my blood belong to you,my vampire chap.6

mbbtymv

Title : my blood belong to you,my vampire

Author : park nara

Cast :

  • Kyuhyun
  • Park hae in
  • Other cast


#6

“kau tidak masuk Hae In-a?” Suara lucu Sungmin oppa memecah lamunanku. “ah? Nanti saja oppa,aku masih mau disini” Sungmin oppa manggut manggut lalu segera menghilang dari balik pintu. Aku hanya menatap hampa hamparan danau didepanku,danau yang tenang disinari bulan keperakan. Aku selalu merasa menatap bulan di rumah ini lebih indah daripada di tempat lain,cahaya keperakannya begitu jelas dan memukau,mengingatkanku pada Kyu.

Aku menatap kesekelilingku gusar lalu berjalan ke arah sisi kanan balkon,melihat ke arah tempat parkir. “belum ada mobil Kyu..” gumamku kecewa. Kemana dia? Apa belum selesai? Memangnya dia sepayah itu? atau…

“ah,ani. Kyuhyun tidak selemah itu” aku meyakinkan diriku sendiri bahwa Kyuhyun tidak terluka,tidak terluka. aku menghela napas lalu menatap sekilas bulan keperakan yang menggantung di langit itu sebelum aku masuk kedalam.

Aku menutup pintu geser kaca itu perlahan lalu beranjak kedalam. Tapi kenapa suasana sepi sekali? Biasanya suara berisik para oppa akan membahana ke seluruh ruangan. Aku mengintip ke ruang tengah tempat biasa berkumpul,kosong. “mungkin semuanya kelelahan lalu tidur” aku merebahkan tubuhku di sofa empuk lalu mengambil ponselku yang ada di kantung celana. Jariku menari nari di atas layar ponsel mencari nama Cho Kyuhyun lalu menyambungkan panggilan ke poselnya.

“nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau-“ piip! Aku memutus sambungan operator itu kesal lalu mencoba meneleponnya lagi,lagi,dan lagi.

Mungkin ini sudah keberapa belas aku meneleponnya tapi hanya mendapat jawaban yang sama dari operator. “ah,apa mungkin sudah pulang lalu langsung ke kamar?” aku segera berdiri lalu bergegegas menaiki tangga yang berada di sisi kanan ruangan itu. kubuka dengan tergesa gesa pintu kamar itu dan..kosong. aku menghela napas kecewa,sebenarnya kemana mahluk itu?

Aku berjalan ke kamar di sebelah kiri kamar Kyu,kamar Sungmin oppa. “oppa? kau di dalam?” aku mengintip dari balik pintu menyembulkan sedikit kepalaku kedalam. Mataku bergeriliya ke seluruh sudut ruangan,dan kamar ini juga kosong. “haiish..semuanya menghilang. Menyebalkan..” kututup pintu kamar Sungmin oppa lalu kembali ke ruang tengah dan berkacak pinggang disana. Kuteliti semua sudut ruangan dengan mataku,siapa tahu para oppa itu sedang sembunyi di balik perabotan rumah ini. tapi nihil,mereka semua menghilang.

Dengan perasaan kesal aku berjalan menuju kolam untuk menghibur diri. Pemandangan dari kolam tak kalah indah,kolam yang berada di balkon beralaskan parkit coklat gelap dan juga menghadap ke arah danau itu sungguh indah. Bulan keperakan itu sedikit terhalang oleh pohon palm yang berada di sisi luar balkon,mengintip dari balik daun daun yang bergerak tertiup angin.

Aku duduk disisi kolam lalu mencelupkan kakiku ke dalamnya dan menggerak gerakan kakiku perlahan. suara dedaunan yang di tiup angin malam menemani suara derak air kolam yang tercipta dari gerakan kakiku. Kualihkan pandanganku ke arah bulan yang sedikit terhalang oleh pohon.

Memandang bulan adalah hal yang paling menyenangkan setelah memandang wajah Kyuhyun,mereka berdua sama sama bersinar jernih dan sedikit..berlubang di permukaan? Ahahaha.

Kyuhyun dan Bulan keperakan tak pernah membuatku bosan karena sinar indahnya,tak pernah membuatku lupa karena keindahannya. Kyuhyun memang seperti rembulan,apabila Bulan mendekat ke Bumi maka air laut akan pasang dan tumpah ruah membanjiri sekitarnya tak terkendali. Begitupun dengan Kyuhyun,setiap dia mendekat ke arahku perasaanku akan tumpah ruah seperti air laut yang pasang,membuncah di dada dan membuat berdebar tak terkendali. Bulan keperakan yang terlihat kokoh dan begitu mendominasi di malam hari tapi mempunyai sinar yang lembut dan membuat hati tenang,Kyuhyun begitu terlihat kokoh dan angkuh bahkan mendominasi para Hyungnya,tapi pancaran matanya kepadaku begitu lembut,memabukan dan menenangkan. Seakan terikat gaya Gravitasi abadi,aku akan tetap menapak di bumi dengan pantulan cahaya kehidupan darinya. Cho Kyuhyun.

Srek srek!

Aku menoleh dengan cepat ke arah suara,tepat di belakangku. Suara semak semak,seperti terinjak atau ada orang yang berusaha melewatinya. Aku memicingkan mataku melihat ke arah semak semak itu,apa jangan jangan orang jahat? Atau Vampire Level E? Bukanya waktu itu Siwon oppa bilang kalau kemungkinan aku diincar?

“n-nugu?” tanyaku takut ke arah semak semak itu. semak semak itu kembali menimbulkan suara berisik,seperti seseorang akan keluar dari sana. Aku menahan napasku tegang,dan fokus menatap semak semak itu.

“miaw?” suara binatang imut itu membuatku lega. Kucing berwarna putih itu keluar dari semak semak lalu menggaruk garuk belakang telinganya dengan menggemaskan. Kucing itu berjalan ke arahku lalu mengelus eluskan kepalanya di perut sampingku,kuangkat kucing itu dan kududukan di pahaku. “krrrrr..” terdengar suara dengkuran halus khas kucing saat kita mengelus kepalanya,kugelitiki bawah dagunya dan kucing itu menikmatinya,lucu sekali. “siapa namamu kucing putih? Hm?” tanyaku sembari mengangkat tubuhnya yang lumayan besar dan berbulu lebat,matanya yang bundar berwarna tosca menatapku lucu. “aiguu..neomu kyeowoo..” aku menggoyang goyangkan badan kucing itu gemas lalu aku beranjak berdiri sembari menggendong kucing itu. kuletakan kucing itu di atas kursi santai di pinggir kolam dan aku duduk disebelahnya. Kucing ini sangat penurut,dia hanya diam dan tidak takut pada orang asing. Kuelus badannya yang memiliki bulu lebat dan halus,gerakan tanganku terhenti di lehernya. Ada sesuatu yang mengikat leher kucing itu,karena bulunya sangat lebat jadi tidak kelihatan. Kuangkat bulu disekitas dagunya dan aku melihat choker kucing dengan bandul berbentuk hati berwarna perak yang cukup besar. Kutarik kucing itu kepangkuanku agar aku bisa melihat bandul itu lebih jelas,kusibak lagi bulu disekitar dagunya lalu melihat bandul keperakan itu.

Aku sedikit bingung saat melihat ukiran huruf di bandul itu. hanya satu kata singkat tapi sedikit membuatku bingung.

“open”

 

“buka? Buka bandulnya? Memangnya ada apa?” aku mencari cari celah untuk membuka bandul itu. “miaaaw..” kucing itu mengeong protes,tampaknya tak nyaman. Kulepas choker itu dari lehernya lalu ia melompat turun dan berjalan ke arah kolam.

Kuteliti Bandul hati keperakan itu dengan seksama mencari celah untuk membukanya. Lalu tak lama kemudian aku melihat sebuah cekungan kecil di sisi bawah bandul itu dan membukanya. Karena aku memegang posisi bandul itu secara vertikal maka isi dari bandul tersebut jatuh dan membentur parkit kayu. “eh?” pekiku kaget lalu segera mencari benda tersebut. “kurasa tadi jatuh kesini..” aku menunduk dan memasukan tanganku ke kolong kursi santai itu,tanganku meraba raba parkit kayu,dan sesuatu yang menyentuh kelingkingku. “ah!” aku mengambil benda tersebut dan menghela napas lega.

Aku kembali duduk di atas kursi santai itu dan terdiam saat melihat benda yang kupegang. Secarik kertas dan sebuah cincin yg terbungkus oleh kertas tersebut. Kutaruh kembali cincin tersebut kedalam bandul dan memasukannya ke saku celana pendeku. kubuka perlahan kertas itu,surat berbahasa inggris..

Love ,oh baby my girl
You are my all ,So beautifully radiant ,my bride
A gift from God

Cinta,oh gadisku tersayang

Kau segalanya bagiku,Begitu indah bercahaya ,pengantinku

Sebuah hadiah dari Tuhan


Are you happy?
Tears fall from your dark eyes,Until your dark hair turns white

My love, my girl

I’ll swear ,my love

Apakah kau bahagia?

Air mata jatuh dari mata hitamu,Sampai rambutmu berubah menjadi putih

Sayangku,gadisku

Aku berjanji,sayangku

Saying ‘I love you’ ,I want to do it every day for a lifetime
Would you marry me?
Loving and cherishing you,I want to live this way

Mengatakan ‘aku cinta kepadamu’ ,Aku ingin melakukannya setiap hari sepanjang hidupku

Maukah kau menikah denganku?

Mencintaimu dan menghargaimu mu,Aku ingin hidup dengan dengan seperti ini

Every time you fall asleep,I want it to be in my arms
Would you marry me?
Would you consent to this heart of mine?

Setiap kau tertidur,Aku ingin kau berada di pelukanku

Maukah kau menikah denganku?

Akankah kau menyetujui itu untuk hatiku?

For a lifetime I’ll be by your side, I do
Loving you, I do
Cherishing you through the snow and rain, I do
I’ll protect you, My love

Untuk sepanjang hidup disisimu,aku bersedia

Mencintaimu,aku bersedia

Melindungimu sepanjang turun salju dan hujan,aku bersedia

Aku akan melindungimu,sayangku

Her wearing a white dress,Me wearing a tuxedo
We walk, matching our pace
On the moon and star, I swear
I don’t like lies, I don’t like doubt
My loving princess,Stay with me

Dia mengenakan gaun putih,Aku mengenakan tuxedo

Kita berjalan,menyamakan langkah kita

Dibawah bulan dan bintang,aku bersumpah

Aku tidak suka kebohongan,aku tidak suka keraguan

Putri yang kucinta,Tetaplah bersamaku

Even as we age,I want to go about it smiling
Would you marry me?
Would you spend my days with me?

Walaupun kita menua,Aku ingin menjalaninya dengan senyuman

Maukah kau menikah denganku?

Maukah kau menghabiskan hari harimu bersamaku?

Through hardships and difficulties, I do
I’ll always be there, I do
Through our many days together, I do
I’ll be thankful every day, My love

Sepanjang kesengsaraan dan kesulitan,aku bersedia

Aku akan selalu ada di sini,aku bersedia

Sepanjang hari hari kita bersama,aku bersedia

Aku akan sangat bersyukur setiap harinya,sayangku

Accept this shining ring in my hand,That I’ve prepared from awhile back
With the same feelings today
I’ll remember the promise made right now
Would you marry me
?

Terimalah cincin yang bersinar di genggaman tanganku,Yang sudah aku siapkan beberapa waktu lalu

Hari ini dengan perasaan yang sama

Aku mengingat janji yang kubuat saat ini

Maukah kau menikah denganku?

I have nothing else to give you but love
That’s all, hardly valuable
Though I’m clumsy and am lacking
My love, my girl
I’ll protect you

Aku tidak memiliki apapun yang bisa kuberi padamu kecuali cinta

Itu saja,hampir tidak berharga

Meskipun aku kikuk dan kekurangan segalanya

Sayangku,gadisku

Aku akan melindungimu

Will you promise me just one thing?
That no matter what happens,We will love each other
That’s it

maukah kau berjanji padaku satu hal?

Apapun yang terjadi,kita akan selalu mencintai satu sama lain

Itu saja.

WILL YOU MARRY ME?

 

[Super Junior : Marry You]

 

aku tak bisa membendung air mata bahagiaku. Apakah sekarang Kyuhyun sedang melamarku? Aku sedang tidak mimpi kan? Aku menatap haru secarik kertas di tanganku,kuulas senyum kebahagiaan di bibirku. Kuambil bandul yang berisi cincin tadi lalu membukanya perlahan,kuambil cincin itu dan kuperhatikan baik baik. Cincin emas putih bertahta berlian berbentuk hati yang menyembul ke atas,cantik sekali..

seseorang dengan lengan kokoh melingkarkan tangannya di antara bahu dan leherku. Dia berbisik pelan di telingaku,aku tahu suara ini,suara yang selalu aku nantikan setiap waktu. “maukah kau menikah denganku..Park Hae In?”

air mataku kembali menetes hebat,aku terisak pelan tanpa menjawab pertanyaannya. Lelaki itu merubah posisinya duduk disebelahku,lalu merangkul bahuku. “kenapa menangis? Kau tak suka?” tanyanya khawatir. Aku menggeleng pelan,Kyuhyun menarik tubuhku hingga menghadap ke arahnya. “ssst..uljimaa..” telapak tangannya yang dingin menyentuh pipiku pelan lalu mengusap air mata yang mengalir. Matanya menangkap sebuah benda di jari manis tanganku. “cincin ini..” Kyuhyun memegang tanganku lalu menatap cincin berbandul bulat itu. cincin yang membuat aku bertemu dengan Kyuhyun,ring of fate.

 

“sepertinya sudah saatnya mengganti cincin ini..”  Kyuhyun memandangi bunga mawar merah yang mekar dengan indah di dalam batu cincin itu,bunga yang mekar saat aku pertama kali bertemu dengannya. “bukannya tidak bisa di lepas?” tanyaku sembari sedikit terisak. Kyuhyun tersenyum simpul lalu menarik cincin itu dengan mudahnya. “bisa kan?” tanyanya sembari mengacungkan cincin itu tepat dihadapanku,Aku mengangguk pelan. bunga mawar dalam cincin itu perlahan lahan berubah menjadi berwarna putih dan bersinar sangat indah. Kyuhyun membisikan sesuatu pada cincin itu dengan bahasa yang tak kumengerti ”completur,gratias..”lalu dalam sekejap cincin itu mengeluarkan sinar yang sangat menyilaukan dan lenyap entah kemana.

“apa yang barusan kau katakan?” Kyuhyun menoleh ke arahku lalu membetulkan posisi duduknya. “selesai,terimakasih..” dahiku mengerenyit heran. “lalu kemana cincin itu?”

“dia sudah selesai dengan tugasnya,jadi dia kembali ke kotak suci di rumah orang tuaku. Dan menunggu giliran Hyung-Hyungku selanjutnya untuk dipakai” aku manggut manggut mengerti. Dunia Vampire memang sedikit rumit.

“jadi,Hae In-a. Kau menerima lamaranku?” tanyanya langsung menatap ke manik mataku. Aku menatapnya sebentar lalu menunduk,memain mainkan jariku gusar. “emm..aku..”

“aku?” sahutnya.

“aku…”

“hmmm?” dia mendekatkan wajahnya kepadaku.

“aku tidak bisa..Kyu..” ucapku pelan.

“m-mwo..?” gumamnya pelan. matanya menatapku tak percaya,mulutnya sedikit terbuka saking dia kagetnya. “k-kau..serius?” tanyanya lagi. Aku mengangguk pasti. Dia menghela napas kecewa,lalu beranjak berdiri. “Kyu..” Kyuhyun berdiri tepat di depanku dengan posisi memunggungiku. “baiklah kalau itu keputusanmu,aku tidak memaksa” ucapnya dengan nada kecewa dan berjalan meninggalkanku.

“aku belum menyelesaikan kalimatku Kyu!” dia menghentikan langkahanya lalu berbalik ke arahku. “apa?” tanyanya singkat. Aku berjalan mendekat ke arahnya lalu menarik lehernya agar aku bisa membisikan sesuatu kepadanya.

“aku tidak bisa menolak lamaranmu..Cho Kyuhyun..” bisiku cepat. Kyuhyun menatapku tak percaya,matanya mengerjap ngerjap kebingungan. “kau..” ucapnya geram. Aku hanya menunduk lalu menggerak gerakan kakiku salah tingkah. Tiba tiba tubuhku terangkat dan aku merasakan kecupan ringan mampir di bibirku.

“dasar kau..membuatku takut saja” aku terkekeh geli lalu memeluk bagian lehernya,menghirup aroma pinus yang selalu menguar dari tubuhnya. Kyuhyun memeluk tubuhku erat erat lalu memutar tubuhku bersamanya. “ya!” teriaku kaget karena tiba tiba saja kami berputar. “SARANGHAE PARK HAE IN !!!!” teriaknya sambil tertawa bahagia.

“NADO,CHO KYU-,Kyaaaak!!!” karena dia berputar putar tak melihat arah, kami berdua tercebur ke kolam renang dengan posisi aku menindihnya. Saat di dalam air kami tidak melepaskan pelukan kami sama sekali,aku dan Kyuhyun saling berpandangan di dalam air,waktu jadi terasa lambat saat itu. Kyuhyun memegang tengkuku lalu mendekatkan bibirnya padaku. dia mencium bibirku lembut,dan aku membalasnya serupa. Kami berpanggutan di dalam kolam dan belum beranjak naik ke permukaan,gelembung gelembung udara yang keluar dari sisi bibir kami membuat geli dan begitu menggelitik. Kyuhyun menatapku dengan sinar matanya yang lembut tanpa melepas ciuman kami,rambutnya yang bergerak pelan di dalam air membuatku terpesona. Ketampanannya tak bisa disandingkan dengan siapapun.

Aku merasa pasokan udara di paru paruku sudah mulai menipis,aku memukul mukul dada Kyuhyun pelan lalu ia melepaskan ciumannya. Aku memberi isyarat dengan menunjukan tanganku ke atas,Kyuhyun mengangguk pelan lalu menarik tubuh kami ke atas. Ke permukaan.

“uhuk uhuk!” aku terbatuk batuk saat kami sudah ada di permukaan air. Kyuhyun menepuk punggungku pelan “gwenchana?” aku menganguk. Kyuhyun masih tetap mengangkat tubuhku dengan menumpukan tangannya di bagian pinggangku,lalu ia berjalan ke arah sudut kolam dan menyenderkan tubuhku disana. Dia melepas pelukannya dan memindahkan kedua tangannya berada di sisi tubuhku,menahanku agar tidak kemana mana. Aku yang sedikit kewalahan karena berjinjit agar tubuhku tidak terendam sampai dagu mengalungkan tanganku di leher kokohnya. Mata kami bertemu pandang lagi,dia menatapku lekat lekat dan tersenyum tipis. Rambutnya yang basah lalu kemeja putihnya yang menyetak tubuhnya membuat dia lebih terlihat errr…seksi.

“aku tahu aku seksi miss Park” ucapnya lalu tertawa pelan. “ya! jangan sering sering membaca pikiranku!” aku mencubit lehernya gemas,dan dia malah tambah cekikikan. Angin malam yang berhembus ke arahku membuatku merinding dan membuat kulitku seperti kulit ayam yang pori porinya mencuat. Kyuhyun mengangkat tubuhku lalu kami keluar dari kolam “dimana kau taruh cincinnya?” aku hanya menepuk nepuk kantong celana pendeku pelan. dan Kyuhyun hanya ber-O ria tanpa mengeluarkan suara.

*****

 AUTHOR POV

Lelaki itu memandang gadisnya yang sudah terlelap dengan posisi tidur yang sedikit aneh. Kekehan geli terdengar dari bibirnya,lalu ia bergerak membetulkan posisi tidurnya agar bisa lebih nyaman. Lelaki itu menghempaskan tubuhnya tepat disamping gadis itu,dia menghadapkan tubuhnya menyamping mengarah pada gadis itu.

Memandangi wajahnya adalah hal yang tak pernah membuatnya bosan,perubahan ekspresi pada wajah gadisnya begitu menarik. Semua darinya tak ada yang pernah membuatnya bosan,sekalipun.

“kyu,kau sudah tidur?” kepala Sungmin menyembul dari pintu kamarnya. “anieyo,wae Hyeong?” lelaki itu beranjak dari kasurnya lalu menghampiri Hyeongnya. “Leeteuk Hyeong memanggil kita semua,kajja” Sungmin meninggalkan lelaki itu terlebih dulu. Sebelum ia menutup pintu ia menatap gadisnya yang terlelap.

*****

Dentingan gelas terdengar begitu riuh,ketiga belas lelaki itu bersulang untuk merayakan sesuatu.

“selamat untuk kita semua,tugas kita sudah selesai. Tak ada satupun Vampire Level E yang tersisa!” ucap anak tertua itu dengan bangga menatap kepada adik adiknya lalu meminum Wine itu oneshoot. “Hyeong kau kan tidak kuat minum. Sudah,sudah” Kangin merampas botol Wine di tangan Leeteuk karena melihat wajahnya sudah memerah karena alkohol.

“aigo,lihat ikan ini. wajahnya sudah seperti ikan kakap merah rebus” komentar Eunhyuk seraya menatap adiknya yang terlihat teler,padahal baru meminum satu teguk. Sedangkan kedua pasang kakak adik romantis Kyuhyun dan Sungmin,dengan Khidmat meminum Wine mereka dengan senyum terkembang di wajah. Senyum kepuasan,kelegaan,dan kebahagiaan.

“bagaimana acara lamaranmu Kyu? Sukses?” Lelaki itu mengangguk seraya menuangkan Wine ke gelasnya lagi. “baguslah,kau tahu untuk mengajak semua orang keluar itu susah sekali” protes lelaki imut itu seraya menelan sisa Wine di gelasnya. “untung saja terpikir olehku membuat pesta kecil seperti ini,mereka semua mau ikut karena ingin ribut ingin membeli makanan favoritnya masing masing. Kau berhutang padaku adik kecil” ucapnya perhitungan. Lelaki itu tertawa pelan lalu menepuk bahu Hyeongnya itu. “tenang saja Hyeong,mau kucarikan wanita juga? Kekeke” lelaki imut itu memandangnya sedikit berbinar,lalu dalam seketika kembali merengut.

“memangnya kau kira aku semerana itu sampai tak bisa mencari wanita sendiri hah?” Lelaki setan di depannya hanya tertawa keras melihat wajah imut itu cemberut.

“jadi kapan kau akan menikahinya Kyu? Hm?” lelaki itu terdiam lalu bergumam kecil sembari berpikir. “mungkin..secepatnya”

 *****

Gadis itu menggeliatkan tubuhnya pelan,lalu tersadar akan lengan kokoh yang melingkar di perutnya.

“selamat pagi miss Park” sahut lelaki di hadapannya tanpa membuka matanya sedikitpun. “kau sudah bangun heh?” tanya gadis itu menyolot. “calon pengantin tidak boleh bertengkar tahu..” lelaki itu mendaratkan kecupan ringan di bibir gadis itu lalu membuka matanya perlahan.

Gadis itu tersihir oleh tatapannya,sorotan lembut yang menembus ke relung hatinya. Tanpa bergerak dan berbicara mereka hanya saling bertatapan satu sama lain,menikmati keindahan pada diri pasangannya masing masing.

“seperti biasa kau cantik..” ujar lelaki itu lalu mengelus pipi empuk gadisnya perlahan. “kau juga seperti biasa..merebut semua perhatianku,mister Cho..” balasnya sembari tersenyum kecil. “aku ingin segera hidup bersamamu,mengikat dirimu dengan perjanjian suci yang tak bisa kau ingkari,mengubah marga depanmu menjadi Cho,menjalani halang rintang hidup bersamamu,dan bersamamu selamanya..”

Gadis itu terdiam lalu menyentuh permukaan kulit lengan kekasihnya yang bertengger di pipinya. “Kyu..kumohon,ubah aku menjadi sepertimu saat kita menikah nanti. Kau tahu..hanya itu satu satunya jalan agar kita bisa bersama selamanya. Tanpa ada pemisah bernama kematian..” lelaki itu menatap gadisnya tanpa bisa berkata apa apa.

“kau tahu? Mengapa aku tak ingin mengubahmu menjadi sepertiku?” gadis itu mengangguk. “aku takut kau akan membenciku karena mengubahmu menjadi mahluk mengerikan sepertiku,kau tahu kan kami seperti..pembunuh? aku takut kau akan menyesal..aku takut Hae In-a” perkataan lelaki itu menyiratkan kekhawatiran yang sangat dalam terhadap gadis di hadapannya.

“kau tahu..aku tidak keberatan berubah menjadi apapun,asalkan aku bisa terus bersamamu. Aku tidak pernah menyesal dengan semua keputusanku yang menyangkut dirimu..tidak pernah,Kyuhyun-a”

*****

“itu semua keputusanmu Kyu” lelaki itu mendongak menatap kakak tertuanya yang sedang berdiri menghadap jendela menikmati langit siang yang cerah.

“pasti kau tidak akan setuju,sama sepertiku dan yang lainnya. Mengingat kita mahluk yang sedikit mengerikan..” Kyuhyun beranjak dari duduknya lalu berdiri tepat di samping hyungnya. “tapi hyung,aku memang ingin abadi bersamanya..kau tahu itu kan?” Leeteuk mengangguk. “Aku mengerti perasaanmu,karena aku pernah..aku pernah merasakannya” lelaki itu meringis meremas kemeja putihnya menahan air mata.

“kau tahu,aku takut kau akan terpukul sepertiku sampai tak bisa melakukan apa apa. Aku takut kau akan merasakan penyesalan yang sama seperti yang aku rasakan,aku takut kau akan menjadi lelaki pengecut sepertiku tanpa bisa mengambil keputusan yang jelas” ringis Leeteuk tanpa bisa menahan lelehan air matanya.

“Kang So Ra..kau pasti tahu kan? Kekasihku yang mati setahun lalu karena DNA nya yang tak cocok setelah ku ubah menjadi vampire?” Kyuhyun mengangguk pelan,merasa bersalah karena mengoyak kembali luka yang telah terjahit dengan rapih.

“aku ingin melakukan combustine,aku ingin melakukan itu..sangat ingin. Tapi aku takut Kyu..aku takut bertemu dengannya dalam keadaan tak saling mengenal” lelaki itu merosot kebawah,berusaha meredam tangisnya yang mulai tak terkendali. “aku sangat ingin bertemu dengannya..So Ra-ya..” hati Kyuhyun mencelos melihat pertahanan diri kakak tertuanya itu runtuh,dia sangat tahu setahun ini kakaknya berusaha keras terlihat tidak bersedih dan semuanya berusaha tidak membicarakan kekasihnya yang telah mati. Dia tahu walaupun kakak tertuanya terlihat baik baik saja dan selalu menebar perhatian,tapi luka hati kakak sulungnya itu tidak akan pernah tertutup,tidak akan pernah sampai ia bertemu kembali dengan kekasihnya.

“aku tahu kekhawatiran yang kau rasakan,Hyung..” ujar Kyuhyun dingin. “karena aku berpikiran sama denganmu,sangat sama. Aku bahkan telah bersiap untuk kemungkinan terburuk kalau DNA vampire tidak cocok dengan tubuhnya..” Leeteuk mendongakan kepalanya menatap adiknya yang tersenyum penuh dengan kekhawatiran.

“aku akan tetap mengubahnya Hyung…aku tidak takut dengan kemungkinan yang akan datang. Aku tidak tahu dia akan tetap abadi bersamaku atau mati perlahan karena DNA nya” Leeteuk menatap adiknya yang penuh kesungguhan pada dirinya. Lelaki itu menghapus air matanya lalu berdiri,kembali menatap pemandangan di luar jendela.

“tapi Hyung..kalaupun Hae In harus lenyap karena DNA nya yang tidak cocok,aku akan segera melakukan combustine saat itu juga..” lelaki itu menatap hyungnya dengan senyum kepedihan di dirinya.

“walaupun aku akan bertemu dengannya dalam keadaaan tidak saling mengenal,ataupun tidak akan pernah bertemu sama sekali..setidaknya kita akan hidup bersama di dunia yang sama bukan? Menghirup napas yang sama,memijak bumi yang sama..dan takdir kita adalah satu orang yang sama,dan kupastikan takdirmu akan tetap Kang So Ra Hyung,walaupun dimensi memisahkan kalian..tapi takdir jodoh tetap tak bisa di ubah..”

“Aku tidak mau menyesal membiarkan dia hidup tanpa kehadiranku dan melupakanku begitu saja..kau tidak mau orang yang kau sayangi selalu menunggu kehadiranmu kan? sedangkan kau hanya terdiam disini seperti orang bodoh yang hanya bisa melihatnya dari kejauhan tanpa bisa menjangkaunya..”

“akan lebih menyakitkan kalau kita tidak bisa hidup di dunia yang sama dengan orang yang kita cintai bukan? Hyung..”

*****

“menurutmu yang ini sudah bagus Kyu?” gadis itu berputar di depan kekasihnya dengan wajah sedikit tidak puas. “terserahmu,menurutku bagus” jawabnya sembari tersenyum. Gadis itu merengut lalu kembali menghampiri rak gantungan gaun pengantin di sisi kanan.

“terlalu banyak renda,aku tak suka yang ini..seperti putri duyung,terlalu ribet” gumam gadis itu sembari menggeser geser gaun pengantin yang tergantung rapih. Lelaki itu hanya tertawa kecil melihat tingkah gadisnya. Lalu menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

“baiklah Miss Park,karena kau tidak bisa menemukannya bagaimana kalau aku yang memilihnya?” gadis itu sedikit menolehkan kepalanya.” Memangnya seleramu bagus apa?” tanyanya ketus.

“menurutmu? Bagaimana dengan gaun yang kurancang untuk pertemuan agung? Hm?” tanyanya dengan penuh nada kemenangan. “hh..arraseo arraseo. Kalau begitu cepat” dumel gadis itu jengah.

Dengan sekali melihat lelaki itu menarik sebuah gaun lalu menyodorkannya pada gadisnya.

“kau yakin?” lelaki itu mengangguk pasti. “sebenarnya kau memakai apapun akan tetap cantik Miss Park” gadis itu buru buru merampas gaun itu dari tangan kekasihnya lalu segera memasuki ruang ganti dengan wajah memerah.

Tak lama kemudian gadis itu keluar dan menunjukan gaun yang dipilih oleh calon suaminya itu. dia berputar dan tak ada raut tak puas di wajahnya sekarang. Dia tersenyum tipis terlihat menyukai gaunnya.

“pilihanku tak salah kan? Simple,elegan,dan ada wana hitam kesukaanku” komentar lelaki itu tersenyum puas.

 

Aksen renda hitam yang mengelilingi bagian dada dan perut seperti korset lalu tali hitam dengan simpul yang tidak rumit melilit tubuh gadis itu sempurna. Gadis itu mengangguk dan tersenyum puas dengan pilihan kekasihnya itu. “baiklah..seleramu tidak pernah buruk,Mister Cho”

Lelaki itu tersenyum simpul tanpa melepaskan pandangan kepada gadisnya yang menghilang dibalik tirai ruang ganti. Lelaki itu melirik pergelangan tangannya yang berhias jam Rolex berwarna hitam pekat,pukul 6 sore.

“ne,ne..kamsahamnida” ucap gadis itu kepada petugas di toko itu lalu menghampiri kekasihnya yang sedang merapihkan jas semi formal one button keabuannya. “ada yang ingin dicari lagi?” gadis itu menggeleng. “kurasa tidak,semuanya sudah siap. Mungkin..dekorasi?” lelaki itu menepuk kepala gadisnya pelan. “tidak usah memikirkan hal merepotkan seperti itu,pasti Eomma-ku akan menyiapkannya secara sukarela. Bahkan tanpa kuminta” gadis itu terkekeh pelan mengingat bagaimana reaksi antusias dari kedua orang tua lelaki itu,tampaknya bukan hal yang harus di khawatirkan.

“jadi,sekarang kita akan kemana.. Nyonya Cho?” gadis itu mengerenyitkan dahinya mendengar sebutan asing tersebut. “Mworago? Nyonya Cho?” tanyanya heran,lelaki itu dengan entengnya mengalungkan lengannya di pinggang gadis tersebut dan mengajaknya mulai melangkah keluar dari toko.

“tentu saja nyonya Cho,margamu akan berubah menjadi Cho. Memangnya margaku yang jadi berubah? Park Kyu Hyun? Kurasa itu tidak cocok denganku” ucapnya enteng,sedangkan gadis di rangkulannya hanya mendelikan matanya tak peduli. “kita mau kemana? Bukannya mobil ada di sebelah sana?” lelaki itu tersenyum tipis dan berbicara tanpa memandang ke arah gadis dalam rangkulannya. “aku ingin berkeliling di daerah sini,kau tidak bosan naik mobil terus?”

“cukup bosan sih,mungkin sekali kali tidak buruk juga” gadis itu merangkul balik pinggang lelakinya lalu menatapnya sekilas dan terkekeh pelan. “sepertinya ini kencan pertama kita” gadis itu mendongak menatap wajah lelaki di sampingnya lalu tersenyum. “bisa dibilang seperti itu,hehe”

Mereka berdua berjalan santai sambil merangkul satu sama lain,menikmati waktu santai yang jarang mereka nikmati berdua tanpa gangguan dari para kakak lelaki itu. sesekali mereka berhenti di depan toko hanya sekedar melihat lihat dan mengomentari suatu barang tanpa berniat untuk memasuki toko atau membelinya.

“apa maksudnya ini?” tanya gadis itu kesal,sedangkan lelaki di hadapannya hanya menunjukan senyum sinisnya dengan penuh maksud. “bikini,memangnya apa lagi?” ucapnya senang seraya memegang sepasang bikini berwarna hitam dengan model yang sangat sexy.

“aku tidak mau! Lihat celana bikini itu,mungkin belahan bokongku akan terlihat jelas” gadis itu menatap ngeri celana bikini yang lebih mirip G-String. “bukannya itu bagus? Akan mempermudah pekerjaanku” ucap lelaki itu enteng seraya bersiul menggoda. “pekerjaan? Maksudnya?” lelaki itu berdecak kesal lalu menarik gadis itu ke ruang ganti.

Dengan gerakan sepersekian detik lelaki itu menutup pintu ruang ganti tersebut dan mendesak gadisnya ke pojok ruangan. “kau tidak tahu pekerjaan yang kumaksud?” tanya lelaki itu seraya membuka kancing pertama kemeja bermotif bunga itu. gadis itu menelan ludahnya gugup,akhirnya tahu pekerjaan apa yang lelaki itu maksud. “k-kurasa aku s-sudah tahu..” balasnya pelan. “benarkah?” tangan lelaki tersebut sudah berada di kancing ke empat kemeja bermotif bunga itu,gadis itu mengangguk tanpa berkata kata,lelaki itu menurunkan kemeja gadis tersebut sebatas bahu dan mengelusnya pelan.

Sontak gadis itu terkejut dan memandang langsung ke manik mata lelaki tampan dihadapannya. Sentuhannya,tatapannya,mengunci seluruh tubuh gadis itersebut sehingga tak bisa berkutik sedikitpun. Lelaki itu merapatkan tubuhnya tanpa melepaskan sedetikpun tatapan dari gadisnya,dia bisa mendengar degup jantung gadis dihadapannya yang berdebar sangat keras seakan akan melompat dari tubuhnya.

‘aku ingin lebih disentuhnya,tapi aku belum siap..’ suara pikiran gadis itu terbaca olehnya. Lelaki tersebut tersenyum tipis lalu mengecup bibir gadisnya penuh sayang. “wajahmu jelek sekali miss Park” ejek lelaki itu sembari mengerling nakal,sontak wajah gadis itu merah padam lalu memukul dada lelaki di hadapannya kesal. “ya! kenapa sih suka sekali menggodaku!” sungutnya kesal. lelaki di hadapannya hanya terkekeh pelan lalu merangkul gadisnya lagi untuk keluar dari bilik ruang ganti tersebut.

Tatapan tatapan curiga datang dari orang orang sekitar yang melihat mereka keluar dari satu ruang ganti bersamaan,tapi tak mereka gubris karena terlalu sibuk adu mulut.

“pokoknya kau harus ambil yang itu,lalu yang ini dan ini” lelaki itu melempar sekitar lima pasang bikini yang mengekspos habis habisan tubuh gadisnya tersebut. “ya! untuk apa membeli bikini sebanyak ini!” protes gadis itu. “persiapan bulan madu” ujarnya enteng.

“MWORAGOO??!!!”

*****

“kalian sudah pulang?” sambut wanita paruh baya itu ramah. “eomma? Kenapa disini?” tanya Kyuhyun kaget. “a-annyeonghaseyo ahjumma..” Hae In membungkukan badannya memberi salam. “Mworagoo? Ahjumma?! Ani,panggil aku eomma” omel wanita itu. “de?!” pekik Hae In kaget. “kalian kan sebentar lagi akan menikah jadi panggil aku eomma,arraseo?” perintah wanita itu. “ne,algeseumnida o-omma,hehe” jawabnya canggung.

“eomma jawab pertanyaanku kenapa kau disini?” omel Kyuhyun,wanita itu melotot ke arah anak bungsunya itu. “memangnya ini bukan rumah eomma dan appamu juga? Eomma hanya datang melihat lihat,memangnya eomma tidak rindu pada anak anak eomma huh?” Kyuhyun menghela napas. “sekaligus eomma sedang mempersiapkan pernikahan kalian,hihi”

“sudah kubilang kan,sebelum kuminta eomma sudah menyiapkannya” ujar Kyuhyun,Hae In mengangguk lemas. “apa ini? bikini???” pekik wanita paruh baya itu setelah merebut tas belanjaan dari tangan anak bungsunya,lalu sedetik kemudian wanita itu menyeringai penuh arti kepada mereka berdua.

“aiguu..kalau begitu tolong berikan eomma cucu yang banyak,oke?” godanya sembari mengerling nakal. “ne eomma,kau ingin berapa banyak? Apa ingin punya 13 cucu juga?” ujar lelaki itu,Hae In menginjak kaki lelaki itu keras keras tetapi lelaki di sebelahnya malah tertawa. “yang benar saja,aku tidak mau mengurus 13 anak keturunan setan sepertimu!” mendengar protes gadis itu Kyuhyun dan Ibunya malah tertawa makin keras lalu segera melangkah ke ruang keluarga.

“ibu dan anak yang benar benar aneh..”

*****

Lagi lagi mimpi itu menghampiri tidurnya. Mengusik semua ketentram dalam tidurnya. Gadis itu bergerak gelisah dan mengeluarkan keringat. Terkadang ia menggumam lalu mengerang kecil seperti kesakitan.

“mimpi yang sama seperti waktu itu Kyu..gadis itu mengganggu tidurnya lagi. Theresia..” ucap Sungmin pelan. dia hanya bisa menatap prihatin calon istri adiknya tersebut.

“T-Theresia?” tanya Kyuhyun tak percaya. Dia tahu betul gadis itu,Theresia Fyodorvona. Vampire cantik keturuna Rusia itu memang sudah lama mengejar dirinya,bahkan pernah menjebak Kyuhyun untuk menidurinya agar dia bisa meminta pertanggung jawaban lelaki itu dan menikahi dirinya.

“b-bagaimana bisa Hyung?” Sungmin menghela napas berat. “entahlah,kurasa dia melihatmu dan Hae In saat pertemuan agung. Kau tahu kan salah satu keahliannya merasuki mimpi seseorang,dan kurasa dia meneror Hae In lewat mimpi. Seperti yang ia lakukan padamu dulu” Kyuhyun menelan ludah lalu menatap gadisnya cemas. Lelaki itu mengguncang guncangkan tubuh gadisnya pelan agar ia terbangun. “Hae In-a..ireona..”

“kalau kau membangunkannya sekarang,akan percuma Kyu..dia tidak akan bangun sampai Theresia pergi dari mimpinya” Kyuhyun menatap hyungnya tak percaya. “Sialan kau Theresia..” geram lelaki itu. “Kyu..duduklah disebelahku” tanpa banyak komentar lelaki itu menuruti perintah hyungnya. “baca pikiranku Kyu..dan kau akan tahu apa yang Theresia lakukan” Kyuhyun menghadap ke arah hyungnya lalu memfokuskan pikirannya. Perlahan..semuanya terlihat jelas..

Perempuan itu,Theresia. Menarik tubuh Kyuhyun yang terlihat begitu hampa ke pelukannya. “cium aku..Kyu..” pinta wanita itu. sedetik kemudia mereka sudah saling berpangutan tanpa menghiraukan Hae In yang  melihatnya dengan tatapan nanar dan tubuhnya penuh dengan luka cakaran. “Kyu..geumanhae,jebal..” isak gadis itu seraya memegang luka di lengan  atasnya yang mengalirkan darah.

Mereka berhenti berciuman,lalu wanita itu membisikan sesuatu kepada Kyuhyun lalu tersenyum. Kyuhyun berjalan menghampiri Hae In yang tersungkur penuh dengan luka,perlahan senyum terkembang di wajah cantik gadis itu. “Kyu..” gumamnya seraya tersenyum. Lelaki itu menarik tubuh Hae In membantunya berdiri. “kau..tak apa?” tanya gadis itu lalu mengelus pipi lelaki itu perlahan. “jangan sentuh aku,kau manusia menjijikan..” balas lelaki itu dingin. Hae In hanya menatapnya tak percaya sedangkan wanita di belakangnya tertawa penuh kemenangan.

“kau masih tak ingat kata kata ku Park Hae In? kau hanya manusia,dan kau adalah makananku. Aku tidak mungkin menikahimu. Pergilah menjauh dariku,karena aku mencintai wanita ini..Theresia” ujar Kyuhyun dingin lalu kembali melangkah ke arah wanita itu dan kembali menciumnya mesra.

Air mata gadis itu meleleh,bukan bening..tapi merah. Luka cakaran dibawah matanya mengeluarkan darah,air matanya berakumulasi bersama darah. “kau bohong Kyu! 3 hari lagi kita akan menikah,bahkan kau memilihkan gaun untuku. Kau hanya mencintaiku Kyu!” teriak gadis itu putus asa. Mereka tak menggubris teriakan putus asa dari gadis itu,mereka terus berpanggutan mesra tanpa memikirkan perasaan gadis di hadapan mereka.

“pergilah Hae In-a..aku tak membutuhkanmu. Pergi jauh jauh dan jangan menampakan dirimu di hadapanku lagi…sekalipun” ujar lelaki itu dingin lalu merangkul pinggang wanita itu mesra dan berjalan meninggalkan Hae In. sebelum mereka berdua menghilang di telan cahaya,wanita bernama Theresia itu menoleh kebelakang dan menyunggingkan senyum mengejek kepada gadis itu.

“Kyu! Andwe,kau tidak boleh meninggalkan ku Kyu! Cho Kyuhyuun!!!” teriak gadis itu seraya berlari mengejar bayangan mereka berdua.

“Kyu..andwe..andwe!!” teriak gadis itu lalu terlonjak bangun dari tidurnya. Napasnya memburu,peluh meluncur dari pinggiran wajahnya. Gadis itu menatap ke sekitar ruangan dan menemukan sosok itu. “Kyu..”

Kyuhyun berjalan ke arah gadisnya lalu memeluknya erat. “jangan percaya mimpi itu Hae In-a..jangan pernah sekalipun percaya,apalagi terpengaruh oleh mimpi itu” Hae In membalas pelukan kekasihnya lalu melepaskan semua kekhawatirannya disana. “dia..dia selalu datang menakuti ku Kyu. Aku takut..cepat rubah aku menjadi Vampir Kyu,aku takut!” racau Hae In putus asa. Lelaki itu mengecup dahi gadisnya penuh sayang lalu menangkupkan kedua tangannya di pipi gadis itu.

“aku akan merubahmu Hae In-a..tapi tidak sekarang. Aku janji aku akan merubahmu..tunggulah” Hae In mengangguk pelan lalu lelaki itu mengecup bibir mungil gadisnya.

“aku tidak akan pernah meninggalkanmu Hae In-a.. tidak akan pernah,apalagi untuk wanita lain”

*****

“duh,sibuknya yang mau menikah” sapa seseorang. Hae In membalikan tubuhnya,seketika senyum terkembang di bibirnya begitu melihat siapa yang datang.

“Lee Jung Ra!” pekiknya senang lalu menghampiri sahabatnya. “kau sombong ya sekarang,mau menikah tidak bilang bilang. Aku baru dapat undangan ini kemarin” protes gadis itu lalu memeluk sahabatnya sekilas. “mianhae~ terlalu banyak kejadian akhir akhir ini yang membuatku pusing sendiri. aku jadi jarang menemuimu” sesal Hae In,sahabatnya hanya mengangguk pelan lalu menatap sahabatnya jahil. “butuh jasa Fotografer? Kalian tidak perlu repot repot mencari Fotografer lagi,ada aku” ucapnya bangga sembari menepuk dada. “tentu saja dengan bayaran 2 kali lipat” tambahnya.

“mworago? Shireo! kau pikir aku tidak keluar banyak biaya untuk pernikahan ini hah?” Hae In menoyor kepala sahabatnya. Jung Ra memanyunkan bibirnya kesal “Hae In-a~ kau tidak tahu keuanganku akhir akhir ini sedang sulit? Kau tidak kasihan padaku?” Hae In menggeleng. “anhi,aku tidak kasihan padamu” ucapnya tegas lalu mengecek kembali desain dekorasi venue pernikahannya.

“aigo! Ya Park Hae In! bahkan aku sudah membantumu menjadi model terkenal!” pekik Jung Ra.

“mworago?” Jung Ra berdehem. “semenjak kau tampil di majalah Men’s Style itu,penjualan meningkat 30 persen. Dan para Direktur majalah Fashion lainnya meneleponku untuk meminta bantuan agar kau mau tampil di majalah mereka!” terangnya penuh semangat. Hae In melirik sahabatnya sekilas lalu kembali mengecek desainnya.

“benarkah? Tapi aku tidak mendapat panggilan darimu” ucapnya sembari melangkah menuju sisi ruangan untuk berbicara pada pekerja yang sedang memasang hiasan. “ponselku hilang,dan aku tidak tahu nomor ponselmu. Sedangkan jadwalku padat,jadi aku tidak ada waktu untuk menemuimu,dan baru bisa bertemu denganmu sekarang” ucapnya seraya mengikuti sahabatnya dari belakang.

“jadi bagaimana? Kau mau? Kalau kau sukses jadi model aku akan menjadi manajermu merangkap fotografer. Otte?” tanya gadis mungil itu semangat. Hae In membalikan badannya “mm..bagaimana ya? coba saja kau tanya pada Kyuhyun? aku tidak mau di tuduh yang bukan bukan lagi olehnya. Otte?” usul Hae In lalu berbalik dengan senyum penuh arti. Dia tahu sahabatnya itu takut pada kekasihnya,setidaknya Kyuhyun pasti tidak akan mengizinkannya. “apapun aku mau,kecuali meminta izin kepada calon suamimu yang menakutkan itu” Hae In terkekeh pelan lalu kembali berdiskusi dengan pekerja yang mendekorasi tempat pestanya.

“mau apa kau kesini? Mengganggu calon istriku lagi?” Jung Ra terlonjak kaget mendengar suara lelaki itu. “a-ani!” jawabnya cepat. “lantas kenapa daritadi kau terus membuntuti Hae In?” Hae In terkekeh geli tanpa sepengetahuan mereka berdua.

“mister Cho,dia ingin aku menjadi model lagi. Jadi dia datang kesini dan memohon mohon padaku” jelas Hae In seraya melipat kedua tangannya di depan dada. gadis itu tertawa kecil saat melihat sahabatnya salah tingkah. “benarkah?” tanya Kyuhyun tertarik. “n-ne. Jadi bagaimana Kyuhyun-ssi,apa kau mengizinkan Hae In untuk jadi model? Tentu saja aku yang akan menjadi manajernya,kujamin aman!” Kyuhyun mengelus dagunya dengan jari kokohnya lalu memandang ke arah Hae In untuk meminta pendapat,tapi gadis itu hanya menggidikan bahu. Menyerahkan seluruh keputusan padanya.

“tentu saja” ucap lelaki itu. Jung Ra tersenyum bahagia,sedangkan Hae In hanya melongo mendengar keputusannya. “tentu saja tak  ku izinkan! Enak saja membagi kecantikan Hae In untuk orang lain,shireo!” sontak Hae In tertawa dan Jung Ra hanya tertunduk kecewa. “kau jangan coba coba lagi untuk menyusahakan Hae In,arraseo? Walaupun kau sahabatnya aku tidak akan baik baik kepadamu”ucapnya seraya menunujukan jarinya kepada gadis mungil itu.

“haish,sudahlah jangan berlebihan begitu” Hae In menarik tangan lelaki itu. “lebih baik kau pergi sekarang,sebelum kau diceramahi panjang lebar olehnya” Jung Ra mengangguk. “jangan lupa datang ke pesta pernikahanku. Dan kurasa..kami butuh Fotografer” ucap gadis itu seraya mengerling pada sahabatnya. Jung Ra memeluk sahabatnya sekilas lalu tersenyum. “ingat,2 kali lipat” ucapnya lalu segera pergi sembari terkekeh sebelum kepalanya di toyor lagi.

“bagaimana? Apa ada masalah?” lelaki itu merangkul bahu kekasihnya serasa mengintip kertas desain yang dipegang olehnya. “ani,tidak sama sekali. Semua berjalan sesuai yang diharapkan,ada keluhan Mister Cho?” lelaki itu mengelus elus dagunya dengan jari. “aku rasa aku punya satu keluhan..”

“apa? Kau tidak suka dengan desain gedungnya?” lelaki itu menggeleng.

“ani..bukan itu”

“lalu?”

“calon istriku semakin hari semakin cantik,aku jadi ingin memajukan pernikahannya sekarang juga. Apa keluhanku bisa di proses Miss Park?” gadis itu terkekeh lalu memukul pelan kepala Kyuhyun dengan kertas yang dipegangnya.

“tidak bisa Mister Cho,tunggu 2 hari lagi” ucap gadis itu serasa membentuk angka dua dengan jarinya.  “hh..baiklah,baiklah. Aku tidak mau membantah perintah tuan putri” ucapnya sembari mengecup pipi gadisnya.

“haish..bisa tidak kalian tidak mengumbar umbar kemesraan di depan publik? Menyebalkan sekali” protes Heechul seraya menunjuk nujuk kesal sepasang kekasih dihadapannya. “kalau kau kesal,cepat sana cari wanitamu” balas Kyuhun tak mau kalah. “heish..dasar kau adik menyebalkan!” teriaknya kesal.

“Oppa,kalau kau terus terusan marah akan timbul keriput di wajahmu” goda Hae In,Heechul buru buru mengeluarkan cermin kecil dari saku celananya lalu menyentuh nyentuh kulit wajahnya. “ah,kau benar. Aku tidak mau wajahku keriput,iya kan Heebum?” tanyanya kepada kucing abu abu itu,kucing itu hanya diam di gendongan majikannya. “ah~ tak terasa sekarang adik kecilku sudah mau menikah. Kau benar benar melangkahi kami semua Kyuhyun-a” Kyuhyun tersenyum tipis,lalu merangkul pinggang gadisnya.

“yah~ aku hanya tidak mau membuang buang waktu. Kalau gadis itu sudah digenggaman untuk apa mengulur waktu lagi?” Heechul tersenyum tipis mendengar jawaban adiknya. “memang benar sih,aku jadi ingin cepat cepat menyusulmu..adik kecil”

*****

“hari ini ibumu akan datang?” tanya Jung Ra sembari memoleskan bedak tipis di wajahnya. “tentu saja,dia tidak mungkin melewatkan pernikahan anak perempuan satu satunya kan?” jawab Hae In susah payah karena di serbu oleh penata rias. “sudah lama sekali aku tidak bertemu ibumu,aku kangen pai apel buatannya hihi” Hae In tersenyum tipis.

Ibunya selama ini tinggal di Paris sebagai ahli Kue,dia tidak ingin tinggal di korea karena selalu teringat dengan almarhum suaminya yang tewas mengenaskan tanpa penyebab yang jelas. Setelah Hae In kenal dengan Kyuhyun dan mengetahui Vampire Level E. Barulah ia sadar bahwa ayahnya tewas mengenaskan karena dimangsa oleh Level E itu sendiri. ironis memang,tapi semuanya sudah terjadi dan tidak disesali oleh gadis itu. karena semua skenario kehidupan dan kematian hanya di atur oleh Tuhan.

“sudah selesai nona,kau cantik sekali” komentar penata rias itu. Hae In hanya tersenyum tipis sembari memandang pantulan wajahnya yang dihiasi make up tipis. “aigoo..lihat sahabatku ini,cantik sekali!” komentar Jung Ra sembari memotret sahabatnya tanpa meminta izin. “ya! siapa yang mengizinkanmu untuk memotretku?” Hae In menutupi lensa kamera itu dengan tangannya. “hehehe,aku berencana membuat album pernikahanmu Hae In-a” Jung Ra menghentikan aktifitas memotretnya karena kamera itu sudah direbut oleh Hae In.

“Hae In-a?” sapa seseorang,sontak kedua gadis itu menoleh ke sumber suara. “e-eomma..?” gumam gadis itu pelan. wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu menutup pintu ruangan perlahan lalu menatap kagum anak perempuan satu satunya itu. “kau cantik sekali putriku..” pujinya seraya melangkah mendekat. Hae In tak bisa menahan senyum kebahagiaan di wajahnya,sedetik kemudian ia menghambur kepelukan Ibunya. “eomma..bogoshipo,neomu bogoshipo” ibunya mengelus rambut anaknya pelan menahan tangisnya.

“aigoo,lihat putri eomma. 5 tahun tak bertemu sudah menjadi wanita dewasa,bahkan saat menelepon eomma mengabarkan akan menikah” ucapnya sembari memegang pundak anak gadisnya. “uljimaa~ nanti make up mu luntur” Hae In mengangguk lalu menghapus air matanya dengan punggung tangannya. “eomma penasaran dengan calon suamimu,eomma baru mendengar suaranya saja saat kau menelepon. Apa dia tampan?” goda ibunya seraya mengerling.

“keurom. Tentu saja tampan,sangat tampan..” jawabnya . “eomma jadi tidak sabar untuk melihatnya. Ah,sebentar lagi pestanya akan di mulai kan?” Hae In melirik ke arah jam dinidng lalu mengangguk. “ne,sebentar lagi. Omo,oteoke??” gumamnya panik. Ibunya menepuk pelan kepalanya,menenangkan anak gadisnya yang baru pertama kali akan menghadapi pernikahan.

“tenang saja,semuanya akan berjalan lancar. Oke?” gadis itu mengangguk pelan. “kalau begitu eomma tunggu di luar ya. ingat,jangan panik!” wanita paruh baya itu menatap sekilas putrinya sebelum menghilang di balik pintu.

“Jung Ra-ya~ oteokee??” gadis itu menghambur ke arah sahabatnya. “tenang saja,aku yakin kau bisa!” Jung Ra memegang tangan sahabatnya itu meyakinkan semuanya baik baik saja. “aku tunggu di luar oke? Park Hae In,Hwaiting!!” gadis imungil itu mengambil kamera DSLR miliknya lalu mengalungkan di lehernya. “ingat,Kyuhyun menunggumu. Hihi” ucap gadis itu sebelum menghilang di balik pintu.

“hhh…oteoke?” gumamnya seraya menghela napas berat. Selama 21 tahun hidupnya ini adalah saat saat yang paling menegangkan,pernikahan pertamanya dan juga semoga pernikahan terakhirnya. gadis itu berjalan ke arah cermin lalu menatap pantulan wajahnya disana.

“aku..Park Hae In,gadis yang pantas untuk Cho Kyuhyun. bukan sebagai makanannya,tetapi sebagai istrinya,pendamping hidupnya. Aku tidak tahu siapa wanita yang selalu meneror dalam mimpiku. Tapi kupastikan aku tidak akan mundur begitu saja jika dia benar benar nyata..” ucapnya mantap lalu menghembuskan napas.

Tok tok!

Pintu kayu itu terbuka pelan lalu munculah Ayahanda Kyuhyun dari baliknya. “a-appa?” gadis itu sedikit canggung saat memanggil pria itu appa,mengingat 5 tahun terakhir ia tak pernah menyebutkan kata itu. pria paruh baya yang masih gagah itu menatap kagum calon menantunya.

“ternyata pilihan anaku tidak salah,kau cantik sekali” Hae In tersipu malu lalu menghampirinya.

“kau sudah siap?” pria itu mengulurkan tangannya. Hae In terdiam menatap uluran tangan dari Ayah kekasihnya. Perlahan gadis itu menyambut uluran tangan pria itu lalu menatapnya.

Dengan langkah perlahan mereka keluar dari ruangan itu. ternyata Jung Ra menunggu di depan pintu,dan tanpa membuang waktu ia memotret sahabatnya itu. “Hae In-a! Senyum,jangan gugup!” ucap gadis itu hampir berbisik. Hae In hanya mengangguk pelan seraya tersenyum kaku.

“begitu kau sampai di depan karpet menuju altar,pasti gugupmu akan hilang” Hae In menoleh ke arah pria iti. “benarkah?” Pria itu mengangguk. “yang ada di matamu hanyalah orang yang menunggumu di altar,kau tahu saat aku menikahi ibunya Kyuhyun? semua terasa begitu lambat saat ia berjalan ke arahku,yang ada di pandanganku hanya dia yang berjalan ke arahku. Kau tidak akan merasakan kehadiran siapapun kecuali dia,aku bahkan tidak bisa berkedip saat itu.haha” kenang pria paruh baya itu. Hae In sedikit merasa rileks karena cerita tersebut.

“kau siap? Saat kubuka pintu ini kau tidak akan bisa merubah pikiranmu lagi” pria itu memegang gagang pintu dengan lengan sebelah kirinya. Hae In mengangguk pasti lalu menghirup napas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan. “aku siap,dan aku tidak akan pernah merubah keputusanku” pria itu tersenyum bangga pada gadis di sebelahnya lalu membuka pintu itu perlahan.

Sinar yang begitu terang menyilaukan penglihatan gadis itu hingga ia menyipitkan matanya. Perlahan ia melangkah bersama pria ayah dari kekasihnya menuju altar. Matanya terkunci saat ia menangkap sosok lelaki yang dibalut tuxedo klasik ala bangsawan eropa itu,lelaki yang akan menjadi pendamping hidupnya dalam kurun waktu beberapa menit kedepan. Benar apa yang dikatakan ayah dari kekasihnya itu sebelumnya. Dia tak merasakan kehadiran siapapun kecuali Kyuhyun yang berjarak beberapa meter di hadapannya,bahkan tak bisa berkedip karena saking indahnya sosok yang ada di hadapan altar itu.

Tak terasa ia sudah berada di depan gundukan tangga menuju altar,pria itu melepas genggaman tangannya dan menyerahkan tangan gadis itu kepada anaknya. “jagalah dia baik baik” ucap pria itu sebelum mundur perlahan meniggalkan mereka. Kyuhyun menggenggam erat jari mungil itu menuntunnya menuju ke depan altar. Mereka sempat bertatapan dan saling melempar senyum sebelum mereka bersumpah setia. Tak ada pastor disitu,mereka melakukan pernikahan klasik. Mengucapkan sumpah suci mereka sendiri.

Kedua pengantin itu berbalik,menghadap ke pintu keluar dan para undangan yang hadir di kapel mungil itu. hening. Tak ada yang bersuara sama sekali,semua menunggu dengan tegang ucapan sakral dari pengantin yang sedang berdiri mempersiapkan hatinya. Pengantin laki laki itu menarik napas lalu menghembuskannya perlahan,lalu sekilas menatap calon istrinya yang terlihat gelisah. Pada saat seperti ini sempat sempatnya ia membaca pikiran calon istrinya.

“aku Cho Kyuhyun. bersumpah atas nama Tuhan,aku bersumpah di bawah langit,bulan, bintang dan matahari. Hari Ini,detik ini. aku mengikatmu dengan janji suci sehidup semati,sebagai istri dan pendamping hidupku,sebagai ibu dari anak anaku kelak. Aku menerima dirimu apa adanya,tak perlu ada yang ditambahkan atau dikurangi. Selamanya kita akan menjalani hidup berdua,dibawah ikatan janji suci. Aku Cho Kyuhyun,menerimamu Park Hae In sebagai istriku”

*****

Tangan mereka bertaut erat seiringnya berjalan di atas hamparan pasir halus yang hangat. Matahari yang cukup terik membakar kulit mereka tanpa ampun di pulau tropis itu. terkadang mereka saling berpandangan dan tersenyum malu malu,lalu kembali mengalihkan pandangan mereka masing masing.

“ibuku memujimu,dia bilang kau tampan” Kyuhyun mengangkat sebelah bibirnya membentuk senyum yang sedikit meremehkan,tapi tak sepenuhnya seperti itu. “tidak kaget,sudah beratus ratus orang yang mengatakan aku tampan” ucapnya percaya diri. Gadis di sebelahnya hanya memasang tampang menyesal telah mengatakan pujian seperti itu. “haish..seharusnya aku tidak mengatakan itu” komentarnya dan sukses membuat lelaki di sampingnya tertawa kecil.

“bagaimana? Kau suka pulau ini?” Hae In mengangguk pelan seraya mengedarkan pandangannya menikmati keindahan pulau mungil itu. “kau cantik dengan bikini itu” goda lelaki itu lalu menatap jahil tubuh Hae In. gadis itu memakai bikini bercorak bunga hibiscus berwarna pink dengan pola bunga berwarna oranye yang cantik dan memanjakan mata,lalu ia memakai luaran kemeja putih tipis tanpa dikancingkan untuk sedikit melindungi tubuhnya dari sinar matahari. “pilihanku tidak pernah salah kan?” lanjut Kyuhyun yang disambut oleh cubitan ringan di lengan atasnya.

Mereka sudah sampai di pinggir pantai,ombak ombak ringan menyapu kedua telapak kaki mereka. Menimbulkan rasa geli dari pasir pasir halus yang terbawa ombak ke sela jari kaki mereka. Hae In iseng menendang air itu ke arah Kyuhyun higga sedikit membasahi  wajah dan dadanya yang tak dilindungi oleh kaos. Lalu gadis itu mundur perlahan sambil cekikikan bersiap siap menerima serangan balasan. Lelaki itu menyapu air yang ada di wajahnya dengan telapak tangannya yang lebar,lalu sedetik kemudian dia menatap seram perempuan yang sedang tertawa puas yang berjarak 10 meter darinya.

“omo!” gadis itu memekik kaget karena tiba tiba merasa cengkraman kuat di kedua pergelangan tangannya. “kau lupa aku punya kecepatan yang mengaggumkan huh?” tanya lelaki itu sembari tersenyum sinis. Dengan kecepatan yang nyaris orang tak bisa melihat gerakannya,mereka berdua sudah tergeletak di pinggir pantai dengan posisi gadis itu dibawahnya. Tubuh gadis itu basah karena terkena sapuan ombak ringan yang menyapu tubuhnya,sedangkan lelaki di atasnya menahan tubuhnya agar tidak menindih tubuh gadis itu. rambut basah Hae In yang menempel di pinggir wajahnya menjadi pemandangan menarik tersendiri bagi Kyuhyun,ditambah beberapa pasir yang menempel di rambut dan wajahnya. Belum lagi ditambah baju dan bikini gadis itu yang sudah sepenuhnya basah karena tersapu ombak. “kau terlihat membahayakan Miss Park..ah,ani. Miss Cho” ucap lelaki itu pelan seraya menyingkirkan rambut yang menempel di pinggir wajah gadisnya. Semburat merah muda yang merekah dipipi gadis itu membuat Kyuhyun tersenyum lembut. Mengaggumi betapa cantiknya setiap perubahan ekspresi yang ada pada diri gadis itu.

Perlahan tapi pasti,kedua pasangan pengantin baru itu sudah berpangutan mesra ditemani sapuan ombak. Tangan mereka saling bertautan seiring kecupan kecupan yang makin memanas,Kyuhyun menggigit bibir istrinya pelan. Tau apa yang diminta,Hae In membuka sedikit mulutnya,tanpa membuang kesempatan Kyuhyun melesakan lidahnya kedalam mulut gadis itu. Hae In sedikit mengerang ketika lidahnya berpangutan dengan lidah Kyuhyun. Hae In memindahkan kedua tanganya dan mengalungkan di leher kokoh Kyuhyun,Jemari Kyuhyun mengelus perut rata Hae In dan bergerak perlahan ke arah atas sehingga menyentuh tubuh bagian atas yang menonjol milik gadis itu. Hae In yang sedikit terkejut meremas pelan rambut tebal kecoklatan milik lelaki itu dan mengerang halus,sentuhan dibagian tubuhnya semakin intens,cepat,dan sarat dengan nafsu yang besar. Hae In mendorong pelan dada Kyuhyun hingga ciuman mereka terlepas,dengan napas yang terengah engah Hae In memandangi sekitarnya. “aku takut akan dilihat orang..” Kyuhyun tersenyum simpul,”ini pulau pribadiku Miss Cho,dan hanya ada kita berdua disini. Tidak ada yang lain..” ucapnya santai lalu kembali mencium mesra dan meremas bagian tubuh gadis itu.

“Kyu..apa kau tidak sadar badanku sudah terendam karena terbawa ombak pelan dari pinggir pantai?” Kyuhyun melihat sekelilingnya,tubuh gadis itu sudah terendam dan hanya bagian kepalanya yang menyembul ke permukaan,Sedangkan bagian tubuhnya sudah terendam sebatas paha. “ah,kau benar..” Kyuhyun menggendong Hae In di depan tubuhnya. “punggungmu tidak panas?” tanya gadis itu khawatir. “tidak,aku lebih menghawatirkanmu. Kulitmu sensitif kan? Aku tidak mau tubuhmu terbakar lagi” mereka menuju ke Villa yang terbuat dari papan papan kayu berwarna coklat muda mengkilat,bangunan bergaya Cottage ala pantai itu berdiri megah dan besar tanpa ada yang menyainginya.

Kyuhyun menurunkan tubuh gadis itu perlahan lalu mengambil handuk yang tergantung di rak handuk yang ada di kamar bernuansa putih itu dan menyerahkan kepadanya. “aku mandi saja,rambutku lengket dan banyak pasir” ujar Hae In lalu melangkah ke kamar mandi yang ada di sebelah kanan kamar itu. Kyuhyun duduk di kursi anyaman mungil yang ada di kamar itu dan mengeringkan rambutnya dengan handuk lembut,suara kucuran air dari shower memecah keheningan di kamar besar itu,dia melirik ke arah kamar mandi. Pintu kamar mandi tersebut terbuat dari kaca,dan sudah pasti akan menampakan semua aktifitas orang yang berada di dalamnya. Kecuali di bagian toilet yang terhalang oleh tembok kokoh menghadap ke samping. Kyuhyun berdiri dan melangkah ke arah kamar mandi,pandangannya terkunci,bahkan napasnya serasa terhenti.

Siluet tubuh polos Hae In yang sedang menikmati air segar yang mengucur dari Shower di atasnya, terlihat begitu jelas walaupun terhalang oleh kain tipis berwarna krem di sebelah kiri kamar mandi itu. Dia hanya terdiam di depan pintu kamar mandi tanpa bergerak sedikitpun,walaupun hanya melihat siluet tubuh gadis itu,tapi seolah menghentikan semua saraf geraknya. Jantungnya berdebar keras,berbagai pikiran dan nafsu berkemelut di otak dan dadanya. Desiran desiran asing yang baru pertama kali dirasakan oleh lelaki itu begitu tak bisa dikontrol. Tak ingin meyiksa dirinya lebih lama lagi,Kyuhyun membuka pintu kamar mandi itu perlahan. bisa saja ia memakai kecepatan luar biasanya,tapi ia ingin menikmati setiap momen dimana desiran desiran aneh ditubuhnya menggelitik seluruh sarafnya.

Terdengar senandung pelan dari bibir Hae In yang sedang menikmati guyuran air segar sembari membilas tubuhnya dari sabun beraroma buah buahan segar. Hae In tak menyadari bahwa Kyuhyun sudah ada beberapa langkah dibelakangnya, menatapi tubuh polosnya yang mengkilap basah terkena air dan pantulan cahaya kuning terang dari lampu di atasnya.

Gadis itu berteriak sedikit keras karena terkejut,tiba tiba seseorang merengkuh tubuhnya dari belakang. “H-Hae In-a..” bisik Kyuhyun dengan napas berat di telinga Hae In. punggungnya terasa hangat karena langsung bersentuhan dengan kulit dada lelaki itu,dia bisa merasakan detak jantung lelaki itu,terasa memukul mukul ringan punggungnya. “aku..sudah tidak bisa menahan diri lagi..Hae In-a. Aku benar benar ingin menjadikan dirimu seutuhnya..miliku” ucapnya berat seraya menjilat jilat pelan daerah belakang kuping gadis itu. tubuh Hae In sedikit menggeliat kegelian karena deru napas lelaki itu,jilatan Kyuhyun turun perlahan ke arah pinggir leher gadis itu dan meninggalkan bekas bekas kemerahan di tiap rutenya. Jemari Kyuhyun mulai memainkan puncak tubuh bagian atas gadis itu gemas,sedangkan jemari dari tangan satunya yang bebas mulai menggerayangi bagian paling privat dari gadis itu di bagian bawah tubuhnya. “K-Kyu..ahh..” desah gadis itu tertahan,Kyuhyun menggapai keran shower itu dengan satu tangannya lalu menekannya kebawah,menghentikan kucuran air dari shower itu. “lebih baik kita pindah ke tempat yang lebih nyaman..aku tidak mau kau masuk angin” bisiknya pelan lalu mengecup bahu gadis itu singkat. Kyuhyun menggendong tubuh gadis itu di depan,lalu dengan kecepatan mengaggumkan ia berhasil mengeringkan tubuhnya dan gadis itu lalu merebahkan gadis itu dengan posisi dibawahnya.

Bola mata coklat itu menatapnya jernih,mata yang tak bisa berbohong dan selalu apa adanya. Ia bergerak pelan mendekati wajahnya lalu mengecup kedua kelopak mata itu lembut. “aku suka matamu..” ucapnya lembut seraya tersenyum. Hae In mengelus wajah putih pucat itu perlahan,menikmati setiap jengkal keindahan yang terpatri begitu apik di hadapannya. “Kyuhyun-a,hati,jiwa,dan tubuhku seutuhnya milikmu. Tak perlu kau minta pasti akan kuberi..mulai sekarang,kau tak perlu meminta izin atas apapun yang ingin kau lakukan kepadaku..lakukanlah. karena aku tahu keputusanmu tak pernah salah” ucap gadis itu seraya tersenyum lalu menarik perlahan wajah tampan itu mendekat,dan mempertemukan bibir mereka masing masing.

Ntah siapa yang memulainya dan sekarang berubah menjadi ciuman panas yang sarat akan nafsu. Decakan decakan halus tercipta karena pangutan pangutan erotis dari mereka,kedua telapak tangan Kyuhyun mengerjai tubuh bagian atas Hae In tanpa ampun,Membuat gadis itu mendesah tertahan dalam ciumannya. Telapak tangan yang besar dan dingin itu mengelus tubuh gadis itu perlahan dan tidak tergesa gesa,berbanding terbalik dengan ciuman panas mereka yang tak terhenti sedari tadi. Cairan bening keluar dari sudut bibir mereka berdua karena begitu panasnya ciuman itu,saling menggigit dan membelitkan lidah. Jemari lentik Hae In mengelus bahu bidang Kyuhyun dan bergerak turun menuju dada,perut dan berhenti pada bagian sangat Privat dari lelaki tersebut. Kyuhyun sedikit tersentak karena rasa hangat menjalar di tubuh bagian bawahnya,begitupun Hae In yang mendesah kegelian karena jari kokoh itu menggelitik bagian bawah tubuhnya.

“K-Kyu..aaah..” desahnya geli karena lelaki itu makin intens menggelitik bagian paling sensitif di tubuhnya,tanpa sadar gerakan tangannya makin cepat dibawah bagian tubuh Kyuhyun dan membuat lelaki itu mendesah juga. “Hae In-aa..” panggilnya dengan suara parau.

Hae In mendorong tubuh Kyuhyun hingga keadaan berbalik,dia berada di atas tubuh lelaki itu. dia merangkak di atas tubuh putih lelaki itu perlahan,ia sempat melihat bagian tubuh paling sensitif lelaki itu dan sedikit tersenyum penuh arti. Ia kembali turun dan menatap intens tubuh bagian bawah Kyuhyun yang sudah membesar karena ulahnya. Ia menjilat ujung bagian bawah tubuh lelaki itu tanpa menyentuhnya,seperti candu ia mulai memasukan hampir seluruh bagian bawah tubuh Kyuhyun itu ke mulutnya dan mulai mengulumnya tanpa ampun,Kyuhyun memegang kepala Hae In seraya mengerang sebagai reaksi dari kenikmatan yang di terimanya. Terdengar bunyi ‘plop’ saat Hae In menyelesaikan godaannya di bagian privat lelaki itu dan kembali merangkak ke atas,membisikan sesuatu di telinga Kyuhyun.

“aku kagum dan sedikit terkejut melihat ukurannya..sedikit mengerikan melihat besarnya milikmu” Kyuhyun terkekeh geli lalu membiarkan Hae In tidur di sebelahnya,dia kembali berada di atas tubuh ramping Hae In dan mengelus  bagian puncak  tubuh atas gadis itu. bagian tubuh bawahnya yang mengeras menyentuh nyentuh bagian privat Hae In,dan membuat keduanya mengerang kegelian. Kyuhyun sedikit melebarkan kedua paha gadis itu,lalu menatap ke arah Hae In. seolah mengerti Hae In menganggukan kepalanya,memberi izin untuk sang raja memperoleh mahkota paling berharganya.

Dengan perlahan Kyuhyun mulai memasukan bagian tubuhnya kedalam tubuh gadis itu,Hae In meringis perih tanpa suara,ia hanya menggigit bibir bawahnya pelan. Kyuhyun yang tak tega memperlama proses menyakitkan untuk istrinya itu menyentakan bagian tubuhnya ke dalam tubuh gadis itu cepat. “aaaak!!” pekik Hae In tertahan,butiran air bening sebesar biji jagung itu meluncur dari sudut luar matanya. “sakit?” tanya Kyuhyun seraya mengelus lembut rambut gadis itu. “a-ani..hanya sedikit perih..”balas Hae In seraya tersenyum. Kyuhyun meremas sisi bantal yang dipakai Hae In untuk menyangga kepalanya,matanya terpejam dan napasnya memburu tak beraturan.

Oksigen seakan sulit untuk mengisi paru parunya,Hae In hanya bisa meremas bahu Kyuhyun pelan,dan mendesah tanpa mengeluarkan suara,hanya multnya yang terbuka dan deru napas terdengar dari gadis itu. Kyuhyun maupun Hae In belum menggerakan tubuhnya sama sekali,mereka masih beradaptasi dengan bagian tubuh yang terhubung satu sama lain. Kyuhyun mencium sesuatu yang menggelitik indra penciumannya,sesuatu yang sangat nikmat dan memabukan bak Wine yang sudah disimpan ratusan tahun. “kenapa aku bisa mencium darahmu? Hhh…”  ucapnya dengan suara parau lalu mulai menggerakan tubuhnya. “mungkin..darah dari bagian bawah tubuhku Kyu. Kau yang pertama” ucapnya lalu mengecup bibir Kyuhyun singkat

Hae In menyadari perubahan pada Kyuhyun,ia tersenyum tipis seraya menatap wajah putih pucat itu mulai sedikit berubah. Hae In tak henti hentinya menatap bola mata yang mulai berubah warna menjadi lebih pekat itu seraya mendesah hebat karena gesekan tubuh bawah mereka. Ia meremas lengan atas Kyuhyun yang menopang berat badan lelaki itu,bingung harus mengekspresikan kenikmatan di bagian bawah tubuhnya perlahan menjalar ke seluruh tubuhnya tanpa ampun.

Bukan hanya Hae In,Kyuhyun pun makin gencar menggerakan tubuhnya dan mendesah nikmat. Bau darah Hae In yang membiusnya membuatnya berkali lipat lebih bergairah di banding tadi,antara ingin cepat menyelesaikan persatuan tubuh mereka atau ingin berlama lama menggumuli istrinya.

“kkh..K-Kyuu” rintih Hae In nikmat,ia mengalungkan kedua lengannya di leher kokoh Kyuhyun yang sedari tadi tak berhenti menggerakan badannya. Membuat gesekan bagian tubuh mereka terasa begitu panas,dan basah. Kyuhyun bisa melihat jelas pembuluh darah biru itu berdenyut di leher putih mulus istrinya,taringnya yang tersembunyi mulai mencuat dan keluar perlahan. seteguk..seteguk darah saja dari gadis itu akan menghilangkan seluruh dahaganya untuk 100 tahun kedepan. Darah dari takdir hidupnya..

Kyuhyun menggerakan tubuhnya makin cepat dan tak terkendali sampai sampai kasur yang cukup kokoh itu mengeluarkan decitan decitan pilu,Hae In yang kelabakan karena nikmat yang melandanya tak bisa berbuat apapun selain mendesah hebat dan mencengkram seprai berwarna pastel itu kuat kuat. “a-aah,kkh..Kyu-aa” panggilnya di sela sela desahannya. Ia ingin sekali mengatakan kepada Kyuhyun untuk mengubahnya sekarang,menikmati seteguk darahnya sekarang juga,tapi desahan kenikmatan lebih mendominasi pita suaranya hingga ia tak bisa mengatakan keinginannya.

“Kyu,aku-aku..aaaah!” tubuhnya seketika menegang dan melengkung indah ke atas membusungkan dadanya yang indah,pelapasan pertama gadis itu. Kyuhyun terpana melihat reaksi dari Hae In atas pelepasannya,terpana melihat reaksi tubuh dan wajah lega gadis itu yang sarat kenikmatan tak terbendung,dan bagian bawah tubuh gadis itu yang memijat bagian tubuhnya kuat dan hangat. “kkh..” desah Kyuhyun tertahan menikmati pijatan kuat di bagian bawah tubuhnya. Selang beberapa detik kemudian tubuh Hae In kembali rileks dan mulai mengatur napasnya kembali. Kyuhyun melepaskan tubuh nya dari tubuh Hae In,sedikit mengeluarkan lenguhan karena ditarik begitu saja.

Kyuhyun menarik tubuh Hae In sedikit kasar lalu mendorongnya hingga ia terjatuh dalam posisi tersungkur di atas kasur. Ia menarik pinggang gadis itu hingga dalam keadaan menungging dan memasukan tubuhnya tanpa ampun. Membuat ia dan Hae In melenguh hebat karena penetrasi yang begitu tiba tiba. “Hae In-a..neo naekoya” bisiknya di telinga gadis itu dengan suara berat. Ia menggerakannya dengan cepat hingga kasur itu kembali berdecit. Hae In hanya bisa meremas bantal dan mendesah pasrah karena tidak diberi kesempatan untuk memulihkan tenaganya. Kyuhyun sedikit mencengkram pinggang Hae In lalu menggerakan maju mundur dengan cepat hingga menimbulkan bunyi benturan keras dari kedua pangkal tubuh mereka. Kyuhyun melihat tubuhnya yang keluar masuk tubuh Hae In di depannya,sedikit terpana bagaimana tubuh gadis itu ‘menelan’ tubuhnya dan memijit tubuhnya penuh nikmat dan hangat.

“ooh,Hae In-a..” desahnya sedikit keras lalu mendesakan tubuhnya tanpa ampun ke tubuh ramping Hae In. Hae In yang sudah pasrah hanya bisa mendesah sebisanya dan menggigit bantal saking tak bisa mengungkapkan nikmatnya dicumbu oleh suaminya. Tubuh bagian bawah Kyuhyun terasa seperti akan meledak,ia terus mendesak tubuhnya hingga sampai ke ujung tubuh gadis itu,menyentuh dinding rahimnya.Desahan dari kedua orang itu saling bersahut sahutan tanpa henti,saling melenguh dan memanggil nama masing masing membawa mereka ke puncak persatuan mereka.

“aaakh,K-Kyuhyun-aa..”

“sssh,Hae In..aaah”

Desah mereka bersamaan,Kyuhyun mencengkran kedua tubuh bagian atas Hae In yang padat dan kenyal itu gemas seraya menghujam tubuh bagian bawahnya hingga menyentuh dinding rahim gadis itu. sedangkan Hae In hanya bisa mendesah pasrah seraya menyentuh kedua tangan Kyuhyun yang menempel di bagian kenyal tubuhnya.

Mereka melenguh penuh nikmat bersamaan,tubuh mereka menegang serasa melambung ke langit ke tujuh saking nikmatnya pelepasan mereka. Segala beban seakan terbang dari kepala dan semua terlihat putih menyilaukan,kenikmatan itu terasa dari ujung kaki hingga ubun ubun memenuhi setiap rongga saraf dan pembuluh darah mereka.

Sedetik kemudian tubuh Kyuhyun ambruk menimpa tubuh mungil di bawahnya. Napas mereka menderu karena pelepasan yang begitu dasyat baru saja. Kyuhyun segera menggulingkan badannya kesamping lalu mendekap gadis itu ke dalam pelukannya. Hae In menarik selimut lalu menutupi tubuh mereka yang tak di tutupi sehelai benang pun. Masih saling mengisi oksigen untuk paru paru,mereka saling melempar senyum lalu Kyuhyun mengecup sayang dahi gadis itu,istrinya.

“daebak,istriku..” ucapnya lalu terkekeh,Hae In ikut terkekeh lalu mengelus pipi suaminya perlahan. ia menatap bola mata yang menjadi kelam itu dan taring yang mencuat menunggu menancap di lehernya.

“Kyu..lakukanlah. ubah aku,minum seteguk darahku dan dahagamu akan terobati”

 TBC

Author’s Note :

gyahahaha!! akhirnya part ini kepublish juga,setelah pertengkaran batin di hatiku antara belajar buat snmptn ato ngetik FF *evil laugh

gimana part ini? geje banget yah? udah NC nya ga ada hot hot nya sama sekali *plaaak

ditunggu kritik dan sarannya *kecup readers

Iklan

13 thoughts on “my blood belong to you,my vampire chap.6

  1. Kenapa tbc? Aku masih mau lagi nc-nya(lho?) Gila ya,hot,jdi gerah gini,hahaha….kirain kyu g balik” knpa,ternyata nyiapin surpise to…eo!! Lanjut thor,daebaklah pokok-nya…

  2. Nc-ny berasa kaya d KNC aja,jiaahhh….. Kyu dngan kemeja dan rambut yang basah? Omo omo….g kuat ngebayangin,meleleh. Hae in bkal jadi vampire juga khan? Khuhyun,ketampanan-mu sbg vampire memang tak d ragukan lagi \(^o^)/… Dengan senang hati aku rela jadi mangsamu *apadech=__=*

    • iya bakal jadi vampire juga *ngasih bocoran ^^
      untung udah latihan (?) bikin FF NC di KNC *digemplang XDD
      jadi ga panas dingin banget nulisnya,kekeke >,<

      btw,makasih loh ya udah baca sama komen. aku cinta kamu deh XDD

  3. dilanjut lagi dong..^^ penasaran gimana kalo hae in jadi vampire..kira2 Dna nya itu cocok atau enggak
    ini keren!!lebih seru lagi pasti kalo ada yang gangguin kyuhaein couple haha..
    maaf kalo bacot plus banyak minta ^^

  4. Uuuhhhh parahh, kenapa tiba” jadi panas, keringat dingin gini ya errrr :3 wkwk… Aduh pas bagian nc nya aku langsung kebayang breaking dawn.. Melt banget, kurang nc nya eon /ketahuan pervert plakkk wadezzikkk/ *abaikan* 😀

  5. Wow… But hey.. Tdk ada warning nc nya? Keke awas takutnya dibaca oleh ank dibawah umur #jiaaa…
    Okeh… Daebak bgt seperti biasa.. Aku penasaran klo nanti hae in udh jd vampire jg nih.
    Dan penasaran jg sm theresia nanti yg pasti bakal datang menghalangi mereka jdnya gmn ya?
    Lanjut ya…
    Makin seruuuuuu 😀

  6. Kyaaaaaaaaaa merekaaa akhirnya bersatuuu,,, wuaaa sneng deh,,, ya wlpn agak tahan nafas wkt adegan nc nya,,, wkwkwkwkk tp untung sy udh cukup umur,,, jd g dosa” bgt,,, wkwkkwkwkwkk
    Kereeennn authoorrrr,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s