my blood belong to you,my vampire chap.4

mbbtymv

Title : my blood belong to you,my vampire

Author : park nara

Genre :romance,fiction,chapter

Cast :

  • Kyuhyun
  • Park hae in
  • Other cast


#4

JUNG RA POV

“yoboseo?” suara rendah yang indah itu menggema dari ujung sana.

“y..yoboseo..” jawabku gugup.

“nugu?”

“lee jung ra imnida,park hae in chingu ya” jawabku.

“ada urusan apa kau?” jawabnya ketus.

“ada yang harus aku bicarakan denganmu,ini tentang hae in”

“hh..sepenting itukah?”

“keurom! Tentu saja penting!”

“hh..keure. jadi kapan aku harus menemuimu?” tanyanya.

“sekarang,di kona beans.”

“oke”

Pip!

Sambungan itu terputus. Suara lelaki itu indah sekali,aku hampir tak bisa menjawab karena suaranya terlalu indah. Jantungku berdebar debar saat ini. Hae in-a,macam apa pacarmu itu?

Aku sempat tak percaya saat dia bilang kalau pacarnya adalah seorang vampire. Tapi hae in itu orangnya jarang sekali bercanda,jadi aku percaya saja. Lagipula hae in itu bukan tipe orang yang suka membohongi orang.

Sudah hampir setengah jam aku menunggu. Aku mengaduk aduk capucino ku hampa sambil memandangi daerah sekitarku. Saat aku melihat ke arah pintu,ada seorang lelaki yang sangat tampan masuk. Tubuhnya begitu putih pucat,tinggi,berwajah sempurna dengan sorot mata yang sangat tajam. Lelaki itu menghampiriku.

“kau lee jung ra?” tanya lelaki itu tanpa basa basi. Ternyata suara aslinya berkali kali lipat lebih indah daripada yang kudengar di telepon.

“n..ne..”jawabku lemas. Lelaki itu duduk di hadapanku dan menatapku malas. “marhebwa..” ucapnya. “ne?” jawabku lemot. “cepat katakan ada apa tentang kekasihku,aku tak punya waktu banyak dan aku sedang kesal” cerocosnya.

“a..ah. keurom! Jadi,begini…”

*****

“begitukah? Jadi aku harus bagaimana?” tanyanya.

“ya! tentu saja kau harus minta maaf pada sahabatku!” bentaku kesal.

“lagipula itu kan salahku..”gerutuku pelan.

“ne,araseo.” Ucapnya singkat. “lagipula kau terlalu posesif mister cho” ucapku. Dia mengerenyitkan dahinya,menatapku dengan pandangan tak suka. “mister cho?” ucapnya mengulang kataku.

“aku tak suka ada orang lain memanggilku “mister cho” selain hae in,apalagi oleh gadis tak dikenal sepertimu yang sudah menyusahkan kekasihku”

Jleb! Kau tepat sasaran tuan vampire menyebalkan!

“mianhae..kyuhyun-ssi..” ucapku pelan.

“jadi,urusan kita sudah selesai kan? Kurasa aku tak perlu berlama lama disini” ucapnya lalu beranjak pergi meninggalkanku dengan langkah cepat.

Tanganku mengatung di udara. Berusaha menahannya tapi tak sempat.

“kyu..hyun-ssi..” gumamku. “Hae in-a,kekasihmu..mengesankan” gumamku hampir berbisik.

HAE IN POV

Aku menghela napas berat sambil memandangi sobekan majalah yang kyuhyun lempar padaku. “paboya..” gumamku. Seharusnya aku bilang terus terang saja waktu itu,tapi sayangnya aku terlalu bodoh dan takut untuk jujur. Seandainya aku jujur pasti tidak akan bertengkar seperti ini.

Aku memandang kesal sobekan kertas itu. “aku kan hanya mengikuti arahan jung ra..salahkan jung ra kalau begitu,bukan aku” ucapku pelan.

Aku meremas sobekan itu dan melemparnya ke tempat sampah dan masuk dengan mulusnya. Aku menghela napas berat lagi lalu beranjak ke tempat tidurku untuk sekedar membaringkan tubuhku. kuatur posisi bantal sedemikian rupa agar nyaman dan aku merebahkan tubuhku.

Aku hanya menatap langit langit kamarku yang penuh dengan stiker glowing berbentuk bintang yang sangat banyak. Saat malam dan lampu ku matikan mereka akan menyala dan itu keren. Aku berguling guling gusar di atas kasurku,menunggu kabar dari kyuhyun. Vampire itu pasti marah besar padaku. “paboya..” gumamku lagi sambil memukul pelan kepalaku. Seharusnya aku tidak menamparnya waktu itu.

Ting tong~

Bel rumahku berbunyi. “kyu?” ucapku pelan. aku langsung bangkit dan setengah berlari menghampiri pintu. “kyu..” gumamku sambil mempercepat langkahku ke arah pintu. Dadaku berdebar debar,kalau itu benar kyu aku akan langsung menghambur ke pelukannya lalu meminta maaf apapun yang akan terjadi. Kuharap itu kyu..

Cklek!

Aku membuka pintu itu cepat. “kyu…”ucapanku terhenti begitu saja begitu melihat siapa yang datang. “siwon oppa?” pekiku pelan. siwon oppa hanya tersenyum ramah,senyum khasnya yang menampakan lesung pipi menawan. Jujur,aku langsung kecewa. Bukan kyu yang datang.

“ada apa?” tanyaku berusaha menahan kekecewaan.

“aku hanya mengantar pesanan dari cho kyuhyun nona..”

jawabnya sambil mengerlingkan matanya lalu memberiku sebuah kotak putih berpita hitam.

‘cih…kenapa kau tak mengantarkan pesananmu sendiri mister cho?’ batinku.

“dia sedang ada urusan,jadi tidak bisa mengantarkan langsung kepadamu” ucap siwon.

“ha?” tanyaku terkejut.

“aku tidak mengatakan apapun padamu” ucapku.

“aku bisa membaca pikiran hae in-a” ucapnya sambil memasukan kedua tangannya ke saku celananya. “dan maaf jika membuatmu kecewa kalau aku yang datang kesini”

Aku mengangguk pelan. “gwenchana..” ucapku pelan sambil memandangi kotak putih itu.

“ige mwoya?” tanyaku sambil mengagumi kotak putih cantik yang berukuran cukup besar itu.

“baju untukmu,besok kau harus memakai itu”

“hah?!”

“kau tidak lupa kan kalau besok ada pertemuan agung?”

Aku memutar bola mataku lalu berfikir sebentar. “aigoo..” aku menepuk jidatku. “aku lupa”

Siwon terkekeh pelan.

“baju itu,kyuhyun yang memilihnya khusus untukmu”

“benarkah? Aku harap ini bukan gaun sexy”

Siwon terkekeh lagi sambil menutup mulut dengan tangannya.

“tentu saja bukan,kyu khusus memilihnya untukmu. Ah,lebih tepatnya dia mendesain itu untukmu”

“mendesain? Pasti gaun ini buruk sekali” cibirku.

Siwon mengangkat bahu,tak tahu.

“kau mau masuk?” tanyaku.

“anhi,aku akan segera pergi. Kurasa aku perlu tuxedo yang bagus untuk besok”

“keurom. Kamsahamnida,si vampire sialan itu jadi merepotkanmu” ucapku sambil sedikit membungkuk. Siwon mengangguk pelan lalu segera lenyap dari hadapanku begitu cepatnya.

Aku menghela napas dan segera masuk. Kutaruh kotak putih itu di coffee table dan aku menghempaskan tubuhku ke sofa. Aku memandang kotak itu cukup lama sampai aku berpikiran untuk mengintip isinya.

“baiklah..kita lihat bagaimana gaun yang kau desain untuku mister cho..” ucapku meremehkan.

Kutarik pita hitam yang melintang di tiap sudut kotak putih keperakan itu. aku sempat menelan ludah karena gugup. Kubuka tutup kotak itu perlahan dan menemukan sebuah kartu berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih.

Aku sudah mendesainkan gaun ini khusus untukmu. Suka tak suka harus kau pakai,karena aku tau apa yang pantas dan bagus untukmu. Aku tak ingin kau terlihat memalukan. Ingat itu miss park!

“cih..pede sekali kau mister cho” umpatku. Aku menaruh kartu itu di atas meja dan aku melihat sebuah gaun putih yang cantik. Aku menatap gaun itu terpana,sungguh ini cantik sekali. Aku mengeluarkan gaun itu sangat perlahan,aku takut akan merusaknya bahkan sebelum aku memakainya.

Gaun putih simpel yang sangat cantik,dengan payet keemasan di sekitar dada dan kain yang menyampir di sisi kedua lenganku.seperti gaun gaun dewi mitologi yunani mungkin? Aku mengangkat gaun itu sampai tak terlipat lagi,gaun yang panjangnya kira kira semata kakiku terlihat lebih indah lagi saat dibentangkan seperti ini.

Marchesa Embellished Silk chiffon Strapless Gown

Perancang yang cerewet itu memberikan nama yang sangat panjang untuk gaun ini,padahal aku yang mendesainnya. Dia tidak punya hak untuk itu,tapi yasudahlah kurasa nama itu cukup keren. Benar kan?

Aku terkekeh pelan membaca kartu kedua yang terselip di gaun itu.

“terdengar keren..Marchesa Embellished Silk chiffon Strapless Gown. Tapi apa itu tak terlalu panjang?” gumamku sendiri sambil terus memandangi gaun cantik itu. aku membentuk sebuah senyuman kebahagiaan sekaligus kagum,bisa dibilang kyu sudah tidak marah padaku kan?

Aku menaruh gaun itu dengan sangat hati hati. Aku menaruhnya di bantalan sandaran sofaku dengan sangat perlahan dan merapikannya perlahan. memastikan payet emas itu tidak copot satu butirpun dari tempatnya. Aku berani bertaruh harga gaun ini sangat mahal.

aku kembali berkutat dengan kotak putih itu. ada sesuatu yang terbungkus dengan kain kassa berwarna hitam di dalam kotak itu. oke,kali ini apa lagi yang kau berikan mister cho? Kalung? Berlian? Emas?

Aku membuka kain itu perlahan,ternyata sepasang heels yang sangat simpel dan cantik.

Berwarna emas tapi tidak norak. Kilau emasnya tidak terlalu ‘bling-bling’ tapi tetap menyilaukan dan mempesona. Model yang simpel membuat sepatu itu elegan,seperti stiletto tapi terbuka dibagian ujungnya. Berfungsi untuk memamerkan jari jari kaki yang lentik dan cantik. Lalu heels nya sendiri terbuat dari kaca. Ntah kaca atau plastik kokoh,tapi itu bening dan sangat cantik.

Golden heels for my golden angel step.kau putih bersinar seperti susu,bening dan cantik seperti kaca dan bersinar bak emas. Kurasa 3 unsur itu masih kurang untuk menggambarkan kecantikanmu.

Lagi lagi ada sebuah kartu yang terselip di dalamnya. Kurasakan pipiku memanas,pasti sekarang wajahku sangat merah. Aku tersenyum senang seperti orang gila! Dan kurasa aku sudah benar benar gila karena seorang vampire menyebalkan seperti dia.

“sialan kau mister cho..kau membuatku jadi seperti orang gila”gerutuku sambil terus tersenyum.

“kurasa kau memang sudah gila..miss park”

Sura kyu? Apa aku berhalusinasi? Aku membalikan badanku perlahan. tidak ada siapa siapa.

Aku mendengus pelan,kecewa. Kurasa aku hanya berhalusinasi. Aku kembali membalikan badan,berniat menaruh kembali heels itu ke kotaknya. Tapi tiba tiba aku merasakan setruman dasyat disekujur tubuhku dan juga rasa hangat dan lembut dibibirku. Sensasi yang berbeda itu terjadi secara bersamaan,membuat kejang tapi juga menenangkan.

“merindukanku miss park?” tanyanya dengan suara rendahnya.

Aku masih belum bisa mencerna apa yang terjadi. Aku hanya mematung melihat dirinya sudah ada di hadapanku dengan senyumannya yang menawan. “kurasa aku harus minta maaf kepadamu” ucapnya lagi.

“untuk?” ucapku membuka suara.

“untuk makianku tadi,tidak sepantasnya aku begitu”

“kau menyesal?”

“tentu,aku hanya kalap dan terlalu emosi. Padahal yang kau katakan tidak bohong”

“aku tidak suka berbohong mister cho..”

“arra”

Hening. Kami berdua terdiam dalam posisi kami masing masing dan sibuk dengan pikiran sendiri. Aku memainkan ujung rambutku gusar,kyu duduk bersila dibawah sedangkan aku di atas sofa.

“bagaimana gaunnya?” tanyanya memecah keheningan. Tanpa sadar aku tersenyum kepadanya.

“neomu yeppo..neomu neomu joahae” ucapku sambil mencubit pelan pipinya.

Kyu tersenyum lembut lalu memegang tanganku yang bertengger dipipinya. Kurasa aku tidak akan bersikap menyebalkan dulu untuk saat ini.

“mianhae..” ucapnya pelan. aku mengangguk perlahan sambil memandangnya lembut. “sebenarnya sebelum kau meminta maaf aku sudah memaafkanmu kyu..” ucapku. Kyu mengangguk pelan sambil menempelkan punggung tanganku di pipinya.

“kau siap untuk bertemu dengan orang tuaku besok?”

“mm..aku rasa iya. Dan aku berharap aku tidak akan bersikap memalukan disana”

“kuharap juga begitu,kau sedikit kampungan sih”

Aku memelototinya sangar. Tapi kyu acuh saja dan bersiul dengan ringan tanpa beban.

“sialan kau vampire” gerutuku. Kyu terkekeh lalu ikut duduk di sofa bersamaku. Kyu menyampirkan tangannya ke pundaku. Tak mau membuang kesempatan aku bersandar di bahunya yang tegap. Nyaman..

“kau ngantuk?”

Aku menggeleng pelan. “anhi..”

“tidurlah,ini sudah sedikit larut. Dan acara besok akan sedikit membosankan dan melelahkan”

“memangnya acaranya dari pagi?”

“tidak juga sih,tapi tempatnya cukup jauh. Dan dipastikan kita harus berangkat pagi pagi”

Aku mengangguk pelan tanda mengerti.

“jadi,kau akan menjemputku jam berapa?”

Kyu memutar bola matanya,lalu berdehem dehem sambil berfikir.

“setengah tujuh?”

“sepagi itukah?” pekiku kaget.

Kyu mengangguk. “makanya sekarang kau tidur,agar besok bangun pagi” ucapnya sambil mengecup keningku.

“ne..tapi temani aku tidur!”

Kyu menatapku lekat. “kau yakin?” aku mengangguk pasti.

“baiklah..” jawabnya sambil mendesah.

*****

KYUHYUN POV

Dengkuran halus terdengar begitu merdu dari dirinya. Matanya terpejam penuh damai. Nafasnya teratur membuat dirinya nyaman. Tubuh indah itu tertidur,tertidur dengan lelapnya. Ruhnya melanglang buana ke alam mimpi yang indah,berpesta pora di dalam mimpinya. Kutatap lekat lekat wajahnya yang indah itu.

Aku berdecak sedikit kesal.

“kau menyuruhku bernyanyi. Aku belum selesai bernyanyi kau malah tidur” ucapku sambil mendengus pelan. ini kedua kalinya dia tertidur karena aku bernyanyi. Ah,lebih tepatnya aku disuruh bernyanyi.

Kurasa dia sedang mimpi indah disana. Mungkin dia sedang berlari larian bahagia dalam mimpinya,bermain dengan mahluk mahluk aneh yang pernah dia baca di novelnya itu. aku tersenyum simpul. Gadis ini terlalu polos,terlalu bening,terlalu putih,orang pun tak akan tega mengotori ataupun menyakitinya. Dia membawa aura yang membahagiakan orang orang disekitarnya. Membuat orang tercekat karena kecantikan murninya. Tidak perlu make-up yang tebal untuk memoles dirinya agar cantik. Tanpa polesan pun dia sudah sangat cantik.

Beda dengan wanita wanita yang berusaha mendekatiku. Bau darah mereka busuk,tidak enak. Auranya juga buruk. Dan mereka ber-make-up tebal dan juga bermuka tebal. Aku mual melihat mereka bertingkah.mulai dari bau parfum yang mengganggu hidung,baju yang menurut mereka bagus padahal tidak,menor,sok jual mahal. Aku yakin mereka memoles diri mereka habis habisan,tidak seperti gadisku ini. Tanpa pura pura menjual mahal gadisku ini memang mahal,sangat mahal. Kau beli dengan seluruh uang yang ada di dunia ini pun gadisku tidak akan terbeli. Kurasa hanya aku yang bisa membelinya. Tapi aku bukan membeli dirinya. Aku mencuri hatinya..

“sweet dream” ucapku pelan lalu mengecup bibirnya.

Dan aku segera kembali ke rumahku.

*****

“kyu? Kau sudah siap?”Kepala sungmin hyung mencuat dari sisi pintu kamarku.

“kurang lebih begitu..” jawabku sambil memakai dasiku. “baiklah,kami tunggu dimobil”.

Sungmin hyung menghilang sedetik kemudian. Aku sedikit gugup hari ini.

Tentu saja aku gugup! Aku harus mengenalkan gadisku pada oang tuaku! Aaaargh!

Aku takut reaksi orang tuaku menentang. Atau yang lebih buruknya lagi..seluruh orang yang ada di gedung itu mengincar darah kekasihku.

Semua vampire yang mencium aroma hae-in pasti akan langsung menaikan gejolak mereka. Itulah yang terjadi pada orang orang dirumahku saat hae in pertama kali kesini. Aku bisa melihat tatapan tatapan lapar dari hyung hyung-ku. Untung saja mereka mengerti dan tidak mencoba untuk memangsa hae in setelah itu.

Aku menatap diriku di cermin besar itu. mengecek bajuku apa sudah rapih atau belum. Dan kurasa ini sudah. Aku segera melangkah keluar menuju mobil van yang sudah terparkir manis di depan pintu masuk.

“kyu,ppalli!” teriak ryeowook hyung. Aku segera melangkah masuk dan duduk manis dipojok mobil itu. “ahjussi,kita ke rumah hae in dulu” ahjussi itu mengangguk mengerti lalu langsung tancap gas ke rumah gadisku.

Van hitam mengkilap berukuran besar ini melaju dengan cepat. Van ini bisa menampung kami semua ber-tiga belas tanpa merasa kesempitan. Kurasa ayahku sengaja membuatnya agar mudah mengangkut kami kemana mana tanpa harus terpisah.

“kyu,aku ingin ikut turun” ucap donghae hyung.

“wae?”

“aku ingin melihat hae in,pasti cantik!” ucapnya semangat.

“mwo?” ucapku kesal.

“aku juga ingin kyu!” timpal leeteuk hyung.

“ayolah kyu..” rengek ikan itu.

“kalian kan bisa melihatnya dimobil nanti” ucapku ketus.

Mereka menggeleng bersamaan. “kami ingin ikut!” ucap para kedua belas hyungku berbarengan.

“ya! kenapa kalian semua mau ikut?!” teriaku kesal.

Mereka mengangkat bahu secara bersamaan lalu kembali menghadap kedepan.

“sialan kalian” umpatku.

“kyuhyun doryeonim,kita sudah sampai” ucap ahjussi itu tenang.

Aku buru buru melompat keluar dari mobil hitam besar itu. dan kedua belas hyungku mengekor dibelakangku. Aku mendengus kesal,tapi yasudahlah. Mereka susah sekali untuk dilarang.

Orang orang menatap kami dengan pandangan terpesona. 13 orang tampan berjalan secara berbondong bondong.Wajar saja,kami mendapat keturunan genetik yang baik. Dan tidak aneh kalau wajah kami rupawan.

“kalian jangan membuat hae in takut. Arraseo?!” perintahku pada kedua belas hyungku.

“arraseo!” jawab mereka bersamaan dengan sangat semangat. Aku hanya menggeleng gelengkan kepalaku,frustasi.

Aku memncet bel pintu apartemennya. Jantungku berdegup kencang tidak sabar menunggu sosok bidadari muncul dari balik pintu itu.

Cklek!

Pintu itu terbuka perlahan. aku menahan nafasku,dan kurasa para hyungku juga begitu.

Pintu itu terbuka dengan sempurna sekarang,dan aku melihat sosok bidadari di depan pintu itu. gaun putih sederhana itu melilit tubuhnya dengan sangat pas,sempurna! Sepatu emas itu bertengger manis menghiasi kaki mungilnya dan memamerkan jari kakinya yang lentik dan indah. Rambut hitam kecoklatannya dikepang longgar dengan hiasan bunga putih kecil dan disampirkannya ke bahu kanan,menjuntai sampai ke dadanya. Wajahnya cerah tanpa polesan make up sedikitpun. Dan bibir mungilnya merekah pink sempurna.

Kami semua terdiam menganggumi biadari dihadapan kami semua. Aku menelan ludahku gugup.

“emm..apa aku aneh?” tanyanya memecah lamunan kami. “mian,aku tidak pakai make-up. Karena aku tidak bisa” ucapnya lagi. Kami semua bergeming di tempat kami,tanpa mengucapkan satu patah katapun.

Hae in mengibas ngibaskan tangannya di depan wajahku.

“ya! cho kyu hyun! Jawab aku!” teriaknya.

“n..ne?” jawabku sekenanya.

Hae in berkacak pinggang kesal. “ya! kalian semua mengapa menatapku begitu hah?” teriaknya kepada hyungku yang berada di belakangku.

“a..anhi! hanya saja..kau..sangat cantik” celetuk leeteuk hyung.

Hae in sedikit tersipu,pipinya memerah. Lalu sedetik kemudian dia melotot kearahku.

“jadi..bagaimana mister cho?” tanyanya.

“…bagus” bodoh kau kyuhyun! Kenapa kau tidak bilang saja dia sangat cantik!

Hae in berdecak kesal. “hanya itu? keurom..” ucapnya sedikit sinis. Aku hanya merutuki kenapa aku susah sekali mengatakan yang sebenarnya.

“ayo Kita segera berangkat” ucap sungmin hyung. Hyung hyung ku yang lain mulai berjalan duluan. Aku dan hae in berada dibelakang mereka. Wajah hae in menekuk seperti lipatan perut. Aku tersenyum simpul. Aku tau,dia pasti menunggu pujian yang sebenarnya dariku.

“hae in-a” panggilku pelan. dia menatapku dengan tatapan kesal.

“wae?”

Aku menarik tangannya dan merapatkan tubuhnya ke tubuhku. lalu aku membisikan sesuatu di telinganya.

“kau sangat cantik hari ini..aku tidak bohong” lalu aku mengecup pipinya sekilas dan segera berjalan di depannya. Aku melihat sekilas kebelakang. Wajahnya merah padam dan terukir senyman indah di wajahnya.

Gadisku,lebih cantik daripada celopatra,aprodhite,emma watson,dan semua gadis yang ada di dunia ini. Kecantikan mereka tidak senbanding dengan kecantikan kekasihku. Bahkan satu perseribu pun tidak. Bahkan dewi dewi dan bidadaripun tidak sebanding dengannya.

AUTHOR POV

“hae in-a..irona..” seseorang menepuk pipinya pelan. hae in membuka mata perlahan lalu mengerjap ngerjapkan mata. Berusaha menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke retinanya. “kita sudah sampai” ucap leeteuk. “ng? Ne oppa..” hae in membetulkan posisi duduknya,lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Hae in masih sedikit linglung,karena dia baru bangun tidur. Hae in masih setengah sadar dan dia merunduk pelan berusaha keluar dari mobil van yang luas itu. hae in tidak memperhatikan langkahnya saat ia mau turun dari van. Bukannya mengijak pijakan yang ada di mobil,dia langsung memijak tanah. Mobil yang besar itu pastilah tinggi. Jarak dari pijakan mobil itu ke tanah sekitar 40 senti.

“hae in-a !!” kyuhyun dengan sigap menangkap tubuh hae in. Untung segera ditangkap,kalau tidak hae in pasti sudah mencium aspal. “bodoh! Kalau mau turun hati hati!” bentak kyu. Hae in terkesiap,dalam seketika kesadarannya sudah kembali. Hae in melepas pelukan kyuhyun yang menyangga tubuhnya tadi. Lalu merapikan sedikit gaunnya.

“mianhae..tadi aku masih setengah sadar..” ucap hae in menyesal. Kyu mendengus kesal lalu menggandeng tangan hae in erat. “jangan jauh jauh dariku. bisa dipastikan kau dalam bahaya kalau kau jauh dariku” ucap kyu pelan lalu mengajak hae in mulai melangkah. “ne,arraseo..” ucap hae in pelan.

Hae in mengedarkan pandangannya ke sekitar. Tempat ini tidak dikenalinya. Kalau saja dia tidak tidur tadi,pasti dia tau sekarang ada dimana. Hae in terlalu malas untuk bertanya ini dimana. Dia hanya menikmati pemandangan asri di daerah itu. pohon pinus berjejeran dengan rapih,rerumputan hijau berembun,cukup dingin disini,dan wangi hutan pinus yang sangat disukai hae in. Hae in menghirup dalam dalam udara disekitarnya. Mengisi paru parunya dengan oksigen murni tanpa terkontaminasi apapun seperti di kota.

Dari jarak pandang hae in sudah terlihat bangunan megah. Kastil tua bergaya abad 18-an. Kurang lebih seperti hogwarts dalam benak hae in. Kastil yang megah, tapi kondisi tenang di daerah ini membuat aura kastil itu seperti mengintimidasi.

Hae in mengeratkan genggaman tangannya pada kyuhyun. Rasa takut dan cemas menghampirinya. Seolah mengerti kyu melepaskan genggaman tangannya dan merangkul bahu hae in. “ada aku..” ucap kyu singkat. Hae in tersenyum singkat lalu mengangguk.

3 meter,3 meter lagi mereka akan segera memasuki bangunan megah itu. kyu kembali menggenggam erat tangan hae in,dan hae in juga melakukan hal yang sama. Pintu kastil itu terbuka lebar. Karpet merah menjalar sampai luar pintu untuk menyambut tamu tamu terhormatnnya. Penjaga pintu itu melihat hae in dengan tatapan mengancam dan juga lapar. Hae in yang ketakutan hanya menunduk. Tapi beda dengan kyuhyun. Dia memelototi penjaga pintu itu dengan tatapan sadis. Penjaga pintu itu pun menunduk,tak berani membalas tatapan kyuhyun.

Hae in dan kyuhyun berjalan di tengah tengah. Sedangkan para hyungnya yang lain terbagi menjadi dua. 6 orang di depan mereka dan 6 orang dibelakang mereka. Tentu saja mereka berkoordinasi untuk menjaga hae in dari santapan vampire kelaparan. Mereka melangkah serempak menuju ball room. Mereka berjalan melewati lorong lorong lorong yang berhiaskan lukisan lukisan indah. Hae in celingak celinguk terpana melihat lukisan lukisan yang indah.

Tiba tiba barisan itu berhenti. Karena hae in terlalu asik memperhatikan sekitar dia tak sadar kalau sudah berhenti,dan akhirnya menabrak punggung siwon di depannya. “jwesunghamnida..” sesal hae in. Siwon hanya tersenyum tipis lalu mengangguk pelan. kyu mengeratkan pegangan di tangan hae in. Hae in memandang sesaat tangan mereka yang bertautan lalu memandang kyuhyun di sampingnya.

Mereka sudah sampai di depan pintu yang sangat besar terbuat dari kayu oak. Hae in menelan ludah,gugup. “kalian siap?” tanya leeteuk yang berada di paling depan sedang memegang gagang pintu bersiap untuk membukanya. Serentak semuanya mengangguk siap. “jangan lengah,kita sedang membawa hae in kedalam bahaya hari ini” ucap leeteuk mengingatkan. Kegugupan hae in bertambah. ‘mengapa semuanya seserius ini? Bahaya? Apa ada sesuatu?’ hae in bertanya tanya dalam batinnya sendiri. “ya,ini cukup berbahaya mengingat kau manusia satu satunya disini hae in-a. Apalagi darahmu yang menggiurkan. Kurasa mereka semua akan mencoba untuk menculikmu dan memangsamu” papar siwon. Hae in terbengong lalu ingat sesuatu. “a..ah..aku lupa kau bisa baca pikiran hehe” hae in meringis tengsin. Pikirannya terbaca.

Leeteuk mengangguk memberi isyarat pada adik adiknya. Semua balas mengangguk. Leeteuk membuka pintu itu perlahan dan semua masuk dengan langkah perlahan dan merapat. Hae in menyipitkan matanya karena cahaya yang terang dari dalam ruangan tersebut. Ruangan tersebut sangat indah. Lampu kristal yang sangat cantik dan indah menghiasi langit langit ruangan tersebut. Ditambah lukisan lukisan peri dan dewi dewi yang mempercantik langit langit itu. karpet merah bermotif mewah melapisi seluruh ball room yang luasnya entah berapa hektar ini. Meja meja bundar bertaburan dimana mana. Menyajikan hidangan yang menggoda selera. Lalu ada singgasana yang lebih tinggi dari lantai dasarnya. Singgasana yang terbuat dari marmer dan dilapisi jok merah darah dengan payet emas di pinggirnya. Lalu ada tangga dari kedua sisi singgasana itu yang menyambung pada ruangan lain. Banyak sekali wanita bergaun ala eropa dengan rok mengembang dan korset di perutnya. Tapi tak kalah banyak juga yang memakai gaun modern. Para pria memakai tuxedo terbaiknya pada pesta itu.

Seketika ruangan yang riuh itu terdiam seketika saat mereka memasuki ruangan. Semua pandangan tertuju pada ketiga belas lelaki rupawan dan seorang manusia cantik di antara mereka. Para vampire di ruangan itu terlihat seperti sedang mengendus endus sesuatu. Mereka memejamkan mata sambil menikmati wangi yang nikmat itu. mereka terlena pada aroma yang memabukan seperti anggur yang sudah disimpan selama ratusan tahun. Seperti sadar aroma itu datangnya darimana,semua pandangan itu menuju kepada satu wanita. Park hae in.

Semua orang yang ada di ruangan itu terpesona pada kecantikan yang dimiliki hae in. Kecantikan yang melumpuhkan saraf sarafmu dalam seketika. Para vampire pria maupun wanita berdecak kagum karena mahluk seindah itu bisa datang kesini. Apalagi dia memiliki aroma yang sangat nikmat.

Semua orang mencoba mendekati hae in. Hae in merapatkan tubuhnya pada kyuhyun. Kyuhyun memeluk tubuh hae in erat erat,kyu merasakan tubuh hae in bergetar. “tenang..ada aku. Ada kami semua” bisik kyuhyun pelan. Hae in hanya mengangguk pelan ketakutan. Lalu para kakak kakaknya yang lain berusaha melindungi hae in dari berbagai sisi yang mereka bisa lindungi.

“kurasa kalian akan sangat malas berurusan dengan ku” ucap kyuhyun memecah keheningan yang mencekam itu. kyu tersenyum remeh pada mereka semua. “tapi kalau kalian memang nekat silahkan. Kurasa hyung hyungku juga tidak akan tinggal diam kali ini”. Kerumunan itu tiba tiba terdiam di tempat. Hae in terkejut melihat perubahan pada diri kyuhyun.

Urat urat biru halus mulai terlihat jelas di wajah kyuhyun. Bola matanya menghitam seketika. Nafasnya memburu kuku tangannya mulai memanjang sedikit demi sedikit. “kalian tahu kan..keluarga kami adalah vampire hunter yang paling hebat. Spesialisasi kami memburu dan juga..membunuh” ucap leeteuk dingin disertai seringaian menyeramkan. Hae in bergidik ngeri. Hae in bisa melihat mereka semua menjadi sosok yang menyeramkan. Tapi mereka jadi begitu karena membela hae in,dan hae in mengerti.

Perlahan para vampire itu mendur satu persatu dan kembali ke tempatnya dan beraktifitas seolah tak terjadi apapun. Walaupun beberapa masih mencuri pandang ke arah hae in dan berharap bisa mencicipi darahnya sedikit saja. Keadaan kyu mulai kembali normal. Urat urat diwajahnya sudah menghilang,dan matanya kembali normal. Walaupun nafasnya belum normal. Hae in memeluk kyuhyun erat. Lalu melepasnya lagi.

“gwenchana?” tanya hae in pada kyu. Kyu mengangguk lemah. “oppadeul..gwenchana?” tanya hae in khawatir. Serentak mereka mengangguk sambil tersenyum simpul. Hae in tersenyum kecut,merasa bersalah atas kehadirannya disini.

“jangan merasa bersalah hae in-a,kau tidak merepotkan. Sama sekali tidak” ucap siwon menenangkan. Hae in mengangguk lemah sambil tersenyum. Mereka semua serempak menuju satu sudut yang kosong. Ke-13 vampire itu menghela napas lega,lalu mengambil segelas wine yang tersaji di meja bundar yang cukup besar dengan berbagai hidangan yang menggugah selera. “kau tidak minum hae in-a?” tanya ryeowook. Hae in menggeleng. “aku..tidak minum alkohol” ryeowook manggut manggut mengerti.

“hae in-a” panggil kyuhyun. Hae in menoleh ke arahnya lalu menghampiri kyuhyun yang tak jauh dari tempatnya berdiri. “ne?” tanya hae in sambil mengembangkan senyum.

Kyuhyun menghela napas lega. Setidaknya hae in tidak takut berkepanjangan setelah apa yang terjadi tadi. Kyuhyun menyodorkan gelas kepada hae in. “ige mwo?” tanya hae in sambil mengambil gelas itu dari tangan kyuhyun.

“cola” jawab kyuhyun. Hae in meneliti gelas itu. lalu mengendus endus gelas itu.

“ini cola”

“memang cola bodoh. Kan aku sudah bilang itu cola”

“kapan?”

Kyuhyun menepuk jidatnya,frustasi.

“sudahlah.kau memang benar benar bodoh hae in-a”

Hae in mengerucutkan bibirnya kesal.

Suasana hiruk pikuk di ruangan itu tiba tiba meredam perlahan lahan. Hae in yang bingung celingak celinguk mencari tau apa yang sedang terjadi. Takutnya para vampire itu berusaha memangsanya lagi.

“selamat datang semuanya”

Suara yang begitu rendah dan bijak membahana ke seluruh ruangan. Hae in memutar tubuhnya menghadap ke sumber suara. Seorang kakek dengan wajah yang sangat baik hati dan bijaksana itu berjalan pelan ke arah singgasana. Lalu berdiri di depan kursi itu menghadap ke orang orang yang sedang berada di bawah.

“dumbledore..” gumam hae in. Lelaki yang mungkin sudah berabad abad umurnya itu dia gambarkan sebagai sosok dumbledore.

“selamat datang ke-13 cucu cucu kesayanganku,kalian sudah tumbuh dewasa” ucap lelaki itu. serentak ketiga belas vampire tampan itu membungkuk memberikan hormat. Hae in terbengong bengong. ‘waw,itu harabojinya kyu dan para hyungnya? Itu keren’ batin hae in.

“dan tamu kita semua yang sangat spesial,sudah hadir bersama kita semua disini” potongnya.

“selamat datang nona. Rasanya sudah lama sekali tidak dikunjungi oleh manusia. Selamat datang di kerajaan kami” ucapnya sambil melempar senyum ke arah hae in.

Hae in gelagapan. Dia membungkuk memberi hormat lalu tersenyum canggung. Lelaki tua itu berjalan pelan di pelataran singgasananya dan berdehem pelan. “kurasa aku sudah tidak perlu basa basi lagi bukan? Pasti kalian sudah tahu apa yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini” lelaki tua itu berhenti tepat di pojok kanan pelataran singgasananya.

“betul sekali nyonya kruscheva,vampire level E” ucapnya. ‘aneh,kan tidak ada yang menjawab sama sekali. Siapa itu tadi? Kru..kruseta?’ pikir hae in sambil mengerenyitkan dahinya dan mencari sosok orang yang menjawab itu. “kruscheva hae in.kruscheva” ucap kibum sambil menepuk pelan bahunya.

“ne?” balas hae in bingung. “pikiranmu mudah sekali terbaca hae in” ujar kibum. “kau bisa baca pikiranku juga?” bisik hae in. “kami semua bisa baca pikiran,bodoh” timpal kyuhyun sedikit berbisik. Hae in melongo. “jadi..selama ini,kalian..aku..pikiranku” ucap hae in tergagap. “sssst” ujar kyuhyun sambil menempelkan telunjuknya di depan bibirnya. Hae in manyun.

“dalam waktu sebulan ini presentasi vampire level E membanyak. Hampir 10% setiap minggunya mereka bertambah. Tidak heran karena mereka vampire yang amat sangat kehausan darah,dan mereka vampire yang sangat tidak berkelas. Jadi saya sebagai pimpinan klan vampire pure blood menghimbau anda semua untuk tetap waspada. Kita harus bisa mengurangi presentasi perkembang biakan mereka. Mungkin mulai besok malam kita semua akan mulai beroperasi,dan saya serahkan pada pimpinan negara masing masing” ucapnya lalu berdehem pelan dan berjalan ke arah singgasananya lalu duduk dengan penuh wibawa di singgasana itu.

“kita harus bisa membuat kehidupan manusia aman dan merasa tidak terancam. Walaupun sebenarnya mereka adalah santapan kita,tapi tidak seharusnya kita begitu. kita menumpang di kehidupan mereka.”

“dan ketiga belas cucuku. Kalian adalah keturunan vampire hunter yang paling hebat sejagat. Ya,ayah kalian semua. Dan aku yakin kalian sama hebatnya dengan ayah kalian. Hanya saja kalian belum menunjukan kemampuan yang terpendam dalam diri kalian itu. kuserahkan pengamanan kota ini pada kalian semua. Dan khusus untuk kyuhyun,kurasa pekerjaanmu akan sedikit bertambah”

Ujar lelaki itu. kyuhyun mengerenyitkan dahi.

“waeyo?”

“kau tidak mungkin membiarkan calon istrimu dalam bahaya kan?” ucap lelaki itu sambill tersenyum menggoda. Hae in terbelalak,dadanya bergejolak hebat. Aliran darahnya memburu cepat ke arah wajahnya dan membuat pipinya bersemu kemerahan. “calon istri,eh? Membahagiakan bukan,kita akan segera punya ipar hahaha” goda leeteuk.

“oppa!” pekik hae in kesal sekaligus malu. Sedangkan kyuhyun hanya tersenyum senang mendengar pernyataan harabeojinya. “ne,harabeoji. Aku pasti akan menjaganya dan melindunginya” ucap kyuhyun mantap lalu merangkul pinggang hae in yang berada di sebelahnya. Hae in menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan mungilnya,malu.

Lelaki bernama fergusson itu mengangguk puas dengan pernyataan cucunya itu. “baiklah,kurasa kalian semua sudah tau tugas kalian masing masing di negara kalian untuk membasmi vampire Level E. Kuharap dalam sebulan ini populasi mereka berkurang,setidaknya setengahnya. Dan kurasa aku tidak ingin membuat kalian terlanjur bosan. Kita mulai pestanya?” tanya lelaki itu.

Sorak sorai menyambut pertanyaan lelaki tersebut. Pesta dimulai.

Alunan musik orchestra mengalun perlahan menyelimuti seluruh ruangan itu. orang orang menikmati kembali hidangan mereka. Saling bergurau,bercanda ria,dan tertawa bersama. Seluruh vampire berdarah murni berkumpul di ball room itu. menampilkan pemandangan yang heterogen dan sangat kontras dari satu orang ke yang lainnya. Dari berbagai ras dan suku dari hampir penjuru dunia berkumpul di ruangan itu. dari perbedaan menimbulkan satu ikatan yang hangat. Satu aliran darah yang sama walaupun terpaut jarak dan perbedaan waktu. Keluarga.

“kau makan seperti babi miss park” ejek kyuhyun,memecah konsentrasi hae in saat menyantap hidangannya. “mwo?!!” pekik hae in keras dan sedikit menyemburkan makanan dari mulutnya. Kyuhyun bergidik melihat kelakuan hae in. “jorok” kyuhyun menoyor kepala hae in pelan. hae in mengunyah makanannya terburu buru,bermaksud ingin segera membalas perlakuan kyuhyun.

“pelan pelan saja miss park..tak perlu terburu buru ingin membalasku” ucapnya sambil membersihkan sudut bibir kekasihnya. Hae in terpaku sesaat. Berusaha menelan makannannya dengan susah payah karena gugup oleh sentuhan kyuhyun. Kyuhyun dengan sigap mengambil segelas air mineral dari meja terdekat dan memberikan kepadanya. Hae in meneguk cairan bening itu dengan rakus,berharap makanan itu segera memasuki lambungnya dan tidak tersendat lagi.

“gwenchana?” tanya kyuhyun. hae in mengangguk sambil sedikit terbatuk. “ne,gwenchana..uhuk!” jawabnya sambil menutup mulutnya saat batuk. Pria itu mengelus pundaknya pelan dan batuk hae in berangsur berhenti. Mereka berdua beradu pandang dan saling melemparkan senyum. “gomawo..” bisik hae in. Kekasihnya mengangguk pelan lalu mengelus rambut hitam kecoklatan kekasihnya dengan lembut. “kau terlalu mudah terpancing miss park” hae in manyun lalu mengangguk mengakui.

Mereka berdua saling tahu dan memahami. Jika kyuhyun mulai memanggil kekasihnya dengan namanya berati pembicaraan mereka sudah mulai intim dan sedikit serius dan juga menunjukan keromantisannya. Begitu juga dengan hae in,dia memanggil nama kekasihnya ketika dia sedang ketakutan dan panik. Kyuhyun tau betul akan hal itu. dan jika mereka sudah mulai menyahut dengan “miss park” dan “mister cho” mereka pasti sedang bergurau atau sedang kesal. begitulah mereka,saling mengerti tanpa harus saling menjelaskan.

“aigoo..yeobo. apa kita mengganggu acara anak kita?” ujar seorang wanita paruh baya. Sontak kyuhyun melepaskan tangannya dari helaian rambut kekasihnya. Sedangkan hae in menyelipkan rambutnya yang nakal ke belakang telinganya dengan gugup.

“omma?” ucap kyuhyun. hae in terkesiap ketika kyuhyun memanggil wanita paruh baya itu omma. Wanita paruh baya yang masih sangat cantik dengan wajah khas korea yang menawan. Matanya bundar berbiji hitam pekat. Rambut hitamnya disanggul sedemikian rupa dengan indah. Kulitnya putih bersih dan bersinar dibalut dengan gaun merah satin yang menawan. Lalu ada seorang pria gagah yang mendampinginya dengan balutan tuxedo classic yang elegan. Badannya tinggi tegap dan terlihat berotot. Rambutnya disisir kebelakang dengan rapih. Leonardo de caprio style?

“omma!” ucap kyuhyun girang lalu melangkah riang menuju ibunya dan memeluk ibunya sekilas. “omma,appa! Mengapa kalian jarang mengunjungi kami?” tanya kyuhyun persis seperti anak kecil. “mian kyunnie,kami sibuk mengurus perusahaan kami. Kau tahu kan kita mempunyai beberapa perusahaan?” kyuhyun mengangguk patuh. “gwenchana omma” ucapnya riang.

“kau tidak ingin mengenalkan seseorang kepada kami?” tanya pria gagah disamping ibunya,ayahnya.kyuhyun tersenyum tipis lalu berjalan ke arah kekasihnya lalu dengan gerakan cepat ia menarik tangan kekasihnya pelan. hae in masih terbengong bengong dengan apa yang terjadi. Memang wanita ini ada sedikit masalah dalam memproses data di otaknya. Jadi tidak heran dia selalu melongo dan bingung,bahkan terlalu lama untuk menyadari sesuatu.

“ehm..” kyuhyun berdehem gugup lalu melihat ke samping,ke arah kekasihnya. Hae in terkesiap dari loadingnya lalu segera membungkuk memberikan hormat dilanjutnya dengan cengiran gugup dari hae in. “omma,aboji. ini..park hae in,kurasa kalian sudah tahu maksudku. Mm..” ucap kyuhyun gugup sambil mengusap tengkuknya salah tingkah. Kedua orangtuanya terkekeh pelan melihat gelagat anaknya. Sedangkan hae in hanya menunduk malu,menyembunyikan wajahnya yang memerah.

Kyuhyun menghela napas berat,wajahnya menatap dengan tatapan pasti kepada kedua orang tuanya. Dia memegang erat tangan kekasihnya untuk menyiapkan hatinya,berharap mendapat kekuatan dari dirinya. “omma,aboji. aku..akan menikahi Hae in” ucapnya lantang dan pasti. Hae in refleks menoleh ke arah kekasihnya. Memandang wajah sempurna kekasihnya dari samping. Mata kekasihnya menatap lurus dan yakin kepada kedua orang tuanya. Kyuhyun menelan ludah gugup menanti jawaban orang tuanya. Apakah orang tuanya mengizinkan dia menikahi manusia? Atau tidak? Walaupun ditentang sudah pasti kyuhyun akan tetap pada pendiriannya untuk menikahi kekasihnya itu.

Hening. Orang tuanya tak bergeming,begitupun kyuhyun dan Hae in. berbagai kekhawatiran mulai berkecamuk di batin hae in. mau tak mau ia pasti juga cemas akan keputusan orang tua kekasihnya ini. Bagaimanapun ia seorang manusia,dan mereka adalah vampire. Kalau orangtua kekasihnya menolak,hae in akan mencoba mundur perlahan walaupun dia tak mau.

Orangtuanya saling berpandangan sekilas lalu kembali memandang dua sejoli dihadapan mereka.

“jadi,kalian ingin konsep pernikahannya seperti apa?” tanya ibunya dengan tatapan berbinar binar. Kyuhyun dan hae in saling berpandangan. “omma..” kyuhyun bergumam pelan. “kalau kalian sudah menentukan tanggal dan konsepnya,cepat beritahu kami” ucap appanya sambil mengerling jahil ke arah kyuhyun. lalu mereka berdua segera meninggalkan pasangan yang sedang terbengong bengong itu dengan tertawa bahagia. Kyuhyun dan hae in saling berpandangan bingung. Lalu sedetik kemudian mereka tersenyum lebar dan berpelukan erat.

“hae in-a! Kita akan menikah!” pekik kyuhyun girang lalu mengangkat tubuh kekasihnya yang sedang ia peluk lalu memutar badannya bersamaan. “ya! mister cho!” pekik hae in sambil tertawa lepas. Mereka tak peduli kalau banyak orang yang sedang memperhatikan mereka. Yang terpenting sekrang adalah kau,dan aku.

*****

“kau lelah?” ujar suara berat itu dari belakang hae in. hae in yang terkejut sontak langsung berbalik kebelakang. “mister cho! Kau mengaggetkanku” pekik hae in terkejut lalu memukul pelan lengan kekasihnya. “hehe,mian mian” kyuhyun terkekeh pelan. hae in kembali membelakangi kyuhyun dan menopang tangannya di balkon bangunan mewah itu. dengan perlahan kyuhyun mendekati tubuh kekasihnya dari belakang lalu memeluknya pelan. hae in sedikit terkejut karena tiba tiba ada tangan kekar yang melingkar di pinggangnya,lalu sedetik kemudian dia tersenyum tipis dan menaruh telapak tangan mungilnya di atas punggung tangan kokoh itu. angin malam menerbangkan helaian rambut sutra hae in nakal. Rambut dengan wangi bunga fresia itu menggelitik hidung kyuhyun yang berada tepat di belakangnya. “bulan malam ini bagus” ucap hae in pelan. kyuhyun mengangguk pelan. “tapi cahaya bulan itu tidak mampu mengalahkan cahayamu,hae in-a” bisik kyuhyun. hae in terkekeh geli mendengar pernyataan kekasihnya. “kau vampire gombal,dan gombalanmu tidak bermutu” hae in dan kyuhyun tertawa kecil bersama. Menikmati suara musik dari angin malam dan suara daun yang bergesekan,mereka hanya terdiam dan menikmati waktu berdua.

“jack! I’m the Queen of the world!” suara cempreng dan dibuat buat itu memecah kedamaian yang tercipta diantara hae in dan kyuhyun. hae in dan kyuhyun membalikan badan mereka secara bersamaan,dan munculah 2 mahluk aneh yang mengganggu mereka. “jack..oh jack~” eunhyuk menirukan suara wanita dengan sangat aneh sambil merentangkan tangannya. Lalu dibelakangnya ada donghae yang memegangi pergelangan atas tangan eunhyuk yang terbentang. Kyuhyun dan hae in hanya menatap dua mahluk aneh di depan mereka. “enyah kalian dari sini” ucap kyuhyun tanpa ekspresi. Eunhyuk dan donghae memasang mimik kaget dan menutupi mulut mereka dengan tangan. “omo,yeobo! Uri aegi..dia tega mengusir kita yeobo.uhuhuhu” ucap eunhyuk dramatis lalu terjatuh lemas ke lantai. “yeobo..kuatkan dirimu! Kajja,kita biarkan dia berpikir dengan tenang” donghae berjongkok sambil memegang bahu eunhyuk yang berpura pura menangis sambil menutup mulutnya. Donghae membantu eunhyuk berdiri lalu merangkulnya dan eunhyuk berpura pura menangis histeris sambil menyandarkan kepalanya di bahu donghae. Mereka berjalan meninggalkan kyuhyun dan hae in. lalu lenyap.

“……….” kyuhyun dan hae in tidak dapat berkata kata. Mulut mereka menganga lebar.

“ya,mister cho. Adakah dari keluargamu yang normal?” tanya hae in. “entahlah,kurasa tidak. Kecuali aku” balasnya. “kau normal?” tanya hae in. kyuhyun mengangguk dengan wajah yakin. “ah..semoga saja kau memang benar benar normal” ucap hae in sambil memijit dahinya yang mulai pening.

“jadi,kapan kita akan menikah? Besok?” tanya kyuhyun. Hae In membalikan tubuhnya menghadap kepada vampire yang sekarang ada di depannya. “YA!” sentak hae in. kyuhyun mundur beberapa langkah karena terkejut. “menikah? Besok? YA!” sentak Hae In lebih keras. “kau melamarku saja tidak. Bagaimana bisa kau mau langsung menentukan tanggalnya?” ucap Hae In ketus. “melamar? Mwo?” pekik kyuhyun tak percaya lalu tertawa. “aku tidak akan mau membuat diriku repot hanya untuk melamarmu Miss Park. Jangan melakukan hal yang tak perlu” ujarnya. Mata tajam Hae In yang mengkilap terkena sinar rembulan seolah olah menggambarkan ada kobaran api dimata itu. “omo..sekarang apa? Kau melotot padaku hah?” kyuhyun menundukan sedikit badannya agar wajahnya sejajar dengan wajah Hae In. “Ige Ijjashigi..JUGEO!! (bocah sialan ini..mati!!)”

Duaaak!

Tepat saat meneriakan kata “mati” Hae In memukul perut kyuhyun dengan sangat keras. “aaaarghh!!!” Hae In mengerang keras sambil memegangi tangannya yang ia gunakan untuk meninju KyuHyun. badannya limbung kesana kemari berharap sakit yang ia rasakan mereda seiring dia menggerakan tubuhnya tapi ternyata tidak sama sekali. “gwenchana?” tanya kyuhyun dengan raut khawatir. “ANGWENCHANA!” teriak Hae In tepat di hadapan wajah kyuhyun. Hae In meninggalkan kyuhyun dengan langkah besar dan menghentak kesal sambil memegang tangannya yang sakit. KyuHyun menghela napas lalu terkekeh pelan melihat tingkah kekasihnya itu. lalu ia pun segera menyusul Hae In di belakangnya.

*****

Pukul 12 malam,Mobil Van hitam mengkilap itu menerobos heningnya malam. Suasana di dalam mobil itu tidak sehening keadaan di luar,bahkan sebaliknya. Suara gelak tawa membahana di dalam mobil itu. rupanya para vampire itu tidak bisa kehabisan tenaga,sangat berbanding terbalik dengan Hae In yang duduk di pojok mobil. Dia hanya memandangi jalan di luar jendela dengan tatapan lelah sambil memangku wajahnya dengan tangan putihnya yang ia tumpu pada bagian sandaran lengan di jok nyaman itu. “kau lelah?” tanya KyuHyun yang duduk di sebelahnya. “kau sudah menanyakan pertanyaan yang sama sebelumnya mister Cho” jawab Hae In tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela.

“kau masih marah padaku?” tanya KyuHyun sambil mendekatkan tubuhnya ke arah kekasihnya. “anhi” jawab Hae In. “hanya sedikit lelah..” tambahnya. KyuHyun menghela napas pelan lalu menaikan sandaran lengan yang memisahkan dirinya dan Hae In. lengannya yang kekar merengkuh bahu kekasihnya pelan dan membuat Hae In menoleh kepadanya. “wae?” tanya hae in. KyuHyun menepuk nepuk bahu kirinya. “tidurlah disini”. Tanpa banyak protes Hae In menumpukan kepalanya di bahu tegap kekasihnya itu. Rasa penat di kepalanya berangsur angsur menghilang,badannya lebih rileks dari sebelumnya. Kyuhyun merangkul bahu kekasihnya lalu mengelusnya pelan,membuat perasaan Hae In melambung. Sedikit sentuhan dari pria itu selalu bisa membuatnya nyaman dan berdebar disaat yang bersamaan. Kyuhyun menatap kedua bola mata almond berwarna hazel yang sedang menatap ke manik matanya yang kelam. Hae In sedang menikmati pemandangan indah di depannya. Wajah yang begitu sempurna itu tertimpa cahaya bulan keperakan dari luar jendela. Matanya yang kelam,garis wajah yang tegas,hidung bangir,bibir penuh,rahang yang kuat dan kulit putih pucat itu terlihat berkali kali lipat lebih tampan saat tertimpa cahanya bulan. “ada apa?” ucap kyuhyun hampir berbisik. “anhi,hanya ingin memandangmu saja” jawabnya sambil tersenyum. Kyuhyun mau tak mau ikut tersenyum senang mendengar ucapan gadisnya itu. “tidurlah,aku tau kau sangat lelah hari ini” KyuHyun menyandarkan kepala Hae In ke bahunya dengan tangannya. Hae In memejamkan matanya perlahan. menikmati kenyamanan yang selalu hadir setiap ia bersamanya.

“jaljayo..” bisik kyuhyun pelan.

*****

Ruangan itu begitu kelam. Udara disekitarnya begitu pengap dan membuat sesak napas. Hae In berjalan menelusuri ruangan yang besar dan pengap itu sendirian. Gema derap langkahnya terdengar memantul di ruangan itu begitu jelas,seretan gaun yang di pakainya terdengar membelah kesunyian ruangan itu. langkah Hae In terhenti di depan cermin berukiran antik yang besar. Cermin yang sudah kusam itu memantulkan pantulan dirinya yang dibalut gaun pengantin berwarna putih gading. Hae In menyentuh wajahnya perlahan sambil melihat pantulan dirinya di cermin. Ada yang aneh dengan dirinya. Urat urat halus terlihat di permukaan kulitnya di wajahnya,di lengannya,di seluruh tubuhnya. Urat dan nadi yang berwarna biru keunguan itu terlihat semakin jelas setiap detiknya. “ige..mwo?” gumam Hae In panik. Dia menyibak rok gaunnya dan melihat sebuah akar jalar melilit betisnya.mencengkram kuat kuat kedua kakinya. “aaaaah!” pekik Hae In panik. Tubuhnya limbung karena kakinya tak bisa di gerakan seluruh tubuhnya bergetar hebat dan Hae In jatuh tersungkur ke depan. “k-kyu..kyu!” panggil Hae In lirih. “t-tolong aku!” teriak Hae In meminta pertolongan. Ruangan itu tetap sunyi,tak ada yang menggubris panggilannya.

Hawa dingin tiba tiba menyeruak di sekitarnya membuat bulu halus di tubuhnya berdiri. “jadi kau Park Hae In-ssi?” suara lembut yang indah tapi entah mengapa terdengar begitu mencekam. Sesosok perempuan cantik bergaun ala eropa berwarna merah darah berjalan dengan anggunnya ke arah Hae In yang tersungkur tak bisa bergerak. “n-nuguseyo?” tanya Hae In lirih. “kau..mau menikah dengan vampire huh?” tanyanya sinis. “tepatnya..Cho Kyu Hyun?” lanjutnya. Hae In mengangguk cepat “n-ne..” jawabnya. Perempuan cantik itu tertawa,dan gelak tawanya bergema ke seluruh ruangan. Hae In meringis perih kaena akar jalar itu mulai merambat ke pinggangnya. Suara langkah kaki menarik perhatian Hae In dan perempuan itu. sesosok lelaki tinggi berdiri gagah dengan balutan Tuxedo klasik di depan Hae In dan perempuan itu. “kyu..” gumam Hae In hampir berbisik. Perempuan itu berjalan ke arah Kyuhyun lalu merangkul lengannya manja. Dada Hae In bergejolak hebat melihat perempuan itu bergelayut manja di lengan kekasihnya. “kyu,tolong aku!” teriak Hae In parau. Akar jalar itu sudah merambat ke dadanya dan mencengkramnya kuat membuat Hae In sesak napas. “k-kyu..jebal! kyuh..” napasnya tersenggal senggal ,tangannya terulur mencoba meraih Kyuhyun di depannya. Tapi nihil. Tatapan Kyuhyun kosong dan begitu tajam ke arahnya,bukan tatapan lembut dan jahil seperti biasanya. Mimik wajahnya begitu dingin dan sinis,tidak seperti biasanya.

“aku tidak akan menikahimu Hae In-a” ujar Kyuhyun dingin.“w..wae?” tanya Hae In tak percaya. “aku vampire dan kau..manusia. kau mangsaku,bukan pasangan hidupku” ucap Kyuhyun dengan tatapan sinis ke arah Hae In. sementara perempuan di samping Kyuhyun hanya tersenyum penuh kemenangan sambil menatap Hae In remeh. “tapi k-kyu..aku..” ucapan Hae In tersenggal senggal karena akar jalar itu mulai mencekik lehernya. “ubah aku menjadi vampire! Ubah aku..mister Cho..uhuk!” akar itu semakin kuat mencekik lehernya. Pandangannya mulai berkunang kunang karena oksigen tidak bisa masuk ke paru parunya dan menghentikan aliran darahnya. “ubah aku..kyu..jebal!” ucap Hae In lirih. Oksigennya semakin menipis,dan Hae In terbatuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. Sebelum pandangannya menggelap total dia melihat Kyuhyun mencium bibir perempuan itu mesra lalu memanggut bibir itu perlahan. “k-k-kyu..” rintih Hae In. Lalu Kyuhyun melepas panggutannya dari bibir perempuan itu dan tersenyum lembut kepadanya. Kyuhyun kembali menatap Hae In dengan tatapan benci yang berkilat di matanya. “selamat tinggal..Park Hae In. senang bisa mengenalmu” ucapnya dingin. Lalu pandangan Hae In menggelap total. Detak jantungnya berhenti,darahnya berhenti beredar ke seluruh tubuhnya,napasnya tak terdengar lagi. Tubuh Hae In yang rapuh bagai kayu lapuk itu tercabik cabik berubah menjadi debu.

*****

Hae In terbangun dengan keringat mengalir deras di sekujur tubuhnya. Napasnya tersenggal senggal tak beraturan. “kau sudah bangun?” sapa Kyuhyun. Hae In menoleh ke arah Kyuhyun lalu melihat ke sekitarnya. Bukan di ruangan yang tadi,tidak ada wanita itu,masih ada Kyuhyun. batin Hae In. Kyuhyun duduk di samping Hae In lalu mengusap keringat yang ada di pelipis Hae In. “gwenchana?” tanya Kyuhyun lembut. Hae In terpaku menatap sosok lelaki di depannya. Sorot matanya lembut,bukan sorotan benci yang tadi ia rasakan. Hae In menjulurkan tangannya lalu menyentuh wajah Kyuhyun perlahan. Hae In menatap Kyuhyun dengan nanar,suhu tubuh nya dapat ia rasakan di telapak tangan mungilnya. “waeyo Hae In-a?” Kyuhyun menyentuh tangan Hae In yang menempel di pipinya lalu mengelus punggung tangan itu lembut. Hae In menggeleng pelan lalu tersenyum tipis “anhi..hanya rindu padamu..” ucap Hae In. Kyuhyun tersenyum lalu menarik pelan tubuh mungil Hae In lalu merengkuhnya dalam pelukannya. Hae In membalas pelukannya dengan erat,seolah dia tidak mau melepasnya untuk selamanya. “kau nyata..kau ada disini..”gumam Hae In pelan. “hm?” tanya Kyuhyun. Hae In menggeleng pelan,”anhi..” balas Hae In. Kyuhyun menyandarkan kepalanya ke bahu kekasihnya lalu menghirup wangi tubuhnya di lekukan lehernya. Wangi manis yang selalu bertengger di tubuhnya tak pernah hilang.

Hae In melepas pelukannya. Kyuhyun mengecup dahi Hae In lembut “saranghae..” bisik Kyuhyun lembut di telinga kekasihnya. Hae In serasa meleleh menerima perlakuan dan ucapan Kyuhyun yang tak terduga ini. “na do..” balas Hae In dengan semburat merah di pipinya. “ini di rumahmu Kyu?” sadar Hae In. “iya,kemarin di mobil kau terus terusan menggumam dan terbatuk batuk. Karena khawatir aku membawamu kesini” jelas Kyuhyun sambil beranjak membuka gorden di kamarnya. “mmm..” gumam Hae In.

“Kyu..ini bajumu?” tanya Hae In sambil memperhatikan baju yang di pakainya,piyama kotak kotak berwarna biru tua. “iya,kau tidak mungkin tidur menggunakan gaun kan? Apalagi kau terus terusan berkeringat”dahi Hae In mengerenyit. “kau..yang mengganti bajuku?” tanya Hae In hati hati. Kyuhyun tersenyum jahil lalu menyandarkan tubuhnya pada dinding. “menurutmu?” tanyanya sambil terkekeh jahil. “YA! MISTER CHO!” teriak Hae In lalu melempar bantal ke arah kekasihnya. “ahahaha,anhi anhi. Pelayan wanita yang mengganti bajumu” tawanya sambil menghindar dari serangan Hae In. “huff..” Hae In meniup poninya kesal. “Kyu..bajuku basah..” Hae In mengibas kibaskan Bajunya yang terasa lengket di badannya. “aku mau mandi dan pinjam bajumu” Hae In melompat ringan dari kasur lalu menuju lemari pakaian Kyuhyun.

Kyuhyun terkesima melihat pemandangan di depannya. Gadis itu hanya memakai piyama atasannya yang kebesaran dan menggatung sebatas pahanya. Kaki mungilnya yang kecil dan jenjang itu semakin terekspos ketika Hae In berjinjit untuk menggapai baju di lemari bagian atas. Kyuhyun menelan ludahnya,tangannya mengepal keras menahan gejolak di dalam dirinya. Menahan gejolak untuk tidak menyerang gadis itu saat ini juga. “aaargh!” Kyuhyun mengerang dan mengacak acak rambutnya frustasi lalu keluar dari kamarnya. “Kyu? Waeyo?” tanya Hae In heran. Tak ada jawaban dari Kyuhyun,Hae In menggidikan bahunya bingung lalu kembali mencari pakaian yang kira kira bisa di pakainya.

*****

“Hae In-a! Kau sudah baikan?” sambut Eunhyuk ramah pada Hae In yang sedang menuruni tangga menuju ke ruang tengah tempat semuanya berkumpul. Hae In mengangguk sambil menyunggingkan senyum. Di ruang tengah itu ketigabelas vampire bersaudara itu sedang berkumpul dan tentu saja suasananya sangat riuh. Hae In menggunakan kemeja berwarna navi milik Kyuhyun yang menggantung sebatas pahanya dan juga sweater rajutan berwarna beige yang menggantung sebatas lututnya dan membiarkan resletingnya terbuka.

Pandangan laki laki di sekitarnya mengarah kepada kaki mulus yang terekspos bebas,sedangkan sang pemilik kaki hanya melenggang santai tanpa menyadari tatapan lelaki di sekitarnya. Kyuhyun yang menangkap mata mata nakal para hyungnya berdecak kesal lalu segera menghampiri kekasihnya. Kyuhyun menarik tubuh Hae In sehingga menghadap ke arahnya lalu dia menaikan resleting sweaternya hingga perut. “kau jangan memamerkan kakimu seperti itu” ucap Kyuhyun sebal. Hae In yang baru menyadarinya salah tingkah lalu tertawa canggung. “mianhae kyu..aku tak sadar..” ucap Hae In pelan. “aah~ Kyu,kau ini mengganggu pemandangan saja” protes Eunhyuk kecewa. Kyuhyun berbalik lalu hanya menatapnya tajam tanpa berbicara apapun,Eunhyuk hanya menggaruk tengkuknya salah tingkah.

Hae In teringat mimpi buruknya yang seolah nyata tadi malam.

“aku tidak akan menikahimu Hae In-a” “aku vampire dan kau..manusia. kau mangsaku,bukan pasangan hidupku”

Kata kata Kyuhyun di mimpinya terus terngiang ngiang di otaknya. Kalau aku tetap menjadi manusia aku tidak akan bisa menikahinya? Kalau aku tetap menjadi manusia aku tidak bisa bersamanya? Batin Hae In cemas. Hae In menatap lelaki di hadapannya sekarang. Lelaki yang sedang memarahi hyung hyungnya dengan mimik wajah yang begitu lucu. Hae In takut wajah dengan mimik begitu bebas itu tak akan pernah dilihatnya lagi. Hae In takut suatu saat mimik wajah itu berubah seperti apa yang di mimpinya tadi malam. Takut Kyuhyun akan mencium mesra wanita lain di hadapannya. Takut Kyuhyun tidak menikahinya. Takut Kyuhyun akan meninggalkan dirinya untuk selamanya. Air mata menggenang di pelupuk mata Hae In,memikirkan itu semua membuat dadanya sesak. Sebegitu pentingnya pengaruh lelaki itu di dalam hidupnya walaupun mereka baru bertemu sesaat. Perasaan yang membuncah buncah yang tak pernah Hae In rasakan selama ini dia rasakan saat bersama Kyuhyun. dia tidak ingin kehilangan poros hidupnya,alasannya untuk tetap berpijak di bumi ini. dia tidak ingin kehilangan Kyuhyun..

“Hae In-a? Gwenchana?” Kyuhyun menghampiri Hae In yang mematung tak bergerak di tempatnya.

“kenapa menangis hey?” tanya Kyuhyun lembut lalu merengkuh wajah mungil Hae In dengan kedua telapak tangannya yang besar lalu menghapus jejak air mata di pipinya denga ibu jarinya.

“ada apa?” tanya Kyuhyun pelan. Hae In menyusut air matanya dengan lengan sweaternya lalu menatap wajah Kyuhyun mantap. Hae In menarik napas panjang dan membuangnya perlahan. seluruh orang di ruangan itu terdiam.

“Kyuhyun-a..” ujar Hae In pelan. seisi ruangan itu terdiam menunggu kelanjutan perkataan Hae in.

“aku..” Hae In berdehem sebentar lalu menarik napas panjang lagi.

“aku..”

TBC

Author’s Note :

annyeong yorobuuuun!!! wah wah sudah lama sekali rasanya tidak ngepost hahaha XDD

kemaren sebenernya mau langsung di post,tapi apa daya Modem belum diisi pulsanya *miskin

dan saya lagi galau oke. GABISA NONTON SUSHOWWW !!!

saya pengen liat mereka secara langsung sekaliiiiiiiiiiiii~ aja >,<

semoga di sushow berikutnya,saya dan ELF yang belum beruntung tahun ini bisa melihat langsung oppadeul kita. ^^

happy reading ^^

mian kalo ada typo~

Iklan

11 thoughts on “my blood belong to you,my vampire chap.4

  1. Finally…saya bisa ninggal koment di sini. Sbenarnya saya dah bca ff ini dri part 1. Saya sangat sangat sangat suka kyuhyun d ff-ni. Terlebih karakter vampire-nya dia dsni,vampire yg sangat SEXY >.< Image vampire sexy jg makin melekat pda kyu stelah teaser opera japan vers. keluar. Cerita sangat oke,jadi saya mohon tetep d lanjut. Dtunggu part lanjutannya…;-);-);-);-) =D

    • jeongmal? wah?! kamsahamnidaaa!! XDD *sujud sujud
      saya terharu,akhirnya ada yang komenin cerita saya T^T *lap ingus
      kalo ada yang kurang bagus kata katanya ato apapun mohon kritiknya ya chingu
      kamsahamnida! ^w^ *hug

  2. Wow, keren bnget disini kyu jd laki2 yg romantis tapi tetep cool*pdhal baru baca part ini doang*
    Hai thor, aq reader baru seneng kenalanny, n mohon dilanjutin ya ceritany sumpah seruh abis daebak bnget, jaebal ya thor!!!!!!^^

  3. Aku ikutan tegang waktu mereka masuk di pertemuan agung.. Tapi seneng ortunya kyuhyun ngerestuin mereka.. Waduh, mimpinya nyeremin banget.. Semoga nggak kejadian deh.. Aku baca part selanjutnya ya..

  4. Aku…. Aku…. Aku apa????? Hihihi… Daebak bgt deh.
    Kyu disini tuh so sweet, malu2, dan lucu abis. Suka bgt sm karakternya. Dan wow… Aku yakin mimpi itu akan menjadi kenyataan maksudku ttg yeoja saingan hae in. Keren bgt ff nyaaa

  5. Hae in kenapa bisa mimpi kayak gitu sih? Apa dia minta dirubah jadi vampire sama kyuhyun apa minta putus? Penasaran hubungan hae in sama mimpi itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s