my blood belong to you,my vampire chap.8 [REBORN]

mbbtymv

“ulangi sekali lagi” ucap lelaki itu dingin. Wanita itu mendengus pelan lalu mengulangi kembali bagian yang salah. Ini sudah 20 kali wanita itu mengulang pada bagian yang sama,tapi lelaki yang bekerja sebagai produser itu tidak pernah puas dan terus mengulanginya dengan suara dan tatapan dingin.

Lelaki itu memencet tombol merah untuk menghentikan musik dan meremas kertas yang ada di tangannya kesal sebelum ia melemparnya dengan keras ke atas meja.

“sudah kubilang nyanyikan bagian klimaks lagu ini dengan benar!” teriak lelaki itu kesal lalu menggerakan jarinya mengisyaratkan wanita yang ada di dalam studio itu untuk keluar. Wanita itu keluar dengan kepala menunduk sambil sesekali menatap lelaki menyeramkan tersebut.

“kau pikir hanya kau yang ku urusi?! Masih banyak penyanyi lain yang harus aku urus!” cecar lelaki itu kesal. “memangnya apa yang salah? Kupikir suara dan teknik ku sudah bagus?” wanita itu membela diri.

Lelaki itu mendengus geli, “bagus katamu? Kau pikir menyanyi hanya menggunakan suara bagus dan teknik? Suara dan teknikmu tidak lebih dari sampah.” Wanita itu tercenung,”kalau kau seperti ini terus,segera keluar dari agensiku dan cari agensi lain” sambung lelaki itu lalu meninggalkan penyanyi wanita itu sendirian di dalam studio rekaman.

“Kyuhyun-a,sudah selesai rekamannya?” sapa seseorang begitu ia menutup pintu. “Hyung,bisa kau urus pemecatan penyanyi itu?” mata lelaki itu membelalak mendengar pernyataan lelaki yang bernama Kyuhyun itu.

“p-pemecatan?? Kau mau memecat Lee Se Na?” Kyuhyun menggidikan bahunya. “kalau tidak pindahkan dia ke agensi model,aku tidak butuh penyanyi tapi yang hanya menjual tampang”ujar Kyuhyun ketus sambil melipat kedua tangannya di depan dada. “ta-tapi,apa perusahaan kita tidak akan rugi besar kalau Lee Se Na keluar?  50% pemasukan kita diperoleh dari Lee Se Na” ujar lelaki itu.

“Park Jung Soo Hyung,sejak kapan kau meragukan kemampuanku?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum miring,senyum khasnya yang terkenal jahil dan angkuh

Park Jung Soo,akrabnya dipanggil Leeteuk. Ia adalah Manajer Kyuhyun sekaligus merangkap wakil direktur di perusahaan ini,dan tentu saja Cho Kyuhyun pemilik dan direktur utama perusahaan agensi yang sedang naik daun saat ini. bahkan Kyuhyun dan Leeteuk selaku direktur dan wakilnya juga ikut naik daun karena visualisasi mereka yang tampan. Kurang apa lagi? Masih muda,punya perusahaan terkenal,sukses dan tampan.

“sejak aku mendengar kau akan memecat Lee Se Na” jawabnya enteng lalu sedetik kemudian Kyuhyun menendang bokongnya kesal.

“yasudah,kuberi waktu sampai rekaman Single ini selesai. Kalau ada peningkatan aku akan memikirkan kembali soal keputusanku” Kyuhyun membalikan badannya dan berjalan ke arah pintu yang menuju ke koridor. “kau mau kemana?”

“jalan jalan sebentar cari udara segar,tolong urusi penyanyi payah itu”

*****

 Udara masih cukup dingin walaupun sudah masuk musim semi,sisa-sisa musim dingin masih sedikit membekas di awal musim semi tahun ini. Kyuhyun memasukan kedua tangannya ke dalam saku mantelnya supaya tangannya hangat,Sesekali ia melirik ke arah etalase toko hanya untuk sekedar melihat-lihat tanpa ingin membelinya.

 Kalau ia sedang suntuk memang begini,berjalan tanpa arah kemanapun ia mau dan saat kembali ke perusahaan akan kembali dengan segudang ide di otaknya. Pernah suatu waktu ia kembali dari ritual jalan-jalannya dan kembali ke perusahaan dengan 5 lagu baru yang ia tulis secara spontan saat ia sedang duduk-duduk di Cafe,dan 3 dari 5 lagu tersebut mencetak All-Kill di chart musik mingguan bahkan menembus chart Oricon di jepang.

Kyuhyun menghentikan langkahnya di depan taman yang cukup sepi walaupun ada di dekat jalan. Ia memasuki area taman tersebut sembari mengedarkan pandangannya ke sekitar taman itu,hanya ada segelintir anak-anak yang bermain di kotak pasir dan beberapa ibu rumah tangga yang sedang mengobrol,Tampaknya ibu dari anak yang sedang bermain tersebut.

Kyuhyun duduk di bangku kayu yang terasa dingin saat bokongnya menyentuh papan Kayu tersebut,tapi tak lama kemudian terasa biasa saja karena terkena suhu tubuhnya. Ia mengeluarkan pulpen dan buku notesnya,bersiap siap karena ide yang tak terduga bisa muncul sewaktu-waktu di otaknya. Ia mengedarkan pandangannya,langit yang cerah,kuncup bunga yang menunggu mekar,daun pepohonan yang hijau,tapi sayangnya hal tersebut tidak bisa merangsang otaknya untuk memunculkan ide. Ia butuh sesuatu yang lain,yang bisa membuat idenya tumpah ruah dalam bentuk lirik lagu yang manis.

Sudut matanya menangkap sesosok gadis yang baru masuk ke area taman tersebut. Gadis mungil yang membawa sebuah koper dan menggendong tas gitar akustik di punggungnya,matanya terkunci seketika ketika melihat gadis tersebut. Cantik,kata tersebut tidak sanggup menggambarkan gadis itersebut. Jantungnya terasa akan meloncat keluar dari tubuhnya sekarang juga. Perasaan yang sungguh aneh,seperti sudah lama tidak bertemu. Padahal ini pertama kali ia melihat gadis tersebut di kehidupannya.

Matanya tidak bisa lepas,ia terus memperhatikan gadis mungil itu dengan seksama seakan tidak akan pernah melihatnya lagi untuk selamanya. Gadis itu duduk di sebrang bangku yang Kyuhyun duduki,ia membuka resleting tas gitar tersebut dan mengeluarkan sebuah gitar akustik berwarna Oranye lembut dengan hiasan gambar Graffiti yang lucu.

Ia memutar-mutar Tuning Key untuk mengepaskan suara gitar per-senarnya. Setelah dirasa enak di dengar ia menghentikan kegiatan menyetem gitarnya dan menggenjrengnya dengan beberapa Chord untuk mengecek suaranya. Gadis itu tersenyum tipis,tanda bahwa ia sudah mendapatkan suara yang diinginkannya.

“aaa-aaa” gadis itu mengucapkan ‘a’ beberapa kali untuk mengecek suaranya. Kyuhyun dapat mendengar suara gadis itu walaupun tidak terlalu jelas,dan suara gadis itu membuat dadanya berdesir. Sungguh gadis yang aneh,pikirnya.

Gadis itu mulai memetik gitarnya,alunan merdu dari gitar tersebut membuai telinga Kyuhyun dengan melodi indahnya. Semua sarafnya seakan beku,Kyuhyun tak bisa bergerak seinchipun. Matanya lurus menatap gadis itu sedangkan telinganya terbuai dengan petikan gitarnya.

Loving you is easy ’cause you’re beautifull,
And makin’ love with you is all I wanna do.
Loving you is more then just a dream come true,
And everything that I do, is out of loving you.

 

Kyuhyun memejamkan matanya saat mendengarkan gadis itu bernyanyi. Loving You, lagu klasik yang di nyanyikan oleh Minnie Ripperton. Lagu lama memang,tapi tak pernah ketinggalan zaman karena liriknya yang manis dan begitu jujur. Suara gadis itu begitu jernih dan lembut,tak ada kekurangan dalam suaranya,ditambah oleh alunan gitar Akustik yang dimainkannya. Suara yang dapat membius orang untuk tetap diam dan mendengarkannya bernyanyi.

No one else can make me feel the colors that you bring.
Stay with me while we grow old and we will live each day in springtime.
‘Cause loving you has made my life so beautifull,
And everyday of my life is filled with loving you.

Tanpa sadar seulas senyum tergantung dibibir Kyuhyun,perlahan ia membuka matanya dan kembali menatap gadis itu yang masih bernyanyi. Gadis itu bernyanyi sambil memejamkan mata dan senyum tipis terpancar di wajahnya yang tersinar oleh matahari. Gadis itu benar benar tahu bagaimana menggambarkan isi lagu tersebut,seperti benar benar sedang jatuh cinta. dan gadis misterius itu berhasil membuatnya jatuh cinta dalam sekejap,persis seperti lirik lagu tersebut.

“Loving you is easy ’cause you’re beautifull”

Mencintai seseorang memang mudah,karena dia cantik dan tidak membutuhkan alasan apapun. Kyuhyun tidak dapat menahan pesona gadis tersebut yang sedang bermain gitar dan disinari oleh matahari sebagai lampu sorotnya,terlalu indah,terlalu cantik.

“Hae In-a!” gadis tersebut menoleh ke arah sumber suara. “So Ra onnie!” sapanya girang lalu menaruh gitarnya di atas kursi kayu dan menuju ke gadis yang bernama So Ra tersebut.

“Hae..In? So Ra?” gumam Kyuhyun pelan. Hae In dan So Ra,nama yang sangat familiar,bahkan wajah gadis itu sudah terasa tidak asing lagi. Tapi ini pertama kali ia melihat kedua gadis itu.

karena terlalu sibuk berpikir Kyuhyun tidak sadar kalau kedua gadis itu sudah meninggalkan taman tersebut. Kyuhyun buru-buru berdiri dan berlari keluar dari areal taman.

Matanya menjelajahi setiap sudut jalan itu mencari kemana gadis tadi pergi dan berharap ia dapat menemukannya dan menanyakan namanya secara langsung walaupun ia sudah tahu nama gadis tersebut secara tidak sengaja.

“sial..

*****

“mianhae aku terlambat,tadi buku catatanku yang berisi komposisi musik baru sempat hilang” Hae in terkekeh pelan lalu mengangguk. “gwenchana onnie,”

“bagaimana kuliahmu tanpa aku? Menyenangkan?”

“yah,lumayan. untung aku bisa cepat lulus dan segera kembali ke korea.onnie masih mengajar piano?”

“tentu saja,sambil sesekali membuat lagu kalau lagi senggang”

“tidak mau mencoba menjadi profesional onnie? Menjadi pianis atau komposer?”

So Ra tersenyum kecut lalu menghela napas.“kemarin aku gagal lagi di audisi Symphonia Quartet,mereka bermain piano dengan sangat baik. Aku belum bisa menyeimbangi mereka” Hae In menghela napas,lalu menepuk bahu So Ra pelan.

“onnie,kau punya bakat. Kalau kau tidak punya bakat mana mungkin kau lulus dari universitas musik tokyo hanya dalam waktu dua setengah tahun dan meninggalkan aku duluan kembali ke korea!” cecar Hae In.

Kang So Ra adalah teman seperguruan Hae In di Tokyo Music University. Umurnya sama dengan Hae In hanya beda beberapa bulan,tapi Hae In selalu memanggilnya Onnie karena sudah menganggap So Ra seperti kakaknya sendiri. mereka berdua difakultas yang sama hanya saja beda jurusan. Hae In berada di fakultas musik terapan atau bisa disebut musik modern,sedangkan So Ra di fakultas musik klasik. Walaupun Hae In berada di musik terapan tapi ia lebih sering memainkan musik klasik,Blues atau Jazz,hanya beberapa kali ia bermain genre Pop atau Rock.

“kau hanya kurang percaya diri onnie..” Hae In merangkul So Ra dan membuat gadis itu merasa lebih baik.

“sekarang kau mau kemana?” tanya So Ra sambil merogoh tasnya mencari kunci mobil.

“mmm..ke tempat Oppaku mungkin?” So Ra memencet alarm mobilnya,lalu menoleh ke arah Hae In dengan pandangan heran.

“kau punya kakak laki-laki?” tanya So Ra kaget.selama ini Hae In memang tidak pernah bercerita banyak tentang keluarganya,yang So Ra tahu orangtua Hae In sedang ada di Jerman 2 tahun terakhir ini karena urusan pekerjaan.

“ah~ aku belum cerita ya? hehehe. Tapi hari ini aku mau bermalam di rumah Onnie dulu,besok pagi saja aku ke tempat kerjanya” Hae In memasukan koper dan gitarnya ke dalam bagasi lalu segera masuk ke mobil.

“kau hanya bawa satu koper? Barangmu yang lain mana?”

“sudah dikirim duluan ke perusahaan Oppa,katanya nanti biar dia yang urus.”

“bagaimana kalau kita makan dulu? Kau lapar kan?” Hae In menyengir lebar lalu mengangguk.

“tabemasu ikimashou! (ayo kita makan!)” teriaknya girang dalam bahasa jepang,dan mobil mungil tersebut segera meluncur menuju ke tempat tujuan.

*****

“kenapa kau? Salah makan?” komentar Leeteuk saat melihat Kyuhyun masuk ke ruangannya sambil tersenyum. Pemandangan yang sangat luar biasa karena Kyuhyun jarang memasang wajah bahagia,atau mungkin tidak pernah sama sekali.

“Hyung,kau percaya cinta pada pandangan pertama?”

“Mworagoo?!” Leeteuk berdiri dari tempat duduknya lalu menghampiri Kyuhyun dengan cemas,Leeteuk memegang dahi Kyuhyun dengan telapak tangannya,memastikan lelaki itu tidak sedang demam parah.

“kau..salah makan?” tanya Leeteuk lagi. Kyuhyun menggeleng lalu berlalu ke kursi kerjanya dengan senyum tetap mengembang  dibibirnya. Melihat Kyuhyun tersenyum seperti itu membuat Leeteuk merinding tiba-tiba. Senyuman itu tidak seperti orang yang sedang jatuh cinta,itu terlihat seperti seringaian Joker yang menyeramkan.

“berhenti tersenyum! kau membuatku takut!” cecar Leeteuk,tapi tak di gubris oleh Kyuhyun. dia hanya membalikan kursi kerjanya menghadap ke jendela besar dibelakangnya,menatap deretan gedung yang berbaris rapih di depannya sambil terus tersenyum.

“dasar orang aneh..”

*****

Siwon dan Sungmin saling berpandangan lalu kembali mengamati apa yang sedang mereka lihat. So Ra dan Hae In yang sedang makan di restoran yang sama dengan mereka berdua,bahkan duduk tepat disebelah meja yang mereka tempati.

“Hyung..” ucap Siwon sedikit kaget ketika melihat Sungmin meneteskan air mata sambil terus memandang ke arah Hae In dan So Ra. “Hyung gwenchana?” Siwon sedikit panik saat melihat air mata Sungmin makin deras menetes.

“syukurlah..” Sungmin menghapus air matanya dengan tangan. “mereka baik-baik saja..” sambungnya lagi sambil tersenyum tipis.

Sungmin dan Siwon baru saja selesai dengan urusan mereka di perusahaan,lalu berencana untuk makan siang bersama. Pertama mereka tidak sadar kalau Hae In dan So Ra duduk tepat disebelah mereka,tapi ketika Hae In tertawa terbahak-bahak barulah mereka menoleh karena suara tawa Hae In begitu familiar di telinga mereka. Dan ternyata itu memang Hae In dan juga So Ra.

“tidak ada perubahan,keduanya masih tetap cantik dan polos seperti waktu itu” komentar Siwon sambil mencuri pandang ke arah kedua gadis itu. Sungmin masih belum berhenti menangis walaupun ia sudah berusaha menahannya. Air matanya tumpah begitu saja saat melihat mereka berdua. Perasaan Haru,sedih dan bahagia bercampur di benak mereka berdua. Siwon hanya sedikit menitikan air mata lalu buru-buru menghapusnya.

“onnie Kajja?” Hae In dan So Ra sudah selesai makan,mereka berdua tidak sadar bahwa di sebelah meja mereka ada dua namja yang dulu adalah ipar mereka. Mungkin kalau Hae In dan So Ra sempat melihat ke arah mereka pasti akan merasakan hal yang aneh,seperti pernah bertemu sebelumnya. Hae In dan So Ra meninggalkan restoran itu duluan,sedangkan Sungmin dan Siwon masih duduk termanggu di tempat mereka masing-masing. Masih terbawa perasaan dan shock.

“Kajja,kita pulang. Kau tidak mungkin akan terus-terusan menangis di tempat umum kan Hyung?” Siwon bangkit lalu menarik pelan tangan Sungmin yang lemas,mengajaknya untuk segera pulang ke rumah. Sungmin jalan dengan kepala tertunduk,sedangkan Siwon hanya mengikutinya di belakang. Siwon tahu betul Sungmin ingin mengajak mereka mengobrol dan ingin mereka mengingatnya kembali. Tapi karena hal itu mustahil Sungmin jadi merasa sedih.

Bruk!

Sungmin sedikit terhuyung ke belakang,untung Siwon berjarak tidak jauh dari Sungmin dan segera menahan tubuhnya. Siwon menghela napas pelan.

“Jwesunghamnida,neo Gwenchana?” Sungmin dan Siwon menolehkan kepala mereka secara bersamaan ke sumber suara. Tentu saja itu suara yang sangat familiar,hampir puluhan tahun mereka selalu mendengar suara itu setiap harinya.

“Lee teuk..Hyung?” gumam Siwon.

“eh? Kau tahu namaku?” celetuk Leeteuk kaget.

“a-ah,tentu saja. Aku..sering melihatmu di majalah” ucap Siwon terbata karena keceplosan.

“keure? Wah,tidak disangka aku seterkenal ini” Leeteuk tersenyum bangga lalu terkekeh. Leeteuk menatap ke arah wajah Sungmin dan Siwon secara bergilian. Perasaan aneh itu muncul lagi,perasaan yang sama sama saat ia pertama kali bertemu Kyuhyun. ingin berlari lalu memeluk mereka seerat-eratnya,ntah ikatan macam apa yang membuatnya merasa seperti ini.

Kyuhyun datang dengan wajah dingin dan kedua tangannya berada di dalam saku mantelnya,ia menatap Leeteuk dari belakang dengan heran karena lelaki itu belum masuk ke restoran dan tampaknya sedang mengobrol dengan seseorang. “Hyung,kau belum masuk hah?” tanya Kyuhyun ketus sambil berjalan mendekati Leeteuk.

Badan Kyuhyun terasa kaku seketika saat melihat wajah Siwon dan Sungmin yang menatapnya dengan pandangan terkejut. Perasaan aneh yang sama saat ia pertama kali bertemu dengan Leeteuk dan juga gadis itu. dahi Kyuhyun berkerut karena perasaan aneh ini terus-terusan datang silih berganti tanpa jeda. Rasanya semua orang yang ditemuinya sudah tidak asing baginya,seperti teman dari masa lalu tapi tak pernah ia kenal.

“kalau begitu kami duluan” ucap Sungmin lalu sedikit membungkuk sebelum mereka meninggalkan Kyuhyun dan Leeteuk yang saling berpandangan.

Leeteuk dan Kyuhun masuk ke restoran dan mengambil tempat disamping jendela yang langsung menghadap ke jalanan Seoul yang tidak terlalu ramai. Leeteuk dan Kyuhyun terdiam,sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“Hyung,apa kau merasakan hal yang sama sepertiku?” Leeteuk menoleh ke arah Kyuhyun.

“rasanya seperti menemukan saudara yang telah lama tak bertemu?” Kyuhyun mengangguk menyetujui omongan Leeteuk. “perasaan yang sama saat aku pertama kali bertemu denganmu Hyung”

“aku juga begitu. sedikit aneh dan misterius bukan? Padahal kita tidak pernah bertemu sebelumnya”

“Chemistry macam apa ini..”

*****

“Kau bertemu dengan mereka semua?!” pekik Heechul kaget saat mendengar cerita dari Siwon dan Sungmin. Dan kebetulan yang lainnya juga sedang berkumpul di ruang tengah seperti biasa.

Siwon mengangguk lalu mengusap wajahnya dengan telapak tangan dengan perasaan campur aduk.

“tidak ada yang berubah,Leeteuk Hyung tetap lahir duluan lalu disusul Kyuhyun,So Ra dan Hae In. tidak ada yang berubah dari kehidupan mereka sebelumnya dari segi fisik dan lainnya,tapi tampaknya Hae In dan Kyuhyun lalu Leeteuk Hyung dan So Ra belum saling bertemu.” Papar Sungmin.

“aku senang,sekaligus sedih mendengarnya. Tapi untung mereka baik-baik saja. Dan tampaknya takdir tidak akan menyulitkan mereka untuk bertemu”

****

Hae In melilitkan Syal marun dilehernya sedikit rapat,pagi ini dingin sekali. Dia tidak benci musim semi,tapi ia benci awal musim semi karena udaranya masih dingin dan menusuk.

Dengan langkah berat karena masih sedikit mengantuk ia menyeret kopernya dengan malas. Ia harus bertemu dengan Oppanya pagi ini,karena siang nanti Oppanya harus keluar kota untuk urusan pekerjaan. Mau tak mau ia harus bangun pagi dan melawan angin pagi yang sangat dingin.

Ia merogoh saku mantelnya lalu mengambil ponselnya untuk mengecek alamat Perusahaan Oppanya. “cukup jauh dari sini” gumamnya lalu kembali memasukan ponselnya e saku mantel. Hae In berjalan ke arah pinggir trotoar untuk menyetop taksi. Tampaknya nasib baik sedang mendatanginya,tanpa perlu menunggu lama di pinggir jalan sedingin ini sudah ada taksi yang mendatanginya. Dengan buru-buru ia memasukan kopernya dan dirinya ke dalam taksi,tidak mau kedinginan lebih lama lagi.

Hae In menyebutkan alamat kepada supir tersebut,dan sedetik kemudian taksi itu mulai berjalan ke tempat tujuan.

Hae In memandang keluar jendela,menikmati jalanan kota Seoul yang sudah 9 tahun tidak dilaluinya.banyak yang berubah dari jalanan yang dulu pernah diingatnya,sekarang terasa lebih modern dan keren sekali. Hae In menyenderkan tubuhnya,merilekskan tubuhnya yang sedikit kaku. Ia jadi terbayang dengan rupa Oppanya,seperti apa kira-kira Oppanya sekarang?

9 tahun meninggalkan korea untuk menimba ilmu di Jepang. Hae In bersekolah di jepang dari SMP hingga kuliah,ia tinggal di jepang bersama Kakek dan Nenek orangtua dari ibunya yang memang orang jepang. Sedangkan Oppanya tetap dikorea karena sudah hampir lulus SMA waktu itu dan memilih tetap di korea.

“agashi,kita sudah sampai” Hae In sedikit terkejut karena sedari tadi ia melamun. Buru-buru ia membayar ongkosnya lalu segera keluar. Mulut Hae In sedikit menganga ketika melihat gedung perusahaan yang minimalis dan megah berdiri menjulang dihadapannya. Hae In jadi meragukan apakah Oppanya benar-benar bekerja di perusahaan ini. dengan langkah ragu ia memasuki Lobby perusahaan tersebut dan bertanya kepada resepsionis tentang Oppanya.

Setelah mendapat penjelasan dan Informasi letak ruangan Oppanya ia segera ke arah Lift untuk menuju ke lantai 14 tempat Oppanya bekerja. “bahkan Liftnya saja bagus..” gumamnya kagum saat melihat interior Lift yang sedemikian rupa indahnya,dinding Lift itu seluruhnya terbuat dari kaca lalu ada gambar not-not balok warna-warni yang menghiasi kaca tersebut,begitu cerah dan ceria.

Ting!

Sudah sampai di lantai 14,Hae In keluar dari Lift lalu celingak-celinguk menatap sekitarnya.

“ke kanan..ruangan kedua dari pojok?” gumamnya sendiri sambil melangkah ragu keruangan tersebut. Tapi keraguan itu hilang seketika saat ia melihat papan nama bertuliskan nama Oppanya di depan pintu tersebut. Dengan hati berdebar ia membuka pintu itu perlahan,mengintip dulu apakah ada orang atau tidak. Matanya membulat dan ia hampir berteriak girang karena melihat Oppanya sedang mengetik sesuatu di komputernya.

Hae In mengambil napas lalu mendorong pintu itu hingga terbuka lebar. “Oppaaa !!!!” teriaknya girang dengan cengiran penuh bahagia di wajahnya. Pertama lelaki itu hanya menatap sekilas ke arah Hae In lalu kembali meneruskan pekerjaannya. Tapi sedetik kemudian lelaki itu menoleh cepat ke arah Hae In,dipikirnya yang tadi hanya halusinasi.

“Hae In-a?!” sahut lelaki itu tak kalah girang lalu ia segera menghampiri Hae In dengan langkah cepat. Hae In menaruh tas gitar yang ia pegang ke lantai lalu segera berlari menghampiri Oppanya dan menghambur ke pelukan lelaki tersebut. “Oppa neomu Bogoshippo!!” ucapnya dengan perasaan yang membuncah. “na do,Hae In-a” balas lelaki itu lalu mencium puncak kepala adiknya penuh sayang dan mengeratkan pelukan mereka.

Hae In sedikit melonggarkan pelukannya lalu menatap ke wajah Oppanya dan mengelusnya sayang. “wah,kau sedikit tambah tampan Oppa” lelaki itu memanyunkan bibirnya.

“hanya sedikit katamu,huh?” Hae In terkekeh geli.

“Oppa,kau baik-baik saja kan?” lelaki itu mengangguk pelan lalu mengelus kepala adiknya sayang.

“tentu saja,kau di jepang tidak nakal kan?”

“tentu saja tidak,aku kan anak baik. Tidak pernah bolos seperti Oppa” ejeknya sambil meleletkan lidah. Mereka berdua tertawa lalu kembali berpelukan,badan Hae In sedikit terangkat karena perbedaan tinggi mereka yang cukup jauh.

Hae In mengecup pipi Oppanya sayang dan sedikit lama ia menempelkan bibirnya di pipi empuk Oppanya itu. dari kecil mereka memang sudah Sibling Complex,jadi hal itu sudah wajar mereka lakukan.

“Hyung,bagaimana laporan…” ucapan lelaki itu terhenti seketika ketika melihat pemandangan di hadapannya. Kyuhyun sedikit salah tingkah saat melihat adegan tersebut.

“ah,Kyuhyun-a? Kau disini?” ucap Leeteuk salah tingkah tanpa melepaskan pelukannya dari adiknya. Hae In menoleh ke arah Kyuhyun. Kyuhyun sedikit terhuyung kaget ketika melihat bahwa Hae In ada di hadapannya,tapi yang lebih membuatnya terkejut adalah bahwa Hae In lah yang mencium mesra Leeteuk. Segala kemungkinan buruk berkelebat di otak Kyuhyun,pikiran bahwa Hae In adalah kekasih Leeteuk.

“ah,kalian belum pernah bertemu ya? Kyuhyun-a kenalkan ini Park Hae In. adikku yang pernah kuceritakan waktu itu” Kyuhyun menghela napas lega,ia merasa hatinya sangat lega dan senang. Ternyata gadis itu hanya adiknya,jadi ia tak perlu merencanakan perebutan gadis dari Hyungnya tersebut.

“Park Hae In imnida” gadis itu mengulurkan tangannya sambil menatap Kyuhyun lekat-lekat.

“Cho Kyuhyun..imnida”

Kyuhyun menyambut uluran tangan tersebut lalu menggenggamnya perlahan. ada reaksi aneh saat mereka bersentuhan,seperti dialiri listrik ratusan juta volt ke sekujur tubuh mereka. Lalu dengan gerakan cepat Hae In menarik tangannya karena tiba-tiba ia merasa gugup.

Hae In terus menatap Kyuhyun lekat-lekat. Ada perasaan membuncah di dalam dirinya. Perasaan rindu dan bahagia yang tidak bisa dijelaskan,seperti menemukan bagian dirinya yang telah lama hilang. Rasanya ingin menghambur ke pelukan lelaki yang berdiri dihadapannya dan tak pernah melepaskannya lagi. Hae In merasa ingin memiliki lelaki itu bagaimanapun caranya. Dan Kyuhyun pun berpikiran yang sama persis seperti Hae In.

Leeteuk merasakan Atmosfir yang berbeda,ia merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata saat melihat adiknya dan Kyuhyun saling berpandangan satu sama lain. Bahkan Leeteuk tidak merasa terancam bila adik kesayangannya direbut oleh Kyuhyun.

Hae In mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun walaupun tidak rela,lalu ia menatap Oppanya yang sedang mengamati mereka.

“Oppa,Kajja? Aku ingin kembali tidur” Leeteuk terkekeh lalu mengelus kepala adiknya sayang.

“kau tidak berubah sama sekali,dasar tukang tidur”

*****

Mata Hae In mengerjap-kerjap kagum melihat interior Officetell atau biasa disebut apartemen yang begitu luas dan mewah. Ia belum pernah menemukan Apartemen sebesar ini dengan 4 kamar di dalamnya.

“mulai sekarang kita akan tinggal bertiga” Leeteuk menaruh koper tersebut dibawah.

“bertiga? Memangnya siapa satu lagi?”

“Kyuhyun,Apartemen ini kami beli secara patungan. Kau tidak keberatan kan?”

Hae In menggeleng, “aku tidak keberatan” ucapnya senang.

Rasanya Hae In ingin meloncat bahagia saat ia mendengar akan tinggal bersama Kyuhyun. entahlah,tak ada alasan yang jelas kenapa ia bisa sesenang ini. yang jelas Hae In telah jatuh hati pada pandangan pertama oleh pesona Kyuhyun.

“kamarmu disebelah kamar Kyuhyun,yang itu” tunjuk Leeteuk. “kau bisa membereskan barangmu sendiri kan? Aku harus segera kembali ke perusahaan” Hae In mengangguk lalu membuat tanda O.K dengan jarinya.

“Oppa hwaiting~” ucap Hae In sebelum Leeteuk menghilang dibalik pintu.

Hae In menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamarnya lalu menatap ke arah pintu kamar Kyuhyun. “jadi kamar dia disebelahku,eh?” ucapnya senang. Hae In mengurungkan niatnya untuk mengintip ke dalam kamar lelaki tersebut,tapi rasanya tidak sopan sekali baru bertemu sekali sudah memasuki daerah privasi seseorang. Hae In segera membuka pintu kamarnya lalu menyeret kopernya masuk.

Cat dinding berwarna putih bersih menyambut pandangannya,ada pintu geser kaca yang tertutup gorden putih tipis yang terhubung dengan balkon dan langsung menghadap ke Kota Seoul. Kasur Single bed berseprai putih dengan corak polkadot berwarna-warni,meja belajar kayu berwarna putih,dan 7 rak persegi panjang yang menempel di dinding dengan warna pelangi,dan lemari baju yang tertanam di dinding benar benar cantik.

Hae In menatap sengit tumpukan kardus berukuran jumbo di sudut ruangan. Gadis itu mendengus lalu melangkah ke arah tumpukan kardus itu dengan malas,ia harus membereskan semua ini sendirian. Ia merutuki dirinya yang teralu banyak membeli pernak pernik saat di jepang dan tidak ada satupun yang ingin ia tinggalkan disana. Hae In menurunkan kardus yang ada di paling atas dengan susah payah lalu membukanya. Kardus yang pertama berisi buku komik koleksinya,pantas berat sekali. Hae In segera menyusunnya ke rak buku yang cukup besar di samping meja belajar dengan rapih perjudul dan nomor serialnya,untungnya rak itu masih menyisakan sedikit ruangan untuk buku yang lainnya karena koleksi komiknya bisa dibilang cukup banyak.

Ia membuka kardus kedua yang berisi Action Figure dan nendoroid koleksinya,Hae In adalah seorang Otaku. Orang yang maniak tentang Game,Anime,Komik dan apapun yang berhubungan dengan hal tersebut. Ia menyusun semua Action Figure itu di rak persegi panjang yang menempel di diniding,Hae In menghela napas lega karena ketujuh rak tersebut mampu menampung semua koleksinya.

Sudah 3 jam berlalu dan akhirnya semua barangnya sudah tersusun dengan rapih di kamarnya. Kamar yang tadi sangat kosong sekarang terisi dengan pernak-pernik warna-warni milik Hae In,sekarang kamar itu tampak hidup dan lebih berwarna. Bahkan Hae In mengganti gorden untuk Pintu geser kaca dengan gorden berwarna kuning bergambar kepala rilakkuma dan teman-temannya yang sangat imut. Lalu Hae In mengganti seprai,sarung guling dan selimutnya dengan miliknya sendiri yang bergambar Rilakkuma,sedangkan bantalnya berubah menjadi bentuk kepala Rilakkuma yang sangat besar dan tentu saja itu miliknya sendiri.

Hae In keluar dari apartemen tersebut dengan susah payah,ia membawa beberapa lipatan kardus yang ia jepit dengan tangannya di sebelah kanan,sedangkan tangan kirinya membawa plastik besar berisi seprei,gorden,sarung batal-guling dan selimut yang akan ia bawa ke laundry karena itu sangat berdebu dan apek.

Ia sempat diperhatikan oleh beberapa orang di Lift,tapi ia berusaha cuek dan tidak peduli. Toh hal yang dilakukannya wajar dan tidak mengganggu orang lain. Ia sempat bertanya ke penjaga pintu letak tempat sampah daur ulang di gedung ini lalu segera menuju ke belakang gedung untuk membuang kardus-kardus tersebut.

Hae In menghela napas lega lalu menyeka rambut yang menempel di lehernya. Gadis itu mulai berjalan lagi menuju ke arah laundry yang katanya tidak jauh dari areal apartemen tersebut. Sambil berjalan santai ia melihat kesekelilingnya,apartemen yang sekarang ditempatinya berada di daerah elit dan tidak jauh dari jalan raya. Ada beberapa minimarket dan juga Cafe kecil yang ada di sisi-sisi jalan,kalau berjalan kaki sekitar 10 menit akan sampai ke jalan raya.

“ososeyo” sambut pegawai laundry itu ramah. Tanpa banyak membuang waktu Hae In segera memberikan cuciannya dan mengisi form jenis apa yang di cuci.

“ini bisa di ambil sore nanti,kalau sudah selesai akan kami telepon”

“ne,kamsahamnida” jawab Hae In ramah lalu keluar dari tempat Laundry tersebut.

Hae In menghela napas lega,setelah bekerja keras seperti ini tidak ada salahnya ia mampir ke Cafe yang ada di dekat apartemennya.

Langkah Hae In terhenti di depan pintu Cafe saat melihat Kyuhyun yang sedang sibuk dengan ponsel berjalan ke arahnya.

“Kyuhyun-a?” sapa Hae In ragu. Otomatis Kyuhyun mendongakan kepalanya lalu sedikit terkejut melihat Hae Inlah yang menyapanya.

“baru jam 12 siang,kau sudah pulang?”

“aku mau mengambil berkas yang ketinggalan,kau sendiri? sudah selesai membereskan barang-barangmu?” Hae In mengangguk sambil tersenyum tipis,Kyuhyun sedikit kecewa karena alasan sebenarnya untuk pulang adalah ingin membantu Hae In merapihkan barangnya,dan dia mengutuk adanya rapat koordinasi yang sangat penting untuk konser perusahaannya nanti.

“kalau begitu..aku duluan” ucap Hae In dengan berat hati lalu melangkah memasuki Cafe yang sudah ada di depan matanya meninggalkan Kyuhyun sendirian yang masih menggerutu dalam hati.

*****

“sial..” gerutu Kyuhyun sambil berjalan mondar-mandir di dalam apartemennya. Gara-gara rapat koordinasi itu rencananya mendekati Hae In gagal bahkan sebelum ia memulainya.

Kyuhyun meremas kemeja di bagian dadanya,rasanya sangat berdebar-debar ketika memikirkan gadis itu. ia ingat betul perasaannya ketika pertama kali melihat Hae In. rasanya ia ingin menarik paksa gadis itu kepelukannya lalu menciumnya saat itu juga. Berkali-kali Kyuhyun masih memikirkan hal tersebut,karena gadis itu sudah tidak terasa asing baginya.

Kyuhyun melirik ke sekitarnya lalu mengambil sekotak CD aransemennya asal lalu segera kembali ke luar. Padahal CD tersebut baru ditaruhnya tadi malam,tapi kalau ia tak membawa sesuatu rasanya akan mencurigakan.

Kyuhyun melirik Cafe yang dikunjungi Hae In,ia menimbang-nimbang bagusnya masuk atau tidak,Dia menghela napas lalu kembali berjalan.

*****

Hae In sedikit terkejut karena tiba-tiba kursi yang ada di depannya ditarik oleh seseorang.

“K-Kyuhyun-a..” Kyuhyun tersenyum miring lalu mengelus tengkuknya salah tingkah. “aku lapar,orang sibuk sepertiku butuh makan siang” ucapnya aneh. Hae In mengerjap-ngerjap tak percaya,lalu sedetik kemudian ia segera kembali memfokuskan pada bukunya lagi.

Sesekali gadis itu mencuri pandang ke arah Kyuhyun yang sedang memesan makanan. Ternyata kalau dilihat dengan jarak dekat seperti ini dia lebih tampan,batinnya. Hae In buru-buru kembali menatap bukunya ketika Kyuhyun sudah memesan makanan. Hanya menatap tapi tidak dibaca,karena pikirannya sudah kacau ketika Kyuhyun datang. Ia sama sekali tidak bisa konsentrasi karena ingin terus-terusan memandang lelaki di hadapannya.

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya lalu membuka folder-folder gambar secara asal. Sesekali ia melirik ke arah gadis itu lalu kembali menatap ponselnya,sebenarnya ia ingin sekali menyingkirkan buku itu agar Hae In tdak terus menunduk dan menatap lurus ke arahnya. Bahkan gadis itu terlihat lebih mangaggumkan lagi saat dilihat dari jarak sedekat ini,apa dia benar benar manusia?,pikir Kyuhyun. akhirnya Kyuhyun menyerah,ia memasukan ponselnya ke saku lalu menarik buku yang di baca Hae In ke arahnya lalu menutupnya dan ditaruh di sudut meja.

“M-Mwoya..” gumam Hae In heran.

“aku bosan tidak ada teman bicara” ucap Kyuhyun dingin,padahal ia mati-matian menahan senyumnya saat gadis itu menatap tepat ke matanya. Hae In memasang tampang kesal tapi hatinya sangat bahagia,bahkan sempat bertatapan langsung dengan Kyuhyun.

“bicara saja dengan teman perusahaanmu,aku sibuk” Hae In memajukan tubuhnya lalu berusaha menggapai buku yang ada di sudut meja Kyuhyun. tapi lelaki itu segera mengambil buku tersebut lalu menaruh di pangkuannya dan memasang senyum sinis penuh kemenangan. Hae In meniup poninya lalu kembali duduk dan melipat tangannya kesal.

“kau cantik kalau sedang kesal”

“gombalan mu sudah basi”

“tapi pipimu memerah”

Hae In langsung memegang pipi dengan kedua tangannya,pipinya memang terasa panas. Sialan,batin Hae In. lelaki di hadapannya ini begitu mempesona dan membuat detak jantungnya kacau,tapi lelaki itu juga sangat menyebalkan bahkan Hae In ingin menendang wajahnya saat dia menjahilinya seperti ini.

Tak lama kemudian makanan yang di pesan Kyuhyun datang,Fetuccini Carbonara dan segelas Jus Strawberry segar.

“kenapa aku dapat makanan juga?” Hae In menatap Kyuhyun heran.

“ini sudah jam makan siang,tapi yang ada di meja ini hanya ada buku dan secangkir kopi yang sudah habis. Aku tidak mau kau sakit,jadi makanlah dan jangan banyak protes” mulut Hae In sedikit menganga ketika mendengar penjelasan dari Kyuhyun. ‘tidak mau kau sakit’?,mendengar Kyuhyun mengucapkan hal tersebut membuat jantungnya ingin melompat dan merusakan tulang rusuknya.

“ne,Kamsahamnidaa~” ucap Hae In riang lalu buru-buru menggulung pasta tersebut hingga menggumpal penuh di garpunya lalu memasukan semuanya kedalam mulut hingga pipinya menggembung karena penuh dengan pasta. Kyuhyun tersenyum miring,ternyata gadis ini memang beda. Biasanya ia selalu makan dengan perempuan yang menggunakan Table manner dan anggun,tapi Kyuhyun tau perempuan itu hanya berpura-pura di hadapannya. Tapi gadis ini beda,dia apa adanya dan tidak menyembunyikan apapun dari tatapannya. Bahkan saat makan pun ia makan dengan sangat lahap dan penuh nikmat.

“mmm,umaaaiiii~ (enak)” gumam Hae In dengan mulut penuh sambil mengepalkan kedua tangannya dan menggerak-gerakannya gemas. Lalu ia segera menggulung lagi pastanya bahkan sebelum yang ada di mulutnya habis.

“kau makan bisa anggun sedikit tidak sih?” tanya Kyuhyun dengan nada bercanda. Hae In menggidikan bahunya.

“kalau makan itu tidak usah pakai Table manner” ucapannya terhenti karena ia menelan makanannya dulu. “bukannya menikmati makanan itu lebih baik dengan cara apa adanya saja? Itu menandakan bahwa kita bersyukur,hehe” sambungnya lalu memasukan lagi pasta ke dalam mulutnya.

Kyuhyun tersenyum lebar,bahakan pemikiran gadis itu jauh dari kata licik.

“kenapa kau tersenyum hah?”

“kau cantik”

MWORAGO?!”

*****

“lagi lagi kau tersenyum aneh seperti itu” gerutu Leeteuk saat melihat Kyuhyun menandatangani dokumen dengan penuh senyuman bahagia. Selesai menandatangani ia menaruh pulpennya lalu membalikan kursinya menghadap ke jendela besar di belakangnya seperti biasa. Leeteuk hanya menggeleng-geleng pasrah lalu kembali membereskan pekerjaannya yang lain.

Wajah gadis itu memenuhi pikirannya,ekspresinya saat tersenyum,saat sedang kesal,semua terekam jelas dengan baik di otaknya. Bahkan suaranya yang bening masih terus terngiang-ngiang di telinganya. Diumurnya yang ke 24 Kyuhyun merasakan cinta,walaupun Kyuhyun sudah berkali-kali memiliki pacar tapi perasaannya tak pernah sampai seperti ini,mungkin yang dulu hanya sebatas suka,tidak lebih dari itu. tidak ada perasaan ingin mempertahankan gadisnya yang dulu,tidak pernah wajah pacarnya yang dulu sampai memenuhi pikirannya seperti Hae In. dan Kyuhyun bertekad untuk memiliki Hae In secepat mungkin.

“Kyuhyun-a,siap-siap untuk latihan vocal. Se Na sudah menunggu” sahut Leeteuk yang ntah kapan masuk ke ruangan Kyuhyun.

“N-Ne?” Leeteuk menghela napas karena konsentrasi Kyuhyun entah kemana.

“cepat keruang latihan,Se Na sudah menunggu” Leeteuk menarik bagian belakang kerah Kyuhyun lalu menyeretnya ke ruang rekaman secara paksa.

Leeteuk mendudukan Kyuhyun di kursi seperti anak kecil,sedangkan Kyuhyun hanya cemberut diperlakukan seperti itu oleh Leeteuk.

“Hyung tinggal dulu ya?” ucap Leeteuk dengan nada berbicara seperti kepada anak kecil.

“pergi kau! Huh,” Kyuhyun melipat tangannya di depan dada dan cemberut persis anak kecil,hal tersebut membuat Leeteuk tertawa terbahak-bahak.

“Kyuhyun-ssi..” sahut Se Na yang duduk di sebelahnya.,Gadis itu tersenyum manja ke arah Kyuhyun,tapi Kyuhyun tidak menanggapi dan dia hanya mengecek kertas lirik dan musik yang akan di nyanyikan oleh Se Na.

“nyanyikan dengan benar,jangan sampai ada nada yang melenceng. Dan jangan membuatku marah lagi” Kyuhyun menyodorkan kertas itu ke arah Se Na dengan tatapan dingin. “walaupun hanya latihan tapi aku tidak akan berbelas kasihan. Mulai” ucap Kyuhyun datar lalu menekan tombol merah untuk memulai musik. Alunan musik pop ballad mengalun dari speaker,Kyuhyun memasang Headphonenya lalu mengecek kertas berisi not balok itu dengan sesama sambil mendengar Se Na mulai bernyanyi. Dahi lelaki itu mengerenyit dan matanya menyipit dengan tatapan kesal. kenapa bisa-bisanya orang seperti ini bisa lolos masuk audisi perusahaannya,mungkin di audisi berikutnya ia harus ikut turun tangan dalam audisi,pikir Kyuhyun.

Kyuhyun menaruh kertas itu di atas meja lalu melepas Headphonenya dan beranjak keluar dari ruangan itu tanpa berkata apapun,padahal tidak sampai 10 menit dia ada di ruangan itu. Se Na yang sedang asik bernyanyi tidak menyadari Kyuhyun sudah keluar dari ruangan tersebut,karena ia fokus melihat kertas lirik.

“Kyuhyun-a,kau mau kemana?” tanya Leeteuk yang kebetulan lewat.

“pulang,aku ingin tidur”

“tapi kau belum sampai sepuluh menit di dalam!” teriak Leeteuk kepada Kyuhyun yang mulai menjauh tanpa menghiraukan kata-katanya.

“persetan denga Lee Se Na..”

*****

“oh,kau sudah pulang?” sapa Hae In setelah menengok sekilas siapa yang masuk ke rumah. Tanpa menghiraukan Kyuhyun yang sibuk mondar-mandir di belakangnya ia meneruskan kegiatan memasaknya.

“kau masak apa?” Kyuhyun berdiri tepat di belakang Hae In dan dalam sekejap tubuh gadis itu menegang. Suara lelaki itu terlalu indah,apalagi di dengar dalam jarak sedekat ini. ia merasa punggungnya menghangat karena tubuh lelaki itu hanya berjarak beberapa senti dari tubuhnya,wangi pinus yang menenangkan menguar dari tubuh Kyuhun. Wangi yang sangat familiar dan membuat nyaman.

“t-teokkbeoki..” jawab Hae In pelan,suaranya tercekat di tenggorokan. Menarik napas saja susah,menurutnya lelaki ini terlalu berbahaya untuk kelangsungan hidupnya.

Kyuhyun menghela napas pelan,ia tidak beranjak dari posisinya sedikitpun. Tidak berniat untuk menjauh dari gadis itu sedetikpun.

Kyuhyun menggerakan tangannya pelan,ia ingin sekali merengkuh pinggang ramping gadis itu dan memeluknya erat-erat. Membuang jarak yang tersisia antara dirinya dan gadis itu. tapi gerakan tangannya berhenti di udara saat gadis itu sedikit bergeser untuk mengambil bumbu.

“aish,kau ini sedang apa sih? Kalau mau membantu jangan diam saja” celetuk gadis itu kesal lalu membalikan badan ke arah Kyuhyun. tapi apa yang dilakukannya nyaris membuat ia mati terkena serangan jantung. Lelaki itu tepat berada di hadapnnya,memandangnya dengan tatapan dalam yang tidak dapat dibaca.

Tatapan gadis itu terkunci rapat-rapat,seolah lelaki itulah yang memiliki kunci yang bisa membuka dan mengunci tatapnnya kapan saja ia mau. Mata kecoklatan beningnya terhisap oleh pesona mata kelam lelaki itu,begitu menawan dan susah untuk ditolak. Perlahan tangan lelaki itu bergerak menyentuh tubuh gadis itu. tangannya terasa bergetar saat menyentuh pinggang gadis itu,dengan gerakan sangat lambat ia menarik tubuh gadis itu merapat ke tubuhnya. Godaan untuk memeluk gadis itu terlalu kuat,ia ingin sekali memeluk tubuh mungil ini dari saat pertama kali ia melihatnya. Gadis itu hanya diam,ia tak bisa memberi penolakan karena dirinya pun ingin sekali merengkuh tubuh lelaki itu erat-erat.

Perlahan Hae In menaruh tangannya di punggung Kyuhyun,membalas pelukan lelaki tersebut sedikit ragu. Kehangatan menyelimuti tubuhnya,aroma pinus tercium lebih intens di hidungnya. Wangi yang menenangkan dan entah mengapa terasa sangat familiar dan seperti candu dari puluhan tahun lalu. Candu yang susah untuk dihentikan,lebih berbahaya dari zat adiktif manapun.

Kyuhyun memeluk gadis itu lebih erat,menipiskan jarak yang ada di antara mereka. Wangi manis dari gadis itu menyambut hidungnya,wangi yang selalu ia rindukan selama ini walaupun belum pernah menciumnya. Tubuh mungil gadis itu begitu pas dalam pelukannya,membuat ia begitu nyaman memeluk gadis itu.

“Hae In-a…nan neomu bogoshipeosoyo..”

“na do..Kyuu..”

‘Kyuu’ ?? panggilan manja yang begitu familiar di telinga lelaki tersebut,begitu menggelitik dan membuat ia ingin menggigit gadis di dekapannya sekarang.

Hae In melirik ke arah panci yang berisi kuah teokbokki sudah mulai mendidih dan hampir keluar dari panci. Dengan berat hati ia melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Kyuhyun perlahan.

“kuah teokbokkinya hampir keluar dari panci”

Kyuhyun menghela napas pelan,seketika kehangatan dari tubuh gadis itu menghilang begitu saja. Meninggalkan ruang kosong di pelukan tubuhnya,ingin sekali rasanya secepat mungkin ia mengikat gadis itu sebelum ia berpaling ke orang lain.

“sudah matang,ayo makan?”

*****

“hhmmm..” gumam Kyuhyun pelan sambil mengunyah makanannya. Suasananya terasa canggung sekali,apalagi barusan ia melakukan hal yang mungkin membuat gadis itu terkejut. tentu saja gadis itu terkejut,baru hari pertama ia sudah melakukan tindakan yang tidak sopan dengan orang yang baru berkenalan. Sedangkan Hae In hanya terus menunduk menatap piringnya tanpa berkata-kata sedikitpun. Menyembunyikan wajahnya yang memerah seperti udang rebus.

“yak” Kyuhyun memecah kesunyian itu karena tidak tahan dengan Atmosfir yang sangat canggung.

“n-ne?” pekik Hae In sedikit terkejut karena suara Kyuhyun. lagi-lagi mata mereka beradu pandang,Kyuhyun melihat semburat merah muda di pipi gadis itu. ternyata gadis itu hanya malu.

“ambilkan aku soda,aku haus” Hae In memandang Kyuhyun sedikit kesal,seenaknya saja menyuruh dia.

“kenapa kau hanya melotot hah? Ppali!”

“shireo!”

Kyuhyun mendengus pelan lalu menyambar soda milik gadis itu tanpa izin,lalu meneguknya hingga habis tak bersisa. Wangi Lipgloss Cherry tertinggal di bibir kaleng,wangi bibir gadis itu.

“Yak!” bentak Hae In kesal sambil membanting sumpitnya ke meja.

“manis dan wangi..” gumam Kyuhyun.

“mwo??”

“bibirmu,manis dan wangi Cherry. Boleh kucium?”

Seketika tubuh Hae In sedikit tersentak hingga kursi itu sedikit berdecit terdorong kebelakang. Otak dan perasaannya sedang berkelumit dalam dirinya. Perasaannya ingin segera berteriak mengatakan ‘iya’ tapi otaknya menolak keras mengatakan hal tersebut. Dan sekarang gadis itu hanya bisa terdiam dan sibuk berperang dalam dirinya sendiri.

Kyuhyun terkekeh geli sambil menutupi mulutnya dengan tangan.

“tak perlu seserius itu,aku hanya bercanda”

“candaanmu tidak lucu!”

 *****

Hae In tidak bisa menggerutu sepanjang jalan. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun yang membuatnya menggerutu kesal karena kemauannya yang semena-mena. Gadis itu mempercepat langkahnya menuju perusahaan lelaki sadis itu dan kakaknya. Ia merutuki nasibnya yang memiliki kaki kurang panjang,walaupun sudah berjalan secepat mungkin tetap saja masih terasa lambat.

“sialan,sialan,sialan,sialan..” gerutu Hae In sambil terus melangkah. Ia meremas kuat-kuat ponselnya ang berada di dalam saku jaketnya karena kesal. kalau saja dia punya kekuatan lebih mungkin ponsel itu sudah retak ditangannya.

Hae In memasuki Lobby perusahaan,wangi lemon segar dari pengharum ruangan menyapa hidungnya. Bisa dibilang cukup sepi untuk sebuah perusahaan,mungkin pegawai di perusahaan ini tidak sebanyak perusahaan lain.

Ternyata Interior Lobby ini begitu menarik,dengan kaca besar yang langsung berhadapan dengan jalanan ruangan jadi terlihat cerah dan luas. Banyak lukisan minimalis tentang berbau tentang musik dan lampu dinding yang berbentuk not balok warna-warni. Lebih terlihat seperti toko musik daripada sebuah perusahaan.

Hae In menoleh kebelakang karena ia mendengar suara langkah kaki yang sangat berisik. Seorang gadis tinggi berkacamata hitam besar dengan mantel bulu yang sangat modis berjalan ke arah yang sama dengannya. Dia memakai sepatu Stilleto yang membuat langkah kakinya berisik di Lobby yang cukup sepi ini. gadis modis itu berjalan mendahului Hae In dan segera masuk ke lift. Karena Hae In terlalu sibuk mengomentari sepatu berisik milik gadis menor itu ia jadi tertinggal lift dan harus menunggu lagi.

“oppa!” celetuk gadis itu saat pintu Lift terbuka.

“oh,Hae In-a? Sedang apa kau disini?” tanya Leeteuk saat gadis itu memasuki Lift. Gadis itu mendengus pelan lalu menjelaskan alasannya kenapa ia ke kantor ini.

“orang itu menyuruhku kesini,”

“orang itu? Kyuhyun?” Hae In mengangguk sambil memasang tampang kesal. tapi Leeteuk malah tersenyum geli mendengar hal tersebut dari adiknya,ternyata lelaki itu sudah mulai bergerak.

Lift itu berdenting dan pintu terbuka,mereka berjalan bersamaan menuju ruangan Kyuhyun. tapi terdengar suara ribut dari arah ruangan Kyuhyun,seperti orang sedang marah-marah. Leeteuk dan Hae In saling berpandangan lalu buru-buru ke arah ruangan Kyuhyun,mereka membuka sedikit pintu ruangan itu lalu mengintip dari celah pintu.

“jadi maksudmu lagu ini tidak jadi dinyanyikan olehku?!” teriak seseorang yang sosoknya tak terlihat karena posisinya berada di belakang pintu,yang terlihat hanya Kyuhyun yang sedang duduk dengan tampang angkuhnya di kursi.

Kyuhyun mengangguk dengan tenang. “kupikir lagu sebagus ini akan sia-sia jika dinyanyikan olehmu”

“Mwo?!” pekik orang itu kesal.

“aku akan mendebutkan seseorang,dan dia akan membawakan lagu ini” Kyuhyun mengambil kertas dokumen diatas mejanya lalu menunjukannya kepada orang itu.

“cantik bukan? Namanya Park Hae In..”

Seketika tubuh Hae In lemas sehingga ia melepaskan tangannya dari pegangan pintu dan pintu itu terbuka lebar bersamaan dengan tubuhnya yang terjatuh dengan posisi yang sedikit menyakitkan karena tertimpa oleh Leeteuk diatasnya yang bobotnya lebih berat dari tubuh mungilnya.

“oppa!!” teriak Hae In kesal,Leteuk buru-buru berdiri dan membantu adiknya berdiri. Kyuhyun menahan tawanya dengan susah payah. Hae In bisa melihat siapa yang berbicara dengan Kyuhyun,wanita menor dengan sepatu hak yang berisik yang ia lihat di Lobby. Wanita itu menatapnya dengan pandangan angkuh dan tidak suka,ia memandangi Hae In mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan yang meremehkan.

“ini Park Hae In,dia yang akan debut dengan lagu ini” ujar Kyuhyun sambil mengangkat kertas lirik dengan senyuman miring diwajahnya.

“M-Mworagoo?? Aku? Debut jadi penyanyi?!” teriak Hae In sambil menunjuk dirinya. Kyuhyun mengangguk dengan tenang lalu berdiri menghampiri Hae In.

“nona Park Hae In,mulai hari ini kau resmi menjadi artis di bawah manajemenku. Selamat bergabung”

TBC

Author’s Note

annyeooong~~ wah lama banget ya aku ngepost chapter 8 ini *sujud ke readers

mian yah aku ngepostnya lama,GA ADA IDE BANGET!! semuanya mentok-tok-tok = =”

terus kemaren2 aku juga sibuk ngurus2 pendaftaran kuliah dan sibuk bolak-balik ngurusin game XDD

dan sekarang saya sudah jadi mahasiswi~ yaaaay! walopun ga masuk ke univ yang diinginkan tapi seengganya dapet jurusan yang diinginkan deh 😀

mian yah kalo chapter 8 ini JELEK BANGET CERITANYAAA *nangis guling2* saking gada idenya aku ngetiknya jadi ngelantur sana-sini,terlalu banyak basa-basi dan tidak seru T^T

yah pokonya ditunggu komen dan pendapatnya,semoga kalian suka~ adios! XD

Iklan

44 thoughts on “my blood belong to you,my vampire chap.8 [REBORN]

  1. kyaaa kyaaa kyaaa aku nungguin part ini mpe lumutan dan akhirnya publish juga hahahah 😀

    ngebayangin kyuhyun senyum2 sendiri, jadi ikutan senyum2 gaje deh kkkkk dan kyknya melihat dari judulnya yg gg di ganti, apa mungkin kyuhyun akn jd vampire lagi? kuharap iya hehehe.

    ditunggu next chaptnya, jangan lama2 ya thor!!!!!!

  2. uwaaaaaaaaaaaaaaaa aku udah nungguin ff ini dah hasilnya daebak gak salah deh nungguin ff ini hehehe
    duhh umin oppa hatinya itu loh ckckck nangis aja susuah banget berhentinya
    apaan tu udah tau suara gak bagus eh malah ngotot nona Lee itu

  3. waaah,,,keren loh ceritanya… sebenarnya aku baru baca part ini sih,cz aku baru tau ternyata FF ini ada (?)….
    ntar aku baca part sebelumnya deh…..
    baru jd mahasiswi yahh???selamat yah,,, kalo aku lgi persiapan skripsi,,,berarti aku bisa manggil kamu dongsaeng kan????hehehehe

  4. Thor~lanjut dong part 9 nya…..
    Udah gkk sabar nih tapi thor leeteuk and kang sora nya di banyakin ya….
    Tolongya author paling kece deh…….

  5. Uaaaaa they meet again, uiii neommuuu geregetean (?) Ngarang lalalala~ wkwk.. Ish gila kesini” makin geregetttt errrrr aiiirrrrr arrrrr (?) Wkwk ditunggu next part ya 😉

  6. Penyanyiiii?? Mereka bekerja dibidang musik? Wow! Mengejutkan. Pasalnya dulu kyu bener2 protek hae in bahkan ketika hae in jd model pengganti, kyu udh ngamuk2. Skrg kyu malah ngepublish hae in buat jd penyanyi? Hahaha… Akhirnya mereka bs bertemu lg. Kukira part 8 nya lom ada krn di librarynya gk ada. Eh ternyata udh rilis.
    Ini jd makin menarik dan aku suka semuanya…
    Gumawo.. Part 9 nya jgn lama2 yah #ditimpuk author
    :D:D:D

  7. Waaaaaa DAEBAK EONNIII >_< telat bgt yaaah? Bru nemu nih ff 2 thn kmudian hahaha. Suka bgt sama jalan ceritanya, unik dan beda dari yang lain ^^

  8. Wkwkwkkwkwkwk ketceeeeee dehh ff nya,, ak sempet kawatir wkt mrk udh g jd vampir,, ak kira bakal membosankan,, tp iniii g kalah kerenn sm cerita wkt mrk jd vampir,,, wkwkwkwk aigooo lucu bangettt,,, kyaaaaa ak udh penasaran sm lanjutanyaaa,,, ak tunggu ya author,,, jgn lama” ya

  9. Ceritana bener-bener keren.. ternyata hae in jadi adiknya leeteuk to tinggal sora sama leeteuk aja yg blm ketemu.. trus para vampire itu gimana apa bakal ketemu lagi yaa kumpul bareng lagi trus ingetannya balik lagi gitu??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s