my blood belong to you,my vampire chap.7

mbbtymv

Title : my blood belong to you,my vampire

Author : park nara

Cast :

  • Kyuhyun
  • Park hae in
  • Other cast
tolong jangan Copy-Paste tulisan saya tanpa izin



#7

“Kyu..lakukanlah. ubah aku,minum seteguk darahku dan dahagamu akan terobati” Hae In mengelus ujung mata bagian luar lelaki itu dengan ibu jarinya. Kyuhyun terdiam menatap mata jernih yang sedang menatapnya juga,mencari keraguan di mata gadis itu,tapi nihil. Tak ada keraguan di mata jernih itu.

“kau..yakin?” Hae In mengangguk sambil tersenyum. “aku yakin Kyu..” Kyuhyun kembali memposisikan tubuhnya di atas tubuh gadis itu,mengelus leher putih yang menampakan urat urat kebiruan yang berdenyut dan mengeluarkan wangi yang tidak bisa dijelaskan. Dalam sejarah hidupnya,baru pertama kali ia mencium wangi darah senikmat dan semenggoda ini. sebelumnya Kyuhyun tak pernah menemukan wangi darah seperti ini,kebanyakan hanya berbau anyir dan terkadang seperti susu basi.

“ingatkan aku,sepuluh hitungan. Setelah hitungan ke sepuluh,bagaimanapun caranya jauhkan tubuhku..arraseo?” Hae In mengangguk mengerti. Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke leher gadis itu. matanya kian menggelap begitu leher itu hanya berjarak 5 senti dari bibirnya,wangi Wine membius tubuhnya,membius seluruh sarafnya,sampai ia tak bisa berpikiran jernih untuk saat itu. Hae In mengelus pelan rambut lelaki itu dengan penuh sayang,dia tersenyum tipis. Akhirnya apa yang diimpikannya terwujud,hidup bersama dengan Kyu selamanya.

Kyuhyun menjilat leher putih bebercak kemerahan yang di buatnya,membuat Hae In sedikit terkejut dan refleks meremas rambut tebal coklat itu pelan. Kyuhyun membuka mulutnya perlahan,mencoba menancapkan taring tajam itu ke leher Hae In. Sebelum ia menancapkan taringnnya,ujung matanya menangkap bayangan wajah Hae In. Hae In tersenyum tipis dan matanya memancarkan kebahagiaan,mau tak mau Kyuhyun ikut tersenyum lega.

Ujung taring itu sudah menyentuh permukaan leher Hae In,Hae In sedikit tersentak karena taring itu terasa sangat dingin dan tajam. Kyuhyun menggigit leher putih itu perlahan tanpa meninggalkan rasa sakit sedikitpun. Hae In yang sebelumnya takut, tak merasakan apa apa selain rasa dingin di lehernya. Cairan merah itu mulai memasuki kerongkongan lelaki itu,seketika ia merasakan kepuasan yang teramat sangat. Rasa panas seolah terbakar di kerongkongannya bagai disiram oleh air lautan atlantik yang sangat dingin,darah itu mengaliri semua bagian tubuhnya yang merasa kekeringan,menghidupkan kembali saraf saraf yang sudah lama mati,menghangatkan tubuhnya seperti vodka,memasok kembali sumsum di tiap ruas tulangnya,menimbulkan kenikmatan sekaligus kelegaan yang bahkan tidak bisa dijelaskan oleh dirinya sendiri.

Hae In merasakan dingin yang teramat sangat di lehernya,ia merasa bukan hanya darahnya saja yang tersedot,tapi seolah Kyuhyun juga menghisap sebagian jiwanya. Sudah lima hitungan,dan Kyuhyun mencengkram tubuh polosnya makin kuat. Sedikit yakin akan ada bekas cengkraman di lengan atasnya dan tidak akan hilang dalam hitungan satu hari. “kkkh…” erang Hae In. tiba tiba ia merasakan dingin yang luar biasa di seluruh arteri dan vena nya. Sensasi yang aneh karena seluruh tubuhnya panas hingga ia berkeringat,sedangkan ia bisa merasakan dengan jelas pembuluh darahnya di seluruh tubuhnya dingin bagai tetesan embun yang membeku di musim dingin. “s-sepuluh..” ucap gadis itu seraya mendorong tubuh Kyuhyun dengan seluruh tenaga yang bisa ia kumpulkan. Kyuhyun yang merasakan dadanya terdorong akhirnya tersadar dan segera melepas gigitannya. Napasnya terengah engah,ia menyapu sisa darah di sudut bibirnya dengan lidah,tidak mau melewatkan setetes cairan memabukan dari gadis itu.

“aa-aargh..” erang Hae In pelan. Mata indahnya membelalak lebar,tubuhnya mengejang dan bergetar tak terkendali,mulutnya terbuka tapi tak ada suara yang keluar dari sana. Kyuhyun hanya diam memandangi seraya mengatur kembali napasnya,karena dia tahu DNA yang dia salurkan sedang bereaksi. Hae In mengerang kesakitan lalu menarik narik seprai itu kuat kuat,Kyuhyun mendekati tubuh itu perlahan lalu meraih kedua tangan Hae In dan menggenggamnya erat.

“sabarlah sedikit lagi,ini tidak akan berlangsung lama..” ucapnya khawatir. “Kkkkh..Kyu,Kyu..” rintihnya,perlahan lahan genggaman Hae In di tangan lelaki itu mengendur,tubuhnya sudah tidak menegang dan bergetar. Hanya saja napasnya masih belum teratur. “gwenchana?” Hae In mengangguk pelan lalu tersenyum. “gomawo Kyu..” ucapnya senang,Kyuhyun mengecup dahi gadis itu lembut. “tidurlah,mungkin besok saat kau bangun kau akan merasa sangat kehausan” Kyuhyun merebahkan tubuhnya di sebelah Hae In lalu menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka sebatas bahu. “kau tidak menyesal kan?” Hae In menggeleng. “ani..aku tidak menyesal sama sekali” jawabnya dengan suara parau. “dengan begini tidak ada pemisah diantara kita bernama kematian Kyu..”

*****

Sinar matahari yang menembus kaca berukuran cukup besar itu membuatnya terbangun,Hae In sedikit mengerang karena sinar matahari yang langsung menembaknya seperti sinar laser. Hae In bangun lalu duduk di pinggiran kasurnya. Kepalanya masih sedikit pusing dan dia merasa sangat kehausan. Dahaga yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia menoleh kebelakang tempat Kyuhyun tertidur,tapi lelaki itu sudah tidak ada di tempatnya. Hae In menghela napas lalu beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya.

Gadis itu sedikit bingung melihat pantulan dirinya di cermin wastafel. “aneh,tidak ada yang berubah” gumamnya seraya menyentuh wajahnya dengan tangan. Ia menggidikan bahunya tak peduli lalu menyalakan keran dan membasuh wajahnya,air segar itu membasahi seluruh kulit wajahnya yang putih pucat. Hae In tak sadar bahwa kulitnya berubah menjadi lebih pucat daripada sebelumnya.

“hmm,sedikit lebih baik” dia mengambil handuk lembut di dekat wastafel lalu menyapu permukaan wajahnya dengan handuk dan beranjak keluar. “Kyu eodiya?” sahutnya saat berada di lorong yang seluruhnya terbuat dari kaca berbentuk cekung seperti akuarium raksasa di seaworld,hanya saja tidak ada ikan yang lalu lalang di atas dan sisi-sisinya. Hanya hamparan langit biru,gumpalan awan putih,pohon kelapa,pasir putih dan hamparan laut yang terlihat. Sejenak ia berhenti menikmati pemandangan pagi yang begitu indah di pulau pribadi milik keluarga Kyuhyun. tiba tiba ia mengendus sesuatu,wangi pinus. Hae In melihat kesekeliling dan keluar,tidak ada pohon pinus disekitar sini,malah mungkin mustahil,karena ini pantai bukan daerah pegunungan tempat pohon pinus hidup.

Karena penasaran ia mengikuti wangi itu,Hae In melewati lorong itu dan berlanjut ke ruang tengah tapi tetap tak ada pohon pinus disitu,atau mungkin pajangan pohon pinus yang diberi aromanya. Ia tetap melangkah mengikuti wangi itu,dan semakin lama wangi itu semakin pekat dan yakin itu tak jauh dari dirinya. “wangi itu berasal dari..” Hae In melirik pintu kaca yang menghubungkan ke arah balkon yang langsung menghadap ke laut. Dan disitulah ia menemukan sumber dari wangi itu,Kyuhyun.

Kyuhyun merasakan denyutan ringan di pelipisnya,ada seseorang yang datang. Ia membalikan tubuhnya dan melihat Hae In sedang menggeser pintu kaca itu dan berjalan ke arahnya. “kau sudah bangun?” Hae In mengangguk lalu menghambur ke pelukan lelaki itu. “ternyata wangi pinus itu dari sini..” gumamnya di dalam pelukan Kyuhyun. “kau bisa mencium Blood Scent ku sekarang?” tanya Kyuhyun senang. “oh,jadi itu wangi aroma darahmu?” Kyuhyun mengangguk. “selama ini aku mencium wangi pinus hanya menguar dari aroma tubuhmu,ternyata aroma darahmu juga wangi pinus” ucapnya susah payah karena merasa tenggorokannya begitu kering dan panas.

‘kau pasti merasa haus yang teramat sangat’ Hae In memandangi sekitarnya,merasa bingung karena tiba tiba ia mendengar seseorang berbicara kepadanya. ‘ini aku Hae In,kau bisa membaca pikiranku?’

Sontak Hae In menoleh ke arah lelaki itu lalu mengangguk dengan tatapan tak percaya.

‘aku bisa membaca pikiranmu,ini menakjubkan’ Kyuhyun terkekeh pelan lalu mengelus pipi yang pucat itu perlahan. “hanya perasaanku saja atau memang kulitmu tak sepucat dulu? Sekarang kulitmu sedikit merona walaupun masih sedikit pucat,seperti terisi oleh darah” Hae In memperhatikan wajah Kyuhyun. “dahagaku sudah terobati untuk seratus tahun kedepan,dan tubuhku terisi oleh darahmu” Hae In tersenyum senang. “tapi lihat,sekarang dirimu yang berubah menjadi sangat pucat Hae In-a. Kau butuh darahku” Hae In menelan liurnya,bahkan sekarang itu terasa seperti menelan duri.

“b-begitukah?” tanyanya gugup,Hae In berpikir mungkin inilah yang dirasakan Kyuhyun selama ini. menelan apapun tak berasa,bahkan terasa sakit seperti duri,dan bahkan sekarang ia bisa melihat pembuluh darah yang berdenyut pelan di leher kokoh lelaki itu. tenggorokannya yang kering serasa terbakar meminta dipadamkan,perutnya mulai bergejolak meminta diisi oleh sesuatu. Aroma darah lelaki itu membiusnya,apalagi dalam jarak sedekat ini,benar benar menyiksanya. Membuatnya merasa hampir gila karena terbius oleh wangi darah itu.

“minumlah,aku tahu kau merasa tersiksa” Kyuhyun melepas kemeja biru Navy-nya lalu menyampirkan kemeja tersebut di bahu kirinya. “kkkh..” Hae In mengerang pelan karena wangi darah Kyuhyun semakin menyerang seluruh sarafnya yang minta dihidupkan kembali. Kyuhyun tertegun oleh gadis dihadapannya. Biasanya ia dan Hyung-nya di saat seperti ini,matanya akan berubah menjadi gelap dan pekat,seperti monster yang menakutkan. Tapi tidak dengan Hae In,matanya berubah menjadi warna madu,terang dan lembut,mata yang mengunci pandangan dan menghipnotis siapa saja yang melihatnya.

Hae In melingkarkan lengannya di leher kokoh Kyuhyun lalu mendekatkan wajahnya perlahan ke leher Kyuhyun. ujung taring itu menyentuh permukaan kulit leher Kyuhyun,tanpa tergesa gesa Hae In menancapkan taringnya perlahan ke dalam leher itu. cairan merah itu merembes memasuki mulutnya lalu melewati kerongkongannya dan memadamkan api yang membakar hebat di sana,perlahan darah itu turun memasuki lambungnya dan mengisi penuh perut itu,rasanya ia akan kenyang dalam waktu lama. Hae In membuka matanya perlahan lalu melepas gigitannya perlahan,”sepuluh..” gumamnya lalu tersenyum. Hae In menatap bekas luka gigitan di leher Kyuhyun,dua titik yang menganga cukup lebar itu masih sedikit mengeluarkan darah segar.

curare..” gumam gadis itu seraya menatap luka itu dengan mata berwarna madunya. Perlahan luka itu menutup dan menghilang tanpa bekas. Kyuhyun hanya terbengong menatap Hae In tak percaya,sedangkan Hae In sendiri juga terlihat bingung apa yang barusan ia katakan.“a-apa yang barusan aku katakan? A-a-aku hanya menatap luka itu dan berpikir ingin menyembuhkannya,ta-tapi tiba t-tiba a-aku..aku aku mengatakan itu dan..” ucapnya gelagapan karena bingung dan tak percaya.

Kyuhyun hanya tersenyum senang lalu menarik gadis itu ke pelukannya “kau hebat istriku..” bisiknya pelan lalu menyelipkan rambut nakal yang tertiup angin ke belakang telinganya. “bagaimana? Sudah merasa lebih baik?” Hae In mengangguk. “aku sudah tidak merasa kehausan itu lagi..” Kyuhyun mengelus rambutnya pelan. “dan itu akan berlangsung selama seratus tahun kedepan”

*****

Kedua belas vampire itu saling berpandangan satu sama lain,mereka merasa ada seseorang akan datang dalam waktu beberapa menit kedepan. “apa kalian berpikiran yang sama denganku?” tanya Leeteuk. Kesebelas adiknya mengangguk bersamaan. “aku merasa dia cukup kuat..tapi aku tidak bisa mengetahui dia siapa. Terasa..asing” timpal Siwon.  Leeteuk mengangguk,dan menghela napas penuh kecemasan.

“dia mendekat..Hyung” ucap Heechul pelan. serentak mereka berdiri dan menatap siaga pintu besar berwarna putih itu,mereka tak tahu yang datang Vampire sekutu atau musuh. Mereka tak bisa mengetahuinya karena merasa aura itu sangat asing,tidak pernah merasakan aura itu sebelumnya.

Terdengar suara langkah kaki mendekat,mereka makin siaga dan siap siap menyerang bila orang itu berniat menyerang mereka. Kenop pintu itu sudah tedorong kebawah,dan pintu putih besar itu mulai terbuka perlahan. dan..

“Hyung? Kalian sedang apa?” Kyuhyun hanya menatap bingung para Hyungnya sambil menenteng kotak kue yang cukup besar. Kedua belas orang itu menghelas napas lega lalu kembali duduk. “kami pikir siapa..” ucap Sungmin lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa. “Tapi dia ada disini Hyung..aura asing itu belum hilang” timpal Siwon. “Kyu,kau pulang dengan siapa? Mana Hae In?” tanya Leeteuk lalu celingak celinguk melihat ke arah belakang tubuh Kyuhun.

“haish,Kyu! Kenapa kau tidak membantuku hah!” omel Hae In sembari membawa 2 koper besar dan beberapa kantong belanjaan di tangannya. Serentak semuanya mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu. “kau kan bisa memakai kekuatan Vampiremu Hae In-a” jawab Kyuhyun enteng lalu menaruh kotak kue itu di atas meja makan. Hae In yang masih kesal melempar koper itu dengan mudahnya ke arah Kyuhyun. “yak! Park Hae In!” teriak Kyu sembari mengelus kepalanya yang terkena benturan.

“Jadi..itu Hae In?” Kyuhyun dan Hae In menoleh ke arah Leeteuk. “apanya?” tanya mereka berdua serentak. “Hae In-a,jangan bilang kau sudah..” Leeteuk mendekat ke arah Hae In,lalu memeluknya. “ya,Hyung!” protes Kyuhyun lalu segera menarik tubuh Hae In dari pelukan Hyungnya. “jangan sentuh sentuh istriku!” omelnya kesal lalu memeluk tubuhnya dari belakang.

Leeteuk terdiam,mencerna jalan pikirnya sendiri. tak ada reaksi,tak ada gejolak,tapi aura dari Hae In lebih kuat dari biasanya,ia bisa mencium aroma darah Hae In tapi tidak tergiur sama sekali,itu artinya.. “kau sudah jadi Vampire?”  Hae In mengangguk dengan wajah tanpa beban lalu menyunggingkan senyum bahagianya.“MWOO??!!” teriak semuanya serentak seraya menatap Hae In tak percaya. Hae In dan Kyuhyun hanya saling berpandangan lalu memasang tampang tanpa dosa andalan mereka.

 “aigoo,lihat yang baru pulang bulan madu selama 2 minggu. Kalian hanya membawakan ini hah?” protes Heechul lalu menunjuk Cheesecake berukuran besar yang dibawa oleh Kyuhyun. “dan..ini?” tanya Kibum tak percaya lalu mengangkat celana dalam pria dengan corak bunga Hibiscus. “aah~ itu sedang ngetren di Hawaii,kemarin aku sempat mampir kesana. Kupikir kalian perlu sedikit variasi untuk pakaian dalam,masing masing dapat 2 buah. Bagaimana? Adik kalian baik sekali bukan?” Kibum melempar celana dalam itu ke wajah Kyuhyun. “baik kepalamu..” cibirnya kesal.

“ah,bagaimana? Apa kalian akan memberi kami keponakan? Hae In sudah hamil? Hmm?” tanya Leeteuk tanpa jeda. “aku tidak yakin itu akan berhasil..” ucap Kyuhyun lalu mengelus elus dagunya. “wae? Kalian pasti melakukannya setiap hari kan? Iya kan?” tanya Eunhyuk semangat. Kyuhyun menggeleng pasrah “aku hanya melakukannya satu kali Hyung..dia tidak mengizinkan aku menyentuhnya lagi..” ucap Kyuhyun dengan nada kecewa. “bagaimana malam pertamamu Kyu? Ceritakan pada kami!” usul Eunhyuk semangat disambut tatapan penasaran dari semua Hyungnya. Hae In yang sedang memotong kue hanya terkekeh di belakang mereka,punya pendengaran Vampire menyenangkan juga,pikirnya.

“hey kalian,berhentilah membicarakan yang tidak perlu. Mau makan kue tidak?”

*****

“oppa,kau tidak mau kue? Aku sudah memotongnya dalam bagian besar,khusus untukmu!”

“oppa,Leeteuk oppa?” Hae In menggoyang goyangkan tangannya kedepan wajah Leeteuk,tapi lelaki itu tidak merespon dan tetap dalam khayalannya sendiri. “oppa!” teriak Hae In tidak sabar. “a-ah,ye?” respon Leeteuk,Hae In menunjukan tampang sedikit kesal lalu menyodorkan sepiring kue dalam potongan yang cukup besar. “ini,yang lain sudah makan sampai 2 potong tapi kau belum menyentuhnya sama sekali,Jadi sengaja kuberi potongan besar” Leeteuk mengambil piring itu dari tangan Hae In lalu menatap potongan kue itu sejenak sambil tersenyum miris.

“oppa,gwenchana? Ada yang mengganggumu?” Leeteuk menggeleng pelan sambil tetap menatap piring berisi kue dipangkuannya. Hae In duduk di sebelah Leeteuk lalu menatap ke arah wajahnya,begitupun Leeteuk yang membalas menatap tepat ke manik mata gadis itu. Seketika mata coklat jernih itu berubah menjadi warna madu yang terang dan cantik,pandangan Leeteuk terkunci disana,dia tak bisa mengalihkan pandangannya seperti di hipnotis.

“oppa,kau tidak mau kue? Aku sudah memotongnya dalam bagian besar,khusus untukmu!” ucap perempuan berambut coklat sebahu itu senang lalu menghampiri Leeteuk dan menyodorkan sepiring kue dalam potongan besar. Melihat Leeteuk yang tidak merespon,gadis itu memanyunkan bibirnya lalu duduk di sebelahnya. “oppa!” panggil gadis itu cukup keras dan akhirnya membuat Leeteuk tersadar dari lamunannya. “a-ah,ye So Ra-ya?” tanpa meminta izin gadis itu memasukan sesuap kue kedalam mulut Leeteuk dengan sedikit memaksa.

“oppa sudah tidak tidur beberapa hari ini,makanpun tidak,kau jangan terlalu memikirkan aku oppa..aku pasti baik baik saja” ucap gadis itu lalu menyuapi Lelaki itu lagi. Leeteuk hanya termanggu menatap gadis dihadapannya yang memucat,daging di tubuhnya mulai menipis,tapi masih tetap cantik dengan senyum mengembang di bibirnya. leeteuk mengelus ujung mata luar gadis itu dengan ibu jarinya perlahan,menatap manik mata coklat tua itu dalam dalam. “aku ingin sekali melihat pancaran violet dari matamu lagi..So Ra-ya” ucapnya pelan.

“aku ingin kau menatapku dengan warna violet dimatamu,menyembuhkan aku dengan hanya menatapmu..” gadis itu menatapnya sayu dengan perasaan bersalah. “mianhae oppa..aku tidak bisa melakukannya lagi..” balas gadis itu lirih. “mianhae..ini salahku,salahku mengubahmu menjadi mahluk sepertiku. Seharusnya kau tetap menjadi manusia dan tidak tersiksa seperti ini” So Ra hanya terdiam menatap mata indah di depannya yang mulai berkaca kaca.

“bukan salahmu oppa,ini kemauanku. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan oppa,tapi kalau Tuhan sudah menakdirkan aku seperti ini..aku tidak bisa menolaknya” ucap Gadis itu lalu mengalihkan pandangannya menatap sepiring kue dipangkuannya. “mungkin waktuku sebentar lagi..tapi aku akan kembali sepuluh tahun lagi. Dan aku berharap kita akan bertemu,dan semoga oppa..mau mengubahku lagi seperti ini” lanjut gadis itu lalu melempar senyum ke arah lelaki yang sudah terisak di depannya.

 “dan semoga dikesempatan selanjutnya..aku tidak akan berakhir seperti ini lagi”

Air sebesar biji jagung itu meleleh dari sudut mata kedua orang yang saling bertatapan itu. “m-mianhae o-oppa..aku tidak bermaksud-“ Leeteuk menggeleng pelan. “gwenchana..aku tahu kau belum terlalu bisa mengontrol kekuatanmu” Hae In menyapu air yang meleleh ke pipinya lalu menatap ke arah Kyuhyun yang sedang asik bergurau dengan yang lainnya.

“aku berharap kau tidak seperti So Ra,Hae In-a” ucap Leeteuk pelan. “cukup aku saja yang merasakan perasaan bersalah sebesar ini..”lanjutnya. “oppa,kenapa kau tidak berusaha mengejarnya?” Leeteuk menatap gadis itu sekilas lalu kembali membuang pandangannya dengan senyum pahit di bibirnya. “mengejarnya? aku juga ingin..tapi aku takut bertemu dengannya dengan keadaan kami yang tidak saling mengenal..” balasnya parau.

“alasan apa itu? takut bertemu dalam keadaan tidak saling mengenal? Jangan jadi pengecut oppa!” ujarnya sedikit emosi. “oppa mau saat So Ra sudah terlahir kembali dia hanya menunggumu disana? Takdir jodoh itu sudah pasti oppa,dan takdir jodohnya adalah kau! Jangan terus berendam dalam kesalahanmu,sudah saatnya mengeringkan rasa bersalahmu dan perbaiki semuanya” Leeteuk terdiam,kata kata gadis itu persis seperti yang dikatakan Kyuhyun sebelumnya.

“jangan membuat seorang wanita menunggu oppa,wanita butuh kepastian dari seorang laki laki,dan jangan jadi lelaki pengecut yang terus terusan menyalahkan diri..aku tahu kau bisa oppa” Leeteuk menghela napas lalu menelungkupkan wajahnya di kedua telapak tangannya,mencerna semua perkataan Hae In dan Kyuhyun yang berputar putar di otaknya.

“mungkin kau benar..aku terlalu di bayang bayangi oleh ketakutan. Padahal aku tidak tahu kedepannya akan seperti apa”

“walaupun tidak saling mengenal,pasti suatu saat kita akan bertemu pada waktunya. Walaupun  tidak bisa bertemu..bukankah menyenangkan hidup di dunia yang sama dengan orang yang kita cintai? Oppa..”

*****

 Sudah hampir atu tahun semenjak Hae In berubah menjadi vampire,tapi ia masih merasa bingung dengan kekuatan apa yang dimilikinya. Mungkin terletak di mata dan pikirannya,apa yang ia ingin dia lakukan bisa terlaksana hanya dengan menatapnya. Seperti menyembuhkan luka bekas gigitannya di leher Kyuhyun,dan pernah tidak sengaja menguak luka dari Leeteuk karena dia penasaran apa yang membuat Leeteuk murung. Tapi ia menganggap itu tidak terlalu penting,yang penting sekarang adalah dia dan Kyuhyun bisa bersama selamanya.

“kau tersenyum kenapa heh? Memikirkan hal yang aneh aneh ya?” Kyuhyun menyentil pelan dahi Hae In dengan jarinya. “anieyo,hehe” Hae In mengelus pelan dahinya yang disentil oleh Kyuhyun. “So Ra-ssi itu..orang yang bagaimana?” Kyuhyun sedikit terkejut dengan pertanyaan Hae in. “kau..tahu So Ra?” Hae In mengangguk pelan lalu memindahkan posisinya menghadap Kyuhyun yang sedang duduk di sebelahnya.

“aku..tidak sengaja menguak masa lalu Leeteuk oppa..” Kyuhyun menghela napas lalu memandang ke arah Tv di depannya dengan tatapan menerawang.

“So Ra  itu..orang yang sangat baik,lembut dan perhatian pada kami,teruma Leeteuk Hyung. Sama sepertimu,So Ra diubah oleh Hyung saat hari pertama menikah,tapi sayangnya So Ra hanya dapat bertahan selama 1 tahun karena DNA nya tak cocok,pada bulan ketujuh dia sudah mulai sakit sakitan. Tentu saja Hyung sangat sedih dan sempat depresi beberapa bulan setelah kepergian So Ra,sejak saat itu kami berusaha tidak pernah membicarakan atau melakukan apapun yang bisa mengingatkannya pada So Ra. Aku merasa senang sekali saat Hyung  menatap mata violet So Ra yang cantik,Hyung seperti men-charge kembali tenaganya. Sama seperti saat aku menatap warna matamu yang berubah jadi madu..tenagaku kembali terisi seketika” Hae In tersenyum tipis dihiasi dengan semburat merah dipipinya.

“kalau misalnya DNA ku tidak cocok bagaimana? Jika aku..mengalami apa yang terjadi pada So Ra bagaimana?” Kyuhyun menatap gadis itu sekilas lalu kembali menatap Tv di depannya. “aku akan menyusulmu segera setelah kau menghilang,aku tidak akan membuatmu menunggu di kehidupan selanjutnya. Aku,Kau, tidak mungkin bisa hidup kalau salah satu dari kita tidak ada bukan?”

Leeteuk yang tak sengaja mendengar percakapan mereka dari dapur hanya dapat menatap lantai marmer itu kosong. Perkataan Kyuhyun dan Hae In terus berputar diotaknya tanpa berhenti,sekali lagi ia menanyakan keinginannya pada dirinya sendiri.

“apa kau hanya ingin menatapnya dari jauh tanpa bisa menggapainya? Tidak,Park Jung Soo”

“apa kau ingin dia terus menunggumu tetapi kau tidak beranjak sejengkalpun untuk menemuinya? Tidak,Park Jung Soo”

“apa ketakutanmu akan mengalahkan keberanian dan rasa cintamu sendiri? Tidak,Tidak Park Jung Soo”

“aku harus menggapainya..sesegera mungkin” ucap lelaki itu pada dirinya sendiri lalu bergegas kembali ke kamarnya dan mengunci pintu itu rapat rapat.

“hey kau tahu” tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangan dari Tv. “hmm?” balas Hae In singkat tanpa mengalihkan pandangan yang sama dengan apa yang sedang ditatap Kyuhyun. “aku ingin segera punya anak” bisik lelaki itu tepat di telinga Hae In. Hae In menatap Kyuhyun tak percaya lalu menjitak kepala lelaki itu sedikit keras. “Mworago? Shireo!” Kyuhyun mengelus kepalanya lalu memanyunkan bibirnya. “Waee~? Aku ingin ingin punya anak! Tidak mau tau!” sungut Kyuhyun kesal sambil menunjuk Hae In kesal. “Shireo! aku tidak mau!” balas Hae In lalu memukul tangan lelaki yang sedang menunjuk ke arahnya. “seorang istri harus menuruti kata suami Hae In-a” Kyuhyun bangkit berdiri lalu berkacak pinggang menatap kesal istrinya. Hae In yang tak mau kalah ikut berdiri lalu berkacak pinggang  dan mendongakan kepalanya ke atas memandang angkuh suaminya. “kalau begitu cari saja istri lain yang mau menuruti kata katamu!” sungutnya emosi. Kyuhyun menggeleng lalu membalas tatapan angkuh istrinya.

“aku hanya butuh satu istri,dan itu kau Hae In-a” Hae In hanya diam terpaku,bingung harus bagaimana membalas perkataan suaminya. Sebenarnya ia ingin sekali memiliki anak dengan Kyuhyun,tapi ada satu alasan yang membuat ia membuang pikiran itu jauh jauh. “katakan alasan itu padaku..” sahut Kyuhyun. Hae In menggigit bibir bawahnya gelisah,dia lupa kalau Kyuhyun bisa membaca pikirannya. “tidak akan kukatakan sekarang Kyu..tapi suatu saat pasti aku akan mengatakannya padamu”

Kyuhyun menatap istrinya dalam dalam,tak ingin memperpanjang perdebatan ia hanya menyudahinya sampai disitu. “baiklah..tapi pastikan kau mengatakannya padaku”

*****

Hae In membuka matanya saat cahaya matahari menembus dari jendela dan menyinari wajahnya. Dia mengucek matanya lalu menguap pelan dan membalikan tubuhnya kesamping berusaha menghindari cahaya matahari yang mengganggu tidurnya. Bukannya memejamkan mata,Hae In terpaku menatap Kyuhyun yang belum bangun dari tidurnya. Menatap wajah tampan itu dari samping.

Hae In melirik tubuhnya yang ditutupi piyama kotak kotak tak terkancing yang dipakai Kyuhyun semalam,gadis itu mendesah pelan. ternyata memang selemah itu dirinya terhadap pesona Cho Kyuhyun.

Hae In menghirup aroma pinus yang menempel di piyama itu lalu bangkit berdiri. “kau mau kemana?” Hae In mengurungkan niatnya untuk melangkah lebih jauh setelah mendengar suara serak lelaki itu. “ke kamar mandi,wae?” jawab Hae In sambil membalikan tubuhnya. Kyuhyun menggeleng pelan lalu kembali menggulug tubuhnya dengan selimut.

*****

“aaahh~ mashita!” desah Hae In setelah meneguk segelas susu melon dingin kesukaannya. “gayamu seperti habis meminum soju saja” komentar Kyuhyun. Hae In mengidikan bahunya tak peduli lalu kembali meneguk cairan susu berwarna hijau muda itu dengan wajah bahagia. Kyuhyun menyendokan steak daging sapi itu kemulutnya,mulutnya bergerak pelan saat mengunyah dan pipinya yang menggembung bergerak naik turun membuat Hae In tekekeh geli.

“tidak salah? Memakan Steak untuk sarapan?” tanya Leeteuk lalu mengigit sandwich tunanya dengan gigitan besar. “entahlah,menyusahkanku saja” gerutu Hae In.“makanan apapun tak masalah untuku,walaupun waktunya tidak tepat” mata Hae In berkilat geli menatap Kyuhyun. “makanan apapun tak masalah untukmu? Benarkah?” Kyuhyun mengangguk sambil menggumam karena mulutnya penuh oleh daging dan kentang goreng. “kalau begitu,nanti siang aku akan membuatkan makanan dengan banyak sayuran untukmu” sontak Kyuhyun menatap Hae In dengan pandangan memelas. “S-sayur? Shireo!” bantahnya lalu menggebrak pisau dan garpunya ke meja. Hae In hanya menyeringai sinis lalu menyuapkan sandwich Tuna ke mulutnya dengan satu gigitan besar.

Deg!

Tiba tiba Hae In merasa jantungnya ditekan dengan sangat kuat ,sampai sampai ia terbatuk dengan hebat. “Hae In-a gwenchana? Makannya pelan pelan saja” Kyuhyun menyodorkan segelas air putih lalu mengelus elus punggung gadis itu pelan. “ah..ye,gwenchana” Hae In menaruh gelas kosong itu di meja lalu mengatur napasnya yang memburu. Seketika pelipisnya berdenyut denyut pelan,lalu merasa ada aura yang berat,sepertinya menuju kesini. “apa..akan ada seseorang yang datang?” tanya Hae In. Leeteuk dan Kyuhyun saling berpandangan. “sepertinya begitu. apa kau merasakan ada denyutan pelan di pelipismu?” Hae In mengangguk. Gadis itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan,hanya ada dia,Kyuhyun dan Leeteuk di ruangan itu. sedangkan yang lainnya sibuk dengan urusannya masing masing.

“ada apa? Kau terlihat gusar”

“ntahlah,auranya seperti mengancamku”

BRAAAK!!

Tiba tiba pintu putih itu terbuka lebar dan munculah seorang wanita dengan gaun berwarna salem dengan tampang yang sangat tidak bersahabat. Hae In tersentak hingga kursinya sedikit terdorong kebelakang. Wanita itu..tentu saja ia tahu wanita itu,wanita cantik yang selalu mengganggunya dalam mimpi.

“Theresia Fyodorvona..” gumama Kyuhyun geram. Leeteuk bangkit dari duduknya lalu mendekat ke arah wanita itu. “mau apa kau kesini?” tanya lelaki itu ketus. Wanita itu mendengus remeh lalu menatap balik Leeteuk. “tentu saja untuk bertemu kekasihku,Cho Kyuhyun” jawabnya enteng. Leeteuk mendengus geli,”kekasihmu? Lucu sekali Theresia-ssi”

Badan Hae In bergetar,bukan bergetar karna takut,tapi karena emosi yang memuncak,rasanya ia ingin sekali menghancurkan wanita itu jadi serpihan debu tak berguna dan menghanyutkannya ke laut. Theresia menatap kebalik tubuh Leeteuk dan mendapati Kyuhyun yang sedang bersandar di meja sambil melipat tangannya di depan dada. “Kyuhyunie!” panggil wanita itu senang lalu menghampiri Kyuhyun dan mencoba memeluknya.

“jangan sentuh aku,Theresia” ujar Kyuhyun dingin. Theresia menghentikan langkahnya tepat di depan tubuh Kyuhyun dan menyunggingkan senyum manis. “wae,Kyuhyunie? Kau tidak rindu padaku?”

“aku tidak pernah rindu padamu,memikirkanmu sedetikpun tidak” Theresia menahan amarahnya dengan menyunggingkan senyum palsu kepada Kyuhyun. ujung mata wanita itu menangkap sesosok perempuan yang selalu ia ancam dalam mimpi.

“jadi,apa yang membawamu kesini..nona Theresia Fyodorvona?” tanya Leeteuk dingin. “yang membawaku kesini? Aku ingin menghabisi perempuan jalang yang berani beraninya merebut Kyuhyun dariku” ucapnya sinis seraya melempar tatapan benci kepada Hae In yang menatapnya serupa. “perempuan jalang,huh?” komentar Hae In lalu melangkah dan berdiri di sebelah Kyuhyun. bahkan wanita keturuna Rusia itu masih lebih pendek dibandingnya.

“yakin kalau aku perempuan jalang? Bukannya kau yang seperti itu nona? Menerorku dalam mimpi dan mecium suami orang lain? Kau hanya bisa bergerak dalam pikiran alam bawah sadar nona,kasihan sekali” ucap Hae In lalu menatap remeh wanita yang sedang meremas pinggir gaunnya geram.

“aku akan benar benar menghancurkanmu menjadi serpihan kaca hari ini!” sungut wanita itu geram. “oh ya? kalau begitu aku akan menghancurkanmu menjadi serpihan debu tak berguna hari ini” balas Hae In dingin. Leeteuk menepuk dahinya,dia lupa kalau Hae In sama dengan Kyuhyun. tidak takut pada orang lain dan sama sama berlidah tajam.

“kalau aku bisa mengalahkanmu,serahkan Kyuhyun padaku!” Hae In mendengus geli. “Shireo. kau pikir Kyuhyun itu barang yang bisa dioper seenaknya? Dan kupastikan kau tidak bisa menyentuh aku,maupun Kyuhyun setitikpun” Kyuhyun tertegun mendengar kata kata berani keluar dari bibir mungil istrinya. Dia hampir lupa kalau Hae In itu serupa dengan dirinya,hanya berbeda jenis kelamin.

“DIAM KAU JALANG!!” Theresia bergerak cepat ke arah Hae In mencoba mencekiknya,Kyuhyun mencoba melindungi Hae In tapi yang terjadi adalah Hae In mendorong tubuh Kyuhyun menjauh hingga ia jatuh terduduk di lantai. Leeteuk segera menghampiri Kyuhyun dan membantunya berdiri.

Hae In menatap Theresia yang mendekat ke arahnya dengan senyum sinis,tak ada ketakutan apapun yang dirasakan gadis itu. Hae In melihat mata Theresia yang berkilat berwarna hijau menatap penuh amarah kepadanya. Selangkah lagi wanita itu bisa meraih tubuh Hae In,tapi wanita itu kalah cepat hingga Hae In menendang perut wanita itu hingga ia terbanting jauh sampai menabrak pintu dengan keras. Mata Hae In berubah menjadi warna madu dan mengeluarkan sorot penuh bahaya kepada Theresia. Tidak dipungkiri wanita itu sedikit merinding melihat mata bewarna madu indah dengan tatapan menekan mental.

“aku tidak pernah main main dengan apa yang aku katakan..nona Theresia” ucapnya dengan suara rendah yang makin menekan mental wanita itu. mau tak mau Theresia sedikit gentar menghadapi Hae In,ternyata lebih kuat daripada dugaannya. Sekali lagi wanita itu mencoba untuk melukai Hae In dengan mencakar wajah mulusnya,tapi Hae In menghindar dengan cepat dan berakhir dengan Theresia menabrak meja dan menjatuhkan beberapa peralatan makan diatasnya.

“aku hanya ingin memperingatkan sesuatu..” ucap Hae In sambil membelakangi Theresia yang sedang memegangi perutnya. “aku..bukan orang yang baik,kau tahu itu? apalagi menyangkut orang terpenting dalam hidupku,aku tidak akan pernah menjadi orang baik menyangkut hal itu” ucapnya dingin seraya sedikit menolehkan wajahnya menghadap ke kiri tempat Theresia berdiri. “hentikan bualanmu perempuan jalang!!” Theresia menarik rambut kecoklatan Hae In hingga gadis itu sedikit meringis dan terseret karena tarikan yang sangat kuat. “aku benar benar ingin menghabisimu! kalau kau bisa..kau boleh melenyapkanku. Tapi sayangnya itu mustahil..” ucap Theresia sembari menyeringai dan menatap tajam dengan mata hijauannya. Leeteuk memegangi Kyuhun yang segera ingin meloncat dan membantu Hae In,tapi Leeteuk terus terusan menahan tubuh lelaki itu dalam pegangannya.

“lepaskan aku Hyung!” Leeteuk menggeleng ,“biarkan mereka,aku tau Hae In tidak selemah itu”

“tapi Hyung!” Leeteuk menguatkan cengkraman di pergelangan lengan Kyuhyun. “kau harus percaya pada Hae In,Kyu”

Hae In mencengkram lengan Theresia yang sedang menarik rambut panjangnya dari sisi samping tubuh Hae In. dengan sekali sentakan tubuh Theresia tertarik hingga berhadapan langsung dengan wajah gadis itu,dan mengakibatkan beberapa helai rambutnya rontok. “ups,mian. Aku tidak sengaja menarik beberapa helai rambutmu yang indah itu” ucap Theresia sinis. Hae In juga membalas dengan senyuman serupa lalu mendorong tubuh wanita itu hingga terduduk di sofa.

Theresia yang tidak terima menatap geram tepat ke arah mata gadis itu,tapi sayangnya apa yang dilakukannya untuk saat ini adalah kesalahan besar. Pandangan Theresia terkunci rapat rapat,untuk menoleh ke arah lain seinci pun rasanya akan sulit,badannya bergetar halus karena merasa ada tekanan yang sangat besar,mata Hijau daunnya terhisap oleh warna Madu terang yang cantik milik Hae In,selama eksistensinya ia belum pernah melihat warna secantik itu pada diri Vampire.

pain..” ujar Hae In pelan dengan nada rendah tanpa mengalihkan pandangannya dari wanita itu,seketika Theresia bergerak gelisah di sofa sambil meremas gaun Salemnya dan mengerang yang menampakan kesakitan luar biasa. Kyuhyun dan Leeteuk saling berpandangan heran,dan berbicara dengan saling melemparkan pikiran.

sore..” Theresia terbatuk batuk,merasakan pedih di sekujur organnya. Seperti luka menganga di tabur oleh cuka dan garam,bahkan hal tersebut belum mendekati seperempat pedih yang sekarang ia rasakan. “g-geuman..” rintih Theresia susah payah. Tubuhnya terjatuh ke lantai dengan posisi terlentang tetap menatap Hae In tak berdaya.

“sudah kubilang aku tidak pernah main main dengan kata kataku..nona Theresia” Hae In hanya menatap wanita yang sekarat di depannya dengan pandangan dingin. Tak ada belas kasihan yang tersirat dari sorot matanya yang seperti menguliti manusia hidup hidup.

“sudah cukup Hae In,tak usah diteruskan” Kyuhyun memegang kedua bahu gadis itu dari belakang dan menarik kepelukannya. Napas Hae In yang berderu terasa hangat di dada Kyuhyun,lelaki itu mengelus rambutnya pelan. “sudah..jangan dilanjutkan”

Hae In hanya terdiam,mengatur kembali napasnya yang berangsur stabil dan membalas pelukannya pelan. Theresia masih terengah engah terkapar dilantai mengerang kesakitan,Leeteuk menghampirinya lalu membantu sedikit menyembuhkan rasa sakit yang mencengkram seluruh tubuhnya,tapi sayangnya kurang berhasil.

Hae In mendongak kebelakang dan menatap Theresia sayu, “heal..” ucapnya pelan. seluruh rasa sakit dan perih di tubuh Theresia menghilang dengan cepat,bahkan luka gores yang mengeluarkan darah di tangannya sembuh seketika.

“kalau tidak ingin merasakan hal yang sama untuk kedua kalinya,silahkan pergi dari sini. Pergi dan jangan pernah mengganggu aku dan Kyuhyun lagi. Aku tidak menjamin keselamatanmu kalau kau menampakan diri di hadapanku lagi. Silahkan pergi” ucap Hae In dingin. Theresia menghela napas,berpikir sejenak. Ternyata keputusan dan perhitungannya salah,gadis itu memiliki kekuatan yang tidak bisa ia prediksi. Dan Theresia tidak tahu sebelumnya kalau Hae In sudah menjadi Vampire..

Dengan langkah berat Theresia berjalan ke arah pintu,merutuk dirinya sendiri yang bodoh dan terlalu keras kepala memaksakan kehendakanya. Padahal Kyuhyun sudah jelas jelas menolaknya dari awal,coba saja ia mendengar perkataan Kyuhyun dan tidak mengejarnya lagi. Mungkin rasanya tidak akan sehancur sekarang.

”aku..minta maaf” Theresia menghentikan langkahnya tepat saat memegang gagang pintu. “semoga bahagia” ucapnya tanpa menoleh dan menghilang dibalik pintu.

“Hae In-a!” pekik Kyuhyun terkejut karena tiba tiba tubuh mungil itu merosot ke lantai dan tak sadarkan diri.

*****

Hae In terdiam menatap Kyuhyun yang sedang tidur dengan pulasnya,menyentuh pelan ujung poni lelaki di hadapannya. “hey,Mister Cho..” bisiknya sambil memandang lekat wajah suaminya.

“aku juga ingin mengandung anakmu tahu? Tapi kupikir..itu tidak bisa terjadi” putusnya. “aku rasa..aku tidak punya banyak waktu dan tidak ingin meninggalkan kesedihan kepadamu” lanjutnya lalu menyentuh pipi tirus Kyuhyun dengan jarinya perlahan,merasakan tekstur halus pada kulit Kyuhyun yang pucat.

Tiba tiba reaksi itu muncul lagi,perih pada jantungnya dan seluruh darah yang mengalir di tubuhnya terasa seperti ribuan jarum yang mengalir menggores pembuluh darah tiap melewatinya. Hae In buru buru turun dan bergegas ke kamar mandi,terbatuk batuk hebat disana. Kerongkongannya terasa perih sekali. Tak lama kemudian Hae In merasa mual dan buru buru bergerak ke arah wastafel.

Asam,anyir,pahit,itulah yang dirasakan Hae In saat sesuatu keluar dari kerongkongannya. Sayangnya bukan asam lambung atau makanan yang ia muntahkan,tapi darah berwarna pekat,hampir menyerupai hitam. Hae In tidak terkejut,ini sudah ketiga kalinya ia memuntahkan hal semacam ini dan ia tahu nasibnya akan seperti Kang So Ra.

Buru buru Hae In mengalirkan air untuk membersihkan darah tersebut dari wastafel dan membasuh sekitar mulutnya,takutnya Kyuhyun terbangun dan mendengar saat ia terbatuk dan muntah tadi. Setelah selesai a kembali ke kamar dan bernapas lega,Kyuhyun masih pada posisinya.

Hae In naik ke atas ranjang dan membuatnya sedikit berdecit karena beban yang bertambah diatasnya,dengan perlahan ia memasukan tubuhnya ke dalam selimut dan bergelung disana kembali menatap Kyuhyun dengan perasaan bersalah.

Hae In yang hampir tertidur sempat tersontak kaget karena Kyuhyun sedikit menggumam,tapi ternyata dia hanya berpindah posisi memunggunginya. Hae In bergeser mendekati Kyuhyun dan memeluk punggung Kyuhyun dari belakang,menikmati nyamannya punggung kokoh lelakinya dan tertidur pulas di sana.

*****

Kyuhyun membalikan tubuhnya menghadap ke jendela,berniat untuk menghindari sebentar wajah jelita yang hampir tertidur itu. atau lebih tepatnya tak kuat untuk menahan air mata yang akan segera meluncur dari pelupuk matanya yang terpejam.

Dan pertahanannya runtuh seketika saat gadis itu memeluk tubuhnya hangat dari belakang,air mata yang sedari tadi ditahannya mengalir tak terkendali membasahi pipi dan bantalnya. Ia berusaha agar tidak terisak supaya gadis itu tidak terbangun dan mengetahui ia menangis.

Tentu saja ia mendengar semua,ia belum tertidur,ia hanya memejamkan matanya karena lelah dan tidak mengantuk sama sekali. Tapi gadis itu mengira dia sudah tidur dan membeberkan semuanya..alasan mengapa ia tidak ingin mengandung anaknya.

Ia tak akan pernah memaksa gadisnya untuk mengatakan alasan,karena kesiapan seseorang tidak bisa di paksa dan membutuhkan waktu. Ia yakin Hae In akan mengatakannya cepat atau lambat,secara terang terangan atau curi curi kesempatan seperti tadi. Betapa perih hatinya saat ia mendengar Hae In terbantuk dan muntah di kamar mandi,ia tahu Hae In memuntahkan apa. Bukan asam lambung atau makanan atau muntah karena hamil. Ia memuntahkan darah vampirenya,darah itu bereaksi keras terhadap tubuhnya dan memaksa keluar.

Kyuhyun menangis dalam diam. Tanpa isakan,tanpa suara,begitu hening dan sepi. Kyuhyun hanya menatap kosong bulan keperakan dari balik jendela,menanyakan bagaimana kehidupan selanjutnya jika gadis yang memeluk punggungnya menghilang?

Sedikit banyak ia bisa merasakan apa yang dirasakan kakak sulungnya,cemas,tak enak hati,ingin menangis setiap saat jika menatapnya,tak rela kehilangan semuanya bersatu dan bergumul dalam pikirannya.

Tapi ia yakin satu hal pada dirinya dan Hae In. mereka adalah takdir. Mungkin saja bisa terpisah dalam batas waktu yang tidak di tentukan,tapi tidak akan ada yang bisa mengelak ketentuan untuk mereka bersatu. Kalau takdir Hae In dikehidupan selanjutnya adalah pria lain,dia akan berusaha menarik paksa Hae In kedalam hidupnya,tidak peduli dengan apa yang akan dihadapainya.

Tapi kalau untuk perempuan itu,tidak ada kata sia sia untuk memperjuangkannya..

*****

Praaaang!!

Mangkok itu terlepas dari tangan Hae In dan membentur lantai dengan keras,memecahkan dan menghamburkan sup yang menjadi isi mangkok tersebut.

“Hae In-a,gwenchana?” Ryewook datang membawa serok kecil dan sarung tangan untuk memunguti serpihan kaca. “gwenchana oppa. berikan padaku,biar aku saja yang membereskannya” Hae In mengambil alih serok dari tangan Ryeowook tapi ditarik kembali oleh lelaki itu. “dweseo,biar aku saja. Lebih baik kau kembali ke ruang tengah dan istirahat,wajahmu pucat sekali. Urusan dapur hari ini diambil alih olehku,eo?!” ucap Ryeowook setengah memerintah.

“tapi oppa..” Ryeowook menggeleng gelengkan kepalanya dan menyerobot kalimat Hae In. “aku tidak terima protes” putusnya. Hae In menghela napas lalu menuruti apa yang diperintahkan oleh Ryeowook.

sepi,hanya ada sungmin yang sedang bermain gitar di ruangan itu. Hae In menghempaskan tubuhnya ke sofa dan menggeliat malas. Akhir akhir ini tubuhnya terasa lebih lemas daripada biasanya karena aksi protes DNA vampire dalam tubuhnya. “wajahmu pucat sekali,kau sakit?” tanya Sungmin sambil tetap menggenjereng gitarnya memainkan lagu yang tidak Hae In kenal.

“ani,hanya sedikit lemas saja. Bukannya memang kulitku berubah jadi pucat setelah jadi vampire?” celetuknya. Sungmin menggeleng “tidak,karena tubuhmu sudah terisi darah Kyuhyun. tentu saja warna kulitmu seperti biasa. Coba perhatikan Kyuhyun,kulitnya sudah tidak sepucat dulu kan?” Hae In terdiam sebentar lalu membenarkan penyataan Sungmin.

Bagaimana ia tidak berubah menjadi pucat,hampir setiap malam ia memuntahkan darah dari tubuhnya. Meminum kembali darah Kyuhyun pun akan percuma,tak ada dahaga yang harus dilampiaskan,memikirkan meminum darah untuk kedua kalinya malah membuatnya mual,mungkin insting manusianya lebih bekerja sekarang.

“aku ingin jalan jalan keluar sebentar”

*****

Suara ranting dan daun yang terinjak memecah keheningan di taman belakang rumah yang cukup luas tersebut,Hae In melangkahkan kakinya perlahan menikmati angin sepoi yang membelai kulit dan menggerakan rambutnya pelan. bagian bawah rok berendanya berkibar pelan ditiup angin nakal yang berusaha menyibakannya.

Sepi,tak ada suara disini. Auranya pun terasa hampa walaupun di tempat seluas ini,cocok untuk orang merenung,atau menunggu kematian sepertinya. Tapi taman indah ini tentu tempat yang terlalu indah untuk menunggu,apalagi kematian. Atau mungkin menjadi pilihan bagus karena bisa mati di tempat seindah ini.

Hae In merebahkan tubuhnya di atas rumput,bau segar dari rumput menyambut indra penciumannya. Rasa kesat dan menggelitik mendatangi kulit pucatnya. Sedikit banyak ia jadi teringat dimana adegan dari Film Saga kesukaannya,Twilight. Dimana saat Edward dan Bella berbaring di atas rumput dan saling berpandangan. Begitu tenang,sunyi,dan romantis. Apakah sekarang ia terlihat seperti Bella? Tapi bukankah Bella sudah melewati masa kritisnya dan berakhir dalam kebahagiaan dan keabadian bersama Edward dan anaknya?

Sayangnya hidup tidak seperti Film,bisa mengubah tokoh,dialog,peran,dan jalan cerita seenaknya dengan mengetik ulang atau mencoretnya. Semua diatur oleh Sutradara terbaik di seluruh jagat ini,Tuhan. Ialah yang menentukan semuanya,prolog,konflik,dan epilog seluruh cerita manusia. Bolehkah ia berharap agar Tuhan memberikan Skenario yang lebih baik untuknya? atau mungkin ini memang skenario yang terbaik?

Mungkin ia baru menjajaki konflik kehidupannya,dan pasti akan mendapatkan sebuah epilog yang entah Happy Ending atau Sad Ending.

Hae In menghela napas pelan lalu menatap hamparan warna biru tenang diatasnya dengan pandangan menerawang. Membayangkan kehidupannya yang baru nanti. Sedikit banyak ia juga khawatir dengan keadaannya yang tidak mengenal Kyuhyun. tapi ia meyakinkan dalam hatinya,semuanya baik baik saja. Kyuhyun tidak akan hilang,walaupun sudah melupakannya dalam ingatan,tapi hati dan perasaannya akan selalu ingat.

“sedang apa disini nyonya Cho?” sapa Kyuhyun dengan suara pelan yang membuat Hae In tersentak.

”kau..mengaggetkanku saja” Hae In menoleh ke arah Kyuhyun yang sudah berbaring disebelahnya dengan posisi kepala bertumpu kepada tangannya yang menyilang ke atas.

“urusan di perusahaan sudah selesai?” Kyuhyun menggeleng pelan sambil tetap menatap langit yang menaungi mereka berdua.

“lalu? Bukankah masih terlalu siang untuk seorang Boss pulang dari kantor? Hmm?” cecar Hae In,Kyuhyun memiringkan tubuhnya lalu menopang kepalanya dengan sebelah tangan.

“kau ini cerewet sekali sih nyonya Cho,hmm?” protes Kyuhyun sambil membetulkan poni Hae In yang sedikit berantakan tertiup angin.

“urusanku sudah kuselesaikan dengan sangat cepat dan sempurna,tak meninggalkan satu cacatpun. Tak ada komplain dan tak ada komentar dari klien perusahaan. Memangnya kau kira suamimu ini tidak jenius dan bodoh sepertimu hmm??” Hae In memanyunkan bibirnya kesal.

“jadi kau cepat pulang karena hanya ingin mengejekku,huh? Menyebalkan” cibir Hae In lalu memiringkan badannya menghadap Kyuhyun dan menatapnya seram.

“aku ingin cepat cepat pulang karena rindu padamu,bodoh” Kyuhyun mencubit pelan pipi Hae In sambil tersenyum miring,senyum yang terkesan sinis dan jahil. Tapi itulah yang mempesona dari seorang Cho Kyuhyun.

“bagaimana keadaanmu? Selama aku pergi kau baik baik saja kan?” Hae In terdiam,terlihat sedang berfikir.

“hanya tidak sengaja menjatuhkan semangkuk sup tomat dari tanganku. Kupikir aku baik baik saja” Kyuhyun terlihat tidak suka dengan laporan yang diberikan istrinya,tentu saja itu sangat tidak baik baik saja di pikiran Kyuhyun. pasti tadi ia sempat kehilangan tenaganya karena darah di tubuhnya mulai menipis.

“kau ini,benar benar bodoh. Ceroboh pula..”

Hae In kembali menelentangkan tubuhnya lalu memanyunkan bibirnya kesal,lagi lagi Kyuhyun hanya mengata ngatainya. Tidak romantis!

“karena kau benar benar bodoh dan ceroboh aku jadi merasa beruntung” Hae In menoleh,menatap Kyuhyun dengan penuh tanya.

“dengan begitu aku mempunyai alasan untuk tetap berada disismu,menjagamu dari kecerobohan dan kebohanmu sendiri”

Hae In memiringkan tubuhnya lalu meraih tengkuk Kyuhyun dan menyentuhkan bibirnya dengan cepat. Membuat Kyuhyun sedikit membelalak karena terkejut.

“hey,Cho Kyuhyun-ssi. khusus untukmu,kau tidak memerlukan alasan sekecil apapun untuk disisiku. Karena aku mengizinkanmu berada disisiku seumur hidup”

*****

Sama seperti malam sebelumnya,Hae In lagi lagi memuntahkan darahnya sendiri. Hae In memukul mukul dadanya pelan karena linu,dan juga kesal. kesal karena DNA vampire tidak cocok dengan tubuhnya,ia tidak ingin saperti ini. dan semua orang tidak ingin seperti ini.

Kyuhyun menghampiri Hae In perlahan dan berdiri tepat dibelakangnya,Hae In masih menunduk di wastafel dan memuntahkan darahnya. Bahkan rasanya organ di dalam tubuhnya juga akan ia muntahkan juga.

“eergh..” erang Hae In lalu segera membasuh sekitar mulutnya yang bersimbah darah.

Tiba tiba ada sepasang tangan kokoh melingkar di perutnya dan menarik tubuhnya hingga membentur tubuh orang dibelakangnya. “gwenchana?” Hae In menegang seketika saat tahu Kyuhyun yang memeluknya. “K-K-Kyu..” gumam Hae In pelan.

“sudah baikan? Ayo kembali” ucap Kyuhyun pelan lalu menarik tangan Hae In tanpa paksaan dan ia hanya menuruti tarikan tangan Kyuhyun.

Kyuhyun duduk di pinggir ranjang dan Hae In mengikutinya. Mereka duduk berhadapan tanpa saling memandang,lebih tepatnya Hae In takut memandang Kyuhyun.

“kau..tau?” tanya Hae In ragu.

“lebih tepatnya sudah tau,nyonya Cho..” balas Kyuhyun pelan.

“hanya saja selama ini aku selalu menunggumu mengatakan yang sebenarnya. Tapi memang dasar kaunya yang bodoh,aku jadi pura pura tidak tau saja” Hae In memainkan jarinya gelisah dan mengigit bibir bawahnya pelan.

“kalau kau tidak mengatakan apapun kepadaku aku jadi cemas tahu? Kau ini memang benar benar bodoh..bodoh” ucap Kyuhyun lirih lalu memegang kedua sisi bahu Hae In erat dan menariknya kedalam pelukan.

Kyuhyun membenamkan wajahnya di pundak kecil Hae In dan memeluknya erat. Sedangkan Hae In menumpukan kepalanya di kepala Kyuhyun dan mengelus punggung lelaki itu pelan. Hae In dapat merasakan badan Kyuhyun sedikit berguncang dan merasakan pundaknya basah dan hangat.

Kyuhyun tidak dapat membendung air mata penuh kecemasannya,ia menumpahkan segalanya di bahu mungil gadis itu. terisak pelan dan menangis tanpa suara.

“mianhae..” ucap Hae In pelan. “aku jadi membutmu cemas..dan menangis seperti ini”

“aku..benar benar bodoh dan menyusahkan ya? terlalu egois dengan keinginan sendiri,padahal dari pertama kau tidak mau merubahku,tapi aku terlalu egois dan tidak memikirkan apa yang terjadi kedepan. Akhirnya malah membuatmu kecewa dan menangis seperti ini. aku benar be-“

Kyuhyun mencium gadis itu memotong semua kata kata Hae In dalam sekejap. Kyuhyun melumat bibir itu gusar,penuh kecemasan dan kesedihan,ciuman tak ingin berpisah. Air mata akhirnya jatuh dari pelupuk mata Hae In. terus menetes mengaliri pipinya dengan deras,dan tidak beda jauh dengan Kyuhyun. mereka tetap berciuman sambil menangis,memeluk satu sama lain dalam kegelisahan. Tak ingin berpisah.

Tanpa melepas ciumannya Kyuhyun menarik tubuh Hae In bersamanya hingga berbaring di kasur. Posisi sedikit menunduk membuat punggungnya lumayan pegal. Ia tak menginginkan hal yang lain selain pelukan dan ciuman,dua hal itu saja sudah cukup. Tapi yang lebih tepat, Hae In tetap berada disisinya sudah sangat lebih dari cukup.

“saranghae..” bisik Kyuhyun di sela sela ciumannya. Hae In hanya mengangguk pelan dan merapatkan pelukannya,ingin rasanya menghentikan waktu agar tidak bergerak. Membiarkan mereka terjebak dalam dunia dimana tak ada waktu tampaknya lebih baik,mereka tidak akan maju atau mundur. Hanya tetap ada di saat yang sama,bersama sama.

“nado sarangheyo..Kyu..”

*****

Angin pagi hari ini terasa begitu menusuk. Begitu dingin melewati kulit dan terasa menembus hingga ke tulang,membuat Kyuhyun merapatkan jaketnya dan terus berjalan dengan tenang.

Sudah masuk musim gugur,tapi rasanya seperti musim dingin. Dingin,tak ada kehidupan,kelabu,itulah yang dirasakannya saat ini. ia merasa nyawanya hilang sebagian,mengingat betapa sedihnya melihat istrinya yang sedang terbaring lemah di atas kasur tak berdaya. Ia terus melangkahkan kakinya menuju ke danau di belakang rumah bermaksud ingin sedikit menyegarkan fikirannya dan menenangkan hatinya yang kacau.

Kyuhyun duduk di kursi kayu menghadap ke danau,aroma rerumputan yang basah menggelitik penciumannya yang tajam,Menimbulkan rasa segar pada otaknya yang sedikit keruh. Ia menatap lurus kedepan,ke arah danau yang jernih yang dihiasi beberapa daun yang jatuh ke permukaannya.

Berapa lama lagi waktu yang dimiliki Hae In? apa aku sudah siap untuk melakukan Combustine?

Pertanyaan tersebut terus berputar di benaknya. Ketakutan terbesarnya adalah gadis itu menghilang dari pandangannya sesegera mugkin. Menurut perkiraannya Hae In dapat bertahan hingga 6 bulan kedepan,tapi itu belum pasti. Tergantung Hae In dan DNA yang ada di dalam tubuhnya. Mungkin bisa lebih lama atau mungkin lebih singkat..

Kyuhyun mendongakan kepalanya ke atas,menatap langit pagi yang terlihat berwarna abu-abu bercampur kemerahan. Menunggu sang fajar menyinari seluruh jagat. Lagi lagi ia menitikan air mata,selama eksistensinya di dunia ini Hae In lah yang berhasil membuatnya menitikan air mata. Ternyata begitu besar pengaruh Hae In terhadap dirinya,sampai ia tak bisa menahan tembok pertahanan dirinya lebih kuat karena gadis itu.

Bayangan Hyungnya dan So Ra melintas di benaknya. Leeteuk Hyung,bagaimana perasaannya saat So Ra begini? Apa sama seperti Kyuhyun? menitikan air mata tiada henti dan perasaan selalu tidak tenang?

Kyuhyun teringat saat Hyungnya itu menemani So Ra setiap hari ke danau ini,setiap pagi Hyungnya selalu mendorong kursi roda itu ke danau ini dan menghabiskan waktu bersama istrinya disini. Kyuhyun selalu melihat dari jendela kamarnya saat Hyungnya dan So Ra didanau ini,mereka hanya duduk berdua tanpa berbincang apapun. Hanya saling menautkan jemari dan memandang ke arah danau dengan senyum tipis.

Dan ialah yang menyaksikan langsung bagaimana SoRa,istri Hyungnya menghilang dari dunia.

Saat ia sedang berjalan ke arah balkon untuk menikmati paginya dengan secangkir lemon tea hangat,ia melihat Hyungnya dan So Ra berpelukan tepat di bawah pohon Maple yang sekarang sedang di pandangnya. Mereka berdua menangis,karena Kyuhyun bisa mendengar dengan jelas isakan dan apa yang dikatakan Hyungnya kepada So Ra di tengah isakannya. Ia melihat semuanya,merasakan semuanya,mendengar semuanya.

Betapa ngilu hatinya saat Hyungnya berkata “Kajima, So Ra-ya..Kajima..jebal” di tengah isakannya. Kyuhyun tak bisa melangkahkan kakinya kemanapun,ia hanya terpaku menyaksikan mereka berdua dari balkon.

Lalu Leetuk mencium bibir So Ra pelan,ditengah isakan mereka berpelukan dan berciuman. Bisa dipastikan yang melihat mereka berdua akan merasakan hal yang sama seperti yang Kyuhyun rasakan. Sakit.

Lalu semuanya terjadi,apa yang ditakutkan oleh Hyungnya terjadi,apa yang ditakutkan olehnya juga terjadi. Dan pedihnya ia menyaksikan hal itu,hal paling menyakitkan bagi Hyungnya seumur hidup. So Ra menghilang..

“Oppa,Saranghae..saranghae..” kata kata itulah yang terdengar oleh Kyuhyun saat tubuh So Ra mulai menghilang sedikit demi sedikit. Seperti serpihan kertas yang di terbangkan oleh angin,tubuh So Ra mulai berterbangan menjadi serpihan putih dan terbang ke angkasa. Dimulai dari kakiknya lalu merambat ke atas,ke seluruh tubuhnya. Leeteuk tetap tidak melepaskan pelukannya,ia makin mempererat pelukannya pada So Ra. Tak ingin melepas gadis itu pergi,tidak mau walaupun ia akan kembali 10 tahun kemudian.

“Oppa..saranghae..” bisik So Ra pelan lalu semua tubuhnya menghilang tanpa menghilangkan jejak sedikitpun. Leeteuk masih tetap pada posisinya,tapi ia hanya memeluk angin. Tak ada tubuh So Ra yang dipeluknya beberapa menit lalu. Tak ada lagi So Ra untuk sepuluh tahun kedepan.

“So Ra? So Ra-ya?!” panggilnya lirih sambil meraih angin kosong dengan tangannya,berharap So Ra kembali. Tapi nihil..tidak ada So Ra.

Dan yang terdengar sebelum ia berjalan kembali ke dalam adalah teriakan Hyungnya yang memanggil nama So Ra terdengar begitu lirih dan menyayat hati.

“kau disini?” sapa seseorang. Kyuhyun menengok kebelakang dan mendapati Leeteuk sedang berjalan menuju ke arahnya. “mm” gumam Kyuhyun singkat.

“bagaimana Hae In?” Leeteuk duduk di sebelah Kyuhyun lalu menyilangkan sebelah kakinya.

“tambah buruk,mungkin sebentar lagi..” ucap Kyuhyun lirih. Leeteuk menghela napas.

“apa kau akan melakukan combustine,kalau Hae In benar benar pergi?” Kyuhyun menoleh ke arah Hyungnya lalu tersenyum tipis.

“kan sudah pernah kubilang,pasti akan kulakukan sesegera mungkin. Aku tidak ingin membuatnya menunggu lama Hyung” jawabnya pasti.

“akhirnya setelah sekian lama aku bisa menapakan kaki ke danau ini lagi” Leeteuk beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah danau lalu berbalik ke arah Kyuhyun.

“hari ini tepat setahun So Ra menghilang,dan aku belum bergerak sedikitpun karena hal sialan bernama ketakutan” Leeteuk tertawa hambar.

“kau sudah cukup berani untuk menapakan kembali kakimu di tempat ini lagi,Hyung” Leeteuk menatap adiknya dengan pandangan penuh makna. Si Bungsu yang dewasa,batinnya.

“kalau kau takut melakukannya sendiri,apa kau mau melakukannya bersamaku Hyung?” Kyuhyun beranjak ke arah Leeteuk dengan langkah pelan. Leeteuk menundukan kepalanya menatap dedaunan berwarna coklat yang sedang ia injak. Mencari jawaban atas pertanyaan adiknya.

“boleh juga idemu adik kecil” jawab Leeteuk dengan senyum tipis. Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyum miring Khasnya.

“aku hanya tinggal mempersiapkan diriku Hyung,hanya tinggal menunggu waktu” Leeteuk menoleh sesaat ke Kyuhyun lalu mengangguk. “seandainya aku tidak berlarut dalam ketakutanku dan segera menyusul So Ra,” ucapnya lirih.

Kyuhyun menepuk pelan bahu Leeteuk dan tersenyum tipis.

“gwenchana Hyung,ini hanya soal waktu” ucapnya bijak. Leeteuk mengangguk lalu melempar pandangannya ke arah danau,membayangkan ia bisa bertemu So Ra di kemudian hari.

*****

“Shireo” Hae In menolehkan kepalanya ke arah lain,menolak makanan yang disuapkan oleh Hee Chul.

“yak! Kau ini belum makan dari kemarin bodoh!” cecar Hee Chul kesal. Hae In menoleh ke arah bubur yang sedang di pegang Hee Chul,sebenarnya ia apar. Tapi lidahnya pahit,tak bisa merasakan apapun.

“tambahkan sedikit garam dan merica,aku baru mau makan” pinta Hae In dan langsung dituruti oleh Hee Chul. “sudah,cepat buka mulutmu!” perintah Hee Chul dan dituruti oleh Hae In. lumayan,setidaknya ia bisa merasakan sedikit asin di mulutnya.

Semenjak semua orang di rumah ini tahu Hae In sedang dalam masa kritis karena DNA-nya,semuanya bergiliran menjaga Hae In. karena mereka sudah menganggap Hae In sebagai adik mereka,sedikit banyak mereka merasa sedih dan takut kehilangan. Karena sebelumnya pernah ada kejadian serupa.

“Hee Chul oppa,gomawo” Hee Chul mengerjap-ngerjapkan matanya tak percaya. Merasa tersanjung karena ucapan Hae In yang terdengar sangat manis di telinganya.

“ucapkan itu sekali lagi” pintanya.

“Hee Chul oppa,gomawo..” ulang Hae In ditambah dengan senyuman tipis di wajahnya.

Hee Chul refleks mencubit pipi Hae In pelan. “kau ini,benar benar adik perempuan yang menggemaskan” Hae In terkekeh pelan.

“opaa,aku ingin jalan jalan keluar sebentar” Hae In berusaha berdiri lalu di bantu oleh Hee Chul.

“perlu kutemani?” Hae In menggeleng pelan lalu memakai mantelnya dan menarik resletingnya hingga menutupi lehernya.

“obseo,aku bisa sendiri. gomawo oppa” Hee Chul menepuk pelan kepala Hae In lalu mengantarnya sampai bawah.

*****

Entah mengapa akhir akhir ini Hae In suka sekali berdiam diri di tempat ini,taman bunga di belakang rumah. Seandainya saja musim semi atau musim panas,ia bisa melihat Baby Breathe bunga kesukaannya mekar.

Hae In hanya berjalan pelan mengelilingi taman yang cukup luas itu,mengisi pikirannya dengan hal-hal indah sebelum mati,pikirnya.

Musim gugur tidak seburuk yang dipikirkan orang. Dedaunan kering yang berguguran di tiup angin memiliki pesona tersendiri yang membuatnya terlihat indah. Musim gugur yang identik dengan gugurnya sesuatu atau kematian tidak dapat menyurutkan pesona musim itu sendiri.

Bukannya dedaunan gugur di musim ini untuk kembali dengan daun yang lebih cantik di musim semi? Bunga yang mulai layu juga akan kembali menjadi bunga yang lebih cantik di musim semi berikutnya.

Ibaratnya musim gugur adalah waktu kematian,musim perpisahan. Lalu musim dingin adalah waktu reinkarnasi,menyiapkan hal yang lebih baik untuk kedepannya. Dan musim semi adalah waktunya lahir kembali dengan hal yang lebih baik dan indah untuk semua orang. Musim panas adalah waktunya untuk menyiapkan hal hal baik dengan penuh semangat sebelum musim gugur.

Hidup adalah siklus,orang yang lahir dan mati tidak pernah terhenti di dunia ini. keabadian dengan Kyuhyun adalah salah satu keinginannya. Tapi ternyata Tuhan tidak menginginkan hal itu untuk dirinya. Mungkin di kehidupan selanjutnya musim gugur tidak akan benar benar sesedih ini. karena musim gugur saat ini bagi Hae In adalah menunggu waktu kematian,waktunya berpisah untuk semuanya.

Takut,tentu saja. Siapa yang tidak takut mati,apalagi mati dalam keadaan perlahan dan tersiksa seperti Hae In. hari demi hari tubuhnya semakin menciut,dan sekarang ia sudah kehilangan 10 kilogram berat badannya. Padahal hanya memuntahkan darah,tapi terlihat seperti ia telah memuntahkan organ tubuh dan dagingnya keluar hingga tubuhnya menjadi sangat kurus dan kecil.

Hae In berjalan perlahan ke arah ujung taman itu yang menyambung dengan bagian pinggir danau,dari kejauhan tampak Kyuhyun dan Leeteuk sedang mengobrol santai sambil duduk di kursi kayu di dekat pohon Maple yang menghadap ke danau. Hae In menghentikan langkahnya dan menatap Kyuhyun dari tempat sekarang ia berada. Merekam semua ekspresi yang lelaki itu keluarkan dan menyimpannya di dalam otak. Hae In tersenyum tipis melihat Kyuhyun yang sedang tertawa bebas bersama Hyungnya,ia berharap setelah ia pergi Kyuhyun akan tetap tertawa seperti itu tanpa bersedih dan menangisi dirinya. Ia ingin Kyuhyun hanya cukup sedikit mengingatnya,tidak usah terlalu banyak,karena pasti akan membebani dirinya. Orang yang masih hidup tidak punya urusan lagi dengan orang mati.

Hae In berbalik dan berjalan kembali menuju ke tengah taman yang ditumbuhi rumput,ia duduk disitu dengan memeluk lututnya. Menjemur dirinya dibawah sinar matahari pagi yang hangat. Hae In bisa melihat beberapa pembuluh darah menonjol di atas punggung tangannya,ia hanya tersenyum tipis lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Sebisa mungkin ia tidak mau memikirkan dirinya yang akan menghilang sebentar lagi,ia hanya ingin merekam semua pemandangan dan memori indah di otaknya agar di kehidupan selanjutnya ia bisa mengingatnya sedikit.

Tiba tiba tubuh mungil itu jatuh terlentang ke atas rumput dengan cukup keras,Hae In tiba tiba kehilangan kekuatannya dan membuat seluruh tubuhnya lemas. Napas Hae In memburu dan dadanya terasa sangat sesak,pandangannya menjadi berair dan kabur. Seluruh pembuluh darah di tubuhnya terasa seperti es berbentuk duri,dingin dan sangat tajam,terasa menyayat seluruh tubuhnya tanpa ampun.

Rasa mual yang luar biasa menghampirinya,Hae In berusaha membalikan tubuhnya dengan susuah payah hingga akhirnya ia berhasil menengkurapkan tubuhnya. Tiba tiba Hae In terbatuk hebat,seperti ada kerikil yang menyangkut di tenggorokannya. Terdengar begitu menyiksa dan sulit untuk di keluarkan. Cairan berwarna pekat itu menyembur dari mulutnya,darah.

Hae In berusaha menahan batuknya tapi tidak bisa,ia terus terbatuk dan mengeluarkan darah yang sangat banyak hingga rumput yang di bawahnya sudah berubah menjadi berwarna merah. Daerah sekitar mulut dan tangannya sudah berlumuran cairan pekat dan kental yang sangat banyak. Perlahan lahan pandangannya makin kabur,dan kesadarannya menghilang.

Hal terakhir yang dapat ia lihat adalah rumput yang sudah berlumuran darah miliknya sendiri.

*****

Kyuhyun mengaduk-aduk spageti miliknya tanpa memakannya sama sekali,ia hanya mengaduknya dan menatapnya tanpa selera. “kenapa? Tidak enak ya?” tanya Hae In cemas. Kyuhyun menatap Hae In yang disampingnya lalu menggeleng pelan. “anhi,hanya tidak selera” jawabnya singkat.

Kyuhyun merasakan hal yang aneh,seperti sesuatu akan terjadi sebentar lagi. Dan perasaan tidak enak ini mengingatkannya pada waktu Hae In yang terbatas,tapi ia berusaha mengenyahkan firasat itu jauh jauh dan meyakinkan Hae In tidak akan menghilang secepat ini.

Kyuhyun melirik ke arah Hae In yang sedang menggulung spagetinya dengan garpu,lalu memasukannya ke mulut. Ekspresi Hae In yang tidak terlalu baik saat mengunyah spageti tertangkap olehnya,ia tahu betul makanan seenak apapun hanya akan tidak berasa di mulutnya.

Hae In sedikit terkekeh saat melihat tingkah konyol Hee Chul dan Hangeng yang sedang berseteru di meja makan. “spageti kiss,spageti kiss!!” teriak Hee Chul heboh lalu memasukan satu sisi spageti ke mulut Hangeng dan sisi lainnya ke mulutnya sendiri. Hae In hanya cekikikan geli saat melihat wajah Hangeng dan Hee Chul yang makin mendekat. Kyuhyun tersenyum tipis melihat ekspresi bahagia Hae In.

Tapi sayangnya senyum itu hanya bertahan beberapa detik karena Hae In tiba tiba tak sadarkan diri dan kepalanya membentur meja di depannya. Sontak semuanya kaget dan panik,terutama Kyuhyun. tanpa banyak bicara dan kepanikan tinggi Kyuhyun langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar. Sedangkan Sungmin dan Ryeowook buru buru ke dapur untuk menyiapkan air hangat dan kebutuhan lainnya yang kira kira diperlukan. Dan sisanya ikut ke kamar Kyuhyun.

*****

“hai” sapa Kyuhyun saat mata Hae In berkedip-kedip dan terlihat heran.

“kenapa aku ada dikamar?” tanyanya tanpa mengubah posisinya yang berhadapan dengan Kyuhyun.

“tadi kau ketiduran saat makan,benar benar aneh” Hae In tersenyum tipis lalu mendekatkan tubuhnya ke arah Kyuhyun dan memeluknya.

“malam ini aku ingin tidur sambil berpelukan seperti ini,boleh?”

“tentu saja boleh,bahkan setiap hari seperti ini pun aku tak masalah” Hae In terkekeh di dalam pelukan Kyuhyun dan membuat Kyuhyun merasakan getaran tubuh Hae In saat tertawa. Semakin lama firasat buruk itu terasa semakin membuat Kyuhyun gelisah. Pikirannya kalut,tak tenang sama sekali.

Hae In menyentuhkan jari kurusnya ke wajah Kyuhyun pelan,mengikuti tiap lekukan garis wajah tegas lelaki itu dengan jarinya. “aku ingin mengingat wajahmu dengan baik,supaya nanti aku bisa mudah menemukanmu” ucapnya dan membuat pikiran Kyuhyun semakin kalut.

“jangan berbicara seperti itu,kau membuatku takut” ucap Kyuhyun.

“suaramu,wangi tubuhmu,aku akan berusaha mengingat sebaik mungkin dengan kondisi otakku yang buruk karena kurang pasokan darah. Hehe”

“jangan berbicara seperti kau akan meninggalkanku hari ini” ucap Kyuhyun pahit.

“entahlah,tapi aku punya firasat. Sebentar lagi..” ucap Hae In pelan lalu membenamkan wajahnya ke dada Kyuhyun yang bidang dan hangat. Ucapan Hae In barusan serasa memenggal nyawa Kyuhyun terlebih dahulu. Mereka berdua meiliki firasat yang kemungkinan besar sama.

“aku ingin mengakhirinya tanpa air mata,karena aku tahu kau benci melihatku menangis”

“geuman..”

“aku yakin kita akn bertemu lagi..nanti”

“geumanhae..”

“Kyuhyun-a,aku senang bisa mendapat kesempatan merasakan jadi nyonya Cho. Ternyata begitu menyenangkan bersamamu..aku senang”

“geumanhae..Hae In-a..” ucap Kyuhyun diantara amarah dan kesedihannya.

“kalau kita bertemu lagi nanti,pastikan tidak ada yang menjadi nyonya Cho selain aku” Hae In mendongakan kepalanya lalu tersenyum penuh ketulusan ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun merubah posisinya menjadi duduk lalu menarik Hae In dan memposisikan gadis itu duduk di atas pahanya dan menghadap ke arahnya. Kyuhyun menahan tubuh atas gadis itu dengan memeluk pinggulnya agar Hae In tidak terjatuh belakang karena kondisi tubuhnya yang sangat lemas. Kyuhyun menatap intens wajah pucat dihadapannya yang begitu tirus,bahkan dalam keadaan seperti ini gadis itu masih terlihat cantik dengan senyuman menggantung di bibirnya. Kyuhyun merasakan lembutnya kulit wajah gadis itu dengan tangannya,mematri wajah yang dibuat dengan sedemikian rupa indahnya.

Perlahan Kyuhyun menarik tengkuk gadis itu dan mencium bibirnya pelan. Hae In mengalungkan lengannya di leher kokoh Kyuhyun erat erat dan Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya pada  tubuh ringkih gadis itu. Kyuhyun melumat bibir gadis itu pelan tanpa ada paksaan sedikitpun,rasa khawatir,gelisah,takut,tak ingin berpisah semuanya menyelimuti mereka berdua yang sedang berpangutan.

Hae In membuka matanya perlahan dan sedikit terkejut saat melihat kakinya yangs sedikit demi sedikit menghilang seperti bulu yang beterbangan. Air mata meleleh dari pelupuk matanya,ternyata kenyataan lebih menyakitkan daripada apa yang kita presdiksi. Walaupun sebelum terjadi kita mengatakan bisa mengatasinya,tapi saat hal tersebut benar benar terjadi ,hal yang kita ucapkan hanyalah sebuah omong kosong belaka.

Hae In tidak merasakan apapun,padahal tubuhnya sudahmenghilang sampai betis. Kyuhyun yang merasa aneh melepas ciumannya,dan menatap sedih Hae In yang sedang tersenyum tapi air mata membanjiri pipinya.

“Cho Kyuhyun oppa,jaga dirimu baik baik..aku tidak yakin kau akan menyusulku atau tidak. Tapi jagalah dirimu baik baik..”

Kyuhyun menunduk berusaha menahan tangisnya,tapi hal itu sia sia karena saat ia menunduk ia melihat tubuh Hae In yang perlahan menghilang seperti bulu yang beterbangan dengan ringannya. Sontak Kyuhyun langsung menatap ke arah Hae In dengan pandangan tak percaya,tapi hanya dibalas oleh seulas senyuman cantik dari Hae In.

“kajima Hae In-a..kajima” ucap Kyuhyun lirih.

“Oppa,kita akan bertemu lagi kan? Kau akan menyuslku kan?”

“kau menyebalkan..kenapa baru sekarang kau memanggilku Oppa,hah?!” cecar Kyuhyun,air mata menetes melewati dagunya dan membasahi bajunya.

“mianhae Oppa..mianhae..” Hae In menangkupkan kedua tangannya ke wajah Kyuhyun. ingin merasakan dan melihat wajah suaminya untuk terakhir kalinya.

Kyuhyun melakukan hal serupa,ia menghapus air mata di pipi gadisnya perlahan dengan jarinya. Mereka saling berpandangan satu sama lain tanpa berkata kata,hanya isakan yang terdengar dari mereka berdua. Kyuhyun menarik tubuh itu kepelukannya dan memeluknya seerat mungkin,berusaha untuk tidak membiarkan tubuh gadisnya menghilang.

Hae In sedikit mendorong tubuh Kyuhyun hingga mereka bisa bertatapan tanpa melepas pelukan Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun-a,neol Saranghae..” ucap Hae In dengan nada ceria dan seulas senyuman tulus yang cantik menggantung dibibirnya. TapiKyuhyun tak sampai hati untuk membalas senyuman itu,terlalu sakit baginya.

“jaga dirimu baik-baik. Semoga kau benar menyusulku dan kita akan segera bertemu. Jongmal Saranghae..Cho Kyuhyun..Oppa”

Tepat saat Hae In mengakhiri kata-katanya tubuhnya menghilang tanpa meninggalkan setitik debu-pun yang tersisisa dari tubuhnya. Kyuhyun terdiam,masih tetap pada posisinya saat beberapa detik lalu ia memeluk tubuh Hae In.

Ia masih bisa merasakan sisa-sisa kehangatan Hae In ditubuhnya,ia masih bisa mencium wangi manis Hae In yang menempel di kausnya. Suara Hae In dan senyumannya masih bisa terbayang begitu jelas di benaknya. Dengan lemas tangannya jatuh ke pangkuannya,Kyuhyun menggeleng tak percaya. Ia masih tak bisa percaya Hae In sudah menghilang.

“andwe..” gumamnya lirih. Kyuhyun meremas rambutnya kuat-kuat mengeluarkan rasa frustasinya.

“ANDWEEE!! HAE IN-AA !!!” teriaknya frustasi sembari meraba-raba kasurnya dan menyibak selimutnya,berharap Hae In sedang menjahilinya dan bersembunyi di bawah selimut. Tapi kosong,Hae In tidak ada di sana.

“Hae in-a..HAE IN-A !!!” Kyuhyun menjambak rambutnya lalu berlutut di lantai,air matanya turun  begitu hebat hingga menetes ke lantai.

“Kyuhyun-a,ada apa?” Leeteuk muncul bersama kesebelas kakak laki laki lainnya. Mereka begitu terkejut saat melihat keadaan Kyuhyun yang terlihat begitu parah. “gwenchana?” Leeteuk menghampiri Kyuhyun lalu membantunya berdiri lalu mendudukannya di pinggir ranjang.

“kemana Hae in? kalian bertengkar?” celetuk Hee Chul.

Tak ada jawaban dari Kyuhyun,kedua belas kakak laki laki itu saling berpandangan tegang. Kedua belas orang itu berpikiran sama..

“Hae In..hilang?” tanya Donghae pelan. Kyuhyun mengangguk pelan dan kembali menangis.

Seperti mendapat tonjokan yang sangat kuat,kedua belas orang itu sangat terpukul hingga tak bisa mengucapkan sepatah katapun.

“aku mau ke rumah appa” Kyuhyun menghapus air matanya lalu bergerak ke arah lemari untuk mengambil jaket.

“untuk apa? Hyung temani” tawar Sungmin.

“mengambil anggur suci dan pedang perak rembulan” Kyuhyun memakai jaketnya tergesa gesa.

“kau..kau pasti sudah gila! Kau mau melakukan combustine?!” cecar Hee Chul.

“mianhae,hyung. Tapi aku sudah pernah mengatakan tentang ini pada kalian sebelumnya,dan ini keputusanku”

Leeteuk yang sedari tadi terdiam tiba tiba menahan Kyuhyun yang baru saja akan melangkah.

“lakukan itu bersamaku,Kyu.” Perkataan Leeteuk makin membuat semua adik-adiknya shock,kecuali Kyuhyun.

“aku..sudah tidak sanggup tinggal di dunia tanpa So Ra” Leeteuk memandangi kesebelas adiknya yang sedang menatap dirinya dan Kyuhyun khawatir.

“maafkan aku,tapi aku sudah tidak tahan lagi. Benar benar tidak tahan..” Siwon menghela napas lalu berjalan ke arah Kyuhyun dan Leeteuk yang bersebelahan,lalu menepuk bahu kedua orang itu pelan.

“kalau ini memang keputusan final Hyung dan Kyuhyun,kami tidak bisa berbuat apa-apa. Ini kehidupan kalian,kami tidak berhak ikut campur dalam keputusan hidup kalian”

Perkataan Siwon barusan di setujui oleh semuanya,walaupun dengan berat hati.

 “kalian mau mengantar kami untuk terakhir kalinya kan?”

*****

Leeteuk dan Kyuhyun berjalan ke arah ruang rahasia keluarga mereka,tempat tersimpannya anggur suci dan pedang perak rembulan. Kedua orangtua dan kesebelas saudara mereka mengikuti di belakang. Setelah sedikit perdebatan dengan kedua orang tua mereka akhirnya orangtua mereka hanya bisa menerima keputusan dari anak Sulung dan Bungsunya dengan berat hati.

Leeteuk dan Kyuhyun berhenti tepat di depan pintu ruangan tersebut. Tapi mereka berbalik menghadap kepada kedua orangtua dan saudara mereka.

“sampai disini saja,aku tidak mau kalian menyaksikan kami tersiksa lalu menghilang” ucap Kyuhyun.

“omma,appa..terimakasih untuk segalanya. Maaf permintaan kami yang terkesan egois,tapi inilah pilihan hidup kami” kedua orangtua mereka hanya mengangguk lemah sambil menatap kedua anaknya yang sebentar lagi akan menghilang.

“Hee Chul-a,aku titip mereka semua ya. jaga diri kalian baik-baik. Arraseo?!” ucap Leeteuk penuh semangat,tak ingin membuat adiknya makin sedih. Walaupun dalam hatinya berat untuk meninggalkan adik-adik kesayangannya.

“Hyung,aku pergi dulu. Kalau nanti kalian bertemu denganku jangan lupa sapa aku,oke?” ucap Kyuhyun lalu menyunggingkan senyum miringnya yang khas lalu mendahului Leeteuk memasuki ruangan tersebut.

Leeteuk memandangi kedua orang tuanya dan adik-adiknya yang menatap sedih,khawatir dan cemas. Tapi ini sudah jadi pilihannya,ia tak mau mundur dan lebih tersiksa lagi,ia harus melakukannya sekarang.

“na,kalke..” Leeteuk pun memasuki ruangan itu menyusul Kyuhyun yang sudah lebih dulu di dalam.

*****

Kyuhyun dan Leeteuk masing masing memegang gelas. Gelas itu kecil,seukuran gelas untuk minum seteguk soju. Bedanya gelas itu terbuat dari perak dan terpatri oleh ukiran cantik diluarnya. Cairan berwarna merah segar mengisi gelas itu,dan mereka berdua hanya menatapnya tegang.

“Hyung..kau sudah siap?” Leeteuk menatap Kyuhyun sekilas lalu mengangguk.

“sekarang kita sudah tidak bisa mundur Kyu,setakut apapun ini sudah jadi keputusan kita” Kyuhyun membenarkan perkataan kakaknya,sekarang sudah terlalu jauh untuk mundur dan percuma untuk bertahan hidup di dunianya sekarang,karena alasannya untuk bertahan sudah pergi dan menunggunya.

Tangan kanan mereka memegang gelas,sedangkan tangan kirinya memegang pedang perak rembulan. Hening,hanya deru napas tertahan yang terdengar.

“perlu kita hitung untuk meminumnya?” celetuk Leeteuk.

“kurasa ide bagus,hitungan ketiga kita harus langsung meneguknya. One shoot?”

Leeteuk terkekeh  lalu mencondongkan gelasnya ke arah Kyuhyun.

“bersulang. Untuk So Ra dan Hae In yang menunggu kita” Kyuhyun tersenyum miring lalu mengadu gelasnya dengan Leeteuk hingga berdenting. Mereka berdua menarik napas bersamaan,lalu mengangguk.

“hana..dul..set!” tepat pada hitungan ketiga mereka meminum anggur itu sekali teguk,one shoot. Cairan tersebut  terasa dingin saat melewati kerongkongan hingga jatuh ke lambung. Tapi sedetik kemudian mereka mendapatkan reaksi yang berlawanan dari sebelumnya. Seperti bensin yang disulut api tubuh mereka terasa begitu panas,mereka bisa merasakan tulang mereka meleleh satu persatu seperti lilin yang terbakar.

Leeteuk dan Kyuhyun mengerang keras karena sakit yang luar biasa,mereka berusaha tetap berdiri dan tidak melepaskan pedang tersebut dari genggaman mereka. Rasa sakit mereka baru sebatas pinggul,ingin rasanya rasa sakit itu cepat sampai di puncak kepala agar mereka bisa segera menusukan pedang itu ke jantungnya dan penderitaan pun berakhir. Tapi rasa sakit itu begitu perlahan dan menyiksa,membuat mulut mereka tidak bisa diam dan terus berteriak kesakitan.

Panas,perih,terbakar,kulit mereka menjadi merah dan mengeluarkan asap.

“Hyung..bertahalah!” ucap Kyuhyun susah payah saat melihat Leeteuk hampir terjatuh ke arahnya,dengan kekuatan yang tersisa ia merangkul Leeteuk dan saling menopang tubuh masing masing.

“s-sebentar lagi..sebentar lagi Kyu” Leeteuk mengangkat pedang itu dan mengarahkan pada jantungnya. “ne,Hyung..sebentar lagi” Kyuhyun mengarahkan pedang itu ke jantungnya yang berdebar keras dan panas.

“Hyung,semoga..kita bisa bertemu lagi. Jaga dirimu baik baik”

“kau juga adik kecil..annyeong..” ucap Leeteuk pelan. Kyuhyun dan Leeteuk saling berpandangan lalu mengangguk pelan.

“hana,dul..set”

JLEB!

Mereka menusukan pedang itu bersamaan tepat ke jantung. Rasanya begitu aneh,semua kesakitan dan panas yang mereka rasakan seakan terhisap oleh pedang itu. tubuh mereka terasa sejuk dan ringan,tak ada beban di dalam pikiran mereka. Semuanya perlahan lahan terlihat memudar,disaat saat terakhir mereka saling memandang dan melemparkan senyum walaupun sayu.

“sampai bertemu lagi..Hyung..” dan..mereka menghilang. Seperti api kecil yang di tiup dari lilin,mereka menghilang begitu cepat dan tak meninggalkan bekas.

Kedua orang tua Kyuhyun dan Leeteuk tersentak ketika mendengar suara benda terjatuh dari dalam,lalu seketika suasana menjadi sunyi.

“apa Hyung dan Kyuhyun sudah..” ucap Sungmin lirih lalu berjalan dengan cepat ke arah pintu tersebut. Siwon mencoba menahan Sungmin dengan menarik tangannya tapi dengan cepat Sungmin mengelak dari pegangan Siwon. “lepaskan” jawabnya sinis.

Dengan penuh gelisah Sungmin membuka pintu itu dengan keras hingga terdengar benturan cukup keras saat pintu kayu Oak itu berbenturan dengan dinding. Sungmin terdiam di depan pintu,perlahan tubuhnya merosot kebawah dan berlutut di depan pintu sambil menatapnya tak percaya.

Ruangan itu kosong,hanya ada 2 buah gelas kosong dan pedang yang tergeletak disana,sisanya hanyalah keheningan yang menyapu ruangan tersebut. Kyuhyun dan Leeteuk telah pergi. Air mata yang sedari tadi mengantri di pelupuknya segera menetes tak tertahan. Sungmin menangis tanpa suara dan hatinya terasa sangat ngilu mengingat ia telah kehilangan 2 saudaranya.

Semuanya menangis,semuanya bersedih. Tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menerima keputusan Kyuhyun dan Leeteuk. Karena itu adalah urusan hidup mereka yang tidak patut untuk orang ikut serta didalamnya.

Dan mulai dari sekarang,semuanya hanya bisa menunggu samapai Leeteuk,Kyuhyun,So Ra,dan Hae In kembali ke dunia.

TBC

AUTHOR’S NOTE :

annyeooooong!!!

AKHIRNYA DI PUBLISH JUGA NI FF !!! *ga nyante

mian ya yang ini di postnya lama banget,soalnya file word si chapter 7 ini HILANG!!! kayanya sih ga sengaja kehapus,padahal udah mau selesai. dikarenakan hilang jadi saya harus mengetik ulang chapter 7. mohon maaf sedalam dalamnya *sujud

mian yah kalo chapter ini jelek banget,banyak typo dan terkesan kecepetan,taulah gimana rasanya ngetik udah mau selesai terus tiba2 file itu hilang tanpa jejak sama sekali. kesel,emosi,pengen cepet cepet selese bawaannya *jambak rambut

semoga kalian suka,kritik dan saran di terima!

happy reading~ ♥♥♥♥

Iklan

27 thoughts on “my blood belong to you,my vampire chap.7

  1. Yayyy…*lompat bonamana* akhirnya terbit jga ni ff(mank buku terbit,abaikan) aku terlmbat liat update-nya T_T. Gara” heboh sexy free & single,jdi lupa hehe… Ninggal jejak dlu ya,saya hrus kerja T_T…… Minta akun twitternya bleh g thor?

  2. Thor,tanggung jawab,nangis nich T_T….sambl nge-play daydream-suju. Knpa jd mellow gni sih? Aku pkir hae in bkal bertahan,ternyata…..huwaaaaa *srooot,usap ingus* Jdi ntar kyu ma hae in reinkarnasinya barengan ya,kan bgtu hae in ilang,kyu langsung nyusul. Untung couple si teuki so ra,bukannya taeng,jd suka dech ma couple ini…. Lanjut thor,makin seru….. Hwaiting!

  3. aku juga ga setuju kalo couplenya taeng,aku kan Teukso Shipper XDD
    boleh boleh,twitter aku @indahkusumadani silahkan d follow,nanti mention aja biar d follback,oke? kamsahamnida ^^

    • aaa ! jongmal? jongmal???
      aku juga ngetiknya sambil nangis sih,kebawa perasaan ngetiknya. keyboard laptop aku ampe banjir waktu itu hahaha X3 *jadi malu

      bocoran nih,di chapter 8 kemungkinan ceritanya bakal jadi lebih Sweet dan kalem. tapi ParKyu couple tetep ribut *gubrak

  4. hufft hampir aj nangis padahal lgi puasa, dan kyaknya ku ktinggalan nih smpe bru bulan puasa bacanya*eh mlah curcol XD
    lanjut ya thor! huhu agak gg rela klo kyuhyun bkan vampire lgi emm mungkin author mau kyu dijadiin vampire lagi? hehehe #plakkk*reader bnyak maunya*
    smoga lanjutannya secepatnya ya thor…Hwaiting!

    • kamsahamndaa!! tampaknya bakal sedikit lama,soalnya file chapter 8nya belum ku saaaveee!!! jadi harus ngetik ulang lagi,cerobohnya aku =__=”
      harap sabar ya,pasti ku lanjutin ko 🙂

  5. ahhh sedih bgt, knp mereka harus nglakuin combustine? Knp g nunggu 10thn aj? Lbh baik nunggu, dri pd hdp didunia am org yg kita cintai, tp kgk jd takdir, kan lebih nyesek*protesajeane T-T

  6. huaaaaa.. Author daebak ceritanyaaa.. Bikin air mata mengalir terus. Aku benar kagum sama author *sumpah* karena aku selalu gagal nebak jalan ceritanyaa. Waktu yang si ceweknya *aku lupa namanyaaa ! Huh dasar otak pelupa. Maaf ya thor* udah setahun setelah kyuhyun gigit, aku duga sebelumnya dia bakalan mati, eh ternyata enggak, tapi ternyata ia *author: apaansih? -_-* author mempermainkan jalan cerita dikepalaku . Ditunggguuu kelanjutannya thor.. 😀 Jangan bikin aku terlalu lama menunggu tahap reinkarnasi mr. And mrs. Cho … Fighting thor.. Sayang cerita sebagus ini baru aku baca, kenapa ng dari dulu..

  7. Astaga!!! Siapa yg gk nangis? Pasti gk ada. Ini sedih bgt!
    Aku gk kebayang klo ternyata hae in jg gk cocok sm dna kyuhyun dan hrs berakhir tragis gini. Sedih bgt pastinya. Daebak bgt deh!
    Part 8 nya bener2 kutunggu.. Klo bs secepatnya hehehe…
    Dan.. Mudah2an mereka bs bertemu dgn pasangan masing2 lagi deh. Gk tega saya liat kyuhyun meraung-raung kyk gitu kekeke…

  8. Huaaa,,,, ak sedh,,, ak nangis wkt hae in pergi,,, skrg kyu sm teuk ikut pergiii,,, tidakkkk,,,, aigoooo ff inii menguras air mataku,, ak bnr” kebawaa,,, kerennn author,,, daebakkk

  9. Benar2 cerita yg menguras air mata gara2 baca ff ini . .
    Ku gk bohong, hidungku jg smpai berair, krn mendalami cerita ini . .
    Baru kali ini baca ff yg bener2 smpai ku nangis trus thor . .

    Neomu Daebakk . .

    🙂

  10. Sedih banget sih thor.. aku kira hae in bakal bertahan ternyata enggak sampe nangis-nangis coba baca part ini.. kyuhyun sama hae in apa bakal ketemu di part selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s