my blood belong to you,my vampire chap.5

mbbtymv

Title : my blood belong to you,my vampire

Author : park nara

Genre :romance,fiction,chapter

Cast :

  • Kyuhyun
  • Park hae in
  • Other cast


#5

“aku..” ucap Hae In ragu untuk melanjutkan kalimatnya. Kyuhyun dan para Hyungnya menunggu kelanjutan kalimatnya.Hae In menarik napas panjang lalu menghelanya keluar.

“aku..ingin kau ubah aku menjadi vampire!” ucap Hae In lantang.

Kyuhyun dan para hyungnya tersentak kaget mendengar apa yang Hae In lontarkan barusan. “kau bercanda?” ucap Kyuhyun sambil terkekeh geli. “memangnya aku sedang terlihat bercanda mister Cho?” balas Hae In tegas sambil menatap tajam manik mata Kyuhyun. “aku sedang tidak bercanda mister Cho,aku serius. Sangat serius” timpal Hae In gusar lalu mengacak pelan rambutnya. “apa yang membuatmu berpikiran untuk menjadi vampire miss Park?” tanya Kyuhyun dingin,pandangan matanya tak bisa terbaca. Hae In terdiam sejenak,memikirkan apakah dia harus menceritakan tentang mimpinya atau tidak. “mimpi apa?” tanya Kyuhyun disela sela kesibukan batin Hae In.

“eh?”

“ceritakan mimpi itu padaku” ujar Kyuhyun dingin. Hae In meringis pelan,dia lupa kalau semua orang disini bisa membaca pikirannya. “kurasa itu..tidak terlalu penting” sanggah Hae In sambil tersenyum hambar. “mimpi itu tidak ada hubungannya dengan keinginanku mister Cho”. Kyuhyun menatap manik mata Hae In tajam,lalu menarik tangannya dan menghempaskan tubuh Hae In ke sofa tepat disebelah Sungmin. “aku bisa mengetahui mimpimu secara paksa miss Park” Kyuhyun melemparkan pandangannya ke arah Sungmin. Sungmin melengos tak mau menatap wajah Kyuhyun. dari kemarin malam Sungmin menemani Kyuhyun menjaga Hae In. raut wajah Sungmin kemarin malam begitu tegang,keringat dingin mengucur dari pelipisnya. Setiap ditanya oleh Kyuhyun sungmin hanya menjawab tidak apa apa.Dahinya berkerut tiap kali Hae In mengerang dalam tidurnya,lalu bergumam kecil.

“Hyung,aku tahu kemampuanmu untuk melihat mimpi orang yang sedang tidur dihadapanmu. Kurasa kemarin malam bukan mimpi yang indah bukan? Mengingat kau terus terusan merasa gelisah?” selidik Kyuhyun. Sungmin memandang Hae In dengan tatapan haruskah-aku-jujur? Hae In menghela napas dan mengangguk lemah. Karena usahanya hanya sia sia untuk melawan keinginan Kyuhyun yang tidak bisa diganggu gugat.

“jadi kemarin malam,Hae In..”

*****

Kyuhyun mengacak rambutnya gusar,sedangkan Hyungnya yang lain hanyut dalam pikirannya masing masing. “tapi menjadi vampire tak semudah kelihatannya Hae In-a” ucap Leeteuk memecah keheningan. “kau akan selalu merasa kehausan dan tidak tahan mencium bau darah manusia kalau kau tidak bisa mengontrol dirimu”

“pikirkanlah matang matang..ini bukan keputusan mudah Hae In-a. Aku takut kau akan menyesal jika kau berubah menjadi mahluk menyeramkan seperti kami. Aku tak ingin kau menyesal dan membahayakan dirimu sendiri” lanjut Leeteuk .

“tapi aku tidak ingin berpisah dengan-“

“kami mengerti” potong Leeteuk. “aku juga yakin pasti Kyuhyun tidak mau berpisah denganmu,mengingat kau adalah takdir yang sudah pasti untuk Kyuhyun. tapi kau tidak boleh bertindak gegabah Hae In-a. Kalau kau sudah menjadi vampire kau tidak akan bisa kembali menjadi manusia. Kecuali kau melakukan combustione” Kyuhyun menoleh ke arah Leeteuk.

“apa aku yang harus melakukan combustione hyung?” tanya Kyuhyun. “kau gila Kyu?!” hardik Leeteuk kesal. “combustione itu..apa?” tanya Hae In pelan,takut Leeteuk akan meneriakinya juga.

“pembakaran. seperti reinkarnasi lagi,kalau kau melakukan combustione  kau bisa kembali menjadi manusia dalam kurun waktu 10 tahun” jelas Sungmin yang duduk disebelah Hae In. “itu tidak mungkin Kyu,kau baru bisa menikahiku 20 tahun kemudian. Dan usiaku sudah 41 tahun,sedangkan kau masih berusia 20 tahun? Itu tidak lucu” ucap Hae In gusar. “kalau kau sudah melakukan combustione kau akan kehilangan semua memorimu. Walaupun nanti kau akan bertemu Kyuhyun,mungkin dia tidak akan mengenalimu lagi Hae In-a” sergah Leeteuk. Hae In terdiam.

“kumohon kalian jangan berpikiran hal yang konyol,apalagi melakukannya. Kita sedang ada di situasi genting saat ini,aku harus menjaga kalian semua agar tak terluka. kumohon jangan melakukan hal hal yang aneh” ucap Leeteuk lalu mengacak acak rambutnya frustasi. Hae In berdiri lalu menghampiri Leeteuk dan berdiri di depannya. “mianhae oppa..aku tidak bermaksud menambah beban pikiranmu. Mianhae..” ucap Hae In lirih dengan kepala tertunduk. Leeteuk tersenyum simpul lalu menepuk kepala Hae In pelan. “ani,kau tidak menambah beban apapun disini. Aku senang kau datang kesini,kau bisa masak enak dan menjinakan setan kecil kami itu. hahaha” Hae In dan Leeteuk terkekeh pelan sedangkan Kyuhyun hanya cemberut kesal dibilang setan kecil.

“gomawo..” Leeteuk menarik tubuh mungil Hae In kedalam pelukannya lalu mengelus kepalanya pelan. “o-oppa!” pekik Hae In terkejut,Hae In berusaha mendorong tubuh Leeteuk menjauh tapi tak bisa. Tenaga Hae In tak sebanding dengan Leeteuk yang mempunyai tenaga beratus kali lipat lebih besar.

Darah di dalam tubuh Leeteuk bergejolak ketika Hae In berada di dalam dekapannya. Jarak tubuh Hae In yang sangat dekat memperjelas aroma darah Hae In yang memabukan. Leeteuk sempat berpikir bagaimana Kyuhyun bisa tahan terhadap aroma yang memabukan dari kekasihnya. Kyuhyun yang tak terima kekasihnya dipeluk oleh orang lain segera bergerak. Tapi sebelum Kyuhyun bergerak satu inchipun dari tempatnya Leeteuk sudah melepaskan tubuh Hae In dari pelukannya dengan sedikit keras hingga Hae In sedikit terdorong dan hampir terjatuh,untung segera ditangkap oleh Siwon yang berada di belakangnya. Leeteuk menutup bagian hidung dan mulutnya dengan telapak tangannya.Hae In melihat perubahan pada diri Leeteuk,matanya menggelap dan ada urat urat halus muncul di wajahnya seperti Kyuhyun waktu itu. “mianhae Kyu,aku tidak bermaksud..tapi-aaaargh!!” teriak Leeteuk seperti orang kesakitan. Matanya seluruhnya menghitam,menatap penuh hasrat dahaga ke arah Hae In.

“Hyung!” teriak beberapa orang. Kangin dan Kibum segera menahan tubuh Leeteuk agar tak menyerang Hae In. Siwon menarik Hae In tergesa gesa lalu menyerahkannya pada Kyuhyun dengan sedikit mendorongnya. “mianhae Kyu,Hae In-a. Aku hampir lepas kontrol seperti hyung” ucap Siwon gusar lalu segera menghempaskan tubuhnya ke sofa dan memijat pelan pelipisnya. “Kyu..” ucap Hae In gusar,Kyuhyun memeluk Hae In dan mengelus punggungnya pelan. “kau..tidak ingin meminum darahku Kyu?” Hae In mendongakan kepalanya agar bisa melihat wajah Kyuhyun. “ani,aku sudah cukup terbiasa dengan bau darahmu. Lagipula aku tidak tega menghisap darahmu,aku takut kau kesakitan..” ucap Kyuhyun pelan lalu mengecup puncak kepala Hae In. Hae In mengangguk lemah lalu menoleh kebelakang,ke arah Leeteuk. Keadaanya berangsur pulih,matanya sudah kembali normal berwarna coklat tapi napasnya masih memburu.

“Hae In-a..mianhae. aku hampir lepas kontrol..” ucap Leeteuk terengah engah. “aniyo,gwenchana oppa. Aku mengerti kondisimu..” balas Hae In sambil tersenyum. Kangin memapah Leeteuk untuk duduk dan Ryeowook membawa segelas darah untuk Leeteuk. “darah golongan A kesukaanmu Hyung” Leeteuk mengambil gelas itu dan meneguknya dengan cepat sampai tak bersisa sedangkan Hae In bergidik ngeri dan mual melihat darah segar yang langsung diminum.

“ayo kita ke kamar,kau pasti mual” Kyuhyun menggendong Hae In dengan menahan kedua tangannya di belakang punggung dan belakang lipatan lutut Hae In dan segera membawanya ke dalam kamar.”ugh..itu terlihat sedikit mengerikan Kyu..” Kyuhyun menurunkan tubuh Hae In di atas kasur lalu duduk disebelahnya. “maka dari itu kau harus memikirkan matang matang keputusanmu untuk menjadi seperti kami Hae In-a..” Hae In menatap Kyuhyun sebentar lalu merebahkan tubuhnya,Kyuhyun merebahkan tubuhnya di sebelah Hae In dan menghadap kearahnya dengan menopang kepalanya dengan satu tangan. “tapi aku ingin terus bersamamu kyu..aku tidak ingin mati du-“ ucapan Hae In terhenti karena Kyuhyun meletakan telunjuknya di atas bibir basah Hae In. “jangan bahas itu untuk saat ini” ucap Kyuhyun datar. Hae In tertegun,jari besar yang begitu dingin menempel dibibirnya dan langsung membuatnya diam tak bergerak. “kenapa kau menatap ku seperti itu,huh?” Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Hae In hingga mereka bisa merasakan hembusan napas masing masing yang menggelitik kulit wajah mereka. “a..ani..” balas Hae In pelan. tatapan matanya terkunci oleh mata Kyuhyun. walaupun ingin melarikan diri dari tatapan itu tapi sorot mata mereka bagaikan magnet berbeda kutub,Akan terus tarik menarik sepanjang masa.

Kyuhun mendekatkan wajahnya dengan perlahan,memberi waktu untuk Hae In menolaknya kalau dia tidak mau. Tapi Hae In tak bereaksi sama sekali,tanpa pikir panjang Kyuhyun menempelkan bibirnya pada bibir mungil Hae In. Hae In terkejut badannya seketika menegang,tapi Kyuhyun mengelus pelan pipi gadis itu dan perlahan ia memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir Kyuhyun yang lembut di bibirnya. Semuanya terjadi begitu cepat dan tidak disadari,sekarang lelaki itu sudah berada di atas tubuh Hae In dengan menopang tubuhnya dengan sikut agar tidak langsung menindih tubuh mungil itu. Kyuhyun melumat bibir gadis itu dengan rakus. persetan dengan logika dan kesabarannya,yang ia inginkan sekarang hanya menyentuh gadis itu tanpa henti. Hae In bereaksi terhadap ciuman Kyuhyun,dia menyelipkan jemarinya di helaian rambut tebal Kyuhyun dan meremasnya pelan. antara ingin menjauhkan kepala lelaki itu atau menariknya semakin dekat untuk memperdalam ciumannya.

Kyuhyun memperdalam ciumannya,berusaha melesakan lidahnya kedalam mulut gadis itu. dia menggigit bibir Hae In sedikit keras hingga perempuan itu mengerang,tanpa melewatkan kesempatan Kyuhyun melesakan lidahnya saat bibir Hae In sedikit terbuka. Tangannya yang bebas menurunkan resleting jaket yang dikenakan oleh perempuan itu,lalu membuka kancing kemeja yang dikenakan Hae In dengan cepat dan tak sabar. Hae In mendorong dada lelaki itu hingga ciuman mereka terlepas.

“beri aku kesempatan untuk bernapas..mister Cho..” ucap Hae In terengah engah. Kyuhun tersenyum simpul lalu membenamkan kepalanya di lekukan leher kekasihnya,menghirup aroma nikmat yang ada di dalam tubuh kekasihnya. Bibirnya yang dingin menyapu kulit di daerah leher Hae In yang hangat. Hae In meremas kaos di bagian dada lelaki itu,menahan rasa geli di bagian lehernya. Kyuhyun menyapu daerah leher gadis itu dengan lidahnya,urat nadi di leher gadis itu begitu terlihat jelas di mata Kyuhyun. urat berwarna biru itu berdenyut denyut dan mengeluarkan aroma angur yang sangat memabukan,Kyuhyun menarik kedua pergelangan tangan Hae In lalu mencengkramnya tepat disamping kepala gadis itu. matanya mulai menggelap,lengannya mencengkram pergelangan gadis itu sangat kuat seolah olah akan mematahkannya saat itu juga. Lidahnya bergeriliya di atas urat nadi yang terlihat jelas di leher gadis itu,hasratnya sangat kuat untuk menancapkan taringnya lalu menghisap darahnya tak bersisa. “k-kyu..appo..hhh” erang Hae In kesakitan karena cengkraman di pergelangannya begitu kuat.

Kyuhyun tersadar ketika ia mendengar rintihan kekasihnya. Kyuhyun mengerang frustasi lalu kembali mencium bibir gadis itu kasar,dan Hae In membalas ciuman Kyuhyun serupa. Ia melepaskan cengkramannya lalu meraih tengkuk gadis itu dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menopang punggung gadis itu,lalu menariknya hingga posisi mereka terduduk,Hae In berada di atas pangkuan Kyuhyun. jemari Kyuhyun menyusup kebalik kemeja gadis itu yang sudah terbuka,menggelitik kulit punggung gadis itu dengan sentuhan lembutnya. Hae In memukul dada Kyuhyun cukup keras lalu sedikit memberontak,dan Kyuhyun pun melepaskan ciumannya.

“mianhae Hae In-a..aku hampir lepas kontrol tadi” ucap Kyuhyun tenang,sedangkan Hae In terengah engah dan tetap bertahan pada posisinya,memasok kembali oksigen ke paru parunya. Kyuhyun melihat bibir Hae In yang memerah dan sedikit bengkak karena ulahnya,lalu tubuh gadisnya yang hampir polos terlihat jelas di depannya. Kemeja yang sudah terbuka sepenuhnya memperlihatkan pakaian dalam gadisnya.

“aku lebih suka pakaian dalam warna hitam,tapi kupikir warna biru muda tidak buruk.” Komentar Kyuhyun lalu melumat pelan bibir gadisnya kilat. Hae In memelototi Kyuhyun kesal,pipinya dihiasi semburat merah karena malu. “aku benar benar ingin menidurimu sekarang juga” bisik Kyuhyun di telinga Hae In. Hae In ingin memukul dada lelaki itu,tapi tangannya sudah dicengkram duluan oleh Kyuhyun. “kenapa? Seandainya tadi aku tidak berhenti kau mau kan?” tanya Kyuhyun dihiasi dengan evil smirk-nya. Belum sempat Hae In mengomelinya Kyuhyun sudah mendorong tubuh gadis itu ke kasur dengan sedikit kasar. “kyaaaa!!” Hae In menjerit sangat keras,kaget karena Kyuhyun tiba tiba berusaha menarik bra biru mudanya. “ah,kau tidak mau mulai dari bagian atas? Baiklah” ucap Kyuhyun enteng lalu mencoba menarik celana dalam biru muda kekasihnya. “kyaaaaa!! YA !! CHO KYUHYUN!! andwee!!” Hae In meronta ronta agar Kyuhyun menghentikan tindakan cabulnya. Tapi lelaki itu tidak mengindahkan teriakan dan rontaan kekasihnya. Kyuhyun tetap berusaha untuk melepas seluruh pakaian kekasihnya.

Karena mereka berdua terlalu sibuk dengan pertahanan diri masing masing mereka tidak sadar kalau para Hyung nya sudah berdiri di depan pintu sejak teriakan pertama Hae In. “kyaak!! Berhenti kau vampire mesum! Andweeee!!” Hae In menendang nendang kakinya agar tangan kyuhyun terlepas dari pergelangan kakinya. Beruntung tangan Kyuhyun terlepas dan Hae In tak ingin menyia nyiakan kesempatan,dengan sigap ia segera turun dari kasur lalu berusaha mengancingkan kemejanya yang sudah tak karuan. “kau tak bisa melarikan diri Hae In-a..” bisik Kyuhyun tepat di telinganya,dengan cepat ia memeluk tubuh kekasihnya dari belakang dan Hae In belum berhasil mengancingkan satupun kancing di kemejanya. Kyuhyun mengangkat tubuh gadisnya dengan posisi yang sama,memeluknya dari belakang. “andweee!!” Hae In meronta ronta berusaha melepaskan dirinya dari Kyuhyun.

“yak,cukup sampai disitu Kyuhyun” potong Leeteuk . “oppa..” ucap Hae In pelan. tak melewatkan kesempatan saat Kyuhyun lengah Hae In menyikut perut Kyuhyun dan Kyuhyun melepaskan cengkramannya. Hae In berlari menuju kamar mandi yang ada di kamar itu. “waee~ hyung? Kau mengganggu saja haissh” umpat Kyuhyun kesal sambil menggaruk kepalanya. Tak lama kemudian Hae In sudah kembali dari kamar mandi dengan kemeja yang sudah dikancingkan seperti semula.

Kyuhyun dan Hae In bertemu pandang,tatapan Kyuhyun berkata kesini-kau-park-hae-in. Hae In menggeleng cepat lalu berlari ke arah para hyungnya berkumpul. “aku mau pulang oppa” ujar Hae In pada Leeteuk. “baiklah,akan kuantar kau pulang. Dan kupastikan bocah setan ini tidak menyerangmu lagi” cibir Leeteuk pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya menghela napas kesal melihat para Hyungnya mengantar kekasihnya pulang.

******

“kamsahamnida oppa,kamsahamnida” Hae In membungkuk beberapa kali pada Leeteuk,Siwon dan Sungmin yang telah mengantarnya kembali ke apartemen. “masuklah dulu,aku merasa tidak enak oppa sudah mengantarku sejauh ini” ajak Hae In. tanpa ada penolakan ketiga lelaki itu masuk dan duduk di sofa di dalam apartemen mungil itu. “Hae In-a,soal Kyuhyun..mianhae” ujar Leeteuk. Hae In menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arah lelaki itu. “gwencahna,itu bukan salahmu oppa.” Hae In tersenyum.”seharusnya bocah sialan itu yang minta maaf padaku..” umpat Hae In kesal,lalu duduk di sebelah Sungmin.

“oppa,soal keputusanku untuk menjadi vampire..”

“pikirkan lebih matang lagi Hae In-a” potong Sungmin yang berada di sebelahnya. “jangan tergesa gesa seperti itu,kau harus mempertimbangkan resiko yang akan kau hadapi kedepan” Hae In tercenung,lalu mengangguk kecil. “ne,arraseo..” jawab Hae In pelan. “aaah..rasanya badanku kaku sekali. Sudah lama tidak berburu” ucap Siwon selagi merenggangkan tubuhnya. “berburu?” tanya Hae In. “kau lupa ya? malam ini kan kami mulai bertugas untuk memusnahkan vampire Level E” jawab Sungmin. “ah~ keure..oppadeul fighting!” Hae In memberi semangat dengan kedua tangan terkepal ke udara.

“aiguuu..neomu kyeowoo~” ucap Leeteuk gemas sembari mencubit cubit pipi Hae In gemas. Hae In hanya meronta ronta kecil karena diserang dengan cubitan cubitan gemas dari Leeteuk. “haaissh..oppa! kau kira cubitan mu itu tidak sakit hah? Kurangi sedikit tenagamu!” Hae In melepas tangan Leeteuk dari pipinya yang berdenyut nyeri. Hae In memanyunkan bibirnya kesal sambil memegang kedua pipinya yang memerah dan berdenyut nyeri karena cubitan lelaki tersebut. “hehe,mian mian. Kau terlalu menggemaskan Hae In-a” Leeteuk tersenyum 3 jari.

“ne,arrayo..” balas Hae In sambil tersenyum angkuh. “eeeii..sama sama narsis seperti Kyuhyun” komentar Sungmin. Hae In hanya menggidikan bahu tak peduli.

HAE IN POV

 

Sudah jam 6 sore dan para oppa sudah kembali kerumah sedari tadi. Aku hanya termenung memandangi jendela besar yang menghadap ke kota Seoul itu. lampu kota yang kerlap kerlip seperti kunang kunang indah sekali. “Hae In-a..” bisik seseorang di telingaku. aku membalikan tubuhku dengan cepat karena kaget. “K-Kyu..” refleks aku mundur beberapa langkah dari Kyu. Entahlah,mungkin aku masih sedikit ketakutan gara gara kejadian tadi. “M-mianahe..Hae In-a..” ucapnya pelan. aku hanya menatapnya tak bergerak,tak tau harus menjawab apa. Wajahnya terlihat kusut. “Aku hanya bermaksud bercanda tadi..mungkin?” ucapnya salah tingkah lalu mengelus tengkuknya. Aku jadi geli sendiri melihatnya yang seperti ini,kemana semua keangkuhannya selama ini? “aku tak peduli” jawabku dingin lalu membalikan tubuhku ke arah jendela,lalu tersenyum geli. “Hae In-aa~ Mianhaeee~” rengeknya seperti anak kecil. Aku tak menggubrisnya dan mati matian menahan tawaku. “aaaa~ Hae In-aaa~” rengeknya makin keras sambil menggoyang goyangkan bahuku dari belakang. “shikeuro!” ucapku sedikit keras. Kyuhyun menghembuskan napas gelisah lalu berjalan berputar putar dibelakangku. Dia berjalan bolak balik seperti setrikaan,terkadang berhenti memastikan aku berbalik ke arahnya. Aku menutup mulutku dengan tanganku berusaha untuk tidak tertawa melihat kekonyolannya yang kekanak kanakan.

Aku berbalik menghadap ke arahnya. Lalu dengan sigap ia berhenti dan memandangku dengan tatapan penuh harapan seperti anak kecil. “aigoo..sini kau vampire mesum” aku merentangkan kedua tanganku membuka kesempatan untuk dia memeluku. Kyuhyun tersenyum berbinar binar seperti anak kecil lalu menghambur ke pelukanku. “Mianhae Hae In-aa~ aku menyesal,bercandaku keterlaluan” ucapnya merengek seperti anak kecil. Aigooo,vampire ini sungguh ingin kucubit. “ya, sangat keterlaluan. Mana ada orang yang bercanda sampai ingin menidurinya hah?” tanyaku sedikit ketus lalu mengelus rambutnya. Kyuhyun sengaja merendahkan tubuhnya,jadi dia sedikit menungging dan tingginya sejajar denganku. “uuu..mianhae Hae In-a,aku akan segera menidurimu kalau kita sudah menikah. Maka dari itu ayo cepat menikah” Kyuhyun melepas pelukan lalu menatapku dengan puppy eyesnya dengan sedikit memanyunkan bibirnya. Ternyata sisi aegyonya sangat menggemaskan dan membuat orang akan meleleh saat itu juga.

“ya! neo jinja..” aku menjitak kepalanya pelan. “memangnya di otakmu hanya ada keinginan untuk meniduriku hah?” Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum polos. “aku ingin punya anak yang baaaaaanyak” ucapnya sembari merentangkan kedua tangannya. “jadi aku akan menidurimu setiap hari” ucapnya senang. “YA!!” bentaku geram karena malu mendengar pernyataannya. Kyuhyun hanya nyengir 3 jari dengan tampang polos tak bersalah. “cih,kalau soal begini kau mengeluarkan aegyo-mu huh?” cibirku kesal. “waee? Kalau untuk memintanya aku memang akan menggunakan aegyoku. Tapi saat sudah dipermainan aku akan kembali menjadi lelaki yang seksi dan eksotis” ucapnya sembari menyibakan poninya. Aku bergidik geli mendengar perkataannya yang aneh. Vampire ini benar benar..

“haiish! Sudahlah! Bisa gila aku lama lama kalau kau membahas soal itu terus” ucapku gemas lalu bergerak ke arah dapur untuk mengambil minum. Kyuhyun hanya tersenyum senang lalu duduk di sofa. “kau tidak pergi untuk membasmi para Level E itu?” tanyaku sembari meneguk jus jeruk. “sebentar lagi,aku sedang mempersiapkan tenagaku” ucapnya sambil meregangkan tubuhnya. Aku duduk di sebelahnya lalu menaruh jus jeruk di meja. “kalian akan membunuhnya dengan senjata?” tanyaku.  “kami membunuhnya dengan tangan kosong. Kami mencengkram dadanya lalu mengambil jantungnya. Tapi terkadang kalau malas kami akan menembaknya dengan peluru perak ” ucapnya enteng sembari mengecek amunisi dan pistol berwarna keperakan itu. aku bergidik ngeri mendengarnya. “terkadang Kang In hyung suka mencabiknya,katanya itu menyenagkan” ucap Kyuhyun enteng. Aku semakin ngeri membayangkan bagaimana mereka bertempur. “aku tidak bisa membayangkan Ryeowook oppa,Sungmin oppa dan Heechul oppa kalau sedang bertempur seperti itu” komentarku. Kyuhyun tersenyum geli. “mereka akan berubah menjadi super mengerikan kau tahu,hahaha. Bahkan Heechul hyung masuk jajaran 3 teratas pembunuh tersadis di antara kami” aku menelan ludahku. “yah,Heechul oppa memang sedikit mengerikan sih. Memangnya siapa 3 tersadis itu?” Kyuhyun menghela napas. “Kang In hyung,Heechul Hyung,Yesung hyung” aku mengangguk angguk mengerti. “baiklah kalau begitu aku pergi dulu” Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu aku mengikutinya. “aku butuh tenaga tambahan dari kekasihku” ucapnya lalu menarik tubuhku dan memeluknya. Aku membalas pelukannya dengan senyum mengembang di bibirku. “na kalke..” ucapnya pelan lalu mengcup bibirku. Aku mengangguk lalu membisikan sesuatu di telinganya.

Entahlah,aku tidak tau apa yang mendorongku hingga aku bisa berkata konyol seperti ini kepadanya.

“oppa,fighting~ saranghae..” bisiku pelan. Kyuhyun menatapku dengan senyuman mengembang di wajahnya. “ka..” ucapku. Kyuhyun mengangguk lalu mengecup dahiku dan segera melesat melaksanakan tugasnya.

*****

“aigooo..lelahnyaa..” aku merenggangkan kedua tanganku lalu menggerakan leherku yang kaku. Sudah hampir 5 jam aku terduduk di depan komputer menyelesaikan pekerjaanku. Buku yang harus aku terjemahkan kali ini menggunakan bahasa inggris yang cukup sulit dan berat,banyak frase frase yang sulit untuk ku artikan dengan baik dalam bahasa korea,salah salah pembaca bisa salah mengartikannya.

Aku bergerak menuju dapur untuk mengambil susu melon kesukaanku. Untuk saat penat seperti ini susu melon adalah yang terbaik. Aku meneguk susu melonku lalu melihat ke arah jam,jam 11 malam. Bagaimana keadaan Kyu dan para oppa ya?

Ting tong~

Bel rumahku berbunyi. Siapa yang bertamu selarut ini? aku menaruh susu melonku di atas meja lalu berjalan mengendap endap ke arah pintu,takut kalau orang itu punya niat jahat padaku. Aku mengambil tongkat Baseball kesayanganku yang kujadikan pajangan di dekat pintu. Kalau dia punya niat jahat akan kupukul dengan pukulan legendaris Park Hae In dari SMA Chungju.

Cklek~ aku membuka pintu itu perlahan dengan menggenggam tongkat Baseball di tangan kananku. Tapi aku malah menjatuhkannya saat itu juga karena terkejut. Kyuhyun berdiri di depan pintu dengan keadaan pakaian bersimbah darah dengan seringaian tajam menatap ke arahku. “kyaaaaak!!!” teriaku kaget lalu aku refleks mundur ke belakang. “waeyo Hae In-a?” ucapnya tanpa merasa bersalah lalu masuk ke rumahku dengan santainya. “ya,Cho Kyuhyun! bisakah kau berhenti untuk membuatku terkejut?!” protesku sambil mengelus elus dada. Kyuhyun tak menggubrisnya lalu mengambil tongkat Baseball kesayanganku dan memandanginya. “untuk apa kau membawa ini? kau kira aku orang jahat ya?” ucapnya sambil memperhatikan tongkat Baseball berwarna merah yang sudah lecet dan penyok itu. “ne..” aku mengambil tongkat itu dari tangannya. “kalau kau benar orang jahat aku akan memukulmu dengan pukulan legendaris Park Hae In dari SMA Chungju” ucapku bangga sambil mengayunkan tongkatku.

“pukulan legendaris?” tanya Kyu,lalu menutup pintu yang terbuka.aku mengangguk lalu kami berjalan menuju sofa dan duduk disana. “kau tidak tau ya,aku ini atlet Baseball saat aku SMA” ucapku bangga. “lalu apa maksudmu dengan pukulan legendaris?” aku berdehem sebentar. “karena pukulanku selalu mencetak Home run. Aku memukul sangat jauh dan sangat keras,bahkan aku dijuluki Dewi Baseball oleh teman temanku dan tim Baseball laki laki” ceritaku bangga. Kyuhyun manggut manggut. “kurasa tidak sehebat itu. Kau hanya memiliki tenaga yang terlalu besar untuk ukuran seorang wanita” ucap Kyuhyun skeptis. “ya!” bentaku. Kyuhyun hanya terkekeh geli.

“kenapa bajumu bersimbah darah seperti ini sih?” aku melepas kancing kemeja biru mudanya. Kyuhyun hanya menggaruk garuk pelipisnya dengan telunjuk. “saat aku mengambil jantungnya dan meremas jantungnya agar hancur darahnya muncrat ke bajuku” ucapnya enteng. Aku bergidik ngeri mendengar penjelasannya dan melihat darah merah kehitaman yang menodai kemejanya. “bagaimana noda ini bisa hilang?” gumamku melihat kemeja yang sepertinya nihil untuk dibersihkan seperti semula. “buang saja,nanti aku tinggal beli lagi yang baru.” Ucapnya. “baiklah..” aku bergerak ke arah dapur lalu mengambil plastik dan memsaukan baju itu ke dalamnya dan menaruhnya di tempat sampah.

Saat aku kembali aku melihat sosoknya yang sedang menyandarkan kepalanya ke sofa dan mendongak ke atas,matanya terpejam,tangannya bersedekap di dada. Aku menghampirinya lalu duduk di sebelahnya. Menyentuh rambutnya pelan. “kyu..kau lelah?” Kyuhyun hanya mengangguk pelan. “tidurlah di kamarku,ayo..” aku menarik tangannya hingga berdiri. Tapi badannya terkulai lemas dan jatuh ke pelukanku. “aiguuu~” erangku menahan berat badannya. Aku memapahnya ke kamarku dengan susah payah,berat sekali.

Aku menghempaskan tubuhnya ke tempat tidurku,lalu melepas kaus kakinya dan menyelimutinya. Aku mengelus rambutnya pelahan lalu mengecup kelopak matanya. “jalja..o-oppa..” bisiku sangat pelan karena malu. Aku segera kembali ke depan komputer lalu kembali larut dalam pekerjaanku.

KYUHYUN POV

 

Oppa? ini kedua kalinya aku mendengar dia memanggilku oppa. rasanya jantungku akan keluar dan menghancurkan tulang rusuku saking senangnya. Apalagi saat aku akan pergi tadi,panggilan oppa yang pertama kali dia ucapkan untuku,sangat membekas dihatiku.

Aku membuka mataku sedikit untuk mengintip apa yang di lakukannya. Dia sedang berkutat dengan benda elektronik berbentuk persegi itu. dia memakai kacamata berbingkai hitam,terlihat seperti wanita yang berintelektual tinggi. Wajahnya sangat serius sampai sampai dahinya berkerut,kadang kadang ia menghela napas berat lalu membolak balik halaman buku itu dengan frustasi,lalu ia mengacak acak rambutnya dan mengerang pelan. ah~ pemandangan yang sangat langka.

*****

“ng..” aku mengerang pelan lalu merenggangkan tubuhku,terasa lebih baik. “jam berapa sekarang?” gumamku lalu melihat jam tanganku,jam 6 pagi. Aku menggerakan leherku yang terasa sedikit kaku lalu terpaku pada Hae In yang tertidur di atas meja komputernya. Aku menendang selimutku lalu menghampirinya,wajahnya terlihat sangat lelah dan kacamatanya belum dilepas. Aku melepas kacamatanya perlahan lalu menggendong tubuhnya dan menidurkannya di kasur. Kutarik selimut itu sebatas dagunya,kuelus pipinya perlahan lalu mengecup kelopak matanya seperti yang ia lakukan padaku.aku berjalan kearah dapur,lalu terbengong disana.

Aku ingin menyiapkan sarapan,tapi aku tidak bisa masak,atau bisa bisa aku akan meracuninya karena masakanku. Aku berpikir sambir memegang dagu,memandang ke sekitar apa yang bisa aku masak. Aku membuka kulkas dan menemukan banyak sekali persediaan susu melon untuk sekali minum,aku baru tau dia sangat suka susu melon,aku terkekeh geli. Masa lebih banyak susu melon daripada bahan masakan yang lain? Dasar perempuan aneh. Aku melirik roti baguete yang tinggal setengah di dalam kulkas. “roti prancis..hmm” aku memandangi roti perancis itu memikirkan apa yang bisa aku buat. “aha!” aku menjentikan jariku,aku memang jenius! “Cho Kyuhyun,kau memang lelaki yang tampan dan jenius. Neo daebak!” ucapku girang lalu segera mengolah roti prancis itu dengan kepercayaan diriku yang sangat tinggi.

Aku bersenandung pelan sambil memotong motong bawang putih,aku akan membuat garlic bread. Aku pernah melihat Ryeowook hyung beberapa kali membuat ini,kurasa itu mudah. Kau hanya perlu mengoleskan mentega dan bawang putih ke atas roti lalu ditaburi seledri lalu diberi garam atau apapaun yang bisa dijadikan perasa,lalu di oven beberapa menit,beres.

Kumasukan roti yang sudah siap panggang itu ke oven. Aku tersenyum puas dengan apa yang aku lakukan,aku memang lelaki hebat.

“Kyu?” panggil Hae In,aku menoleh kebelakang dan mendapati dirinya sedang mengkucek matanya lalu menguap lebar. “sedang apa kau?” tanyanya tak jelas sambil menguap. “membuat sarapan” matanya menatapku tak percaya. “hah? Yang benar saja?” dia menghampiriku lalu melihat ke arah oven. “kau sedang tidak meracuniku kan?” tanyaku menuduh. “anieyo! Mana mungkin aku mau meracunimu” jawabku kesal. dia menghela napas lalu melihat kekacauan yang aku buat di dapurnya. “aiguuu~” ucapnya gemas. “kulit bawang dimana mana,seldri berserakan jatuh kelantai. Benar benar kau mister Cho..” gerutunya kesal,aku hanya nyengir 3 jari dan dia mendelikan matanya kesal. Hae In mengambil sapu lalu membersihkannya,sedangkan aku hanya diam memperhatikannya. “mau sampai kapan roti itu kau panggang? Sampai jadi kayu bakar?” tanyanya ketus. Aku buru buru membuka oven dan wangi sedap menghambur keluar dari oven tersebut. “tidak buruk sepertinya” gumamku lalu menaruh nampan tersebut diatas meja.

“kau tidak memakai alas untuk mengeluarkan nampan itu? tidak panas?” tanyanya khawatir. “ani,tidak terasa apa apa” Hae In hanya ber-o ria sambil berdecak heran. “Kyu,hari ini aku akan ke kantor jam 10” Hae In menggigit roti itu lalu mengunyahnya. “oke,perlu ku antar?” Hae In menggeleng. “dweseo,kau istirahat saja. Mm,mashita..” ucapnya dalam keadaan mulut penuh. “aku ingin mengantarmu,titik” Hae In melihat ke arahku lalu mengangguk lemah. “ne,ne..sesukamu saja. Aku mau mandi dulu” jawabnya singkat lalu meloyor pergi ke kamar mandi.

Ponselku bergetar,panggilan masuk dari Sungmin hyung.

“yoboseyo,hyung?”

“Kyu-a,eodiya? Di rumah Hae In kah?” suara lucu Sungmin hyung menggelitik telingaku.

“ne,Waeyo hyung?” aku merebahkan tubuhku di sofa empuk itu.

“bisa kau gantikan aku untuk mengurus perusahaan sebentar? Aku ada urusan penting”

“ah,jongmal? Baiklah,aku tidak keberatan”

“gomawo Kyu,annyeong?”

Piiip! Aku menghela napas pelan. sudah lama aku tidak mengecek perusahaan yang ku urus dengan Sungmin hyung,selama ini selalu Sungmin hyung yang mengurusnya. Sampai sampai aku sering di marahi oleh omma karena aku jarang berpartisipasi mengurusinya. Toh,aku tidak hobi mengurus yang seperti itu.

“kenapa kau bengong seperti itu?” tanya Hae In yang sedang mengikat rambutnya. “memangnya penampilanmu kalau pergi bekerja seperti itu? sekasual itu?” tanyaku heran,Hae In hanya mengangguk. Pergi bekerja hanya dengan celana jeans hitam dan kemeja pink berlengan panjang?

“perusahaan tidak menuntut harus berpakaian formal,kecuali kalau ada acara tertentu. Lagian aku kan kerja di bagian penerjemah,hanya berkutat dengan buku dan komputer” ucapnya enteng lalu memakai kacamata berbingkai hitamnya. “kajja?” Hae In mengangguk lalu kami berdua segera melesat ke kantornya.

Selama perjalanan Hae In sibuk berkutat dengan buku yang sedang di terjemahkannya. Dia mencatat bagian bagian tertentu lalu mengaris bawahi beberapa bagian paragraf yang penting,mungkin?

“memangnya bukunya sesulit itu?” tanyaku. “ani,hanya saja banyak frase yang sedikit sulit diartikan secara jelas ke dalam bahasa korea. aku takut nanti menjadi ambigu” jawabnya sambil menggigit gigit pulpennya. Aku hanya tersenyum tipis lalu kembali fokus menyetir.

“cha..” aku menarik rem tangan lalu menetralkan gigi mobil. “sudah sampai chagiyaa~” ucapku iseng. Hae In mendelik seram ke arahku. “mwo?” tanyaku “c-chagiya? Tampaknya kau mulai tertular virus Hyung mu ya?” aku terkekeh geli. “mmm..mungkin?” aku mendekatkan wajajahku padanya. Hae In mendelik kesal lalu melepaskan seat beltnya. “aku ada urusan di perusahaan,nanti kalau bisa aku jemput aku akan kesini” Hae In mengerenyitkan dahi. “kau punya perusahaan?” aku mengangguk. “perusahaan elektronik milik orang tuaku yang ku kelola bersama Sungmin hyung. Hari ini dia ada urusan lain” Hae In manggut manggut lalu menepuk bahuku. “fighting,Cho sajangnim? Kkk~” kekehnya lalu keluar dari mobil dan melambaikan tangannya. Aku mengangguk sekilas lalu segera melesat ke perusahaanku.

*****

“ah,Cho sajangnim!” pekik karyawan wanita saat aku memasuki pintu utama di perusahaan. Kenapa mereka berlebihan begitu sih melihatku? Aku hanya melenggang tak peduli pada tatapan karyawan wanita yang berharap aku membalasnya.

“oh,Cho sajangnim. Hari ini anda datang?” tanya sekertaris Jang. Aku hanya mengangguk lalu tersenyum tipis. “kemana Sungmin Hyung?” tanyaku sambil membolak balik dokumen yang diberikan sekertaris Jang padaku. “sedang mengontrol pabrik di busan,katanya ada sedikit masalah disana” aku hanya manggut manggut lalu masuk ke ruangan tempat aku dan Sungmin hyung bekerja. Aku duduk di kursi kerja berwarna hitam mengkilap itu,mejaku tak berdebu walaupun sudah lama kutinggalkan. Aku menggeleng pelan ketika melihat meja kerja hyungku yang berwarna warni. Kursi kerja besar berwarna pink cerah,laptop berwarna hijau muda,peralatan tulis yang berwarna warni. Memang benar benar…

Aku menandatangani dokumen yang sekertaris Jang padaku,persetujuan dana untuk kantor perusahaan bagian produksi. Sekertaris Jang membungkuk lalu pamit dari ruanganku. Tugasku sekarang mengecek pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Aku tahu Sungmin hyung selalu malas untuk mengecek ini karena kemampuan kalkulasinya kurang memadai,hahaha. Tapi di bagian strategi marketing Sungmin hyung memang jenius.

“hm..” aku bergumam pelan. mataku merayapi angka angka yang terpampang di monitor laptop dengan teliti. Tidak ada yang kacau sejauh ini. tapi aku menemukan kalkulasi yang tidak balance pada pertengahan bulan ini. aku mengetuk ketukan jariku pada pinggiran meja,aku menghela napas panjang. Kurasa aku akan mengadili beberapa orang untuk hari ini.

PARK HAE IN POV

“aiguu~~” aku merenggangkan kedua tanganku ke atas. “kau sudah selesai Hae In-a?” tanya Jang Mi yang kebetulan lewat mejaku. “ne..tinggal menyerahkan pada bagian editing” ucapku selagi menyenderkan punggungku pada kursi kerjaku. “kalau begitu aku duluan ya? sudah larut malam” Jang Mi melambaikan tangannya ke arahku lalu segera lenyap di balik pintu. Aku meraih ponselku yang berada di semping komputer,ada sms dari Kyu.

“Hae In-a,mianhae. Tampaknya aku harus lembur untuk hari ini,ada beberapa kekacauan disini. Orang orang bodoh ini benar benar…

Kalau mau pulang telepon saja Leeteuk hyung atau siapapun untuk mengantarmu,oke? Hati hati”

“waah~ Cho sajangnim benar benar sibuk” komentarku lalu terkekeh geli. Aku melihat ke arah jam berbentuk sapi di meja kerjaku,jam 10 malam. “sudah selarut inikah?” gumamku pelan. aku segera menyimpan file kerjaanku dan mematikan komputer. Aku membereskan barang barangku yang berserakan lalu segera meninggalkan ruangan.

Keadaan kantor benar benar sudah sunyi senyap. Beberapa lampu sudah dimatikan,tampaknya aku yang terakhir keluar dari kantor ini. aku menghentikan langkahku tepat di pintu masuk kantor. Aku menatap layar ponselku,haruskah aku memanggil oppa untuk mengantarku pulang? Kurasa tidak. Aku tidak ingin merepotkan para oppa. aku kembali memasukan ponselku ke saku jaket lalu berjalan ke arah halte.

Kulihat ada seorang lelaki berperawakan tinggi sedang celingak celinguk,tampaknya kebingungan. “ahjussi,ada yang bisa kubantu?” tanyaku menghampiri lelaki itu. lelaki yang tampaknya terlalu muda untuk kupanggil ahjussi itu melihat ke arahku,lalu tersenyum. “aku sedang mencari alamat ini” dia menyerahkan secarik kertas padaku. “ah~ ini tak jauh dari sini. Kau tinggal lurus,lalu 2 blok dari sini belok kanan setelah minimarket itu” jelasku. Lelaki itu mengangguk “chogi..kau bisa mengantarku sampai sana? Jujur penglihatanku kurang baik di malam hari” pintanya padaku. Aku menimbang nimbang permintaan lelaki ini. dari tampangnya sih sepertinya tidak ada niat jahat yang tersirat,dan sepertinya datang dari jauh karena membawa sebuah tas jinjing yang sukup besar. Aku mengangguk lalu tersenyum. “keure,kajja” balasku. Lelaki itu mengangguk lalu kami mulai berjalan. Lumayan untuk menghilangkan penatku,sedikit angin segar di malam hari.

Kami sudah hampir sampai,tapi aku sedikit merinding karena ternyata alamat tersebut terletak di gang yang sangat gelap dan sempit. Lelaki itu juga terus mendekat ke  arahku,tapi aku tidak boleh berprasangka buruk. Pasti dia kesulitan karena jalan ini cukup gelap. “chogi..kita sudah sampai” ucapku. Lelaki itu hanya tersenyum aneh ke arahku. “keure? Ah,bagaimana kalau masuk dulu?” tawarnya sembari memegang pergelangan tanganku. “a-ah,tidak usah. Aku..buru buru” ucapku lalu berusaha melepas genggaman tangan lelaki itu tapi dia mencengkramku makin kuat. “ayolah..hanya sebentar? Kau tampak lezat..” ucapnya sembari menjilat bibirnya. Aku melihat taring di sudut bibirnya. Jangan jangan..

“Level E..” gumamku pelan. “a-andwe!” aku menarik tanganku paksa. Tapi lelaki itu menarik tubuhku kuat lalu menghempaskan tubuhku dengan keras ke tembok. “aaargh..” rintihku. “aku akan memperlakukanmu dengan lembut,dan kau tidak akan merasa kesakitan saat kusedot darahmu perlahan” lelaki itu memegang daguku lalu menyeringai menampakan taringnya. “a-andwe..” aku berusaha teriak tapi suaraku tercekat ditenggorokan. Sial,aku belum siap menghadapi vampire semacam ini.

Lelaki itu mendorong tubuhku hingga tersungkur di atas aspal. Dia mendekati wajahku dan menatapku dengan tatapan lapar. “aku suka bau darahmu,menggiurkan..” bisiknya di telingaku. aku memukul mukul dadanya panik mendorong tubuhnya agar segera menjauh. “aku suka makanan yang memberontak,terlihat lebih menggiurkan” ucapnya seram lalu mencengkram kedua tanganku. “andwe!! Pikyeo!!” teriaku histeris. Lelaki itu mendekatkan wajahnya ke arah leherku. Sial,aku memakai kerah sabrina hari ini,bagian leher hingga atas dadaku terbuka bebas. “enyah kau mahluk menjijikaaan!!” teriaku marah lalu mendorong tubuhnya sekuat tenaga. Dia sedikit tersungkur kebelakang,lalu aku segera berdiri dan mencoba untuk lari. Tapi dia segera mencengkram lenganku dan membanting tubuhku ke tembok bata itu dengan sangat keras. “mwo? Mahluk menjijikan katamu?” tanyanya dengan nada mengintimidasi. Dia menampar wajahku keras lalu mencekik leherku dengan jari berkuku panjang itu. “k-kkh..” tenggorokanku tercekat,susah untuk bernapas. “s-s-s-sialan..kau..” aku memegang lengannya yang mencengkram leherku berusaha menariknya agar lepas,tapi tetap saja tak berhasil. Tenaga dia tak sebanding denganku.

Pandanganku mulai mengabur,oksigen terhambat untuk masuk ke paru paru dan otaku. Sialan,dia berusaha membuatku pingsan lalu maminum darahku huh? “k-kyu..” gumamku pelan. berharap pria itu datang menyelamatkanku dan membunuh vampire sialan ini.

Tiba tiba tangan itu terlepas dari leherku dan lelaki itu terseret kebelakang. Aku terbatuk batuk lalu mengambil napas sebanyak banyaknya. Aku melihat lelaki itu diseret oleh seseorang,tidak terlalu jelas karena penerangannya hanya lampu jalan yang sudah redup. Tapi aku masih bisa melihat gerak geriknya dengan jelas walaupun wajahnya tak terlihat. Mereka berdua bertarung,saling membanting dan melawan satu sama lain. Lelaki yang menyeret vampire itu sempat terjatuh dan vampire itu kembali berlari ke arahku. Aku terkejut dan shock,aku tak bisa bergerak selain mematung menatap vampire itu bergerak dengan cepat kearahku.

Craaassh!!!

Aku tak berkedip sama sekali. Aku melihat semunya dengan jelas,sangat jelas.

Aku melihat bagaimana tangan berkuku sangat tajam itu menembus dada vampire yang hampir memangsaku. Aku merasakan cipratan darah mengenai wajahku dan daerah leherku. Aku melihat dengan jelas tangan berkuku sangat tajam itu memegang jantung berwarna hitam lalu meremasnya dan menghancurkannya menjadi seperti daging giling busuk berwarna hitam. Lelaki itu mengeluarkan tangannya dari bolongan dada tersebut lalu menyeret tubuh itu lalu memegang kepalanya dan memelintirnya sangat kuat hingga terdengar bunyi rentetetan tulang yang terputar dan terlepas. Lelaki itu membanting tubuh vampire tersebut lalu mencabiknya dan mengeluarkan sebuah pistol berwarna keperakan. Cahaya dari pistol itu sedikit terpantul karena terkena cahaya dari lampu jalan yang redup itu.

Dor!

Lelaki itu menembaknya tepat di bagian kepala,dan vampire itu berubah menjadi serpihan abu tak berguna. “maka dari itu kubilang kalian hanya kumpulan dari sampah..” ucap lelaki itu dingin. Aku merasa tidak asing dengan suaranya. Lelaki itu berjalan ke arahku aku menggenggam tas ku erat erat,bersiap untuk melemparnya apabila lelaki itu berniat menyerangku juga. Wajahnya terlihat jelas ketika ia mengangkat wajahnya yang terpantul cahaya dari lampu jalanan yang redup itu.

“s-siwon..oppa..” ucapku lemas. Dia mengambil sapu tangan lalu membersihkan tangannya yang berlumuran darah lalu membuangnya ke tempat sampah yang ada di dekatnya. “gwenchana?” ia mengambil tas yang aku genggam lalu mengambil sapu tangan biru mudaku lalu mengusap wajah dan leherku perlahan yang terkena cipratan darah. Dia menatapku dengan senyum memikatnya,senyum yang mengisyaratkan kekhawatiran juga. Aku hanya mematung bingung,rasanya untuk bergerak saja susah. Aku baru pertama kali melihat hal yang mengerikan seperti itu.

“kajja,kuantar pulang” Siwon oppa menarik tubuhku berdiri,tapi aku terlalu lemas dan badanku gemetar sampai sampai aku kembali melorot ke aspal. “hup!” Siwon oppa menggendongku dengan lengan kirinya menahan punggungku sedangkan tangan kanannya di lipatan lututku. “g-goma..wo” ucapku terputus putus,rasanya tenggorokanku kering sekali. Mungkin pengaruh shock yang aku alami barusan. “ne,chonma” ucapnya singkat lalu melempar senyum ke arahku. Aku tak membalasnya,terlalu berat untuk membentuk sudut pada bibirku.

Disepanjang perjalanan aku hanya terdiam,kejadian barusan berputar putar tak berhenti di otaku. Aku tidak shock saat tahu dia vampire Level E,tapi yang bikin aku sangat terkejut adalah ketika Siwon oppa menghabisi vampire Level E tersebut. Aku jadi membayangkan bagaimana kalau aku melihat mereka ber-13 menghabisi para vampire Level E tersebut,tidak heran kemeja Kyu kemarin sangat parah.

“mianhae” Siwon oppa membuka suara. “kau pasti sangat terpukul dan kaget melihatnya,apalagi hanya berjarak beberapa meter di hadapanmu”. Aku menggeleng pelan. “gw-gwenchana oppa..gomawo..” balasku serak. Siwon oppa memakirkan mobilnya lalu memapahku kembali ke apartemenku. Saat Siwon akan membuka pintu ternyata Kyuhyun sudah membuka pintunya duluan dari dalam. “Hae In-a? Hyung?” ucap Kyuhyun terkejut melihat keadaanku. “mwohaneunggoya?” tanya Kyu. “biarkan dia masuk dulu Kyu” Siwon oppa membawaku ke dalam lalu mendudukanku di sofa. Kyu duduk disebelahku dan menatapku dengan pandangan khawatir. Pandangan mataku kosong,aku tak sanggup berbuat apa apa. Aku hanya mendengarkan mereka berbicara.

“ada apa hyung?” Siwon berdehem pelan. “dia hampir dimangsa,oleh vampire Level E” Kyuhyun terbelalak kaget. “mwo?!” pekiknya. “untung aku sempat melihatnya saat dia sedang berbincang dengan vampire itu di halte,jadi aku mengikutinya. Tapi aku yang membuatnya shock seperti itu..” Kyuhyun mengerenyitkan dahi. “karena vampire itu hampir menerkam Hae In jadi aku menghabisinya tepat di depan matanya. Mian,Kyu..” ucap Siwon lalu menundukan kepalanya. Kyuhyun menghela napas tak percaya,lalu menatapku sekilas. “haiish” Kyuhyun mengacak acak rambutnya. “gwenchana hyung,kamsahamnida” Kyuhyun menepuk bahu Siwon pelan. Siwon hanya mengangguk pelan. “hati hati Kyu,mungkin mulai saat ini para Level E akan mengincarnya. Kau tau sendiri kan bau darah Hae In yang merebak kemana mana. Walaupun itu mempermudah untuk melacak bagi kita,tapi itu satu masalah untuk Hae In. Level E akan berlomba lomba untuk memangsanya” Kyu tercenung. “kau tau,ada bau busuk di bawah. Dan kurasa Level E mulai bergerak karena mengetahui satu rekannya terbunuh,dan tentu sekarang mereka mengincar kita. Teutama Hae In” Kyuhyun mengangguk. “kau benar,bau vampire busuk itu tercium. Kita harus bergerak cepat Hyung” Siwon mengangguk lalu bergegas berdiri. “aku akan menghadang untuk sementara,kau ceppat bawa pelengkapan dia dan cepat membawanya ke rumah. Arra?” Kyuhyun mengangguk. Dengan gerakan sangat cepat ia menuju kamarku dan 10 detik kemudian dia sudah kembali dengan satu koper berisi bajuku. Kyu menggendong tubuhku di belakang punggungnya lalu membawa koperku dengan satu tangan. Siwon oppa membuka pintu dan membiarkan aku dan Kyu bergerak kebawah.

Vampire Level E itu benar benar datang kesini,kurang lebih mereka 10 orang. Mengerikan..aku menenggelamkan wajahku di lekukan leher Kyu. Aku masih terlalu takut untuk melihat Siwon oppa menghabisi mereka. Dengan gerakan sangat cepat aku dan Kyu sudah berada di mobil,sedangkan Siwon oppa sedang berjalan dengan santainya ke arah mobilnya sambil memutar mutar pistol perak itu. banyak sekali tumpukan abu disana,Siwon oppa melakukannya dengan sangat cepat.

CHO KYUHYUN POV

 

Dia hanya menatap kosong ke arah jalan,Pasti dia sangat terpukul. Aku tidak bisa menyalahkan sepenuhnya pada Siwon Hyung,karena dia yang sudah menolong Hae In,dan aku tau dia pasti terpaksa melakukannya di depan Hae In,tak ada pilihan lebih tepatnya. Mobil Siwon Hyung mengikuti dibelakang mobilku dengan kecepatan yang hampir sama. Berkali kali ia menatap ke sisi jalan dengan waspada,aku juga jadi ikut memperhatikan sekitarku dengan waspada. Takut takut terjadi sesuatu lagi.

Sungmin Hyung membuka pintu dengan raut cemas,dia membawa koper milik Hae In lalu aku dan Siwon hyung memapah Hae In masuk ke dalam. Semua Hyungku sudah menunggu di ruang tengah seperti biasa,aku mendudukan Hae In tepat disebelahku. Ryeowook hyung membawa teh hangat lalu memberikannya pada Hae In. Hae In menerimanya tanpa berkata sepatah katapun lalu meminumnya. Rona wajahnya sudah mulai kembali berwarna,tak sepucat tadi. “g-gomawo..” ucapnya lirih sambil tersenyum lemah. “gwenchana?” aku menyentuh dahinya dengan telapak tanganku. Dia hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Hae In-a,mianhae..aku tidak bermaksud membuatmu Shock” Siwon Hyung yang berdiri di depannya menatapnya dengan penuh penyesalan. “gwenchana oppa,jeongmal kamsahamnida. Kau menyelamatkan ku..” balas Hae In dengan senyum tipis yang tulus.

“sepertinya yang tadi kau bunuh itu ketua kelompoknya hyung” ucapku pada Siwon. “kurasa juga seperti itu,karena 10 orang datang untuk balas dendam. Hahaha” balasnya sambil tertawa singkat. “berarti kita akan mengganti rencana” Leeteuk hyung membuka suara. “Ryeowook dan Sungmin akan di rumah untuk menjaga Hae In. dan menemaninya kemanapun dia pergi.” Sungmin dan Ryeowook saling bepandangan. “wae?” tanya mereka bersamaaan.

“haissh..kalianlah yang paling banyak mengeluh tentang pembasmian mereka. Aku sangat tau kalian tidak suka hal seperti itu,sudah syukur kuberi kalian pekerjaan mudah” protes Leeteuk. Ryeowook dan Sungmin tersenyum senang lalu mengangguk semangat.

“mulai besok kita akan bekerja sendiri sendiri. Level E selalu bersama secara berkelompok,terbentuk kelompok karena mengandung DNA yang sama dari yang pertama menggigitnya. Jadi kita akan menyerang mereka seara berkelompok,kukira itu lebih efektif. perhitunganku satu kelompok untuk saat ini belum lebih dari 20 orang,karena mereka belum berkembang biak secara cepat untuk saat saat ini. jadi kita akan menyebar dan menghabisinya secepat mungkin. Kukira 20 vampire tidak sulit bukan? Apalagi 3 pembunuh tersadis disini,pasti kurang untuk mereka” papar Leeteuk hyung lalu menoleh ke arah Kang In,Heechul dan Yesung hyung yang sedang tersenyum bangga.

“arraseo?” tanya Leeteuk hyung pada kami. Kami mengangguk secara bersamaan.

“sudah merasa baikan?” aku menoleh ke arah kekasihku. Dia mengangguk lebih bertenaga daripada yang tadi. “sudah tidak terlalu shock,hehehe” ucapnya sambil terkekeh pelan. kami semua menghela napas lega,terutama Siwon hyung. Pasti dia merasa bersalah untuk hal ini.

“ah~ lapar” keluh Hae In sembari memegang perutnya,bibirnya mengerucut lalu menatapku dengan tatapan memelas. Aku mencubit hidungnya pelan. “kau mau makan apa?”. “mmmm..” Hae In memutar bola matanya sembari berpikir. “mmm..teokpokki,Gejang,kimbap” paparnya lantang. “Gejang? Sup kepiting?” tanyaku. Hae In mengangguk mantap. “waaah,kau benar benar sakit ya” komentar Heechul hyung geram. “Kyuhyun oppa…aku mau makan ituu..nee?” Hae In mengeluarkan aegyonya,suaranya yang dibuat manja dengan tatapan puppy eyes lalu bibir sexynya yang mengerucut lucu. Dan tadi dia panggil aku apa? Oppa? “t-tentu saja kau bisa,haha. Hyung!” teriaku kepada Ryeowook hyung. “n-ne?!” ucapnya sedikit terkejut. “buatkan makanan yang diminta Hae In,ppali” perintahku. Ryeowook hyung cemberut lalu Han Kyung hyung menghampirinya. “ayo kubantu” Ryeowook hyung tersenyum senang lalu menuju dapur bersama Han Kyung hyung.

“ah~ aku pasti sudah gila memanggilmu oppa sebanyak 3 kali” Hae In memijit pelan pelipisnya. “kau baru memanggilku oppa sebanyak 3 kali sudah pusing? Bahkan kau memanggil hyungku dengan sebutan oppa berkali kali kau tidak pusing!” komentarku kesal. “sebutan “oppa” kepada mereka dan “oppa” kepadamu tentu saja berbeda makna Kyu! Aku malu untuk memanggilmu “oppa” segamblang itu!” sanggahnya setengah berteriak. Aku dan para Hyungku terdiam mendengar pernyataannya. Hae In terlihat baru menyadari sesuatu lalu segera memukul bibirnya pelan dengan tangannya. “a-ah~ nan molla!” sergahnya lalu berdiri dan meninggalkan ruangan.

“aigoo,ternyata Hae In itu pemalu. Neomu kyeowo~” komentar Eunhyuk lalu menggeleng gelengkan kepala. Aku hanya berdecak kesal lalu segera menyusul Hae In.

Aku hanya mengikuti bau darahnya,ternyata dia ke balkon belakang di pinggir danau. Aku mendekatinya tanpa bersuara,rambut kecoklatannya terbang ditiup angin malam yang cukup kencang. Aku melepas jaketku lalu memakaikan ke tubuhnya. “k-kyu?!” Hae In sedikit terlonjak karena terkejut. “anginnya lumayan kencang,nanti kau sakit” aku memeluk tubuhnya dari belakang dan menopangkan kepalaku di bahunya. “coba panggil aku oppa lagi?” pintaku iseng. Hae In mengerucutkan bibirnya dan pipinya bersemu merah. “hm? Ayo..” aku menggoyang goyangkan tubuhnya pelan. “o-op-oppa..Kyuhyun Oppa..” ucapnya pelan. aku tersenyum lebar lalu memeluk tubuhnya makin erat. “ne,chagiya?” balasku iseng. “iiih,menggelikan!” dia melepas tanganku lalu menatapku kesal,tapi bibirnya menahan senyum bahagia. “aigoo..gengsimu besar sekali miss Park” Hae In mendengus pelan. “biar” aku terkekeh geli melihat wajahnya. “mulai sekarang panggil aku oppa,arra?” aku menangkup wajahnya dengan kedua tanganku. “shireo!” balsnya ketus lalu berusaha melepas wajahnya dari tangannku. “arra?” paksaku lebih keras,aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Setiap dia menolak aku akan semakin mendekatinya. “shi-shireoyo!” bantahnya lagi,aku menarik wajahnya semakin dekat. “arraseo,chagiya?”ucapku dengan nada mengintimidasi. “shireoyo..” ucapnya tak kalah ngotot. Aku menarik wajahnya lagi,kalau dia menolak kali ini benar benar akan kucium sampai tak bisa bernapas. “arraseo chagiyaa..” bisiku pelan sambil menatapnya tajam. “shire-“ belum sempat dia melanjutkan kalimatnya aku langsung mencium bibirnya. Kupindahkan posisi tanganku ke tengkuk dan pinggangnya untuk menahan tubuhnya. “mm!” Hae In memberontak dalam pelukanku,dia memukul mukul dadaku agar aku melepasnya. Tapi sayang sekali Hae In-a,kau yang membuatku menciumu.

Tangannya meremas baju bagian lenganku kuat,kulihat wajahnya memerah ntah karena malu atau apa. Aku melesakan lidahku kedalam mulutnya dan bermain main di dalam sana,aku menggelitik lidahnya dan saliva kami sudah bercampur hingga menetes di sudut bibirku. Hae In mengerang pelan lalu menarik narik bajuku dan mendorongku kuat. “geumanhae..oppa..” ucapnya lirih sembari ngos ngosan. Aku mengelap sudut bibirku yang basah,lalu tersenyum penuh arti kepadanya.

“Hae In-a kau disini? Makanannya sudah siap” Ryeowook hyung muncul di depan pintu masih menggunakan celemek. “ne,oppa” ucap Hae In semangat lalu pergi meninggalkanku duluan. “tsk,apanya yang oppa..” gerutuku kesal.

*****

Dengkuran halus terdengar merdu dari bibirnya. putri kesayanganku sudah terlelap ke alam mimpi. Aku memperhatikan wajahnya. Terbesit dalam pikiranku untuk mengabulkan keinginannya menjadi vampire,dan hidup bersama dirinya selamanya. Tapi aku takut dia akan terkejut dengan semua perubahan dalam hidupnya,aku takut dia akan membenciku kelak karena mengubah dirinya menjadi mahluk mengerikan seperti aku. Aku ingin melakukan combustione tapi aku takut tidak akan bertemu dengannya lagi. Walaupun bertemu aku takut saat aku kembali menjadi manusia dan bertemu dengannya dalam keadaan dia sudah menua. Aku tidak peduli dengan fisiknya yang sudah menua,tapi aku takut bertemu dengannya dalam keadaan aku melupakannya. Yang lebih menyakitkan dari tinggalkan adalah dilupakan. Kalau hanya ditinggalkan masih banyak kesempatan untuk bisa bertemu. Tapi kalau dilupakan? Hal yang sudah dilupakan pasti susah diingat,dan aku tidak mau bertemu dengannya dalam keadaan seperti itu.

Aku memegang tangan mungilnya lalu mengecup pungung tangannya dengan penuh sayang. “setelah semua urusan Level E ini selesai..aku akan segera menikahimu..Hae In-a..” bisiku. “mohon tunggu dengan sabar..” sambungku lagi. Aku tersenyum tipis lalu menarik selimutnya sebatas dagu dan meninggalkannya tidur di kamarku.

HAE IN POV

“huaaah!” aku menghela napas lalu mengelap air diwajahku dengan tangan. “waaah..neomu johaaa~” teriaku senang lalu mengambangkan diriku dengan posisi terlentang. Sungmin oppa dan Ryeowook oppa sedang tiduran di atas kasur airnya sambil membaca majalah. “haah,sudah lama tidak berenang” aku memejamkan mataku menikmati segarnya air,sejuknya angin dan hangatnya matahari yang menyinari kami. Semuanya sedang sibuk dengan urusan masing masing,sedangkan aku sudah menyelesaikan pekerjaanku dan tinggal menunggu panggilan untuk pekerjaan selanjutnya. Pekerjaan sungmin oppa dan Ryeowook oppa di perusahaan sementara digantikan oleh Kyuhyun dan Yesung oppa. aku menggerakan kakiku perlahan agar aku bergerak,aku mengitari kolam ini dengan keadaan terlentang.

“Hae In-a,kau masih mau berenang? Kami masuk duluan ya? sudah mulai terik” sapa Ryeowook oppa dan Sungmin oppa yang sudah di tepi. “nee~ oppa,aku pinjam kasur airmu!” teriaku. Kedua oppa itu masuk lalu aku mendekat ke arah kasur air yang ada di pinggir kolam. Aku menariknya ke air lalu merebahkan tubuhku di atasnya. “haaa,neomu johaaaaaa!” teriaku sekencang kencangnya lagi. Rumah Kyuhyun memang sangat nyaman,aku senang tinggal disini dan tidak pernah merasa kesepian.

Aku memejamkan mataku sebentar menikmati hangatnya matahari yang mulai terik sekalian mengeringkan tubuhku dan pakaian renangku. Aku tidak memakai bikini tentu saja,hanya memakai tanktop bertali kecil dan memakai celana ketat khusus renang sebatas paha atasku. Aku tidak mau diamuk oleh Kyuhyun.

*****

“kyaaaak!!! Andweeee!!!!” teriaku histeris saat aku memasuki rumah. Sungmin oppa dan Ryeowook oppa mendatangiku dengan terpogoh pogoh. “museun iri isseosseo Hae In-a?” tanya Sungmin oppa panik. “Hae In-a! Kulitmu!” pekik Ryewook oppa khawatir.

“Niatnya Cuma sebentar karena matahari sedang terik teriknya,tapi aku ketiduran saat berada di atas kasur air.” Jelasku. “neomu appaseo oppa,aku lupa kalau kulitku sangat sensitif” mataku berair kerena ini sangat sakit,seluruh kulitku yang terbuka terbakar oleh matahari dan memerah,sangat merah. “sssh,sssh,uljima. Ayo cepat ikut aku,ppali pppali!” Ryeowook oppa menarik tanganku menuju kamar mandi lalu membasuh tubuhku dengan air dingin. “AAAAAAA!!” jeritku sekencang kencangnya karena air dingin itu berkontraksi dengan kulitku yang terbakar. “bersihkan pakai sabun antiseptik ini,ppali ppali! Nanti infeksi!” Ryeowook oppa menyabuni bagian kakiku dan aku menyabuni bagian tanganku. “uuu..appo..” rintihku sambil menangis. “mianhae Hae In-a,aku menyentuh kakimu?” ucap Ryeowook oppa saat akan menyabuni bagian pahaku. “gwencahana oppa,hiks” ucapku sambil terisak. Aku tidak keberatan kalau Ryeowook oppa,mungkin karena sifat femininnya?

Oppa kembali menyiram tubuhku dengan air dingin dan aku menahan teriakanku untuk kali ini. “cepat ganti baju,jangan pakai baju tangan panjang dan celana panjang. Aku akan mengoleskan obat untuk kulit sensitif,arra?” perintah Ryeowook oppa sembari mengeringkan kulitku perlahan dengan handuk. “ne eommaaa..” dan aku segera bergegeas ke kamar Kyu.

Aku melepas baju renangku yang belum kulepas sedari tadi dengan hati hati. “haish..appo..” rintihku pelan. aku mengacak acak koperku dan menemukan tanktop serupa berwarna hitam dengan gambar graffiti  dan celana pendek slimfit yang biasa kupakai olahraga. Aku memakainya dengan perlahan agar tak menggesek kulitku terlalu keras.

“ah kau sudah selesai? Ayo sini” aku bergerak menuju ruang tengah tempat biasa semuanya berkumpul. Sungmin oppa mengambil bangku kecil agar aku bisa menyelonjorkan kakiku. “gomawo Oppa..” Sungmin oppa hanya mengangguk. “berapa lama kau terjemur? Sekarang jam 3 sore” tanya Sungmin oppa. “umm..sekitar 4 jam? Jam 11 matahari sedang galak galaknya..haish..” umpatku kesal. “kami kira kau sedang jalan jalan ke sekitar danau,jadi kami tidak mengecek lagi” komentar Ryeowook oppa.

Kedua oppa mulai mengoles krim untuk kulit sensitif ke lenganku. Tapi saat bagian kaki mereka terlihat sedikit kikuk “ah,oppa dwaesseo. Biar aku saja,hehe” aku mengambil alih botol krim itu lalu mengoleskannya ke sekujur kakiku yang terbakar. Ryeowook oppa mengipas ngipas kulitku yang sudah dilumuri kipas. “haaaa,sejuk!” aku memejamkan mataku keenakan. Reaksi krimnya menyejukan kulitku,apalagi di tambah kipasan dari Ryeowook oppa. neomu joha!

“oh? Mwo haneungoeyo?” suara Kyuhyun menghentikan aktifitas kami. “kekasihmu Kyu,membakar tubuhnya sendiri” ucap Sungmin oppa pasrah. Kyuhyun menghampiriku tergesa gesa sambil melepas dasinya. “ige mwoeyo?” tanya Kyuhyun dengan nada kesal padaku. “m-mianhae..Kyu..” aku tak berani menatap matanya,aku hanya menunduk melihat jari tangannku yang tak bisa diam. Kyu berlutut di dekat kakiku lalu memperhatikan kaki,lengan dan wajahku yang memerah karena terbakar.  “benar benar..” gumamnya gemas. “mianhae..” ucapku takut takut. Kyu meletakan telapak tangannya di kedua pipiku,dingin.

“bagaimana? Dingin?” tanyanya,Kukira dia akan memarahiku lagi. Aku mengangguk lalu tersenyum tipis. “aiguu..” geramnya gemas. “berhentilah mencelakakan dirimu dan membuatku khawatir. Arraseo?!” ucapnya tegas. “nee…” balasku. “arraseo?!” tanyanya lagi. “ne! Arraseoyo!” aku membalas dengan nada lebih tinggi. “arraseo,chagiya?” dia menekan setiap kalimatnya,haish dasar orang ini. “nee,arraseo nae sarangi oppa..” jawabku sambil mengatupkan gigiku keras keras karena gemas,ingin kutonjok wajanhya.

“bagus” ucapnya puas sambil tersenyum lebar.

*****

“kami pergi dulu,jaga Hae In baik baik” ucap Leeteuk oppa lalu segera berjalan menuju mobil diikuti dengan para oppa yang lain. Kyu berhenti di hadapanku lalu mengelus rambutku pelan. “hati hati dirumah,jangan ceroboh lagi. Arra?” perintahnya. “nee,arraseo oppa” jawabku langsung tanpa mau memperpanjang masalah. Kyuhyun mengecup dahiku lalu bergegas ke mobil. “Kyuhyun oppa,hwaiting!” teriaku. Kyuhyun berbalik dan tersenyum lebar lalu mengangguk singkat dan masuk kedalam mobil. Kesebelas mobil itu mulai bergerak ke tempat sasarannya masing masing. Aku harap ini yang terakhir dan mereka bisa membersihkan para Level E itu secepat mungkin,kalau bisa hari ini. aku tidak mau semuanya di terror oleh mahluk itu,mengerikan.

“bagaimana kulitmu,sudah baikan?” tanya Ryeowook oppa selagi kami berjalan kedalam. “ne,sudah tidak perih lagi. Hanya tinggal menunggu memarnya hilang,hehe” Ryeowook oppa tersenyum senang lalu meninggalkanku menuju kamarnya. Sedangkan Sungmin oppa sedang berada di ruangan tengah membaca majalah. Dan sekarang aku bingung apa yang akan aku lakukan.

Aku melirik sebuah ruangan yang tak pernah aku kunjungi. Aku melangkahkan kakiku ke ruangan itu dengan rasa penasaran yang besar. Aku mengintip dari balik pintu ke ruangan itu,ternyata perpustakaan yang cukup besar. Perpustakaan yang sangat nyaman dan rapih dengan gaya minimalis dan di cat berwarna putih memeberi kesan luas pada ruangan itu. aku mengitari jejeran rak rak buku yang tidak terlalu tinggi dan memperhatikan label yang ada pada tiap rak. Tiap rak diberi label agar mudah mencari apa yang kita perlukan,misalnya yang ada dihadapanku saat ini. labelnya adalah cooking,semuanya berisi buku resep masakan. Aku hanya melongo melihat buku masakan sebanyak itu,mungkin turun temurun.

Langkah kakiku terhenti pada satu rak dengan label pure blood. “pure blood? Itu bukannya klan keluarga Kyu?” gumamku. Di rak itu hanya ada satu buku tebal bersampul kulit merah darah yang sudah kusam. Aku mengambil buku itu lalu menuju ke meja yang berada di sisi ruangan.

Aku meletakan buku diatas meja putih itu lalu menarik kursi yang juga berwarna putih. Aku duduk dan mulai membuka halaman pertama buku itu.

Pure blood family clan documentary

Tulisan berwarna merah darah itu berada di halaman depan buku tersebut. Kertasnya sudar terasa keras dan menguning di bagian sisi sisinya seperti habis terkena air. Aku membuka halaman selanjutnya,ternyata buku ini berbahasa inggris. Aku membuka buka asal buku itu mencari sesuatu yang menarik. Lalu aku terhenti di halaman 133.

What if someone is bitten by a Pure Blood Vampire?

Bingo! Ini yang aku cari. Aku membuka halaman selanjutnya untuk mengetahui isinya.

Apabila seorang manusia digigit olehVampire Pure Blood tentu mereka akan berubah menjadi Vampire Pure Blood juga karena mereka akan memiliki darah dan DNA yang sama dengan kami. Terkecuali kalau Vampire Pure Blood itu menghisap darah mangsanya hingga kering tak bersisa,manusia itu akan berubah menjadi abu putih dalam waktu 40 detik.

 

Dan manusia yang digigit oleh Vampire Pure Blood tidak akan menjadi Vampire Level E.

 

Tapi tidak semua manusia yang digigit oleh Vampire Pure Blood bisa memiliki kekuatan dan ketahanan yang sama dengan kami yang dilahirkan sebagai Vampire Pure Blood.ada beberapa manusia yang masih bisa bertahan hingga saat ini dan hidup abadi. Ada juga manusia yang mati karena tubuhnya tak sanggup menerima DNA kami yang beda daripada DNA manusia,dan darah baru yang mengalir di tubuhnya tidak cocok dengan tubuhnya hingga mereka mati dalam keadaan sakit parah.Vampire Pure Blood yang mati karena tak cocok dengan DNA dan darahnya akan kembali menjadi manusia dalam kurun waktu 10 tahun.

 

darah kami seperti racun,berwarna merah seperti darah pada umumnya hanya saja berwarna lebih pekat.

 

Blood Scent tiap Vampire Pure Blood berbeda beda tergantung karakter dan sifatnya masing masing.karena Blood Scent ini para Vampire dimudahkan untuk melacak rekannya.

Aku menggumam pelan. bagaimana kalau darahku tidak cocok dengan darah baruku nanti jika aku menjadi vampire? Ah,ani. Pasti aku akan baik baik saja. Tak apa aku tidak memiliki kekuatan yang sama seperti yang lain,bersama dengan Kyuhyun selamanya sudah lebih dari cukup bagiku.

Aku melewatan bagian berikutnya karena apa yang aku ingin tahui sudah terjawab. Aku kembali membuka halaman demi halamn mencari apa yang membuat aku penasaran lagi.

Combustione

“hm? Rasanya aku familiar dengan istilah ini?” aku mengetuk ketukan jariku diatas meja sambil berpikir. Ah tapi yasudahlah,baca saja agar tidak penasaran.

Combustione atau pembakaran adalah satu istiah tabu yang ada dikalangan vampire. Walaupun tidak ada hukum yang melarang untuk seorang Vampire melakukan combustione tapi istilah ini sangat jarang dibicarakan dan di diskusikan secara gamblang oleh klan Pure Blood.

 

Jika seorang vampire melakukan combustione maka ia akan terlahir lagi dalam kurun waktu 10 tahun dengan wujud yang sama persis seperti sebelumnya.tetapi ingatan tentang kehidupannya di masa lalu akan dilupakan secara permanen dan hanya akan dianggap seperti mimpi atau de ja vu.

Ada beberapa vampire yang melakukan combustione dan masih hidup sampai sekarang. Keadaan mereka baik baik saja sebagai manusia.

 

Cara melakukan combustione adalah meminum ramuan anggur suci untuk membersihkan darah vampire yang ada di tubuh. Reaksinya akan sangat menyakitkan dan terasa seperti terbakar. Lalu saat sakit mulai sampai di ujung kepala,tusukan pedang perak rembulan tepat di jantung dan kalian akan terbakar dengan api dingin dan menghilang tanpa meninggalkan debu sedikitpun.

 

Dan tinggal menunggu 10 tahun kemudian untuk dilahirkan kembali sebagai manusia.

 

Aku termenung membaca halaman ini. kalau aku mati apa Kyu akan melakukan combustione? Ah,ani. Maka dari itu aku harus menjadi Vampire bagaimanapun caranya. Kalau Kyu tak mau menggigitku maka aku akan meminta orang lain menggigitku. Aku kembali larut dalam buku itu,satu per satu hal yang tak kuketahui mulai terbuka di mataku. Suara pintu berdenyit pelan,aku yang mendengarnya segera menyembunyikan buku tersebut lalu segera meraih majalah yang ada di hadapanku lalu pura pura membacanya.

“Hae In-a? Kau disini kan?” suara Sungmin oppa memecah keheningan di perpustakaan ini. “ne oppa,ada apa?” aku menyahut paggilannya. “ayo makan. Kau belum makan dari tadi siang kan?” ucapnya dari depan pintu. “ne,oppa. sebentar lagi aku kesana” Sungmin oppa menghilang dari depan pintu lalu aku segera mengambil buku tadi dan meletakannya di rak tempatnya semula,lalu aku beranjak ke ruang makan.

“kenapa oppa tau aku sedang ada di perpustakaan?” tanyaku selagi menarik kursi lalu duduk di bantalan empuk kursi itu. “mudah saja,hanya mengikuti bau Blood Scent mu dan aku menemukanmu” Sungmin melahap bistiknya dan mengunyahnya tak sabar. Aku manggut manggut lalu memasukan nasi kedalam mulutku dan bistik sapi yang terlihat sangat menggiurkan itu. “mmm,mashisseo!” aku memasukan lagi daging itu kedalam mulutku lalu mengunyahnya tak sabar. “neomu..neomu mashisseo! Daebak!” aku mengacungkan jempolku semangat. “oppa,ajari aku memask ini. eo?” Ryeowook mengangguk senang sambil membentuk tanda ok dengan jarinya.

Ryeowook dan Sungmin bersamaan melihat ke arah pintu ruang makan. “ada apa?” tanyaku penasaran lalu ikut ikut melihat kearah pintu. “Leeteuk,Heechul,Kang In,dan Ye Sung Hyung sudah kembali” terang Sungmin. Aku hanya ber-o ria dan melanjutkan makanku.

Blood Scent tiap Vampire Pure Blood berbeda beda tergantung karakter dan sifatnya masing masing.karena Blood Scent ini para Vampire dimudahkan untuk melacak rekannya.

Aku teringat salah satu kutipan dibuku tadi,mungkin ini sebabnya Sungmin dan Ryeowook oppa sudah mengetahui siapa yang datang walaupun belum menampakan dirinya.

“aiguu~ lelahnya..” Leeteuk oppa dan 3 orang lainnya masuk ke ruang makan yang menyatu dengan ruang tengah itu. Heechul oppa masuk dengan raut wajah yang sangat kesal,lalu membanting jaketnya ke sofa dengan kesal. “waeyo..oppa?” tanyaku takut takut. Heechul mendelik sadis ke arahku aku langsung mengalihkan pandanganku lalu mencomot daging bistik lagi. “ahaha,neomu mashisseo oppa! daebak! Hahaha” ucapku canggung sambil sesekali melirik kearah Heechul oppa yang sedang bersedekap di sofa.

“dia kesal karena tadi saat akan menghabisi Vampire Level E itu dia malah menarik celananya hingga hampir melorot. Lalu dia menghabisinya tanpa ampun,hihihi” cerita Leeteuk oppa sambil terkekeh. Aku menahan tawaku dan hanya tersenyum.

“ya,park jung soo! Tutup mulutmu!” hardik Heechul oppa dengan wajah merah padam. Tawa Leeteuk oppa meledak dan akhirnya terjadi adegan india di rumah ini,kejar kejaran bombay.

Satu persatu semuanya sudah kembali,kecuali Kyuhyun..

TBC

Author’s note:

annyeong!! waaa mian mian baru ngepost lagi sekarang,akhir akhir ini lagi sibuk ngurusin perpisahan buklet dsb,jadi ni blog dan FF saya terbengkalai -_____-

gimana ceritanya? tambah ngebosenin ya? panjang pula,hahahaha. dan sedikit ada adegan dewasa #plaaaak. (perlu diterusin ga nih ‘adegannya’ kkkkkk~ XDD )

mian kalo ada typo,ditunggu kritik dan sarannya loh chingu XDD

sekali lagi saya minta maaf banget ya buat keterlambatan post Ceritanya,harap bisa dimaklumi saya juga punya kesibukan lain hehe ^^

kamsahamnida ♥

Iklan

10 thoughts on “my blood belong to you,my vampire chap.5

  1. Wowww…tegang nich! Knpa kyu blum kembali? Sesuatu terjadi? Ahhh bkin penasaran nich? Ayo thor di lanjut,tak tunggu selalu…. Klo bisa next part jg sepanjang ini,hehe….. Romancenya d tambah lgi,pnambahan NC-nya jga oke! Suka suka suka
    ~(^w^)~

  2. Untung haein nggak jadi digigit si E. Siwon keren banget padahal. Apalagi Kyuhyun. Ciye.. Udah dipanggil Oppa. Itu kulitnya haein perih banget pasti. Eh, kyuhyun kemana?

  3. Wow.. Hae in jd incaran. Menegangkan..
    Seru bgt ceritanyaaaa…. Dan kejadian paling lucu itu saat hae in gosong terbakar sinar matahari kekeke.. Itu lucu bgt. Kok bs? Hahaha
    kyuhyun jg.. Dasar mesum! Kekeke..
    Lanjut ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s