitu dekat tapi tidak ada yang berani menyatakan. Kalian itu sama-sama suka,tahu?!” balas Hae In gemas.

“yah,kita lihat saja nanti. Yang pasti aku tidak akan mengecewakanmu” balas Leeteuk.

“aku tunggu Oppa. kalau hari ini kalian bisa pacaran aku akan sangat senang.”

Leeteuk tertawa kecil,memikirkan perkataan adiknya. Apakah hari ini?

*****

Hari ini Hae In dan Kyuhyun menjadi pusat perhatian di kantor. Bagaimana tidak,Kyuhyun tidak melepaskan genggamannya saat mereka baru sampai kantor.

Hae In berjalan dengan wajah tertunduk sedangkan Kyuhyun tersenyum sumringah setiap saat. Hal itu seperti sebuah keajaiban bagi karyawan yang lain,karena bisa melihat wajah bossnya yang mengerikan itu tersenyum sangat bahagia hari ini.

“hei,nyonya Cho jangan menunduk terus” Hae In melotot seram kepada lelaki di sebelahnya.

“nyonya Cho?” pekik Hae In tak percaya. Kyuhyun tak menggubris nada protes dari gadis itu dan tetap tersenyum tanpa melepaskan genggamannya.

“cepat atau lambat kau akan menjadi nyonya Cho,Hae In-a. Bahkan sekarangpun aku bisa langsung menarikmu ke kantor sipil untuk mendaftarkan pernikahan kita” ucap Kyuhyun enteng dengan senyum sinisnya. Hae In tidak bisa membalas,memang benar cepat atau lambat ia akan menjadi Cho Hae In,dan dia mengharapkan itu.

“ntah mengapa aku lebih mencemaskan hubungan oppa hubungan kita” ujar Hae In datar.

Kyuhyun menghentikan langkahnya,dan seketika langkah Hae In juga ikut terhenti karena tangannya yang bertautan dengan lelaki itu.

“jadi,menurtmu hubungan kita tidak penting?” selidik Kyuhyun sinis.

“bukan begitu” sergah Hae In. “hanya saja gemas sekali melihat mereka berdua yang malu-malu begitu,aku jadi khawatir”

Kyuhyun menarik tangan gadisnya pelan hingga merapat ke tubuh jangkungnya,ia melepaskan genggamannya dan merangkul bahu mungil Hae In.

“jangan khawatir,mereka bukan anak kecil Hae In-a. Kau tidak bisa sembarang ikut campur urusan percintaan orang lain” ucap Kyuhyun bijak.

Hae In mengangguk pelan,menyetujui pemikiran Kyuhyun.

“tapi tunggu” Kyuhyun membalikan tubuh Hae In menghadap ke arahnya,kedua telapak tangan kokohnya memegang bahu Hae In lembut.

“kau benar-benar tidak mencemaskan hubungan kita?”

Hae In mendengus geli lalu menatap manik mata Kyuhyun,”hei,Kyuu” Hae In merapikan dasi Kyuhyun yang sedikit miring.

“kau sudah memiliki aku,dan aku sudah memilikimu. Apa lagi yang harus aku cemaskan?”

Kyuhyun mengeluarkan senyum setannya,”calon suami-mu ini banyak diincar wanita cantik tahu”

Hae In mengidikkan bahu,”lalu? Selama kau masih menyukaiku aku pikir tidak masalah bagiku”

Sahut Hae In enteng.

Kyuhyun hanya membalas dengan senyum penuh arti,lalu kembali menggenggam tangan Hae In dan kembali melenggang ke tujuan mereka.

*****

Sora menyisir rambutnya yang jatuh ke dahinya dengan jemari panjangnya. Matanya tak berpaling dari layar dan beberapa lembar kertas di hadapannya. Sesekali ia mengucek matanya yang mulai lelah. Entah mengapa bekerja di kantor membuatnya lebih cepat lelah daripada di dapur atau melayani pengunjung. Ia merasa pusing merangkum data pemasukan dan pengeluaran Cafe nya bulan ini. ia memang tidak pernah bersahabat dengan angka.

Sora hendak menenggak kopinya,tapi sedetik setelah ia mengangkat cangkir ia menyadari cangkir itu menjadi ringan dan isinya kandas. Sora menghela napas lalu segera beranjak keluar dari kantornya yang terletak di bagian belakang Cafenya menuju bar untuk membuat secangkir kopi.

‘kling’

 

Posisi bar yang dekat pintu masuk membuat Sora mendengar bunyi lonceng pintu masuk dengan jelas. Sora yang masih sibuk mengolah kopinya di mesin menyambut pelanggannya tanpa menoleh.

“selamat sore,selamat datang” ujarnya riang tanpa menoleh.

“selamat sore” ujar suara yang begitu familiar ditelinganya. Sontak gadis itu melirik dengan ujung matanya dan mendapati Leeteuk berdiri di depan meja bar,memperhatikannya yang masih berkutat dengan mesin pembuat kopi.

“oh,Leeteuk-ssi. sebentar lagi aku selesai,duduk saja dulu”

Leeteuk mengangguk pelan beberapa kali lalu menuju tempat favoritnya di Cafe ini,halaman.

Hanya ada beberapa tempat duduk di halaman belakang Cafe ini,dan suasananya lebih tenang karena tidak terdengar senandung musik seperti di dalam.

“kau mau pesan sesuatu?” sapa Sora dengan menggenggam secangkir kopi dan buku menu di kedua tangannya.

Sora meletakan cangkirnya terlebih dahulu sebelum ia menyodorkan menu kepada Leeteuk.

“seperti biasa saja,coklat panas” pesan Leeteuk tanpa membuka buku menu.

“kau tidak makan?” tanya Sora,Leeteuk menggeleng pelan.

“aku belum ingin makan”

“begitu? baiklah,aku buatkan dulu pesananmu”

Sora kembali melangkah kedalam Cafe dan sibuk meracik minuman di bar.

Leeteuk memain-mainkan jarinya gelisah,entah sudah keberapa kali ia menghela napas berat.

Perasaan senang,antusias,takut,dan cemas bercampur aduk di benaknya. Apa dia bisa mengatakannya kepada gadis itu sekarang?

Leeteuk menggeleng pelan,lalu mengepalkan tangannya. Ia percaya kata-kata adiknya,ia pasti bisa.

“pesananmu” Sora menaruh cangkir putih berisi coklat panas dihadapan Leeteuk.

Lelaki itu sedikit tersentak kaget,saking sibuk dengan pikirannya ia tidak sadar Sora mendatanginya.

“terimakasih..” ujar Leeteuk pelan lalu mengangkat cangkirnya dan menyesap cairan manis itu perlahan. sesekali matanya mencuri pandang pada gadis di hadapannya yang juga sedang menikmati kopinya.

“kau tidak apa-apa?” tanya Sora,heran melihat Leeteuk yang entah mengapa sedikit aneh.

“nde? Tentu. Tentu saja aku tidak apa-apa,hahaha” tawanya kikuk.

Sora mengangkat alisnya,kemudian menaruh kembali cangkirnya.

“sebenarnya..ada yang ingin kusampaikan padamu,hari ini” ujar Leeteuk pelan.

“ada apa? Bilang saja” sahut Sora antusias,ia menopang dagu dengan tangannya dan menatap Leeteuk dengan senyuman tipis.

Ia merasa organ dalamnya meleleh seketika. Bagaimana gadis ini bisa sangat cantik dan membuatnya tak berdaya dalam seketika hanya dengan senyuman tipis.

“jadi,Oppa. menurutku kau tidak akan pernah ditolak oleh Sora onnie,mungkin kalau kau langsung menyatakan perasaanmu saat pertama bertemu dia akan langsung menyetujuinya dengan senang hati. Kau benar-benar tipenya,tahu?”

 

Perkataan adiknya di mobil tadi pagi melintas di otaknya. Leeteuk menatap manik kecoklatan Sora mantap,tangannya terjulur kedepan dan perlahan meraih tangan Sora dan menggenggamnya erat.

Sora bisa merasakan tubuhnya melemas dan pipinya memanas,matanya terhisap oleh tatapan teduh dari lelaki berparas tampan di hadapannya.

“kau tidak marah,kan? Kalau aku menggenggam mu seperti ini?”

Sora menggeleng pelan,ia sedikit menundukan wajahnya karena malu.

“kau tidak bosan kan,kalau setiap hari bertemu denganku?”

“tentu saja tidak. Aku malah berharap setiap hari bertemu dengan..-mu” jawab Sora malu.

Leeteuk tersenyum tipis. Ia merogoh saku jasnya,mencari sesuatu yang sangat ingin ia serahkan kepada gadis itu. Sora mengantisipasi apa yang akan dilakukan lelaki di hadapannya,ia menggigit bibirnya karena sangat gugup,bahkan ia merasa jantungnya akan segera merontokan tulang rusuknya sendiri.

Leeteuk menaruh sebuah kotak kecil berbahan beludru berwarna violet di hadapan Sora.

Sora menatap kotak kecil dihadapannya bergeming,ia mengedipkan matanya beberapa kali lalu melirik Leeteuk yang juga terlihat tidak kalah gugup dari dirinya.

“aku..-,bagaimana ya” Leeteuk mengusap tengkuknya salah tingkah.

“pasti kau tahu arti ini kan? Kotak beludru berisi cincin” Sora tidak menjawab,ia menatap mata Leeteuk tanpa berkedip,menunggu penjelasan berikutnya.

“dibanding ‘maukah kau jadi pacarku’,aku lebih meilih ‘maukah kau menjadi istriku’.

Aku ingin memulai hubungan yang serius denganmu. Memilikimu sebelum ada lelaki lain yang menyalipku,memastikan aku bisa melihatmu setiap hari,memastikan kau selalu aman bersamaku,melihatmu tersenyum setiap hari,dan menjadi orang pertama yang kulihat saat aku terbangun.”

Leeteuk menarik napas dan membuka kotak beludru itu. perlahan sebuah cincin dengan mata berlian berwarna violet menyembul indah dari dalam kotak.

Sora menahan napasnya,tercekat karena cincin itu begitu indah. Sedetik kemudian ia menatap Leeteuk yang terlihat tidak tenang.

“apa aku terlalu cepat..ya?” tanya Leeteuk ragu.

Sora menghela napas pelan,tangannya terulur ke arah kotak cincin itu dan membawanya tepat ke hadapannya. Leeteuk menelan ludahnya gugup dan cemas,ia bahkan tidak berani menatap langsung ke arah Sora.

Leeteuk terkejut saat Sora menyodorkan kotak cincin itu ke hadapan Leeteuk. seketika hatinya mencelos,apa ia di tolak?

Perlahan ia mengangkat wajahnya dan memandang wajah Sora yang tidak terbaca air mukanya.

“tolong pakaikan..padaku” ucap Sora pelan dengan wajah yang sangat memerah.

Kali ini Leeteuk benar-benar merasa akan kehilangan nyawanya saking bahagianya. Ia menatap Sora dengan mata yang berbinar,dan dibalas oleh senyuman malu dari Sora.

Dengan perlahan Leeteuk menarik tangan Sora,memperhatikan jari-jarinya yang lentik dan cantik.

Dengan gerakan lamat Leeteuk menyematkan cincin itu ke jari manis Sora,tangannya sedikit berkeringat dan gemetar.

Sora dan Leeteuk saling bertukar pandang dan tersenyum bahagia saat cincin itu dengan indahnya melingkar di jari manis Sora. Kulit putihnya membuat cincin bermata violet itu makin bersinar.

“kau memang sangat cantik dengan warna violet,Sora” Leeteuk menggenggam tangan Sora erat.

“mulai hari ini,mungkin aku akan banyak merepotkanmu. Aku yang kikuk,terkadang ceroboh,dan juga teledor mungkin akan membuatmu kesal sesekali. Tapi aku akan berusaha untuk membuatmu tidak kecewa,oppa”

Leeteuk berdiri,kemudian mengajak sora kebawah pohon rindang di tepi halaman Cafe.

Leeteuk melihat kesekitar memastikan mereka tidak akan terlihat oleh pengunjung yang lain dari sudut ini.

Leeteuk menatap sekilas wajah Sora yang terlihat sangat bahagia,lalu menarik tubuh gadis itu dan memangkas jarak di antara mereka. Leeteuk dapat menghirup wangi kopi dan coklat menempel di tubuh Sora,membuatnya nyaman dan mengeratkan pelukannya.

Sora mengelus punggung kokoh lelaki itu lamat-lamat,menikmati kehangatan dan perasaan nyaman dari pelukannya. Sora merasa hidupnya sudah lengkap,kesepian yang dari dulu menggantung di dirinya sudah lenyap entah kemana sejak ia bertemu dengan lelaki ini.

“kenapa kita tidak bertemu lebih cepat?” gumam Leeteuk

“kalau kita bertemu lebih cepat,aku tidak perlu menunggu selama ini” Leeteuk memegang bahu Sora dan melepaskan pelukannya tanpa membuat jarak yang besar di antara mereka.

“dengan begini,hidupku sudah lengkap. Aku mencintaimu Sora..”

Leeteuk merendahkan wajahnya,Sora memejamkan matanya perlahan.

Sedetik kemudian Sora merasakan kelembutan dan kehangatan di bibirnya,kulit bibir mereka yang bergesekan menimbulkan perasaan yang membuncah,dan tanpa sadar Sora meremas kemeja Leeteuk di bagian dada.

Ibu jari Leeteuk mengelus pelan pipi Sora dan terus memanggut bibir gadis itu lamat-lamat,berharap waktu bisa berhenti sejenak.

Sora menggerakan bibirnya,mengeja sesuatu dengan bibirnya tanpa mengeluarkan suara. Leeteuk tersenyum di sela ciumannya,dan tampaknya ciuman ini tidak akan berlangsung sebentar.

“sa-rang-he-yo-o-ppa”

*****

Kyuhyun menyunggingkan senyum miring saat melihat Leeteuk pulang dengan wajah yang sangat cerah.

“sepertinya seseuatu yang sangat bagus telah terjadi ya,Hyung?” Kyuhyun menatap Leeteuk penuh minat. Leeteuk menghela napas ringan dan melepas jasnya dengan senyuman yang tampaknya tidak akan pernah pudar.

Leeteuk mendesah saat tubuhnya bersandar di sofa yang nyaman. Kyuhyun meneguk jusnya tanpa melepaskan pandangan penuh minatnya dari Leeteuk.

“biar kutebak” Kyuhyun menelan jusnya,“kau habis melamar Sora” tebak Kyuhyun asal.

Leeteuk menegakan duduknya lalau menatap Kyuhyun.

“bagaimana kau bisa tahu?”

Kyuhyun hampir tersedak saat mendengar reaksi Leeteuk.

“kau benar-benar melamarnya?!” pekik Kyuhyun tak percaya,Leeteuk mengangguk dengan senyum yang lebih lebar daripada tadi.

“waa..daebak” Kyuhyun benar-benar terkejut,terkesima,dan tidak percaya secara bersamaan.

“bagaimana bisa kau langsung melamarnya seperti itu,Hyung? Kau nekat sekali”

Leeteuk terekeh sambil melonggarkan ikatan dasi di lehernya.

“aku juga tidak tahu,Kyu. Hanya modal nekat saja”

“jadi,kalau sekarang aku melamar Hae In juga pasti akan di terima?” Kyuhyun menatap Leeteuk penasaran.

“jangan melamar di hari yang sama denganku. Cari tanggal lain sana” protes Leeteuk.

“jadi kau sudah menyetujui kami ya,kakak ipar?” Kyuhyun menyeringai jahil.

“siapa bilang aku menyetujui kalian,hah?” sanggah Leeteuk.

“kau tadi bilang cari tanggal lain untuk melamar Hae In,itu tandanya kau sudah setuju,Hyung!” protes Kyuhyun.

“tapi aku tidak bilang setuju,Kyu” sanggah Leeteuk.

“tapi perkataanmu secara tidak langsung sudah menyetujui kami,Hyung!” protesnya tak mau kalah.

“aku tidak bilang seperti itu!”

Kyuhyun yang kesal menarik kerah Leeteuk lalu mengguncang-guncangkan tubuhnya.

“relakan saja adikmu untuk ku,Hyung. Kau ini licik sekali” Protes Kyuhyun geram. Leeteuk tertawa di sela-sela protes yang diorasikan oleh Kyuhyun.

“aku hanya bercanda,Kyu. Haish” Leeteuk menjitak kepala Kyuhyun gemas.

“tentu saja aku merestui kalian,kau ini mudah sekali dijahili” Leeteuk membenarkan kemejanya yang kusut karena ulah Kyuhyun.

“kau pasti sangat mengerti kalau aku ini lelaki yang paling pantas untuk Hae In,kan?” Kyuhyun tersenyum sombong lalu menggoyang-goyangkan kaleng jusnya.

“ya ya ya,terserahmu saja Kyu. Kurasa Hae In dengan berat hati menerimamu jadi pacarnya karena kau terlihat begitu putus asa” Leeteuk melengos pergi ke kamarnya sambil tertawa puas.

“ya,Hyung!”

*****

Mata Kyuhyun tidak bisa melepaskan pandangannya dari sosok Hae In yang sedaritadi sibuk mondar-mandir. Terkadang ia tersenyum tipis saat melihat gadis itu memarahi beberapa pekerja saat mereka menaruh barang atau dekorasi tidak sesuai menurut seleranya.

Sesekali gadis itu mengecek daftar di notes kecil yang sedari tadi di genggamnya. Memastikan semuanya sesuai dengan catatan yang ditulisnya.

Hae In menangkap sosok Kyuhyun yang sedang memperhatikannya dengan duduk santai di pinggir ruangan,kemudian jantungnya mulai berdebar karena hal sepele. Ya,gadis itu memang selalu berdebar dengan apapun yang menyangkut kekasihnya walaupun hal yang sepele.

Dengan langkah ringan gadis itu menghampiri Kyuhyun yang tidak melepaskan pandangannya sedari tadi.

“apa yang kau lihat?”

Kyuhyun menyandarkan punggungnya lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

“aku melihat bidadari” Kyuhyun tersenyum miring,”bidadari yang daritadi sibuk mondar-mandir dihadapanku. Cantik sekali”

“dasar setan gombal” Hae In menjitak kepala Kyuhyun dengan wajah yang memerah karena malu.

Kyuhyun terkekeh lalu menarik tubuh gadis itu untuk duduk di pangkuannya.

“bagaimana persiapan untuk besok?” Kyuhyun melingkarkan tangannya di perut ramping Hae In dan menempelkan sebelah pipinya di punggung gadis itu.

“sudah beres. Tinggal mengecek katering untuk besok” Hae In menaruh tangannya di punggung tangan Kyuhyun lalu mengelusnya pelan.

“kau lelah? Apa kau mau makan di luar? Atau di rumah saja?” Hae In menimbang-nimbang tawaran Kyuhyun.

“bagaimana kalau beli makanan di luar dan memakannya di rumah?”

As you wish my Angel” Kyuhyun mengusap perut Hae In dan membuat gadis itu tergelak karena geli karena usapan diperutnya dan juga ucapan Kyuhyun yang sangat cheesy.

“lihat mereka,bermesraan di persiapan pesta pernikahan orang lain”

Kyuhyun dan Hae In menoleh ke sumber suara secara bersamaan,mengangkap sosok Leeteuk yang datang dengan menggandeng Sora.

“sombong sekali sih,mentang-mentang besok kalian menikah” Hae In menatap kakaknya kesal.

”lihat,karena kalian tidak menyewa EO aku yang jadi repot” gadis itu melanjutkan protesnya.

“kami sedang menghemat biaya Hae In-ah,lagipula kau tidak ada kerjaan kan? Jadi tidak ada salahnya membantu kakakmu sekali seumur hidup”

“kau mengejekku pengangguran secara halus,ya?” Hae In melemparkan tatapan ganas kepada kakaknya.

Leeteuk yang baru saja membeli rumah baru memutuskan untuk membuat pesta pernikahan sederhana di rumahnya. Dan mendaulat sang adik sebagai EO karena Leeteuk sedang menghemat uangnya setelah membeli rumah baru.

“kemarin sudah kutawari,tapi Hae In tidak mau bekerja di Cafe-ku”

Gadis itu menatap Sora sesaat lalu terkekeh pelan.

“onnie,kau mau Cafe-mu itu hancur karena aku bekerja disitu? Aku tidak menjamin pesanan akan sampai ke meja pelanggan kalau aku yang membawanya” Hae In menyenderkan tubuhnya ke dada Kyuhyun dan memainkan jari panjang yang mengelus perutnya sedari tadi.

“baiklah,baiklah aku menyerah. Lagipula aku yakin Kyuhyun akan menentang habis-habisan kalau kau bekerja” Kyuhyun mendongak menatap Sora lalu tersenyum miring.

“tentu saja aku akan melarangnya bekerja. Untuk apa kau bekerja kalau suamimu bisa menafkahimu?” Kyuhyun mengeratkan pelukan di perut gadisnya,Hae In tersenyum tipis.

“calon suami,Kyuu. Kita baru tunangan” ralat Hae In.

“cepat atau lambat juga aku akan jadi suamimu,Hae In-ah

“kalau begitu kalian cepat-cepat saja menikah,cepat susul kami dan beri kami keponakan yang lucu”

Leeteuk merangkul bahu Sora lalu mengecup dahinya. Membuat Hae In dan Kyuhyun menyunggingkan senyuman geli secara bersamaan.

“aku hanya tinggal menunggu lamaran oppa,tenang saja. Cepat atau lambat setan ini akan melamarku”

“kau bilang aku setan?” Hae In menoleh ke arah Kyuhyun,membuat wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja.

“memangnya apa? Malaikat? Kau jauh dari image malaikat,Kyuu. Sungguh.”

Kyuu memegang leher belakang gadis itu lalu menarik kepala Hae In ke arahnya dengan gerakan cepat,mengecup bibir gadis itu.

“haish,jangan bermesraan disini. Dirumah saja sana!” wajah Leeteuk dan Sora sedikit memerah saat melihat adegan tak terduga di hadapan mereka.

Kyuhyun tersenyum miring lalu mendorong pelan tubuh Hae In pelan sampai gadis itu berdiri,dan sedetik kemudian dia juga ikut bediri.

“kalau begitu kami pulang dulu,Hyung. Selamat bersenang-senang di rumah baru kalian”

Kyuhyun menggenggam tangan Hae In lalu menariknya menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah.

Oppa,onie,anyyeong!” Hae In membalikan tubuhnya lalu melambaikan tangannya ke arah Leeteuk dan Sora.

“dasar mereka itu.” Leeteuk membalas lambaian tangan adiknya.

“aku rasa mereka akan menyusul kita dalam waktu dekat,oppa” Sora juga ikut melambai ke arah Hae In.

“aku rasa juga begitu.” Leeteuk menoleh ke arah Sora “kau mau makan apa malam ini?” Sora balas menoleh ke arah Leeteuk.

“kau mau makan apa ,oppa? aku akan memasaknya untukmu”

Mereka berdua membalikan tubuh lalu berjalan sambil bergandengan tangan,memasuki rumah baru yang mereka tinggali,dan menunggu kehidupan baru yang akan segera mereka jalani esok hari.

*****

Hae In menatap punggung Kyuhyun yang sedang sibuk memanaskan makanan di dapur.  Sebuah pemandangan yang langka melihat Kyuhyun bejibaku di depan kompor,biasanya lelaki itu akan sibuk di depan kulkas mencari makanan saat di dapur.

Hae In bingung malaikat apa yang merasuki Kyuhyun sampai-sampai dia mau membuatkan makanan untuknya walaupun hanya semangkuk ramyun.

Kyuhyun berjalan ke arah meja makan dengan sepanci ramyun di tangannya,setelah menaruhnya di meja ia kembali ke dapur lalu mengambil dua gelas air putih untuk mereka.

Hae In menatap Kyuhyun dengan senyuman merekah di bibirnya.

“kenapa? Ada yang aneh?” Kyuhyun menyodorkan mangkuk dan sumpit kepada Hae In.

Hae In menggeleng lalu mengambil mangkuknya dan mulai memindahkan isi panci itu ke dalam mangkuknya.

“hanya merasa sedikit heran. Kukira kau kerasukan malaikat,Kyuu” Hae In tertawa lalu menyumpit mie-nya dan mulai memakannya. Kyuhyun menaruh kedua ujung sumpitnya di dahi gadis itu lalu mendorongnya pelan.

“memangnya kenapa kalau aku kerasukan malaikat? Jarang-jarang aku berbuat baik pada orang”

Hae In terkekeh melihat wajah Kyuhyun yang sedikit cemberut karena digoda olehnya.

“kalau aku setan yang kerasukan malaikat,berati kau malaikat yang kerasukan setan” balas Kyuhyun tak mau kalah.

“tsk,dasar kau ini. cepat makan,aku ingin segera tidur”

Kyuhyun meneruskan makannya dengan tenang tanpa mempepanjang pertengkaan sepelenya,ia juga ingin segera beristirahat.

*****

Hae In merasakan beban di kasurnya bertambah,ia membalikan tubuhnya dan mendapati Kyuhyun yang baru saja ikut berbaring di sebelahnya.

“aku ingin tidur disini” Kyuhyun menarik selimut hingga menutupi dadanya seperti Hae In.

“tumben sekali,kau mau melakukan hal yang aneh ya? perasaanku tidak enak” selidik Hae In lalu membalikan tubuhnya ke arah Kyuhyun.

Gadis itu menatap wajah Kyuhyun yang terpejam. Tidak biasanya Kyuhyun bisa tidur secepat ini kecuali dia benar-benar sedang kelelahan. Hae In menoel pipi Kyuhyun,tapi tidak mendapat reaksi dari lelaki itu. setelah memastikan Kyuhyun benar-benar tidur ia kembali pada posisi awalnya. Tidur menghadap jendela memunggungi Kyuhyun.

Hae In hampir saja terlelap jika saja Kyuhyun tidak memeluknya dari belakang dan mulai mengecupi leher belakangnya. Gadis itu menggeliat pelan,bereaksi pada bibir Kyuhyun yang bersentuhan dengan titik sensitifnya.

Kyuhyun mengecupi leher Hae In pelan,mengelus bahunya yang terekspos karena Hae In hanya memakai tank-top bertali tipis,lalu elusan itu turun ke lengannya tanpa menghentikan aktifitas bibirnya di leher gadis itu.

Kyuhyun dapat merasakan bulu kuduk gadis itu berdiri. Ia tahu benar titik sensitif gadis itu,dan bisa membuatnya merinding dan lemas hanya dengan sebuah elusan lembut. Kecupan di leher gadis itu berangsur-angsur berubah menjadi lumatan yang tak terkendali. Kyuhyun memeluk gadis itu dari belakang dan terus mencium leher gadis itu dan meninggalkan jejak kemerahan di daerah leher belakang dan punggung gadis itu.

“Kyuu,kalau besok bekasnya kelihatan bisa gawat” protes Hae In ditengah napasnya yang menderu.

Tapi Kyuhyun tidak mengindahkan protes dari Hae In dan terus melanjutkan aktifitasnya. Tangannya mulai berkeliaran tak terkendali di atas tubuh gadis itu. membuat Hae In mendesah tertahan di pelukannya.

Tiba-tiba semua pergerakan Kyuhyun terhenti. Hae In mengatur napasnya yang terengah-engah,sedikit banyak ia menikmati serangan tiba-tiba lelaki itu,tapi ia tidak boleh mempermalukan dirinya besok di pesta karena kiss-mark yang terekspos di tubuhnya.

Jantung Hae In kembali berdebar saat ia merasakan pergerakan di belakang tubuhnya. Entah apa yang Kyuhyun lakukan dengan celananya,ia merasakan Kyuhyun merogoh sesuatu di balik celananya dengan satu tangan. Ia ingin sekali berbalik,tapi entah mengapa tubuhnya terkunci begitu saja dipelukan hangat Kyuhyun. Ia belum siap jika tiba-tiba melihat sesuatu yang belum siap ia lihat,atau mungkin Kyuhyun hanya membetulkan celananya? Berbagai pikiran aneh meributi akal dan batinnya.

Tubuh Hae In menegang saat jemari Kyuhyun kembali menyusuri lengannya,mengelusnya pelan dan kembali membuatnya merinding dengan elusan lembut seperti sebelumnya. Kyuhyun menggenggam tangan Hae In dan menaruh kedua tangan mereka di atas perut gadis itu. Hae In merasakan sesuatu yang dingin menyalip di antara jemarinya. Hae In menunduk dan melihat ke arah tangannya,dan seketika matanya membulat.

“K-Kyu..” gumamnya pelan.

Kyuhyun menarik tubuh gadis itu lalu menghadapkan tubuh Hae In ke arahnya. Ia melihat mata gadis itu yang menatapnya tak percaya dan sedikit berkaca-kaca.

“bagaimana kalau..” Kyuhyun menggenggam tangan Hae In tepat di hadapan wajah mereka berdua “cincin tunangannya ku ganti dengan cincin pernikahan?” Kyuhyun mengelus cincin bertahta berlian di jari manis Hae In,menatap gadis dihadapannya yang berangsur-angsur menyunggingkan senyum kepadanya.

Hae In tidak mampu mengeluarkan suaranya,ia hanya mengangguk lalu menangis bahagia dan memeluk Kyuhyun erat-erat. Kyuhyun membalas pelukan Hae In lalu mengelus rambut gadisnya sayang,menikmati aroma manis yang menguar dari tubuh dipelukannya.

Kyuhyun menundukan wajahnya lalu memegang dagu Hae In pelan dengan jarinya,membuat gadis itu menatap ke arahnya.

“kau senang?” Kyuhyun menghapus air mata yang mengalir deras di pipi Hae In.

“sangat,Kyuu” balas Hae In dengan suara parau. Ia mengelus pipi Kyuhyun lalu menarik wajahnya mendekat dan mengecup bibirnya pelan.

Kecupan lembut di bibir mereka lama-lama berubah menjadi lumatan. Mereka saling berpelukan dan berciuman,menyalurkan perasaan dan kebahagiaan mereka melewati bibir yang saling bertaut. Membiarkan tubuh mereka mengekspresikan perasaan yang membuncah di dada,menikmati kulit yang saling bersentuhan dan bibir yang tak terpisah.

Hae In melepaskan ciuman mereka dan meraup oksigen sebanyak yang ia bisa untuk kembali mengisi paru-parunya yang kehabisan oksigen. Ia tersenyum manis ke arah Kyuhyun yang bibirnya memerah seksi karena ciumannya.

“aku mencintaimu,Kyuu…”

“aku juga mencintaimu,Hae In-ah. Aku sangat mencintaimu” Kyuhyun mengecup bibir gadisnya lalu megelus pipinya lembut.

“aku ingin segera menjadikanmu nyonya Cho. Cho Hae In” jari Kyuhyun berkelana ke arah rambut nakal yang sedikit menutupi wajah Hae In,menyingkapnya supaya tidak menghalangi pemandangan wajah indah gadisnya.

“Hae In-ah,ayo kita menikah”

-fin-

:: fyuh~ akhirnya tamat jugaaaaa!

sebenernya ini udah selese dari bulan kemaren,tapi belum sempet aku post gegara mudik dan ga bawa laptop,dan sempet lupa kalo aku punya blog fanfic *dzigh* maafkan aku karena membuat kalian sudah menunggu saaaaaaangaaaaat laaaamaaaaa *author sadar diri* T^T

sungguh aku minta maaf sama kalian,jujur aja saya rada mentok pas bikin ending ini. pokonya disini saya mau buat semuanya berjalan mulus dan semua bahagia karena semuanya sudah menghadapi masa sulit di kehidupan sebelumnya.

boleh dong kritik dan sarannya,maaf yah kalo ga serame part sebelumnya. saya bakal berusaha bikin banyak cerita baru selama otak dan imajinasi saya jalan *plak

sekali lagi saya minta maaf sama kalian yang udah nunggu lama banget,dan terimakasih yang udah mengapresiasi cerita saya. saranghae~

Iklan

8 thoughts on “my blood belong to you,my vampire chap.9 [END]

  1. Wah…
    First comment ya.. ^^
    Seneng banget ternyata happy ending..

    Sebenarnya aku udah lama ikutin ff ini. Tapi, baru comment di chap terakhir aja..
    Mianhamnida T.T

    Keep writing ya untuk author..
    Ditunggu ff selanjutnya 😉

  2. wah wah fanfic ini bagus sangat. aku mau minta maaf dulu nih sebelumnya sama authornya hehehe… tau kenapa? itu gegara aku baru coment dichap terakhir ini heehehe… padahal udah ikut dari chap 1, mianhae 🙂

    sebenernya aku sedikit kecewa karena endingnya kurang sesuai sama harapanku. aku kira disini Kyu, Teuk, Sora, sama Hae In bakal ketemu sama ‘mereka-mereka’ lagi dan ingatannya kembali eh tapi…

    hahaha… itu hanya asumsiku saja hehehe 😀
    selamat membuat fanfiction yang lain, semoga genrenya fantasy hehehe… 😀

    • waah~ gapapa, makasih banyak loh yah udah sudi baca cerita absurd dan komen di blog saya *terharu ;’)

      sebenernya saya juga pengen buat begitu, tapi otak udah mentok dan pengen cepet2 selesein cerita ini, jadi… yah beginilah jadinya XD
      baca cerita ParKyu couple yang lainnya juga ya. makasih banyak loh udah baca dan komen ❤

  3. Annyeong , readers baru nongol ..
    Ijin bca smua ya eon , maav nanti klw nggk smpat coment d stia ff nya ..
    Aku udh bca 1 ff , dn hasilnya daebak! 😀 ..
    Mau izin prgi ni eon , bca2 lgi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s